
Kiara segera mengubah raut wajahnya menjadi datar. “Sungguh bodoh, kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu itu??”
“Aku tidak sedang berbohong, kau benar-benar adalah reinkarnasi darinya.” Ryu tersenyum tipis. “Aku tahu kalau kau tidak mencintaiku lagi, tapi setidaknya. Jangan membenciku.” Dia berjalan mendekati Kiara, dia menggenggam tangan gadis itu. “Aku sangat merindukanmu, sudah berabad-abad berlalu, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu sama sekali.”
‘Apa... yang dikatakannya itu benar? Apa benar aku reinkarnasi wanita itu?’
“Kiara, bukan. Tapi Ethelyne, aku harap. Kau bisa menemaniku di sini selama beberapa hari lagi, setelah itu. Aku akan mengeluarkan jiwamu dari sini.” Ryu menatap Kiara dengan senyum tipis.
Tiba-tiba, jantung Kiara berdetak sangat cepat. Dia menyentuh jantungnya. ‘Ada apa denganku? Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini?’ Kiara menatap Ryu yang menempelkan tangan Kiara di pipinya. ‘Perasaan aneh macam apa ini? Apa aku sungguh-sungguh...’ Pupil matanya tiba-tiba mengecil, Kiara tiba-tiba merasakan darahnya yang mengalir dengan cepat hingga membuat sekujur tubuhnya terasa sangat sakit. Dia tanpa sengaja menatap Ryu yang tersenyum misterius dengan mata tertutup. ‘Aku... dibohongi!’
~♥~
Kathelyne menatap sayu Ethelyne, sudah berminggu-minggu berlalu. Namun gadis itu masih tak sadarkan diri, rasa cemas dan takut muncul di hati Kathelyne. Dia tak ingin kehilangan orang yang berharga baginya, tapi Kathelyne tak bisa berbuat apa-apa. Sihir dari Dewa Iblis sangatlah kuat, dia yang hanya seorang Ratu Kegelapan mustahil bisa mengalahkan sang Dewa.
“Ethelyne..” Kathelyne berdiri di samping Ethelyne yang terbaring kaku, wajahnya pucat dan tubuhnya dingin seperti mayat. Dia menggenggam tangan Ethelyne dengan erat, Kathelyne menutup matanya. ‘Kumohon, Dewa.. atau siapapun itu, aku mohonn, tolong jangan rebut dia dariku. Aku mohon, tolong bantulah Ethel.’ Air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan. ‘Tolong, tolong bantu Ethel agar tidak mati di tangan Dewa Iblis.’
Ethelyne tiba-tiba membuka matanya, dia menatap Kathelyne yang kini masih menggenggam tangannya dengan mata tertutup dan air mata mengalir. Ethelyne diam-diam tersenyum. “Ra-Kathelyne..”
Kathelyne segera membuka matanya, dia menatap kaget Ethelyne yang kini menatapnya dengan senyum. “Ethel, kau, kau...”
“Aku pulang, Kathel. Semuanya telah berakhir, sekarang sampai seterusnya. Aku tidak akan pergi kemana-mana lagi.”
Bukannya mereda, air mata Kathelyne justru semakin deras. Dia memeluk Ethelyne dengan erat. “Huaa!! Aku pikir kau akan benar-benar mati, aku, aku sangat ketakutan, aku.. aku..” katanya terisak.
Ethelyne tersenyum tipis, dia mengusap punggung Kathelyne. “Tidak apa-apa, semuanya sudah berakhir. Kita tidak akan berpisah lagi, kau tidak perlu khawatir lagi. Karena semuanya sudah baik-baik saja.”
“Untunglah, untunglah kau baik-baik saja. Aku akan membunuh siapapun yang mengganggumu, bahkan jika itu Dewa iblis sekalipun!”
“Terima kasih, tapi aku baik-baik saja sekarang. Tidak akan ada ancaman lagi untuk kita, bahkan Dewa iblis sekalipun. Karena dia..” Ethelyne melirik ke arah lain. “Sudah musnah.”
__ADS_1
Kathelyne melepas pelukannya dengan tatapan bingung. “Musnah? Apa maksudmu? Dewa Iblis memiliki keabadian, setengah jiwanya sangat kuat dan--”
“Sepertinya kau lupa, kekuatan murni dalam tubuh ini sangatlah kuat, bahkan dewa iblis sekalipun tidak akan bisa menerimanya, apalagi hanya benih dari Dewa iblis. Aku hanya merasa sedikit pusing karena terlalu lama berbaring, jadi. Jika bisa, apa kau mau membawaku ke dunia manusia?”
