
‘Eh?? Apa maksudnya ini?’
“Perkenalkan, saya tangan kanan pangeran ke6. Ned, dan dia adalah pangeran ke6 Iceworld. Pangeran Eadric Eldiano Elrond.«
‘Kenapa mesti mereka??’ batin Ethelyne berteriak, dia berdehem. “Aku Ratu Kerajaan Iblis, Ethelyne Blisterzz.” kata Ethelyne dengan suara yang agak serak. ‘Semoga mereka tidak mengenaliku, semoga mereka tidak mengenaliku, semoga mereka tidak mengenaliku,’ batinnya berulang kali.
“Kami kemari untuk bernegosiasi dengan Anda, Yang Mulia.”
Ethelyne mengerutkan keningnya. “Negosiasi?”
“Benar, Kerajaan Iceworld ingin beraliansi dengan Kerajaan Iblis.”
Ethelyne menatap keduanya datar. “Apa maksudnya semua ini?”
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, Kerajaan Iceworld ingin beraliansi dengan Kerajaan iblis.”
“Heh, apa untungnya bagi kerajaanku jika kami beraliansi dengan manusia?” tanya Ethelyne dengan sebelah alis yang terangkat, dia masa sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan raja kerajaan Iceworld. Bagaimana bisa dia menawarkan aliansi padahal tau kalau iblis itu memangsa manusia.
Eadric dan Ned saling melirik, dengan ekspresi wajah datar. Eadric mendorong dokumen di atas meja ke arah Ethelyne.
Dengan raut penuh curiga, Ethelyne mengambil dokumen itu dan membukanya. Dia dengan teliti membaca setiap kalimat yang tertulis. “Ternyata begitu.” Ethelyne menutup dokumen di tangannya dan meletakkannya di meja. “Sayang sekali, aku tidak memerlukan semua itu. Bagaimana jika kalian melakukan penawaran lagi?”
“Sebelum itu, saya ingin bertanya. Apa yang Yang Mulia Ratu inginkan dari manusia?”
Ethelyne tersenyum di balik cadarnya. “Bukankah sudah jelas? Kami para iblis tentu hanya ingin dua hal, makanan. Dan kekuatan.”
Ned dan Eadric tentu mengerti hal yang dikatakan Ethelyne, makanan merujuk pada para manusia yang harus ditumbalkan dan kekuatan merujuk pada armor tingkat tinggi, senjata dan lain-lain.
Ned tersenyum. “Apa harus keduanya?”
Ethelyne bersandar sambil bersedekap dada. “Kami para iblis tidak seperti kalian para manusia, kami tidak perlu apapun kecuali makanan dan kekuatan. Yah, jika kalian tidak mau. Maka anggap saja negosiasi ini gagal.”
__ADS_1
Ned masih terus mempertahankan senyumannya. “Apa Anda tidak ingin memikirkannya lagi, Yang Mulia? Kedua kerajaan bisa diuntungkan dengan hal ini.”
“Hah? Kedua kerajaan, apa kau tidak salah? Hanya kalian para manusia yang untung, kalian pikir. Kalian bisa memanfaatkan kami para iblis untuk mengalahkan kerajaan musuh di siang hari, sungguh bodoh. Aku yakin, kalian pasti sudah tau. Iblis tidak bisa tahan terhadap matahari, meski begitu. Kalian tetap meminta kami menyerang mereka di tengah hari? Bukankah itu sama saja dengan menembak dua burung dengan satu batu.” Ethelyne yang merasa bosan dengan percayakan menutup matanya.
“Anda salah paham, Yang Mulia. Kami tidak bermaksud demikian, jika Anda menyetujui negosiasi. Baik iblis ataupun manusia tidak perlu melakukan pertumpahan darah, selain itu. Jika para iblis kalah, keluarga para iblis tidak akan jatuh dalam kesedihan,” kata Ned gelagapan.
“Keluarga, ya? Hng.” Ethelyne membuka matanya, warna matanya berubah emas. Begitupun dengan aura di sekitar yang tiba-tiba berubah mencekam, bahkan Ned dan Eadric pun merasa tercekik. “Apa kalian berpikir, aku. Demon Queen, bisa dikalahkan oleh manusia yang rapuh? Sungguh lucu.”
“Demon Queen? Apa maksud Anda?”
Ethelyne menopang dagunya. “Aku yakin kalian pernah mendengar ceritanya, keturunan kerajaan iblis dikutuk oleh seorang penyihir. Di mana, setiap seribu tahun. Akan ada seorang iblis yang menjadi Demon, iblis itu adalah penguasa kegelapan. Selama ini, hanya ada Demon King dan mereka mati di umur 20 tahun karena kekuatan yang tidak terkontrol. Cih, sungguh bodoh.”
