Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
26. Damai Sebelum Badai


__ADS_3

Sudah seminggu sejak Ethelyne menjenguk Meli, dia kini kembali ke dunia manusia demi menghindari kecurigaan Pangeran ke6.


Energi sihirnya telah pulih setelah datang ke hutan gelap dan mengumpulkan energi sekaligus menghabisi binatang iblis untuk mempertahankan wujud manusia Laurie.


“Master, akhir-akhir ini Anda menjalani hidup yang damai bukan?”


Ethelyne menatap datar seorang gadis berumur 14 Tahun namun masih terlihat jejak keimutan di wajahnya, dia adalah Laurie yang telah melakukan upgrade pada sihir transformasinya. Laurie kini bisa bertransformasi menjadi anak kecil ataupun orang dewasa berkat bantuan Ethelyne yang mengumpulkan energi negatif dari pada binatang iblis.


“Ya, memang kenapa? Apa kau ingin mencari masalah?”


“Jadi Anda menganggap saya sebagai pembuat onar?! Ingat ya, Master. Jangan menjadi lengah hanya karena kedamaian yang sesaat, karena bisa saja kedamaian ini adalah permulaan dari masalah.”


Ethelyne mengacak rambutnya. “Cih, aku tau. Kau tidak perlu mengingatkanku apapun.”


“Rimuru, apa kau sudah makan siang?” Aelene tiba-tiba muncul di ambang pintu dan mengangetkan Ethelyne.


Gadis itu mengusap dadanya berusaha sabar. “Belum, bagaimana denganmu?”


Aelene yang mendengar suara ketus Ethelyne memasang raut cemberut. “Eh~ kenapa kau jadi sangat dingin pada kakakmu ini? Ke mana sikap kekanak-kanakanmu dulu? Aku merasa kau berubah sejak seminggu yang lalu!”


Ethelyne memijat pelipisnya, untungnya Laurie yang sigap langsung menghilang saat mendengar suara Aelene barusan. “Aelene, kita bukan anak kecil lagi. Lagipula, kau dan aku bekerja di istana yang sama. Jadi--”

__ADS_1


“Jahat sekali! Aku ngambek nih!” Aelene menggembungkan pipinya kesal.


“Stop! Kenapa malah kau yang bersikap kekanak-kanakan?? Lupakan saja, kenapa kau datang kemari? Bukankah kau seharusnya mengantarkan teh ke ruang kerja Ead- khem, maksudku pangeran Eadric.”


“Ah, itu ya. Aku diminta oleh Pangeran untuk mengantarkanmu makanan, pangeran sungguh perhatian ya. Rumor terutangnya yang bersikap kejam dan dingin pada siapapun ternyata salah besar, memang benar. Rumor seharusnya tidak dipercaya!” Aelene melangkah masuk dan meletakkan nampan berisi bubur dan segelas air di atas meja. “Aku dengar, kau tidak enak badan akhir-akhir ini. Jadi aku membuatkan bubur spesial untuk kau, aku yakin. Kau pasti akan langsung sembuh setelah memakannya, setelah itu. Kita pasti akan bekerja bersama lagi, apa kau tau. Aku pernah berpapasan dengan pangeran ke5, dia sangat tampan dan gagah …”


Ethelyne tiba-tiba merasa pusing, dia tidak lagi mendengarkan ocehan panjang lebar Aelene. Ethelyne menutup matanya dan berusaha menetralisir rasa sakit yang menjalar di kepalanya, tanpa disadarinya. Muncul tato berbentuk teratai di punggung tangan sebelah kanan.


“Ada apa? Apa kau merasa tidak sehat? Ingin kupanggilkan tabib?”


“Tidak, aku baik-baik saja. Kau keluar saja dan obati lukamu itu,” kata Ethelyne sambil menutup matanya dan memijat pangkal hidungnya.


Aelene menatap luka di telapak tangannya yang sedikit berdarah, dia sempat terkejut karena tidak merasakan rasa sakit apapun. “Ah, luka ini ya? Aku tidak sengaja memecahkan gelas dan melukai tanganku, tapi aku takjub denganmu. Aku tidak menyangka kau akan menyadarinya, padahal aku pikir kau tidak akan tau.”


Aelene tiba-tiba merasa ngeri mendengar penjelasan Ethelyne. “K-kalau begitu, aku akan pergi dan mengobati lukaku. Sampai jumpa!” Dia berlari keluar sambil bergumam. “Aku tidak mau tanganku di potong!”


