
“Halo, kita bertemu lagi. Ethelyne.” Mika muncul di depan pintu dengan senyum manis dan lambaian tangan.
“Kenapa kau kemari?”
“Jangan bersikap dingin begitu.” Mika berjalan ke arahnya dan menatap kedua tangan Ethelyne yang diikat, dia berjongkok sambil memegang dagunya. “Ah, ternyata Murry sialan itu menggunakan sihir suci untuk mengikatmu ya. Aku tidak bisa membantumu apa-apa.”
“Cih, aku bisa membukanya dengan mudah.”
Mika menggelengkan kepalanya bersamaan dengan jari telunjuknya dan digerakkan. “Kau tidak mungkin bisa.” Dia menunjuk sihir suci yang mengikat Ethelyne. “Sihir suci milik Murry bisa menghisap energi sihir lain, semua energi sihir akan terhisap secara perlahan-lahan. Kau tidak akan bisa mengumpulkan energi sihirmu karena sihir suci milik Murry tidak akan membiarkannya.”
“Apa tidak ada cara untuk membebaskan diri?”
Mika menggeleng. “Tidak ada, karena sihir suci milik Murry sangat kuat. Tidak ada yang bisa menghancurkannya sama sekali, apalagi. Sihir ini memiliki kepadatan dan tidak mungkin dihancurkan.” Dia menatap Ethelyne. “Tidak biasanya Murry menggunakan sihir sepadat ini, apa yang kau lakukan hingga dia hampir menggunakan 1/4 dari kekuatannya?”
Ethelyne melirik ke arah lain. “Aku menyerangnya dengan gabungan sihir Demon dan iblis.” Dia menghela napas. ‘Aku tidak tau bahwa kekuatan Murry sekuat itu, bahkan dengan menggabungkan kedua sihir hingga menciptakan pedang kematian pun. Aku tetap tidak bisa mengalahkannya.’
“Apa?!”
Angin bertiup cukup kencang, Meli yang tengah melipat baju menoleh ke arah jendela yang terbuka. ‘Kenapa Yang Mulia belum kembali? Apa dia baik-baik saja?’
“Meli, gawat!!” Mili tiba-tiba mendobrak pintu sambil berteriak dan mengangetkan Meli. “Yang Mulia, Yang Mulia ditangkap oleh orang-orang dari sihir suci!”
“Eh, apa?? Bagaimana bisa? Di mana mereka bertemu? kapan dan kenapa mereka bisa bertemu??”
“Tolong tanya satu-satu! Aku tidak bisa mencerna semua ucapanmu sekaligus.”
“Jawab saja!”
“Huuh, khem. Sebelumnya, Yang Mulia pergi ke dunia manusia entah untuk membeli apa. Saat dia memanggil ke sembilan roh kegelapan, aku baru tau dia berada di sebuah ruang bawah tanah. Aku tidak tau tempat pastinya, tapi aku merasakan kekuatan suci yang kuat dari dua pria di depannya.”
“Jadi, bagaimana keadaannya sekarang? Apa Yang Mulia baik-baik saja?”
“Aku tidak tau, tapi pria berambut biru dengan mata berwarna ungu itu. Aku merasakan kekuatan suci yang sangat kuat saat melawan Yang Mulia, mungkinkah dia ada hubungannya dengan para gadis suci?”
__ADS_1
‘Seorang pria, terlebih lagi berambut biru dan mata ungu? Jangan-jangan …’ Meli merasa sangat terkejut, dia dengan terburu-buru berjalan keluar.
“Eh, Meli. Kau mau kemana?” tanya Mili sambil menyingkir agar Meli bisa lewat.
“Aku akan ke suatu tempat, Mili. Tolong gantikan Yang Mulia untuk menjaga Kerjaan ini sementara waktu, aku dan Yang Mulia akan segera kembali,” teriak Meli yang sudah menjauh. ‘Sial, apalagi yang dia inginkan? Setelah menculik kakak selama hampir 10 tahun, sekarang dia menculik keponakanku yang lucu. Dasar naga sialan!’
~~~♥~~~
Ethelyne terbatuk-batuk, di hadapannya ada William, Murry, Mika, dan ke delapan roh cahaya. Dia kini diikat di sebuah kursi.
