Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
25. Meli


__ADS_3

“Kau bisa mengambil berapapun pelayan yang kau inginkan, tapi dia. Terkecuali,” kata Eadric dengan nada datar.


“Penawaran yang bagus, tapi sangat disayangkan. Aku hanya ingin dia.” Zachary melirik Ethelyne yang berdiri di belakang Eadric..


‘Apa-apaan ini?? Aku hanya ingin hidup normal sebagai pelayan! Kenapa hal bodoh ini malah terjadi padaku?!’ teriakan batin Ethelyne sampai menganggu rehabilitasi Flowing.


“Tidak bisa! Dia adalah pelayan di istanaku!”


“Kenapa tidak boleh? Jika aku memintanya dari ibu, dia pasti akan memberikannya.”


Ethelyne menarik napas dalam-dalam. “Yang Mulia, saya permisi.” Dia hendak berjalan keluar namun ditahan oleh Eadric.


“Bagaimana dengan lukamu?”


“Saya sudah baik-baik saja, Yang Mulia.”


“Heh, jadi kakak ke6 yang membuat Rimuru terluka.”


“Itu bukan urusanmu!” Eadric menatap Zachary dengan sengit, dia menarik tangan Ethelyne dan berjalan keluar.


“Kemarilah lain kali, Rimuru,” kata Zachary dengan senyum manis dan lambaian tangan.


“Lain kali, jangan pernah menemui Zac lagi,” gumam Eadric.




“Yang Mulia, selamat datang kembali. Apa Anda ingin melihat para tahanan?” tanya Loreen sambil membungkuk hormat.



“Tidak perlu sampai seformal itu, aku ingin ke hutan gelap. Di mana Kak Ryan dan Kak Zen?”



Loreen terlihat ragu. “Yang Mulia Pangeran Ryan berada di ruang kerjanya, sementara Yang Mulia Pangeran Zen. Dia, dia ada di kamarnya.”



Ethelyne hanya ber-oh, dia menatap lorong di depannya. “Bagaimana … keadaan Meli?”



“Sesuai rencana Anda sebelumnya, Meli kini tengah menjalani pemulihan. Tapi meski menjadi iblis, Meli tidak pernah memangsa siapapun dan membuat regenerasinya sangat lambat.”



“Begitu, ya? Lalu apa lehernya sudah tersambung kembali?” tanya Ethelyne sambil berjalan menelusuri lorong kerajaan ke sebuah perpustakaan, dia berjalan masuk dan langsung menghampiri satu rak berisi buku-buku tebal dan terlihat sangat kuno.



“Iya, Yang Mulia. Tapi bekas di leher Meli tidak bisa dihilangkan. Jika, Yang Mulia Pangeran tanpa sengaja mengetahui Meli belum mati. Apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia?” tanya Loreen ragu, pertanyaan itu telah memenuhi benaknya sejak menyelamatkan Meli yang hendak dibuang ke jurang kematian.


__ADS_1


“Maka aku akan menghabisinya.” Ethelyne mengambil satu buku tebal dan membukanya, dia membaca buku berisi mantra-mantra sihir gelap di kerajaan iblis.



“Tapi …”



“Tidak perlu mengkhawatirkan apapun.” Ethelyne membalik halaman buku dan kembali membaca. “Aku akan melindungi mereka yang setia padaku, termasuk kau dan Meli. Ingatlah satu hal, Loreen. Aku bukan lagi Ethelyne yang lemah, aku tidak akan membiarkan kalian sampai terluka.”



Loreen yang tadinya ragu mulai percaya akan ucapan Ethelyne, dia tersenyum. “Saya selalu mempercayai Anda, Yang Mulia. Saya dan Meli akan selalu setia pada Anda.”



Ethelyne diam tak bergerak, dia melirik Loreen. “Apa kau dan Meli ingin ikut denganku ke dunia manusia?”



