Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
11. Kebangkitan Gadis Suci


__ADS_3

Ethelyne menutup matanya sambil menyentuh dadanya. “Dadaku terasa sesak, kau benar-benar membuatku patah hati.”


“Hng, siapa. Yang perduli? Pada akhirnya, kau akan mati dengan … mengenaskan!”


Ethelyne membuka matanya, dia menatap Ryan dengan senyuman. “Benarkah? Lalu, bagaimana dengan adikmu dan kakak keduaku itu?” Ethelyne menunjuk ke arah Zen yang terkapar tak berdaya di atas tanah yang terbelah.


“Jangan pernah melukai, adik-adikku!!”


“Wah, wah. Kakak pertama memang sangat keren, kau menyayangi kedua adikmu … Tidak.” Senyum di wajah Ethelyne menghilang. “Kau hanya menyayangi satu adikmu, benar kan. Ryan Blisterzz.”


“Lepaskan … adikku!”


Ryan tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Ethelyne, dia mengunci pergerakan gadis itu.


“Bagus sekali, memang pantas menjadi mainanku.” Ethelyne tiba-tiba menghilang dan membuat Ryan menatap waspada, dia melirik sekitaran namun tak menemukan siapapun. Ethelyne tiba-tiba saja muncul di depannya dan menyerangnya dengan bertubi-tubi.


Ryan hanya diam sambil menahan setiap serangan yang mengarah ke arahnya. ‘Sial, bagaimana cara memisahkannya dari Ethelyne? Memang mudah menghabisinya sekarang dengan api gelap, tapi aku tidak ingin Ethelyne ikut lenyap. Apa yang harus kulakukan untuk menghabisi Iblis kegelapan tanpa melukai Ethelyne.’


Ethelyne melompat mundur, tepat saat kakinya menyentuh tanah. Sebuah pisau angin terbang ke arah Ryan dan langsung memotong sebelah tangannya.


Meski begitu, tangan Ryan dengan cepat kembali beregenerasi dan pulih dalam beberapa detik.


Ethelyne tersenyum senang. “Kau benar-benar pantas menjadi mainan yang berharga.” Dia mendongak ke langit dengan senyum kecut. “Apa kau tau, dulu. Ada seorang manusia sepertimu, dia selalu melindungi orang lain tanpa memikirkannya nyawanya sendiri. Selalu berbuat baik, selalu rendah hati dan baik pada semua. Dia adalah manusia yang kuat, tapi. Aku merasa kasihan padanya.”


“Kasi … han?”


Ethelyne menunduk dan menatap Ryan dalam diam, dia tersenyum tipis. “Ya, orang yang paling dipercayainya. Ternyata menusuknya dari belakang, sejak saat itu. Dia tidak pernah menaruh kepercayaan pada siapapun lagi.”


‘Apa maksudnya, dia menceritakan kisah hidupnya dulu?’ batin Ryan.


“Tidak, aku menceritakan tentang kisah hidup sahabatku.”

__ADS_1


“Kau … bagaimana kau bisa mendengar ucapanku??”


Ethelyne mengibaskan rambutnya. “Itu hal yang mudah, lagipula. Aku tetaplah aku, tidak perduli bagaimana wujud dan sikapku. Aku tetaplah Ethelyne, tapi soal cerita tadi. Itu asli.”


“Kenapa kau memberitahuku semua ini?”


Ethelyne berdehem. “Begini, selama seminggu ini. Jiwa iblisku dan jiwa manusiaku bersatu, terjadi banyak kegagalan sih. Itu sebabnya membutuhkan waktu seminggu, selama prosesnya dijalankan. Aku tidak akan bisa bergerak dan hanya mengulang satu aktivitas, maka dari itu. Aku selalu duduk di tepi jendela sambil menatap keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun layaknya boneka, meski begitu. Aku bisa mendengar dengan jelas setiap ucapan kalian dari dalam ruang waktu, jadi … dan satu hal lagi, sikapku akan terpengaruh karena penyatuan yang telah selesai sepenuhnya.”


“Penyatuannnya … telah selesai.”


“Yah, bukan sepenuhnya sih.” Ethelyne menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Hanya 40 persen.” Dia berkacak pinggang. “Ini semua karena jiwa iblisku yang masih tersegel, sialnya. Aku hanya bisa mengeluarkan 40 persen kekuatanku, cih. Menyebalkan sekali!”


“Lalu … apa kau bisa menghidupkan yang telah mati?”


Ethelyne menatapnya bingung, dia mengangguk. “Bisa saja.” Ethelyne menutup matanya, dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya. “Wahai roh-roh kegelapan, datanglah atas panggilanku. Hancurkan perisai, selamatkan jiwa.” Ethelyne mengangkat kedua tangannya ke langit dengan mata terbuka. “Bawa semua jiwa iblis kembali ke raga mereka!!” teriaknya lantang.