“Jangan-jangan, kau adalah …”
Ethelyne tersenyum. “Tepat sekali, aku adalah Demon Queen. Pengganti dari Demon King terdahulu, tapi coba tebak. Berapa umurku sekarang?”
“Kenapa, seorang gadis bisa menjadi Penguasa kegelapan?” gumam Ned yang tampak terkejut, Eadric yang tidak tau banyak melirik Ned.
Ned menatap Eadric. “Yang Mulia, Demon adalah panggilan bagi iblis yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Mereka bisa menghabisi satu kerajaan hanya dalam sekali kibasan, selain itu. Demon hanya muncul setiap seribu tahun sekali, dan dari yang saya dengar. Tidak pernah ada perempuan yang menyandang gelar Demon.”
“Apa dia benar Demon Queen? Mungkin saja dia membual kan.”
“Hem, apa kalian ingin bukti?” tanya Ethelyne, tiba-tiba. Sekelebat bayangan muncul di belakangnya, bayangan itu berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan layaknya seorang kesatria.
“Saya kembali, Yang Mulia. Saya telah melakukan seperti yang Anda perintahkan, saya pastikan. Tubuh mereka tidak akan terluka sedikitpun.”
“Tepat waktu, kau mengerjakan tugas dengan baik. Mili, biar kuperkenalkan. Mereka adalah utusan dari kerajaan Iceworld, Pangeran Ke6 dan tangan kanannya.”
Mili berdiri dan menatap keduanya, dia berjalan ke arah mereka dan menatap penuh selidik. “Yang Mulia, apa Anda menerima negosiasi mereka?” tanyanya sambil menunjuk Eadric dan Ned.
“Bacalah dokumen negosiasinya.” Ethelyne melirik dokumen di atas meja.
__ADS_1
“Baik!” Mili mengambil dokumen itu dan membacanya, keningnya tampak berkerut dan raut wajahnya bahkan terlihat syok setelah membaca isi dokumen. Dia melempar dokumen itu ke lantai dan menatap keduanya dengan garang. “Apa maksud kalian hah?? Kalian pikir Yang Mulia yang agung akan menikah dengan manusia hina seperti kalian? Terlebih lagi kalian ingin memerintah pasukan iblis untuk menyerang kerajaan musuh apa kalian sudah gila?!” tanyanya tanpa jeda.
“Mili, siapa aku?”
“Baik! Anda adalah Ratu dari penguasa kegelapan, Demon Queen!” kata Mili sigap.
Ethelyne melirik kedua pria di depannya. “Bagaimana? Jika masih tidak percaya, akan kutunjukkan. Tapi sudah seperti itu, aku tidak yakin akan membiarkan kalian pergi. Lagipula … darah manusia itu sangatlah lezat, apalagi. Gadis berambut biru dan mata biru itu.”
“Dasar iblis rendahan.”
Ned menatap Eadric syok. “Y-yang Mulia, tolong tenang. Yang Mulia Ratu, kami akan permisi dan melanjutkan negosiasinya besok!” Dia hendak membawa Eadric pergi namun tangannya ditepis dengan kasar.
Dengan aura membunuh yang kuat, Eadric berdiri dengan tangan terkepal erat.
Ethelyne masih duduk santai dengan warna matanya yang berubah merah. “Kenapa kau terlihat sangat marah, Pangeran? Apakah Anda mengenal gadis berwarna rambut biru dan mata biru itu? Ah, kalau tidak salah. Namanya …”
“Kubunuh kau!” Eadric tiba-tiba muncul di depan Ethelyne dan mencekiknya dengan sangat erat.
Baik Ned ataupun Mili, keduanya terkejut melihat hal tersebut. Banyak prajurit iblis segera masuk dan mengelilingi keduanya.
“Lepaskan ratu kami atau kau akan mati!”
Mereka hendak melangkah maju namun terhenti saat Ethelyne mengangkat sebelah tangannya, dia menatap dingin para prajurit iblis. “Siapa yang menyuruh kalian maju??”
“Tapi, Yang Mulia …”
“Turuti perintahku, kalian semua keluar sekarang!”
“Tapi--”
“Keluar!” Aura membunuh yang tak kalah kuatnya menguar dari tubuh Ethelyne, para prajurit iblis segera berlutut dengan sebelah kaki sebagai tumpuan.
__ADS_1
“Baik!”