
Wujud Ethelyne perlahan-lahan kembali seperti semula, matanya terlihat agak bengkak karena menangis. “Ibu, kenapa. Kenapa ibu meninggalkanku lagi? Apa ini, ingatan yang sempat kulupakan?” Ethelyne menarik rambutnya frustasi. “Kau bodoh, kau sangat bodoh. Ethelyne, sangat sangat bodoh! Kenapa kau tidak menyadari dari awal, kau berusaha menjatuhkan iblis dan manusia tapi pada akhirnya sia-sia.” Dia mendongak agar air matanya tidak lagi berjatuhan. “Kau sangat hebat, ibu …” Ethelyne tersenyum manis namun terlihat sangat menyedihkan. ‘Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apa tetap berusaha menyatukan manusia dan iblis, atau … aku habisi saja semua manusia.’ Dia mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menancap di permukaan kulit dan mengeluarkan darah. ‘Ibu, meskipun kau tidak ingin. Tapi aku akan tetap melakukannya, sudah kuputuskan. Aku akan mengubah semuanya, aku akan membuat semua makhluk hidup segan pada iblis. Aku akan menghabisi mereka semua yang menyakiti ibu, semua. Semuanya harus mati! Keturunan Iceworld harus mati!!’
Sudah hampir seminggu sejak keluarnya Ethelyne dari gunung bersalju tanpa membawa bunga tujuh warna ataupun lima warna, setelah melihat ilusi dari kehidupannya dulu. Dia memutuskan untuk menjadi iblis dan membiarkan jiwa iblis melahap jiwa manusianya.
Ethelyne menatap tangannya, sudah 5 hari sejak dia berada di hutan tanpa memakan apapun. Yang dia lakukan hanya duduk di atas pohon sambil termenung seolah kehilangan arah. “Hah, memang benar. Aku harus memusnahkan semuanya.”
‘*Master, Anda akhirnya keluar dari gunung bersalju. Apa Anda berhasil mendapatkan … Master, ke-kenapa. Kekuatan iblis justru terasa sangat kuat dan menyeramkan? Terlebih lagi, kenapa saya merasakan energi makhluk sihir lain dalam tubuh Anda*?’
“Ah, Flowing ya. Sudah lama tidak berbicara, saat di gunung bersalju. Aku bertemu serigala penjaga bunga tujuh warna itu, sepertinya dia tidak sejahat itu. Setelah tau cerita kehidupanku, dia mengizinkanku mengambil bunga itu. Dan bahkan, dia meminta agar dijadikan hewan kontrak. Karena aku tidak ingin dia kesal, jadi aku terima-terima saja. Lagipula, dengan begitu. Aku tidak perlu membuatmu terluka terlalu banyak seperti dulu.” Ethelyne bersandar di pohon sambil bersedekap dada, dia menutup matanya namun tidak tidur.
‘*Lalu, lalu kenapa kekuatan iblis dalam tubuh Anda justru semakin kuat dan mengerikan*?’
“Oh, soal itu ya. Karena aku tidak ingin menjadi manusia.”
‘*Apa*??’
Ethelyne membuka matanya, kedua warna matanya menjadi berbeda. Warna mata yang sebelah kiri berwarna biru namun yang sebelah kanan berwarna merah darah dengan sedikit warna emas di kedua matanya. “Manusia begitu rapuh dan tidak mungkin bisa menampung kekuatan Demon Queen, selain itu. Aku mengubah pemikiranku, aku tidak ingin menjadi manusia ataupun gadis suci seperti ibu.”
‘*Lalu, lalu apa yang akan Anda lakukan selanjutnya? Apa Anda akan tetap berusaha untuk menyatukan manusia dan iblis*?’
“Bukankah itu sudah jelas? Aku mengubah pemikiranku, Flowing. Aku tidak akan melakukan hal yang pernah kulakukan, selama seminggu ini. Aku telah merenungkan kembali semua perbuatanku di masa lalu, kalau dipikir-pikir. 700 tahunku terbuang sia-sia karena aku yang sibuk menyatukan manusia dan juga iblis. Jadi aku akan menebus 700 tahun lebih kehidupanku.”
__ADS_1
‘*Apa … maksud Anda*?’
“Itu sangat mudah dimengerti, Flowing. Aku ingin memusnahkan manusia, jika bisa. Aku akan membiarkan para iblis untuk keluar lewat portal.”