Tiba-tiba, banyak bola cahaya muncul dengan jarak beberapa meter dari bola cahaya lain. Bola-bola cahaya itu berwarna-warni hingga membuat Laurie dan Harvey yang berada di hutan gelap merasa kagum.


Ethelyne mengangguk. “Kumpulkan kembali jiwa-jiwa iblis yang mati, aku akan melakukan pembangkitan.”


“Siap laksanakan.”


Bola-bola cahaya itu berpencar ke segala arah, dalam 30 detik. Mereka muncul di atas setiap mayat iblis yang mati karena kekuatan Ethelyne, entah bagaimana. Tapi tubuh iblis-iblis itu tetap utuh meski jiwa telah meninggalkan raga mereka.


Ethelyne menyatukan kedua tangannya di depan dada memohon. “Dewa, kumohon ... dengarkan ucapanku. Bantulah aku menghidupkan semua iblis itu dengan mengorbankan inti jiwaku.”


“Apa? Ethelyne, apa yang kau lakukan!!”


Ethelyne menatap Ryan, dia tersenyum tipis. “Jangan khawatir, mengobarkan salah satu inti jiwaku tidak akan memberikan dampak apapun.” Dia kembali menutup matanya. “Atas nama, Ethelyne Virgian Blisterzz. Datanglah para jiwa dan dengarkan perintahku!”


Sebuah bola bercahaya dengan ukuran kecil keluar dari roh-roh itu, bola bercahaya itu masuk ke tubuh iblis-iblis dan membuat luka mereka sembuh dalam sekejap mata. Setelahnya, para roh menghilang tanpa meninggalkan sedikitpun jejak.

__ADS_1


“Ethelyne, ini …”


“Kak, aku kembali ... aku tidak akan membiarkan jiwa jahat ini kembali mengambil alih tubuhku. Dan ada satu rahasia yang ingin kuberitahu, sebenarnya. Aku adalah Gadis suci.”


~♥~


“Huaa, kehidupan manusia. Rindunya.” Ethelyne berbaring di kasur sambil berguling-guling dengan bahagia.


‘Master, tolong jaga sopan santun Anda.’


Ethelyne duduk dengan senyum merekah. “Laurie, aku sangat merindukanmu. Aku juga merindukan kehidupan manusia, ah. Aku sangat senang bisa kembali ke dunia manusia, tapi.” Dia memasang raut cemberut. “Kenapa aku malah jadi Ratu kegelapan dan Gadis Suci di waktu yang sama?!!” teriaknya stres.


‘Huh, itu adalah takdir. Pantas saja jiwa iblis Anda bisa merusak segel meski sedikit, itu karena bantuan dari jiwa Flor.’


“Flor itu penyihir yang mengutuk kerajaan iblis kan? Aku masih bingung, kenapa dia bisa berubah menjadi roh setelah mati?”


‘Itu karena kekuatan dan kutukannya yang kuat, kebencian, kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan yang menjadi satu membuatnya menjadi roh gelap. Lagipula, penobatan Putra Mahkota telah dibatalkan karena ulah Anda.’


“Haha, soal itu. Aku sungguh-sungguh tidak sengaja, aku belum terbiasa mengontrol diriku saat itu hingga lepas kendali. Untungnya aku bisa terbiasa dalam waktu singkat.”


‘Anda memang hebat, Master. Jika manusia biasa mendapatkan dua kekuatan bertolak belakang, maka dapat dipastikan dia akan langsung hancur melebur.’


“Yah, tentu saja karena aku adalah iblis. Iblis dan manusia, jadi. Daya tahan tubuhku lebih kuat dari manusia biasa, dan aku bisa merasakan sakit seperti manusia biasa. Meskipun begitu, aku tetap bisa beregenerasi dengan cepat karena kekuatan iblisku yang sudah muncul. Meski hanya 40 persen,” gumam Ethelyne di akhir kalimatnya.


‘Tentu saja, Master. Saya juga ingin melaporkan hal penting.’


“Hem, apa itu?” Ethelyne berdiri dan berjalan ke arah meja, dia mengambil teko dan menuangkan air ke gelas.


‘Apa Anda masih ingat dengan Fel? Saya telah berbicara dengannya dan dia ingin berkontrak dengan Anda.’


Mendengar hal yang mengejutkan itu, Ethelyne langsung saja menyemburkan air di mulutnya. Dia mengusap bibirnya dengan lengan. “Hah? Maksudmu, Fel. Fel si naga biru?! Bagaimana kau bisa menemui dan berbicara dengannya?!!”

__ADS_1


~♥~~♥~


__ADS_2