Ethelyne menatap Murry dan William nyalang, dia tersenyum mengejek. “Kenapa? Apa kau pikir, kau bisa menghilangkan keberadaanku dengan mudah?”
“Tidak berhasil ya?” gumam Murry.
“Tuan, apa Lady Ethelyne akan baik-baik saja?” tanya Mika ragu-ragu.
“Tidak tau,” jawab Murry acuh, dia berbalik dan berjalan pergi.
William beralih menatap para Roh. “Untuk sementara, kita akan pergi sampai pilnya berhenti bekerja.”
“Baik, Tuan William,” jawab kesembilan roh bersamaan, mereka kemudian berjalan keluar dan menutup pintu.
‘Sial, rendahan! Beraninya mereka ingin menyingkirkanku, mereka pikir. Hanya dengan 30% dari jiwa suci bisa menghilangkan keberadaanku? Hah, lucu sekali.’ Ethelyne meringis pelan, organ dalamnya seolah diremas dengan kuat. Napasnya menjadi sesak. ‘Sialan, setelah keluar dari sini. Aku tidak akan membiarkan satupun dari mereka hidup, jarang sekali setengah jiwaku itu dengan rela membiarkanku mengambil alih tubuh hanya demi mengalahkannya dan memberikan hadiah pada gadis kecil sialan itu.’ Dia menyeringai. “Aku ingat, gadis kecil itu. Dia bisa menjadi wadah untuk benih iblis, dengan begitu. Meskipun tubuh ini mati, aku akan berpindah ke jiwa gadis itu. Aku pasti, akan membuat kalian membayar semuanya. Ah, sepertinya aku bisa memanfaatkan roh bodoh itu untuk bisa bebas.”
~~~♥~~~
__ADS_1
“Tuan, bagaimana ini? Jika jiwa iblis gadis suci semakin memakan kehidupannya, jika kita tidak bisa mengeluarkannya dengan cepat. Maka, gadis suci terakhir …” Roh air itu tampak sangat khawatir, dia menatap teman sesama roh yang lain. “Bagaimana menurut kalian?”
“Hm, yang dikatakan Maira benar. Kita tidak bisa membiarkan jiwa iblis terus melahap daya hidup dan energi suci gadis itu, tapi apa yang harus dilakukan? Gadis suci sepertinya tidak ingin berjuang untuk hidupnya sendiri, setiap saat. Kekuatannya semakin melemah dan melemah.” Mereka semua menatap ke arah Roh Angin, Miley. Yang tengah berbicara.
“Tuan Murry, apa kita tidak bisa menggunakan 'itu'?”
Murry menatap Mila, Roh suara dengan datar. “Apa maksudmu hal itu?”
“Benar, kita tidak bisa terus menyimpannya. Meskipun mungkin tetua roh tidak akan setuju, tapi jika kita terus menyimpannya. Maka Lady Ethelyne bisa saja berakhir menjadi iblis dan dunia ini akan kehilangan gadis suci terakhir.”
“Sejak awal, para iblis menyerang klan Virgian hanya demi benih suci. Jika benih terakhir juga dimakan oleh iblis, maka … saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.”
Murry melirik Willian. “Kehancuran, dunia manusia akan hancur dan jatuh dalam perang.”
“Benar.”
“Apa mau kalian?” tanya Murry to the point.
Para roh saling menatap, roh petir. Alea, memantapkan hatinya dan berbicara. “Apa kita tidak bisa menghilangkan benih iblis secara langsung?”
“Tidak bisa.”
“Itu tidak mungkin, jika saja kita membawanya lebih awal. Mungkin saja kita bisa membantunya mengeluarkan benih iblis, tapi sekarang tidak mungkin. Karena jiwa suci Ethelyne tersisa 30%, kita sangat terlambat untuk membantunya. Hah.” William memasang wajah gusar. “Jika Lady Earlene mengetahui hal ini, apa aku akan dipukuli sampai mati?” gumamnya.
“Untuk sementara, berikan pil suci pada Ethelyne setiap 3 jam sekali. Jangan sampai membiarkan jiwa iblis bisa menguasai tubuh Lady Ethelyne.”
“Baik, Nona Mika,” jawab para roh kompak, mereka berdiri dan membungkuk. “Kami izin permisi.”
__ADS_1