Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
75. Dunia Manusia


__ADS_3

“Yang Mulia, apa Anda memanggil saya?” tanya Loreen sambil membungkuk hormat.


Ethelyne yang tengah menatap ke luar jendela melirik gadis pelayan itu. “Ya, apa kau sudah menemukan inti jiwa itu?”


Loreen menggeleng. “Maaf, tapi saya tidak bisa menemukannya. Saya sudah meminta para iblis untuk membantu mencari inti jiwa itu, namun sampai sekarang belum juga ditemukan.”


“Kalian semua tidak becus! Apa aku harus turun tangan sendiri!”


“Mohon maafkan kami, Yang Mulia. Kami akan segera kembali menjadi inti jiwa itu, Anda tolong tetap tenang. Karena jika Anda meninggalkan kerajaan, maka susunan dunia iblis bisa terganggu. Terlebih lagi … sekarang hanya ada jiwa Anda seorang.”


Ethelyne berdecak, dia berbalik dan berjalan pergi. “Jika dalam sebulan kalian tidak menemukannya, maka kalian semua akan habis!”




“Ratu, apa saya boleh bertanya?”



Ethelyne yang tengah duduk santai di atas ranting menoleh ke asal suara. “Ah, kau si naga itu ya. Kenapa kau bisa kemari?”



“Tolong jawab pertanyaan saya terlebih dahulu!”



“Baik, baik. Kau ingin menanyakan apa?”



“Kenapa Anda meminta kami untuk memasang barier di seluruh kekaisaran? Terlebih lagi, menggunakan sihir gelap.”



“Oh, soal itu ya.” Ethelyne menopang dagunya. “Karena itu keinginan jiwa suciku.”



“Master?”



“Ya, aku sempat menemuinya dua hari yang lalu. Dia memintaku untuk menyelamatkan semua manusia, hah. Merepotkan sekali, apalagi. Jika bukan karena sihir Demon Queen, aku pasti sudah mati. Dasar jiwa satu itu.” Ethelyne membuang muka.



“Begitu, ya.” Laurie tersenyum tipis.



“Kenapa kau tersenyum?”



“Tidak, saya hanya berpikir. Ternyata Anda tidak sejahat yang saya kira.”



“Berisik! Lebih baik kau pergi dan awasi desa-desa di sekitaran, aku tidak ingin mengingkari janjiku pada Jiwa suci sialan itu.”



“Baik.” Laurie berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan. “Saya permisi.”



Ethelyne mengibas-ngibaskan tangannya dengan raut wajah bosan, dia kembali menatap ke arah kerajaan Iceworld yang kini ditutupi oleh barier berwarna hitam pekat. ‘Merepotkan sekali, huh. Padahal kan aku ingin bersantai di kerajaan sambil memakan cemilan! … Akh! Aku lupa! Bagaimana jika Loreen atau Meli tau aku tidak ada di kerajaan?? Aku pasti akan diomeli habis-habisan!!’ Ethelyne mengangkat sebelah tangannya, muncul sebuah bola api berwarna hitam di telapak tangannya. Dia mengepalkan tangannya dan membuat bola api hitam itu menghilang. ‘Bagus, dengan begini. Tidak akan ada yang sadar kalau aku pergi dari istana.’


__ADS_1


~~~♥~~~



“Kakak, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya seorang wanita dengan pakaian kesatria, dia berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan dan menunduk.



“Apa kau sudah mengumpulkan semua prajurit? Anastasia.”



Wanita bernama Anastasia itu mendongak dan menatap pria tampan berambut pirang yang tengah duduk di singgasana kekaisaran, pria itu tampak menopang dagunya sambil menatap ke arah Anastasia dengan raut wajah bosan.



“Ya, saya sudah mengumpulkan semuanya. Tapi …”



“Tapi?”



“Seluruh kekaisaran telah dikurung menggunakan sihir barier gelap, bukan hanya kekaisaran. Tapi seluruh kerajaan di dunia ini, tapi. Saat memeriksa keadaan di sekitar kekaisaran, saya menemukan bahwa di kerajaan Iceworld tidak ada siapapun. Bahkan raja, ratu, dan para pangeran tidak terkecuali. Anehnya, hanya kerajaan Iceworld saja yang kehilangan semua orang-orangnya.”



“Iceword? Maksudmu, Earthquake.”



“Iya.”



“Hem, menarik. Apa artinya, kerajaan itu bersekutu dengan iblis?”




Pria itu menatap Anastasia dengan sebelah alis terangkat.



“Saya sebelumnya menemukan jejak-jejak sihir hitam dan kabut di kerajaan Iceworld, jadi kemungkinan. Seluruh rakyat di kerajaan Iceworld telah ditangkap dan dikurung oleh kerajaan iblis.”



Pria itu tampak diam dengan pikiran berkecamuk. “Apa kau punya ide soal ini?”



Anastasia menggeleng. “Maaf.”



Pria berambut pirang itu tersenyum. “Jangan salahkan dirimu.” Dia berdiri. “Jika memang kerajaan iblis mendeklarasikan perang dengan kekaisaran, maka aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghabisi ratu iblis.”



“Tapi, kakak …”



“Keputusanku sudah bulat, Anastasia. Kau kumpulkan semua prajurit dan Kesatria yang siap bertarung, selain itu. Beritahu seluruh kerajaan di seluruh kekaisaran untuk bersiap-siap.”



“Baik, saya izin permisi.” Anastasia berdiri dan berbalik berjalan pergi. ‘Kau tidak perlu turun tangan, kak. Karena aku sendiri sudah cukup untuk menghabisi ratu iblis itu.’

__ADS_1



