
“Selamat siang atau selamat malam, bagaimana kabar kalian para manusia?” tanya Seorang gadis dengan senyum manis, warna mata emasnya tampak menyipit dengan dua sayap berwarna-warni.
“Siapa kau?”
“Perkenalkan, namaku Nina. Aku dikirim kemari oleh Tuan William dan Tuan Mur.” Nina tersenyum manis dengan sikap kekanak-kanakannya.
“Nina?”
“Benar sekali!” Nina menyentuh dadanya dengan kepala sedikit tertunduk dan mata tertutup. “Aku adalah roh waktu dari hutan para roh.” Dia membuka matanya dan menatap Ethelyne. “Aku dikirim untuk menyembuhkan Kakak Ethelyne.”
“Kalau begitu, kau bisa menyembuhkannya kan!” kata Aelene semangat.
Nina menyentuh dagunya dengan wajah polos. “Hem, tidak sampai menyembuhkan sih. Karena benih iblis masih tertanam dalam dirinya, dia jadi tidak bisa menstabilkan sihirnya kecuali menggunakannya bersamaan dengan sihir gelap. Tapi …” Nina melangkah ke arah Ethelyne.
“Tapi apa?”
Nina mengangkat kedua tangannya ke arah Ethelyne dengan raut serius. “Dia akan selalu merasakan rasa sakit karena menggunakan dua sihir sekaligus, apalagi sihir yang bertolak belakang. Bahkan Mika saja tidak bisa melakukan hal yang sama.” Dia menutup matanya, sebuah lingkaran sihir yang terbuat dari cahaya muncul di antara kedua tangan Nina dan Ethelyne. “Antara alam baka dan fana, antara kehidupan dan kematian. Aku, roh waktu. Nina, meminta kepada Dewi Hemera. Tolong bantulah Nina, selamatkan kehidupan Lady Ethelyne Virgian Blisterzz.”
Sebuah aura berwarna merah dan emas terlihat menutupi seluruh tubuh Ethelyne, tiba-tiba. Aura-aura itu seolah bergabung dan masuk ke tubuh Ethelyne.
“Apa yang sedang--”
“Apa kau orang itu?”
Semua orang yang berada di kamar menoleh ke arah Eadric yang mengeluarkan suara setelah berdiam diri.
“Manusia yang manis, aku tidak mengerti yang kau katakan. Siapa yang kau maksud?”
“Apa kau … roh yang membantuku saat di gua?”
Nina berkedip dengan raut wajah polos, dia tersenyum manis. “Ah, kau manusia yang dibicarakan Roh kegelapan Ivy ya? Sayang sekali, tapi bukan aku yang membantumu. Meskipun aku seorang Roh waktu, aku tidak memiliki terlalu banyak kekuatan suci untuk memutar waktu seorang manusia.”
“Lalu, siapa yang menolongku saat itu?” gumam Eadric.
“Mungkin saja itu adalah Nona Ivy, Nona juga seorang roh waktu sepertiku. Tapi kekuatan kami sangat berbeda, Nona bisa menyembuhkan makhluk apapun yang tidak memiliki kekuatan suci, dia bisa dengan mudah mengundur waktu kematian seseorang ataupun mempercepatnya. Nona benar-benar sangat hebat, tapi tentu saja.” Nina melirik Ethelyne. “Kekuatan yang digunakan untuk memanggil roh gelap tingkat tinggi sangatlah besar, jika yang melakukan adalah raja iblis biasa. Mungkin saja dia bisa mati karena saat menggunakan sihir pemanggilan roh, energi jiwa juga bisa digunakan saat energi sihir habis.” Dia menusuk-nusuk pipi Ethelyne yang terasa sangat lembut. “Tapi, tentu saja itu hanyalah sepotong kue bagi seorang Demon Queen.”
“Begitu ya, jadi yang menolongku saat itu adalah roh kegelapan.”
“Bukankah itu sangat keren, dia bahkan bisa memanggil roh tingkat tinggi. Aku tidak menyangka Demon Queen itu sangat kuat dan hebat,” kata Zachary terkagum-kagum.
“Kalian semua, aku ingin bertanya sesuatu.” Nina melirik mereka dengan senyum, namun berbeda dengan caranya menatap mereka yang seolah penuh kegelisahan. “Apa kalian semua tau … bahwa, bagi bangsa iblis. Orang yang terpilih sebagai Raja kegelapan adalah, iblis yang dikutuk.”
