
Ethelyne menatap sekitaran dengan bingung, dia berhenti di tengah orang-orang yang berlalu-lalang dan tampak sangat riang.
“Permisi, apa yang terjadi?” tanya Ethelyne pada salah satu warga yang lewat.
“Ah, Nona belum tau ya. Rahmat Dewa telah diturunkan, gadis suci terakhir telah dipilih dan sekarang. Istana dan kekaisaran sedang mencari keberadaan gadis suci itu.” Raut wajah warga itu berubah sendu. “Sejak pengorbanan Lady Earlene untuk manusia, tidak pernah lagi muncul berita tentang gadis suci penggantinya setelah sekian lama. Dan akhirnya, hari ini. Kuil suci memberitahukan berita yang sangat membahagiakan, meskipun katanya. Dia adalah gadis suci terakhir yang akan muncul di dunia setelah Lady Earlene.”
“B-begitu ya? Terima kasih informasinya.” Ethelyne mempercepat langkahnya menuju istana.
‘Master, bukankah gadis suci itu adalah Anda?’
‘Memang benar, tapi kenapa kuil suci tiba-tiba mengedarkan berita tentang gadis suci? Lagipula, kenapa harus menjadi gadis suci terakhir. Bah, semuanya benar-benar sangat merepotkan. Sepertinya kita tidak boleh terlihat mencolok dalam beberapa hari terakhir.’
‘Anda benar, Master. Saya akan kembali ke ruang waktu dan mencari buku pemahaman tentang para gadis suci, jadi saya permisi.’
Ethelyne berhenti sejenak sambil mengatur napasnya, dia melirik sekitaran yang terlihat lebih sepi dari pada tengah kota tadi. Ethelyne berjalan ke lorong sepi yang gelap dan mengangkat tangan kanannya, dia menutup matanya. Saat Ethelyne membuka matanya lagi, warna mata kirinya berubah merah. Tiba-tiba, muncul pedang putih yang mengeluarkan cahaya hangat dan menenangkan. Palangnya berbentuk teratai berwarna merah bercampur biru.
Ethelyne memegang gagang pedang dengan senyum tipis. ‘Sudah kuduga, sihir suciku hanya bisa stabil jika aku menggunakannya dengan sihir gelap secara bersamaan. Meskipun menguras sihir dengan cepat, tapi dengan begini. Aku bisa mengontrol sihir suciku, hah. Aku mengerti sekarang, tapi kenapa ibu tidak bisa mengeluarkan pedang suci ya? Saat melawan para iblis dan manusia itu, dia menggunakan sihir dan bukan pedang.’ Dia tiba-tiba teringat akan sesuatu, Ethelyne menutup matanya dan berusaha menyalurkan energi sihir pada pedang suci di tangannya. Pedang itu tampak semakin bercahaya, tiba-tiba. Muncul ukiran teratai di pedang, Ethelyne membuka matanya dan mencoba mengayunkan pedang itu. Dan hasilnya, energi sihir yang dikeluarkan pedang bahkan sampai memotong 13 bangunan.
Ethelyne menatap takjub, namun saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Dia langsung menghilangkan pedangnya dan menghilang.
“Di sini! Aku berpikir cahaya itu berasal dari lorong ini!”
“Tapi tidak ada siapapun di sini.”
“Memang benar, tapi apa kau lihat cahaya tadi?? Itu adalah cahaya yang sama saat Lady Earlene menghabisi para iblis dengan sihir sucinya.”
“Jadi maksudmu, cahaya itu berasal dari gadis suci terakhir yang kita cari-cari?”
“Sepertinya begitu, jadi pasti Lady ada di kota kita sekarang. Aku yakin, kita bisa menemukannya dengan cepat!”
“Ayo, kita temukan Lady!”
“Apa? Jadi maksudmu, gadis suci itu berada di kota Starlaxy?” tanya Ned memastikan.
__ADS_1
Prajurit yang sedang melapor mengangguk. “Benar, Tuan. Kami mendapatkan berita dari rakyat yang sempat melihat cahaya menyilaukan dari kekuatan Lady.”
“Itu bagus!” Zachary tersenyum. “Dengan begitu, kita bisa memperkecil ruang pencarian. Fokuskan prajurit untuk mencarinya di seluruh kota Starlaxy!”
“Baik, Yang Mulia.” Prajurit itu kemudian berjalan pergi.