Laurie tiba-tiba muncul di depan Ethelyne dengan raut wajah khawatir, seperti yang dia pikirkan. Darah manusia dapat memicu kebangkitan dari jiwa iblis karena hawa nafsunya yang sangat kuat terhadap darah. “Master,” gumamannya pelan.


“Aku baik-baik saja, lebih baik kau menyingkirkan nampan itu dari hadapanku sekarang!”


“Baik!” Laurie segera menghilangkan nampan sekaligus isinya dari atas meja.

__ADS_1


Barulah Ethelyne membuka matanya. anehnya, warna mata (bagian atas) berubah menjadi merah namun (bagian bawah) tetap berwarna biru.


“Sepertinya yang kau katakan benar, aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk mengigit Aelene. Jika dia tidak cepat-cepat pergi, aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya.”


“Master, setengah dari jiwa iblis telah bangkit. Jika setengahnya lagi bangkit, maka jiwa iblis Anda akan melahap jiwa manusia Anda sedikit demi sedikit hingga benar-benar habis. Dan saat itu terjadi, maka Anda akan menjadi iblis sepenuhnya. Iblis yang akan hancur saat terkena sinar matahari.”


Ethelyne mengusap wajahnya kasar. “Apa yang harus aku lakukan??”


“Eum, sebenarnya. Saya menyimpan kotak pemberian nyonya, saya sangat penasaran jadi …” Laurie memainkan jarinya gugup. “Jadi saya membukanya dan menemukan sesuatu yang sangat penting.”


Ethelyne mengerutkan keningnya. “Sesuatu yang penting?”


Laurie mengangguk cepat, dia mengangkat sebelah tangannya. Tiba-tiba, secarik kertas muncul di tangannya, Laurie memberikan kertas itu pada Ethelyne. “Ini adalah surat terakhir yang ditinggalkan Nyonya, seperti yang tertulis. Bunga tujuh warna dapat menghancurkan jiwa iblis Anda untuk selamanya, tapi lebih dari itu. Bunga tujuh warna sangat langkah, tidak. Bahkan mungkin saja hanya mitos karena sampai sekarang, tidak ada yang bisa menemukan keberadaan bunga itu. Tapi saya yang hebat ini tentu berbeda, saya berhasil menemukan bunga tujuh warna itu. Bunga itu tumbuh di gunung bersalju.”


Ethelyne mendengarkan setiap kata yang diucapkan Laurie sambil membaca surat di tangannya. “Bukankah dulu sudah dibicarakan? Kita ke dunia manusia untuk mencari bunga itu bukan, lalu apa yang spesial?”


“Ish, itu berbeda. Master!” Laurie menatap gemas Ethelyne, saking gemasnya. Dia sampai ingin menghabisi majikannya itu sekarang juga. “Bunga yang dulu kita cari adalah bunga 5 warna, dan itu langkah. Tapi jauh dari itu, bunga tujuh warna jauh lebih langkah dan lebih spesial dari bunga 5 warna. Dari yang saya baca, bunga tujuh warna dapat menghilangkan segala macam racun, menyembuhkan luka luar dan dalam, memulihkan energi sihir, dan yang paling penting. Memiliki kekuatan sihir yang tidak pernah dilihat oleh orang lain.”


“Maksudnya?”


“Hem, saya tidak tau begitu detail. Tapi semua yang saya tau telah saya ucapkan barusan, untuk mengetahui lebih jelas. Master harus mendapatkan bunga tujuh warna itu sendiri, ah iya. Satu hal lagi, bunga tujuh warna hanya dapat digunakan selama 1 jam. Jika melewati 1 jam, maka bunga tujuh warna akan memudar dan menjadi tidak berguna.”

__ADS_1


Ethelyne mengangguk mengerti. “Jadi yang perlu kita lakukan sekarang adalah ke gunung bersalju dan mengambil bunga tujuh warna itu.”


Laurie duduk di samping Ethelyne sambil bersedekap dada. “Memang terdengar sangat mudah, tapi. Master, jalanan ke gunung bersalju sangat curam dan berbahaya. Selain itu, belum tentu ada bunga tujuh warna dan serigala salju menjaga bunga itu dengan sihirnya hingga tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang, bahkan Anda tidak bisa melihatnya menggunakan Dragon Eyesight jika penglihatan naga berada di bawah level 8.”


__ADS_2