Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
8. Kembali


__ADS_3

Ethelyne dengan lahap memakan roti yang baru saja dibelinya di pasar, dia dengan santai duduk di salah satu dahan pohon dengan sebelah tangan memegang panah.


“Master, apa Anda yakin ingin berburu hari ini? Anda baru saja sembuh pagi tadi,” kata Laurie, dia tidak khawatir dengan Ethelyne. Masalahnya, Ethelyne membangunkannya saat masih terlelap dalam mimpi pagi tadi dan memintanya untuk menemaninya berburu. Yang lebih parahnya lagi, dia diminta untuk memegang anak panah yang jumlahnya tidak sedikit.


“Aku baik-baik saja, lagipula. Kau ingin mencoba makanan manusia kan? Itu sebabnya aku berburu hari ini agar bisa memasak untuk kau.”


“Apa?” tanya Laurie tercengang, dia menggeleng dan berusaha mencerna ucapan Ethelyne barusan. ‘Memasak? Master, apa kau lupa kejadian di dapur kerajaan saat kau memasak. Dapur hampir saja terbakar karena ulahmu, bahkan di percobaan ke sekian kalinya. Makanan buatanmu sangat tidak enak dimakan dan hambar, ugh. Mengingatnya saja membuat perutku tidak nyaman.’


“Ada apa? Kau tidak suka masakan buatanku?”


Laurie menggeleng cepat saat merasakan aura mengintimidasi dari Ethelyne, dia tersenyum sangat manis meski terlihat jelas dipaksakan. “S-saya sangat menyukai masakanmu, Master. Hanya saja, saya ingin mencoba kue yang dibuat dari manusia.”


“Hah? Maksudmu aku ini bukan manusia?”


Bukannya mengurang, aura mengintimidasi justru menguar semakin banyak. Laurie menelan salivanya gugup. “B-bukan begitu maksud saya, Master.” Dia melirik ke arah lain. ‘Bagaimana cara membujuk master agar dia tidak memasak untukku tanpa melukai hatinya?’


“Lupakan saja, aku tidak jadi berburu.” Ethelyne melompat turun dari dahan pohon dan mendarat dengan aman ke tanah, dia dengan raut wajah kesal berjalan pergi.


“Master, tunggu! Saya tidak bermaksud menyinggung Anda!!”


Seolah tidak mendengar teriakan Laurie, Ethelyne tetap terus berjalan hingga tanpa sadar dia sampai di sebuah jurang. Ethelyne mengerutkan keningnya saat menyadari sesuatu.


“Master, kenapa Anda … tidak menunggu saya?” tanya Laurie yang menyusul Ethelyne dengan napas memburu.


“Laurie, bukankah ini aneh? Sepertinya aku melewati jalan yang sama saat memasuki hutan, tapi kenapa aku malah sampai di sebuah tebing?”


Laurie berjalan mendekat dan menatap tebing curam di depannya. “Em, Anda benar. Kita melewati jalan yang sama saat kita kemari, tapi kita malah sampai di pinggir tebing. Bukankah itu aneh, Master?” Dia menatap Ethelyne dengan tampang polosnya.


Ethelyne menahan gemas untuk tidak langsung menghabisi gadis jadi-jadian di depannya. “Sudahlah, kau membuat suasana hatiku semakin buruk. Ayo kita kembali.” Dia berbalik, namun hal pertama yang dia lihat justru sebuah tumpukan mayat yang membusuk.


Laurie segera menutup hidungnya saat mencium bau busuk yang menyengat. “Eugh, kenapa tiba-tiba ada banyak mayat di sini?”


Ethelyne melirik sekitaran dengan waspada, dia menarik Laurie ke belakangnya.


“Ada apa, Master? Apa kau merasa ada hal yang tidak beres?” tanya Laurie yang merasa aneh dengan sikap Ethelyne.

__ADS_1


“Tetap berlindung di belakangku,” gumam Ethelyne pelan, dia terus menatap sekitaran waspada. Seolah jika dia lengah sedikit saja, maka dia akan kehilangan kepalanya.


“Tapi--”


Sebuah bayangan hitam tiba-tiba muncul di belakang Laurie dan hendak menusuknya, namun Ethelyne dengan sigap berbalik dan menusuk tepat ke jantung bayangan hitam itu. “Kau, iblis?”


“Kenapa … bisa ada iblis di dunia manusia?” Laurie menatap terkejut mayat iblis yang kini mulai melebur menjadi abu, dia menoleh ke Ethelyne yang menatap abu iblis itu dengan tatapan dingin.


