Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
6. Berbelanja


__ADS_3

“Apa kau ingin membeli sesuatu? Aku bisa membelikan semua yang kau mau,” tawar Zion dengan nada yang terdengar bangga.


Ethelyne tersenyum miris. ‘Sepertinya aku memilih teman yang salah, dia terlalu banyak bicara dan … narsis.’


“Hei, Katrine. Ayo kita coba ke butik itu, aku akan mencarikanmu gaun yang indah. Aku tau kau pasti lelah menggunakan jubah terus kan?” Zion langsung saja menarik Ethelyne tanpa persetujuannya, dia masuk ke sebuah butik dan langsung disambut hangat oleh pemilik butik dan pada pelayan di sana.


Pandangan para bangsawan yang tengah berada di butik langsung tertuju pada Zion, tatapan memuja terlihat jelas di mata para bangsawan wanita yang tengah berbelanja. Namun tatapan tersebut kebalikannya saat melihat Ethelyne meski mereka sendiri belum tau apa orang yang digandeng Zion itu pria atau wanita.


“Permisi, Nyonya. Saya kemari untuk mencarikan gaun untuk teman gadis saya, apakah Anda memiliki rekomendasi?”


“Tentu saja, tapi sebelum itu. Bisa tolong buka jubahmu, Nona? Kami bisa merekomendasikan gaun setelah melihat Anda.”


“Eum, apa harus?” tanya Ethelyne keberatan, tidak mungkin kan dia membuka jubahnya.


“Tentu saja, Nona. Kami tidak dapat mengetahui gaun yang cocok jika tidak melihat bentuk tubuh Anda.”


Ethelyne mengigit bibir dalamnya. ‘Apa yang harus kulakukan sekarang, Flowing?’


‘Master, bukankah sudah kukatakan sebelumnya. Saya tidak akan ikut campur dalam masalah yang akan Anda timbulkan, silahkan selesaikan sendiri. Saya mau rehabilitasi.’


Ethelyne menggertakkan giginya menahan amarah. ‘Tunggu saja hukuman dariku, Naga bodoh!’


“Ada apa, Katrine? Apa kau tidak suka tempat ini?” tanya Zion sambil menepuk pundak Ethelyne dan menyadarkannya.


“A-aku suka, aku akan membuka jubahku.” Ethelyne menelan salivanya gugup. ‘Apa yang harus kulakukan??’


“Heh, gadis desa. Jangan menghalangi jalan!”


Ethelyne dan Zion menoleh ke belakang, seorang gadis bangsawan dengan wajah full make-up berdiri di ambang pintu dengan gaun super mewah dan warna yang mencolok, sungguh membutakan mata.

__ADS_1


“Apa kau berbicara denganku?” tanya Ethelyne sambil menunjuk dirinya sendiri.


Gadis bangsawan itu menatapnya dengan pandangan meremeh. “Tentu saja, hanya kau yang berani masuk ke butik khusus bangsawan. Kau pikir, gadis desa sepertimu layak untuk menggunakan gaun mewah. Aku sangat yakin, wajahmu itu sangat jelek kan. Itu sebabnya kau tidak ingin semua orang melihatnya dan jijik padamu, iyuuh … gadis desa sepertimu itu sangat kampungan dan tidak cocok berada di butik bangsawan.”


‘Hahaha.’ Ethelyne tertawa hambar dalam hati. ‘Flowing, apa aku boleh menghabisinya?’


Tidak ada jawaban apapun, Ethelyne menghela napas saat ingat Flowing yang sedang rehabilitasi di ruang waktu.


“Gadis desa kampungan! Beraninya kau mengabaikan kata-kataku!!” geram gadis bangsawan itu, dia menutup kipasnya dan hendak menampar Ethelyne namun Zion sudah lebih dulu menahan tangan si gadis bangsawan.


“Lady Tina, harap jaga sopan santun kau!” Zion menghempaskan tangan Gadis yang dipanggilnya Tina.


“Kau! Beraninya … D-duke Zion??” Tina yang hendak mengumpati Zion langsung terkejut saat memperhatikan Zion dengan seksama. “B-bagaimana mungkin, k-apa yang Anda lakukan di sini?” Dia menurunkan tangannya.


“Aku di sini untuk membelikan gaun temanku, apa ada masalah?” Zion tanpa izin langsung saja memeluk pinggang Ethelyne dan membuat gadis itu terkejut.


“Jangan mengambil keuntungan dalam kesempitan, ok,” bisik Ethelyne, Zion yang berdiri sangat dekat dengannya tentu mendengar bisikannya.


