Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
7. Retakan segel


__ADS_3

“Oh, Katrine. Apa kau sudah memiliki pilihan untuk semua gaun itu?” tanya Zion dengan senyum cerah, berbeda saat dia berbicara dengan Tina.


Ethelyne mengangguk kecil. “Semua gaunnya terlihat bagus, apa aku boleh membeli semuanya ini?”


Zion mengangguk, dia menoleh ke pemilik toko. “Tolong antar semua gaun yang dipilih Nona ini ke kediaman Grand Duke. Ayo kita pergi.”


Ethelyne memberikan gaun-gaun itu pada seorang pelayan terdekat dan berjalan keluar diikuti Zion dari belakang.


“Apa kau merasa senang?” tanya Zion tiba-tiba.


Ethelyne menatapnya bingung. “Senang? Karena apa?”


“Yah, biasanya seorang wanita akan senang setelah berbelanja pakaian.”


“Hm? Pfft.” Ethelyne menutup mulutnya menahan tawa.


“Tertawa saja jika kau mau,” kata Zion dengan nada sinis.


Ethelyne berdehem. “Maaf, aku tidak akan tertawa lagi. Tapi, tidak semua gadis itu suka berbelanja. Banyak hal yang bisa membuat mereka bahagia kecuali berbelanja, asal kau tau. Biasanya, seorang gadis berbelanja untuk mengalihkan perhatian dan pikirannya dari hal-hal yang dia benci.”


“A-aku tau, hanya saja. Aku ingin tau kau menyukai apa,” gumam Zion sambil memalingkan wajahnya.


Ethelyne memiringkan kepalanya sambil menatap Zion, dia tersenyum tipis dan menarik tudung jubah agar menutupi seluruh wajahnya.


‘Ada apa, Master? Kenapa kau tiba-tiba menarik jubahmu?’


‘Sepertinya, akan ada masalah sebentar lagi … Hehe, aku tidak sabar untuk menghabisi manusia.’


Tiba-tiba, warna mata Ethelyne berubah merah, sedetik kemudian kembali biru. Seolah tersadar, Ethelyne mengerjap beberapa kali dengan pandangan bingung.


‘Master, apa yang baru saja kau katakan??’

__ADS_1


Suara Flowing terdengar syok, Ethelyne memegang kepalanya dan berusaha mengingat apa yang baru saja dia katakan. Matanya membulat saat mengingat kata-kata yang seolah bukan dia yang mengatakannya.


‘A-apa yang terjadi? Aku tidak berpikir pernah mengatakan hal itu. Aku adalah manusia, aku tidak mungkin akan menghabisi sesama manusia kan!’


‘Master, sepertinya. Jiwa iblis Anda mulai bangkit!!’


‘Apa?? Bagaimana mungkin!’


“Katrine, ada apa? Apa kau merasa tidak sehat?” tanya Zion yang memperhatikan gerak-gerik Ethelyne sedari tadi.


Barulah Ethelyne sadar bahwa Zion masih berdiri di sampingnya, dia menggeleng cepat. “A-aku baik-baik saja, aku hanya merasa sedikit pusing. Lebih baik kau kembali ke penginapanmu, Zion. Aku juga akan kembali ke penginapan.” Ethelyne hendak melarikan diri.


Namun Zion sudah lebih dulu menahan tangannya. “Di mana penginapanmu? Aku akan mengantarmu ke sana.”


“Tidak perlu, aku bisa sendiri!” Ethelyne melepaskan tangan Zion dan berlari pergi secepat mungkin.


“Ada apa dengannya? Sikapnya tiba-tiba berubah aneh setelah dia memegang kepalanya, apa dia benar-benar hanya pusing?” Zion menatap kepergian Ethelyne dengan raut penuh tanda tanya. “Aneh, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.” Dia mengerutkan keningnya. “Rey, awasi apa saja yang dilakukan Katrine. Cari tau juga semua tentang dia.”


~♥~


‘Ugh, aku lelah. Oh iya, semua gaunnya dikirim ke kediamannya kan?’ Ethelyne memasang wajah cemberut, dia melepaskan jubahnya dan meletakkannya di kursi.


Ethelyne duduk di tepi kasur dan menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan, dia mendongak ke langit-langit ruangan. “Flowing, apa maksud perkataanmu tadi? Bagaimana mungkin jiwa iblisku bisa bangkit.”


Gelang naga emas di pergelangan tangan Ethelyne tampak bergetar dan mengeluarkan cahaya, Flowing terbang ke depan Ethelyne dan bertransformasi menjadi seorang anak kecil lucu berusia 8 tahun.