Seolah siapapun bisa tenggelam dalam sumur tak berdasar saat menatap mata biru lautnya yang berkilau.


Ethelyne menarik Laurie ke pelukannya. “Tetap diam dan jangan berani bergerak selangkah pun,” katanya nyaris tanpa suara. “Harvey, tidak perlu bersembunyi lagi!”


“Hem, Anda masih sangat hebat seperti biasanya. Tuan Putri.”


Seorang pria tampan dengan kacamata berjalan keluar dari balik pohon, dia membungkuk hormat. “Hormat saya kepada Putri kerajaan Iblis.”


“Kenapa kau membawaku dan Laurie kemari?”


Harvey mendongak dan menatap Ethelyne dengan senyum tipis, dia berdiri tegak dan menjentikkan jarinya. “Saya pikir, Anda akan senang dengan suasana yang mirip dengan dunia manusia. Tapi sepertinya saya keliru.”


“Kenapa kau membawaku kemari?” tanya Ethelyne lagi dengan raut wajah dingin.


“Saya kemari untuk menjemput Anda, Yang Mulia. Silahkan ikut kami kembali ke kerajaan iblis, Yang Mulia Putra Mahkota sebentar lagi akan menjabat menjadi Raja iblis yang baru.”


“Aku tidak akan ikut!”


Harvey masih saja tersenyum tipis pada Ethelyne. “Anda tidak memiliki hak untuk menolak, Yang Mulia.”


“Laurie,” panggil Ethelyne bergumam.


Laurie mendongak dengan raut wajah menahan tangis.


‘Astaga, kenapa naga menyebalkan ini berubah menjadi gadis cengeng?’ Ethelyne menahan senyuman. “Kembalilah sekarang, biarkan aku yang mengurus sisanya.”


“Ma-master, k-kekuatan saya. Saya tidak bisa menggunakan kekuatan saya.”

__ADS_1


“Apa? Bagaimana bisa??” Ethelyne mendongak ke arah Harvey, dia mengepalkan tangannya. ‘Tentu saja, sudah pasti dia pelakunya.’


“Saya sepertinya tau apa yang Anda pikirkan, Yang Mulia. Silahkan ikut saja dengan patuh dan saya akan menghilangkan pembatas yang dibangun di sekitar Hewan spirit Anda.”


Ethelyne berdecak. “Aku akan mengikutimu, lepaskan pembatasnya.”


Harvey tersenyum manis. “Saya tidak bodoh, Yang Mulia. Saya tidak akan melepaskan pembatasnya sebelum kita sampai di kerajaan, jadi silahkan ikut saya atau Hewan Anda akan mati dimangsa binatang iblis.”


Ethelyne menggertakkan giginya menahan amarah, dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya. “Aku akan kembali!” Ethelyne menarik tangan Laurie dan berjalan diikuti Harvey dari belakang.


‘Saya sudah berhasil melaksanakan misi, Yang Mulia. Sisanya diserahkan pada Anda.’


~♥~


“Maafkan saya, Master. Ini semua salah saya.” Laurie memainkan jemarinya takut.


Ethelyne yang tengah duduk santai di sofa meliriknya sekilas, dia menghela napas panjang. “Pergi ke sudut ruangan dan renungan kesalahanmu, aku akan pergi sebentar. Jangan keluar kemana-mana, atau iblis-iblis sialan itu akan memangsamu.” Ethelyne berdiri dan berjalan keluar.


Saat membuka pintu, dia melihat seorang gadis berpakaian pelayan dengan tanduk rusa di kepalanya. “Loreen? Kenapa kau bisa ada di sini?”


“Saya sudah menyelesaikan masalah saya, Tuan Putri. Itu sebabnya saya kembali kemari,” jawab gadis bernama Loreen itu.


“Sungguh? Bagaimana keadaan keluargamu sekarang? Dan di mana Meli? Aku tidak melihatnya sejak tadi.” Ethelyne celingak-celinguk mencari Meli yang sedari tadi tidak nampak batang hidungnya.


Loreen sedikit mendongak agar dapat menatap wajah majikannya. “Apa Anda tidak tau? Meli telah dieksekusi karena lalai menjaga Anda.”


“Apa?? Siapa yang mengeksekusinya??” tanya Ethelyne terkejut.


Loreen kembali menunduk. “Maaf, Tuan Putri. Saya tidak bisa memberitahukan kepada Anda.”


~♥~~♥~


La~ la~ la~ la~ lalalalalaa!!!!! (maaf gabut😅)


Selesai Direvisi ❤️

__ADS_1


__ADS_2