Ethelyne membuang muka, matanya tanpa sengaja melirik sebuah gaun berwarna putih dengan hiasan bunga berwarna-warni di bagian bawah rok dan juga pinggang. Tanpa sadar, Ethelyne berjalan ke arah gaun yang ditutupi oleh kaca itu. ‘Gaun ini, kenapa terasa sangat familier? Di mana aku pernah melihatnya?’


“Apa Anda tertarik dengan gaun itu, Nona? Itu adalah gaun tiruan yang dibuat sangat mirip dengan Gaun Nona Suci, meskipun tiruan. Gaun itu lengkap dengan semua aksesoris yang pernah digunakan oleh gadis suci saat menghabisi Raja Iblis.”


Ethelyne terdiam, tangannya yang menempel pada kaca tampak sedikit bergetar. ‘Apa maksudnya? Apa Ibu, membunuh Ayah? Tapi kenapa dan mengapa? Kenapa Ibu membunuh Ayah dan kenapa Ibu bisa menjadi gadis suci?’


“Apa kau ingin mencobanya?”


Ethelyne tersadar dari lamunannya, dia menunduk dan menggeleng pelan. Ethelyne tersenyum getir. ‘Aku ingin tau kebenarannya, aku ingin tau. Kenapa iblis dan manusia tidak bisa hidup bersama.’


‘Bukankah itu sudah jelas? Karena iblis memangsa manusia, apa Anda lupa? Daging dan darah manusia mampu meningkatkan kekuatan iblis sampai ke tahap tertentu tergantung berapa banyak yang dia makan, selain itu. Regenerasinya juga dipengaruhi oleh berapa banyak manusia yang telah dia bunuh, Master. Saya tau Anda sangat sedih mendengar hal ini, tapi mau bagaimanapun. Anda adalah manusia sekarang, dan Anda memiliki kewajiban untuk menghabisi iblis yang menganggu manusia.’

__ADS_1


‘Aku tau tugasku, aku hanya merasa … sangat tidak nyaman.’ Ethelyne memegang bahunya. ‘Entah kenapa, hatiku terasa sakit mendengar ucapan pemilik butik tadi. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Dan kenapa semua hal ini terjadi padaku?’


“Katrine, apa kau baik-baik saja? Apa kau merasa tidak enak badan? Bagaimana jika kita kembali saja dan membeli gaun lain kali saja?”


Ethelyne menggeleng pelan. “Aku baik-baik saja, lagipula. Kita sudah ke sini, jadi lebih baik kita membeli sesuatu sebelum pergi.” Dia berjalan ke arah gaun yang digantung paling ujung di sudut dan terlihat sangat sederhana, Ethelyne mengambil tiga gaun berbeda warna dan berjalan ke ruang ganti. “Tunggu di sini, aku akan segera keluar setelah mencoba gaunnya.”


“Huh, sayang sekali. Padahal aku ingin melihat kau memakai gaun itu,” gerutu Zion dengan wajah cemberut.


“D-Duke Zion, b-bagaimana jika kita b-berbelanja bersama?” tanya Tina gugup, dia memainkan jemarinya sambil menunduk dengan pipi memerah.


Zion menatapnya datar. “Kau masih tidak ingin pergi?”


“Hah?” Tina menatapnya dengan wajah tercengang, apa-apaan ini. Apa dia diusir secara terang-terangan dan terlebih lagi di hadapan bangsawan tinggi.


Tina tersenyum paksa. “Apa maksudmu, Duke Zion? Candaanmu terlalu berlebihan.”


“Aku tidak bercanda.” Zion bersedekap dada sambil menatap datar Tina. “Keluar dari sini sebelum aku meminta pengawal untuk menyeretmu pergi.”


“Pfft, kasihan sekali Lady Tina. Apa dia pikir dia bisa mendekati Tuan Grand Duke Zion setelah menghina temannya?”


“Hahaha, aku sangat kasihan pada Lady Tina. Jika aku jadi dia, aku pasti sudah mengurung diri di rumah karena malu.”


“Cih, dia pikir. Hanya karena dia bangsawan, dia bisa mendekati dan memerintah orang sesuka hati. Dia akhirnya terkena karma karena bertemu Tuan Grand Duke bahkan sampai menghina temannya, aku yakin. Dia akan dalam masalah besar!”


“Aku sudah mencoba semua gaunnya.”


~♥~~♥~


Selesai Direvisi ❤️

__ADS_1


karena Author merevisi cerita ini dalam keadaan malas, jadi mungkin aja ada yanh terlewatkan. kalau ketemu, bantu Author dengan beritahu author ya, supaya author bisa memperbaiki penulisan dan kedepannya lebih hati-hati lagi😉


__ADS_2