~~~♥~~~



“Anu, permisi. Ada apa ya? Kenapa seluruh kekaisaran tampak gempar?” tanya seorang gadis dengan jubah cokelat yang menutupi wajah dan seluruh badannya.



“Lihat ke sana!” Seorang wanita paruh baya menunjuk ke arah langit.



Gadis itu mengikuti arah tunjuk gadis itu dan menatap barier hitam yang mengurung mereka. “Memang apa yang salah?” tanyanya sambil menatap wanita paruh baya itu.



“Apa kau tidak tau, itu adalah barier yang dibuat kerajaan iblis. Dalam arti kata lain, kita terkurung di barier itu dan tidak bisa kemana-mana. Kemungkinan benar. Karena ratu iblis mendeklarasikan perang pada kekaisaran dan kerajaan kecil seperti ini hanya akan dilenyapkan dalam sekejap.”



“Oh, begitu ya. Terima kasih, ini sebagai hadiah terima kasih.” Gadis itu menggenggam tangan wanita paruh baya dan memberikan sekantong koin emas.



“Nona, ini terlalu kebanyakan.” Wanita paruh baya hendak mengembalikannya, namun gadis di hadapannya sudah lebih dulu berlalu pergi. ‘Bangsawan dari mana dia? Hanya karena sedikit informasi, dia bahkan memberikan koin emas sebanyak ini.’



Gadis berjubah tadi berhenti di hadapan toko buku, dia menunduk dan menatap bola sihir berukuran sekecil kelereng di tangannya. ‘Hanya ini satu-satunya cara, jika tidak. Kerajaan iblis dan bisa semakin dibenci karena barier buatanku. Hah, menjadi Ratu iblis itu sangat merepotkan. Seratus tahun nanti, aku ingin pensiun dan menikmati hari-hariku di kerajaan iblis sebagai pengangguran kaya raya!’



Gadis itu alias Ethelyne Blisterzz melangkah masuk.



“Berhenti!”



Ethelyne yang hendak memutar gagang pintu jadi terhenti, dia menoleh ke asal suara. “Ada apa ya?”



“Berhenti berpura-pura!” tegas wanita dengan pakaian kesatria itu, dia menatap marah Ethelyne.



“Apa maksudmu, Nona? Aku tidak mengerti yang kau katakan.”



“Berhenti berpura-pura!! Kau itu adalah seorang iblis kan!” kata wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Anastasia, dia menunjuk Ethelyne dengan raut wajah jengkel.



“Iblis? Aku?” Ethelyne menunjuk dirinya sendiri. ‘Kenapa dia bisa tau?’



“Ya! Cepat buka jubahmu itu! Untuk apa kau datang ke dunia manusia? Aku ingin bertemu ratumu!”



“Maaf, Nona.” Ethelyne menurunkan tangannya yang semula memegang gagang pintu, dia berbalik ke arah Anastasia dan melangkah maju membuat gadis itu langsung mengeluarkan pedangnya dan diarahkan ke Ethelyne.



“Berhenti atau aku akan membunuhmu!”

__ADS_1



Ethelyne berhenti saat ujung pedang menyentuh lehernya, dia menatap datar Anastasia. “Saya tidak mengerti yang kau katakan, kenapa Anda mengira kalau saya adalah iblis?” tanyanya penuh sopan. ‘Bocah sialan! Kalau bukan karena keinginan jiwa suci Ethelyne, aku juga tidak ingin menginjakkan kaki di dunia manusiamu ini. Sialan!!’


__ADS_2