“Wow, kau sudah bisa melakukan transformasi menjadi manusia?” tanya Ethelyne terkejut, dia sendiri baru pertama kali melihat Flowing berubah menjadi bentuk manusia.


“Benar, Master. Ini adalah bentuk transformasi sementara saya, harap memaklumi karena saya bertransformasi menjadi anak kecil.” Flowing membungkuk dengan sopan sambil memegang ujung gaunnya anggun.


“Keren! Kau terlihat sangat cantik dan imut.” Ethelyne bertepuk tangan kagum. “Tapi, bukankah akan aneh jika aku tetap memanggilmu Flowing dalam wujud manusia? Bagaimana jika saat kau berubah menjadi manusia, aku akan memanggilmu … Laurie?”

__ADS_1


“Nama yang indah, saya akan menerimanya. Master.”


“Khem, lupakan soal nama. Apa maksudmu dengan jiwa iblisku yang bangkit? Bukankah seharusnya sudah disegel oleh ibu.”


“Benar, Master. Setengah jiwa Anda memang sudah disegel, tapi entah kenapa. Segel itu mulai retak setelah Anda bertemu dengan Pangeran Mahkota Ryan.” Laurie dengan susah payah naik ke atas kasur dan duduk di samping Ethelyne. “Sepertinya, Pangeran Mahkota ingin agar jiwa manusia Anda dilahap oleh jiwa Iblis Anda. Maka setelah itu, barulah Anda akan menjadi Putri sejati kerajaan iblis.”


Ethelyne menghela napas. “Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa memperbaiki segelnya, terlebih lagi. Kenapa Kak Ryan bisa membuat segelnya retak? Itu segel yang dibuat oleh gadis suci loh, tidak mungkin bisa dihancurkan dengan mudah oleh Kak Ryan. Aku yakin, dia pasti menggunakan sihir dari iblis bangsawan yang berada di tempat pemburuan. Kejam sekali!” gerutunya kesal.


“Ah iya, karena saya telah bertransformasi menjadi manusia. Apa Master bisa membelikan saya makanan manusia? Saya benar-benar sangat ingin mencoba bagaimana rasa makanan buatan manusia, sudah lama sekali saya menunggu hal ini,” kata Laurie dengan semangat.


“Jangan mengalihkan pembicaraan! Eum, tunggu. Apa jangan-jangan, ada kaitannya bunga itu dengan segel di jiwaku?” Ethelyne memegang dagunya merenung.


“Itu bisa terjadi, mungkin saja Nyonya sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk dari segel itu. Itu sebabnya dia meminta Anda untuk mencari bunga itu sebelum beliau meninggal, tapi apa setelah tau kebenarannya. Anda akan tetap mencari bunga itu atau tidak?”


Ethelyne berbaring dengan pandangan yang masih lurus ke langit-langit kamar. “Aku tidak tau, mungkin saja aku tetap akan mencarinya demi mempertahankan sisi manusiaku. Atau mungkin saja, aku menyerah dan menjadi iblis sepenuhnya.”


“Master.” Laurie menggenggam tangan Ethelyne dengan jari-jari mungilnya. “Saya akan berusaha untuk membantu Anda! Selama Anda menginginkannya, saya akan mencari tau semua informasi tentang bunga itu. Anda harus mengandalkan saya dan tidak boleh menyerah menjadi manusia! Ingat perkataan Lady Earlene, Master!!”


“Ethelyne, apapun yang terjadi pada ibu nantinya. Kau tidak boleh menyerah menjadi manusia, kau harus tetap berusaha dan mempertahankan sisi manusiamu. Jangan pernah melukai ataupun menyakiti manusia, Ethelyne. Kau lahir dengan sihir suci milik ibu dan sihir gelap milik ayahmu, kau harus bisa mengendalikan kedua kekuatanmu sebelum ulang tahunmu yang kedua puluh. Ibu tau, kau pasti bisa.”


Ethelyne terkesiap, dia memegang kepalanya yang berdenyut nyeri.


“Apa kau baik-baik saja, Master?” tanya Laurie khawatir. “Apa perlu kusembuhkan?”


Ethelyne tersenyum manis meski wajahnya berubah pucat tanpa sebab. “Aku baik-baik saja, aku akan memberikanmu makanan manusia lain kali. Kau kembalilah ke ruang sihir, aku akan memanggilmu lagi lain kali.”


~♥~~♥~


**Nun.. Nun.. Nun..


selesai Direvisi ❤️😋**

__ADS_1


__ADS_2