Zion yang duduk santai di samping Ned melirik ketiga pria itu. “Apa menurut kalian, gadis suci terakhir itu sangat hebat?”
“Maksudmu?”
“Yah, maksudku. Lady Earlene yang telah lama mati itu menggunakan sihir untuk menghabisi iblis kan, tapi dari laporan hari ini. Tidak ada jejak sihir dari bangunan yang terpotong, bahkan terlihat jelas kalau bangunan itu dipotong seperti tahu.”
“Bisa saja kan, tapi kan. Yang bisa menggunakan pedang suci di masa lalu hanyalah Gadis suci pertama, namanya …”
Eadric menatap Zion datar. “Maria Virgian.”
“Ah, benar! Maria Virgian, dan kalau dipikir-pikir. Semua gadis suci itu menyandang gelar Virgian kan? Kenapa begitu ya, padahal kalau diingat-ingat. Lady Earlene tidak ada hubungan darah apapun dengan Lady Maria.”
“Tidak tau, kenapa kau tidak membaca di buku sejarah? Mungkin saja akan ada yang membahas soal hal itu.” Zachary mengangkat bahunya acuh. “Dan juga … kenapa pelayan bernama Rimuru itu belum kembali juga?! Apa kalian tidak tau, Aeli jadi tidak mau berbicara dan bertemu denganku karena gadis itu menghilang!” murkanya.
__ADS_1
“Tidak tau, lagipula. Kenapa kau membiarkan Nona Aelene menyamar? Jika Tuan Duke Alys tau tentang hal ini, Duke pasti akan marah besar dan kemungkinan terburuk. Dia akan memutuskan pertunanganmu dengan Nona Aelene.”
“Oh ayolah, aku juga tidak ingin dia menyamar menjadi pelayan. Tapi dia yang memaksa dan mengancam akan mencampakkanku, jadi mau tidak mau. Aku terpaksa membiarkannya menjadi pelayan.” Zachary menopang dagunya. “Aku bingung dengan jalan pikir Aeli, dia adalah putri dari Duke dan anak kesayangannya. Tuan Duke juga tidak kekurangan apapun, lalu kenapa dia malah memilih menjadi pelayan daripada menikmati kehidupan Nona bangsawan?”
“Dengar ya, Aelene itu berbeda dari gadis yang lain. Dia mungkin saja ingin mengetahui bagaimana perasaan para pelayan yang selalu ditindas, dan jika dia menyamar di kediamannya sendiri. Itu tidak mungkin, karena para pelayan pasti akan langsung mengetahui penyamarannya,” jawab Zion sambil memakan cemilan di meja.
Zachary menghela napas frustasi, dia selalu berusaha membujuk Aelene agar segera kembali ke kediaman Duke namun hasilnya tetap sama. Aelene tetap ngotot ingin tinggal di istana sebagai pelayan. “Aku tidak bisa mengerti jalan pikirannya itu.”
“Kenapa kalian malah membahas tentang Nona Aelene? Kita harus menemukan gadis suci sebelum kerajaan lain ataupun kekaisaran, apalagi. Dalam seminggu ini, invasi iblis makin merajalela dan membuat desa di sekitaran portal sangat sengsara. Meskipun sudah mengirim prajurit dan Kesatria ke sana, tapi tetap tidak bisa menghentikan invasi. Apalagi para iblis yang bisa melakukan regenerasi dengan cepat dan membuat para prajurit dan Kesatria kesusahan menghabisi mereka.” Ned menoleh ke arah Eadric yang tampak melamun. “Yang Mulia, kita harus mengirim penyihir api ke portal. Karena jika tidak, maka para rakyat akan semakin sengsara.”
Eadric melirik Ned, dia menghela napas. “Kirim Marissa ke sana.”
“Apa??” tanya ketiganya terkejut.
“Apa ada yang salah?”
“Bukan begitu sih, hanya saja. Marissa kan seorang kesatria kuat rangking tiga dengan sihir api andalannya, bukankah agar berlebihan jika mengirimnya ke sana?”
“Invasi para iblis semakin merajalela di sana, jika kita tidak mengirim Kesatria tingkat tinggi. Maka rakyat di sekitar portal tidak akan bisa diselamatkannya, dan Ned. Apa evakuasi para warga telah selesai?”
__ADS_1
“Sepertinya evakuasi masih berjalan, Yang Mulia. Kalau evakuasi berjalan lancar, maka para warga akan selesai berpindah tempat malam ini.”