‘*Apa?? Tapi kalau begitu, dunia manusia akan kacau*.’
“Memang itu yang kumau, aku ingin. Memusnahkan para manusia bodoh yang rapuh.”
~~~♥~~~
“Aku pulang, apa kau merindukanku?” tanya Ethelyne yang tiba-tiba muncul di jendela dan membuat Ned dan Eadric terkejut, pasalnya. Kedua pria itu tidak menyadari kehadiran Ethelyne sama sekali.
“Apa kau marah karena aku pergi tanpa pamit?” Ethelyne melompat turun dan berjalan dengan santainya ke arah Eadric, dia duduk di samping meja Eadric dengan raut wajah dibuat semenyesal mungkin. “Maaf ya, saat itu keadaanku benar-benar mepet. Aku tidak punya waktu untuk berpamitan, oh iya. Aku membawakan hadiah untukmu.” Ethelyne segera mengambil sesuatu dari cincin penyimpanan, dia memberikannya pada Eadric dengan senyum paling manis. “Ini, bunga terindah untuk pria yang tampan.”
“Kenapa … kau memberiku bunga? Apa kau tidak tau, itu termasuk ungkapan cinta,” kata Eadric sambil memalingkan wajahnya, entah kenapa. Telinganya terlihat memerah. Bahkan Ned yang berdiri di samping kanan Eadric terlihat sangat syok.
“Eh, benarkah? Yasudah kalau kau menganggapnya seperti itu, tapi aku tidak akan mengambil kembali bunga ini.” Ethelyne mengalihkan pandangannya ke Ned. “Dan ini untukmu, Ned. Aku membawanya dari rumahku.” Dia memberikan sebuah cincin yang dibuat dari berlian transparan dan berwarna hitam.
“Wah, terima kasih banyak. Rimuru.” Ned mengambil cincin itu dengan senyum bahagia.
Ethelyne balas tersenyum. “Oh iya, Yang Mulia. Tolong bunga ini kau letakkan di samping tempat tidurmu ya.”
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Eadric bingung, dia menatap Ethelyne yang sedari tadi tersenyum. Tiba-tiba, Eadric menyadari sesuatu. Sedari tadi, Ethelyne tidak lagi menyembunyikan wajahnya seperti biasanya. Dia menelan salivanya, senyum bahagia di wajah gadis di depannya benar-benar mirip dengan gadis yang dulu dia cintai.
“Karena, itu adalah bunga sihir. Bunga itu dapat melindungi orang yang melakukan kontrak dengannya.”
Tanpa permisi, Ethelyne menarik tangan Eadric. Semula, Eadric terkejut dengan apa yang dilakukan Ethelyne. Namun dia hanya terus dia sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan Ethelyne.
Gadis itu mengambil sebuah jarum dan menusuk jari telunjuk Eadric, dia kemudian meneteskan darah ke atas bunga itu. Seketika bunga itu bercahaya dan mengeluarkan lima warna.
“Bunga ini …”
“He'em, itu bunga lima warna. Meskipun pada akhirnya aku tidak menemukan bunga tujuh warna, tapi bunga itu tetap langkah kan? Aku sangat menyukai warnanya yang berwarna-warni, dan aku harap. Kau juga menyukainya, selain itu. Jika kau membawa satu kuncup bunga lima warna, maka kau akan dilindungi oleh apapun. Entah itu sihir, seni beladiri, senjata, atau apapun itu. Oh iya, satu hal lagi. Hanya aku dan kau yang bisa menggunakan sihir perlindungannya, karena sebelumnya. Aku sudah meneteskan darahku, tapi tidak sebanyak kau juga kok. Jadi … eum, 70 persen dari kekuatan bunga ini akan menjadi perisaimu dan menjadi senjatamu.”
“Kenapa …”
“Hum?”
“Kenapa kau memberikan bunga seberharga padaku?” tanya Eadric dengan wajah yang masih saja memerah tanpa sebab.
“Kenapa ya?” Ethelyne menyentuh dahinya dengan jari telunjuk. “Ah, mungkin saja. Karena kau adalah salah satu orang berharga di kehidupanku.”
Eadric memalingkan wajahnya, kini wajahnya merah seperti tomat. Bahkan Ned pun terlihat sangat syok dan hampir saja menangis.
‘Ada apa dengan manusia-manusia aneh ini? Apa aktingku terlalu berlebihan untuk ukuran seorang manusia biasa?’
__ADS_1