Kathelyne terdiam, dia menatap Ethelyne dengan tatapan tak terbaca. Tidak berselang lama, Kathelyne menghela napas panjang. “Baiklah, karena kau sedang sakit. Maka aku akan mengizinkanmu untuk kesana, tapi hanya sekali ini saja!”
“Iya.” Ethelyne tersenyum sangat manis. “Ini yang terakhir.”
~♥~
“Kak Ethelyne!”
Aliya langsung memeluk Ethelyne begitu melihatnya, dia benar-benar bahagia saat melihat (calon) kakaknya kembali berkunjung.
“Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?”
Aliya melepas pelukannya dengan senyum manis. “Aku baik-baik saja, aku sangat senang kakak berkunjung kemari. Aku saangat bahagia!” katanya tanpa jeda.
“Ethelyne, bagaimana keadaanmu? Aku dengar kau terluka dan tidak bisa bangun dari tempat tidur selama beberapa minggu ini,” kata Zachary sembari berjalan ke arah mereka.
Ethelyne melirik Kathelyne yang terus menatap tajam seseorang, dia mengalihkan pandangannya ke arah Zachary dan tersenyum. “Itu bukan luka yang serius, aku hanya menggunakan energi suciku secara berlebihan dan membuatku tertidur selama beberapa minggu. Kathel hanya tidak ingin membuat kalian sangat khawatir, makanya dia berkata begitu.”
“Hng!” Kathelyne bersedekap dada sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Kathelyne sangat pemalu ya.”
“Aku tidak pemalu!” bantah Kathelyne tidak terima, dia menatap remeh Zachary. “Dengar ya, kalau bukan karena permintaan Ethel. Aku tidak akan menginjakkan kaki di sini!”
“Cih, kau pikir aku ingin melihatmu di istanaku?” balas Zachary sinis.
__ADS_1
“Huh, lihat saja nanti. Setelah Ethel sembuh, aku pasti akan menghancurkan kerajaan tak berguna ini!”
“Kau!”
“Kalian berhenti!!” teriak Aliya marah, dia memeluk Ethelyne yang memijat pelipisnya. “Apa kalian tidak lihat kak Ethelyne sedang sakit! Kenapa kalian malah berteriak di depannya!!”
“Hey, bukankah kau juga sama,” balas Kathelyne dan Zachary bersamaan.
Aliya menatap kesal keduanya, dia menarik tangan Ethelyne. “Liya akan mengantar kakak ke kamar tamu, kakak istirahat saja dulu. Kakak bisa berkeliling lagi setelah kakak sudah lebih baik.”
“Terima kasih ya, Liya. Aku memang sangat pusing saat ini.”
“Apa kau baik-baik saja? Apa karena aku bertengkar dengannya? Jika benar, maafkan aku. Aku lupa kalau kau tidak memiliki fisik seperti iblis,” kata Kathelyne cemas.
Ethelyne memaksakan senyumannya. “Aku sungguh baik-baik saja, aku hanya merasa sedikit pusing itu saja. Aku pasti akan baik-baik setelah beristirahat.”
“Emm, baiklah.”
~♥~
“Terima kasih sudah mengantarku ke kamar, kalian bisa pergi.”
“Tapi Nona, Yang Mulia pangeran dan Yang Mulia Putri berpesan pada kami untuk merawat Anda sampai beliau datang.”
“Aku baik-baik saja, jika kalian benar-benar ingin merawatku. Tolong ambilkan beberapa buah.” Ethelyne tersenyum.
“Tentu, kami akan segera mengambilnya.” Kedua pelayan itu berjalan keluar dengan tergopoh-gopoh.
Saat pintu tertutup, raut wajah Ethelyne berubah datar. Dia berjalan ke arah jendela dan membukanya. Ethelyne menunduk dan menatap seberapa tinggi tempatnya berada, dia menyeringai. ‘Fufufu, kau terlalu bodoh dan naif. Ethelyne, tapi tidak mengapa. Aku akan membantumu membalas dendam sebagai bayaran atas jiwa dan energi murnimu yang sangat lezat.’ Ethelyne mendongak dan menatap langit. ‘Manusia-manusia bodoh, kalian akan jadi santapan yang cocok untuk memulihkan kekuatanku seutuhnya, dan untuk gadis itu. Dia akan kupastikan menghilang sebelum pelayan-pelayan itu kembali. Ah.. sayangnya aku tidak bisa mendapatkan tubuhku kembali karena segel dari Kaisar sialan itu! Lihat saja, setelah aku memulihkan seluruh kekuatanku, aku pasti akan menghancurkan istana langit!!’
__ADS_1
~♥~~♥~