“Apa??”



~~~♥~~~



“Bagaimana kabarmu, Meli? Maaf karena aku baru sempet mengunjungimu hari ini.” Ethelyne menggenggam tangan Meli yang terbaring di atas lingkaran sihir cokelat sambil menutup matanya, terdapat bekas goresan panjang di leher dan pergelangan tangannya.




“Maafkan aku, seandainya aku bisa melindungimu.” Air mata mengalir di pipi Ethelyne, dadanya terasa sesak melihat orang yang dia sayangi terbaring tak berdaya.



“Sudah saya katakan, ini bukan kesalahan. Anda, saya sangat senang. Karena bisa melihat Anda hari ini.”



Ethelyne menatap Meli dengan sayu, dia menyentuh bekas goresan panjang di leher Meli. “Pasti sangat sakit ya, saat kau dipenggal. Maaf, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi.”



Jari Ethelyne yang menyentuh bekas goresan terlihat mengeluarkan cahaya gelap. Bekas luka di leher Meli perlahan-lahan sembuh.



“Yang Mulia …”



“Yang Mulia, apa yang Anda lakukan??” tanya Loreen panik, bagaimana bisa Ethelyne menggunakan sihir penyembuhan cahaya kepada Meli yang jelas-jelas adalah seorang iblis. Namun, kepanikan di wajah Loreen berubah bingung saat melihat luka Meli sembuh. “Apa, apa yang sedang terjadi?” gumamnya terkejut.

__ADS_1



Laurie tiba-tiba muncul di belakang Ethelyne dan menyentuh pundaknya. “Apa yang kau lakukan, gadis kecil? Kau ingin mati??”



Ethelyne tetap diam dan fokus menyembuhkan luka Meli. “Lihatlah, sihir penyembuhan yang seharusnya menolong manusia justru sangat stabil ketika kugunakan pada iblis. Dan anehnya, aku bisa menggunakannya tanpa energi sihir sama sekali.”



“Eh, benarkah??” Laurie ikut menatap leher Meli yang bekas lukanya telah menghilangkan, selain itu. Bekas di pergelangan tangan Meli juga menghilang. “Heum, kenapa bisa begitu ya? Ketika kau menggunakannya pada manusia, kau hampir mati karena ketidakstabilan dan kehilangan 50 tahun kehidupanmu. Tapi ketika kau menggunakannya kepada iblis, sihir itu justru menjadi stabil. Bahkan tidak menggunakan energi sihir sama sekali, aneh sekali. Aku saya tidak pernah melihat kejadian ini sebelumnya, juga tidak tercatat di buku yang saya miliki. Apa mungkin, karena Anda adalah iblis? Tapi kenapa kekuatan penyembuhan suci Anda malah menyelamatkan iblis, sangat berbeda dengan Nyonya. Ketika dia menggunakan sihir penyembuhannya pada iblis, iblis itu justru seolah terbakar api dan menghilang.” Dia memegang dagunya dengan pikiran yang berkecamuk.



“Yang Mulia, ini.” Meli hendak bangun namun segera dihentikan oleh Ethelyne dan Loreen.



“Meskipun aku menggunakan sihir penyembuhan, tapi itu adalah sihir suci dan tidak cocok untuk iblis. Jadi kau istirahatlah dulu, setelah itu. Aku akan membawa kalian berdua dari kerajaan ini ke dunia manusia.”



“Benar! Kau masih lemah … eh?? Yang Mulia, Anda benar-benar ingin membawa kami ke dunia manusia??” tanya Loreen terkejut, dia pikir ucapan Ethelyne beberapa waktu yang lalu hanyalah bualan semata. Tapi siapa yang sangka ternyata dia benar-benar ingin membawa keduanya.



“Ya, aku sudah memikirkannya berkali-kali. Tapi meski begitu, aku tidak bisa membuat kalian kebal terhadap sinar matahari. Jadi mau tidak mau, kalian berdua hanya bisa berada di dalam ruangan sampai malam tiba.”



Meli dan Loreen saling menatap, Loreen segera bersujud sementara Meli bangun dan membungkuk. “Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Yang Mulia. Kami pasti akan mengikuti setiap ucapan Anda.”



“Baguslah, Meli. Kau bisa beristirahat lagi dan Loreen, antar aku menemui para tahanan.” Ethelyne berbalik dan berjalan pergi, Loreen dan Laurie segera menyusulnya.



“Master, apa Anda akan benar-benar mengunjungi para tahanan?” tanya Laurie berbisik, dia melirik Loreen dan memastikan agar dia tidak mendengar percakapannya dan Ethelyne.



“Ya, aku ingin memastikan sesuatu.”



“Baiklah, tapi tolong berhati-hatilah. Master, saya tidak yakin. Tapi sepertinya, darah dapat memicu kebangkitan jiwa iblis Anda.”



“Benarkah? Lalu kenapa aku tidak merasakan apapun saat terluka?”



“Itu karena Anda yang terluka, jika Anda melihat darah orang lain. Saya tidak yakin kalau retakan segelnya tidak akan bertambah, Anda harus ingat. Setiap Anda melihat darah, Anda akan memicu keinginan jiwa iblis untuk memakannya. Anda tau kan, iblis tidak bisa menahan hawa nafsu. Apalagi ketika melihat manusia.”

__ADS_1



“Aku akan ingat.”


__ADS_2