__ADS_1
“Kenapa? Kenapa Mama selalu bersikap baik-baik saja di depan Luna? Apa Mama tidak ingat, Luna bisa melihat semuanya! Luna melihat semua yang Mama lakukan di luaran sana!” Luna berteriak sambil menangis sesegukan.
“Luna, kau salah paham. Mama tidak pernah menyimpan rahasia apapun pada Luna.”
“Mama berbohong! Mama menyimpan semua hal dari Luna, kenapa Mama tidak memberitahu Luna? Bahwa, kalau Luna keluar dari tempat ini. Mama akan meninggalkan Luna selamanya, kenapa … kenapa Mama melakukan hal ini demi Luna? Jika Mama pergi, Luna juga tidak ingin tinggal di dunia … Luna lebih memilih tinggal di sini selamanya daripada kehilangan Mama.”
Ethelyne memeluk Luna dengan hangat. “Tidak boleh, kau sudah menunggu hal ini selama bertahun-tahun. Mama tidak ingin merenggut masa depanmu hanya demi kehidupan Mama.”
“Luna lebih baik terkurung di sini selamanya daripada kehilangan Mama, Luna tidak ingin Mama meninggalkan Luna.”
“Kau tidak boleh seperti ini, sayang.” Ethelyne melepas pelukannya dan mengusap air mata Luna. “Jika Luna seperti ini, Mama juga akan merasakan semuanya.”
“Lalu kenapa Mama tidak pernah mengerti perasaan Luna?? Mama selalu berbohong pada Luna! Luna selalu tau apa yang akan Mama lakukan, Luna hanya ingin menunggu agar Mama sendiri yang memberitahu Luna. Tapi sepertinya, Luna terlalu berharap banyak. Sampai kapanpun, Mama tidak akan memberitahuku kan.”
“Keluar!!”
~~~♥~~~
Ethelyne membuka matanya, dia bangun sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. ‘Apa Luna sungguh membenciku?’
“Selamat pagi, Lady Ethelyne.”
__ADS_1
Ethelyne menoleh ke asal suara, dia menatap Nina dengan kening berkerut. “Apa yang kau lakukan di sini?”
“Jahat sekali.” Nina menggembungkan pipinya. “Jika bukan karena saya, Lady pasti sudah dikendalikan oleh jiwa iblis. Anda seharusnya berterima kasih pada saya!”
“Ya, ya. Terserah saja, kenapa kau bisa ada di sini? Aku tidak melakukan pemanggilan roh, tidak mungkin kan kau bisa menerobos alam iblis dengan mudahnya.”
“Khem, Anda benar sekali. Tuan Murry meminjamkan saya sedikit dari kekuatan sucinya, dengan begitu. Saya bisa menerobos dunia bawah dengan mudah, tapi karena kekuatan sucinya hanya bertahan sebentar. Jadi saya tidak bisa berada lama di sini.”
“Begitu ya? Lalu, kenapa kau kemari?”
Nina tersenyum. “Saya kemari untuk membawa Lady kembali ke dunia atas.”
“Tidak bisa!” kata Ethelyne tegas.
“Eh, kenapa? Apa Anda tidak ingin disembuhkan? Anda bisa mati jika terlalu lama bersama jiwa iblis, Lady. Anda harus ingat, kekuatan suci dan iblis sangat bertolak belakang. Bagaimana jika tubuh Anda meledak karena ketidakstabilan sihir suci!”
“Aku tau semua konsekuensinya.” Ethelyne mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
“Tapi--”
“Aku sudah memikirkan semuanya matang-matang, dan aku memutuskan untuk membiarkan jiwa iblis yang mengambil alih tubuh ini saat aku pergi nanti.”
Nina menunduk dengan tangan terkepal. “Lady, apa Anda tau akibat dari menentang perintah Tuan Murry.”
__ADS_1
“Aku tidak perduli.” Ethelyne berdiri dan menatap Nina datar. “Jika kalian akan membawaku pergi lagi, maka aku akan melawan. Bukan dengan kekuatan gelap, tapi dengan kekuatan suci milikku.” Dia berjalan ke arah Nina dan berbisik. “Ingatlah satu hal, jika aku menghancurkan benih suci dalam diriku. Maka jiwaku ini akan hancur bersamaan dengan kekuatan suciku, dan saat manusia itu kembali ke dunia tengah. Maka mereka semua akan mati karena wabah, tidak akan ada lagi yang percaya pada kehadiran sang Naga Legendaris. Dan kekuatan Murry akan melemah, lalu. Dengan jiwa iblis, aku akan menghancurkannya tanpa tersisa.”