Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
20. Aelene Dalam Bahaya?!


__ADS_3

“Benar sekali, sepertinya kau sudah ingat semuanya.” Laurie tiba-tiba muncul di hadapan Ethelyne, tentu dengan wujud anak kecil berusia 8 tahun.


“Suaramu, apa kau si naga itu?”


“Kau mengetahuinya ya? Maka tidak perlu kusembunyikan lagi, namaku Laurie. Aku adalah naga emas, hewan spirit Ethelyne. Aku menunjukkan kedua ingatan itu semata-mata hanya untuk membuatmu mengingat, kalau yang menolong ibumu saat itu adalah raja terdahulu di kerajaan iblis.”


“Apa?? Bagaimana mungkin!!”


Laurie menghela napas, sepertinya butuh lebih banyak usaha dan energi untuk membuat gadis di depannya ini mengerti. Dia menghela napas. “Apa kau lupa, kabut hitam tebal yang menutupi ibumu saat itu. Bukankah mirip dengan kabut tebal yang menghidupkan Meli kembali?”


‘Kalau diingat-ingat, sepertinya yang dikatakan naga ini benar.’


“Apa kau juga tau, bahwa sebenarnya. Meli itu adalah manusia, itu sebabnya dia tidak bisa beregenerasi meski ditusuk oleh Zen. Padahal jika dipikir baik-baik, Zen sama sekali tidak mengenai titik vitalnya. Tapi Meli tetap mati.”


“Lalu, lalu kenapa mayat Meli menguap? Bukankah seharusnya manusia tidak bisa melakukan hal itu!” Ethelyne menatap Laurie dengan wajah penuh keheranan. ‘Benar, sejak awal. Jika Meli memang manusia, dia seharusnya tidak menguap seperti iblis. Tapi jika dia benar-benar iblis, dia tidak mungkin mati dengan mudah. Apalagi yang membunuhnya hanya anak berusia 8 tahun.’


“Apa kau tau tentang perjanjian kontrak antara Raja dan Meli?”


Ethelyne menggeleng, dia sama sekali tidak tau apapun. Bahkan dia tidak mendapatkan ingatan dari jiwa Ethelyne asli.


“Di atas perjanjian tertulis, Meli akan mengorbankan setengah darahnya sebagai balas Budi. Dan sebagai balasannya, dia diberikan darah iblis.”


“Apa?? Kenapa raja begitu kejam? Memberikan darah iblis pada manusia, bukankah itu sama saja membunuhnya secara tidak langsung!”


“Benar kan.” Laurie tersenyum tipis. “Tapi Meli berhasil bertahan, namun setahun setelahnya. Kekuatan dari darah iblis itu tidak stabil dan justru menjadi racun yang menjalar di tubuhnya secara perlahan-lahan, kau bertanya kenapa Meli bisa mati dengan mudah. Itu semua karena belati itu dilumuri sesuatu yang membuat racun di tubuh Meli mengalir seperti air dan mati, dan untuk kenapa tubuhnya menguap. Itu karena darah iblis yang telah memenuhi tubuhnya namun tak berhasil menjadikannya iblis sepenuhnya, dan ajaibnya. Setelah kabut hitam itu menutupi bagian yang telah menguap, darah iblis di tubuh Meli seolah bisa bersatu dengan darah manusianya dan menjadikannya iblis sepenuhnya. Itu sebabnya tubuhnya beregenerasi dan dia kembali hidup.”


Ethelyne memegang dagunya sambil mengangguk-angguk mengerti. “Ternyata begitu, tapi kenapa kau menunjukan ingatan ini padaku?”


“Itu agar kau … agar kau, eum. Sebelumnya, apa yang kukatakan padamu ketika kau berada di kerajaan iblis?”


Ethelyne mengangkat bahunya acuh. “Tidak tau, aku juga lupa. Itu karena kau yang terus mengoceh sampai-sampai aku tidak ingat apapun.”


“Huaa!! Yang benar saja! Aku menghabiskan setengah energiku hanya demi membawamu ke dimensi ini dan memperlihatkan ingatan-ingatan itu, tapi sepertinya semuanya sia-sia sekarang!”


“Kalau tidak ada hal lain aku pergi ya!” Ethelyne berjalan menjauh sambil melambaikan tangannya.


“Woi! Jalan keluarnya bukan ke sana!!”




‘Ugh, kepalaku terasa pusing. Apa aku tidak sengaja tertidur di sini?’ Ethelyne melihat sekitaran, dia menatap keluar jendela dan menemukan hari mulai gelap.



“Rimuru, apa kau di dalam?”


__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar bersamaan dengan suara seorang pria, Ethelyne berdiri dan berjalan ke arah pintu sambil mengubah warna rambutnya menjadi biru. Dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya lalu membuka pintu, namun sedetik kemudian. Ethelyne kembali menutup pintu dengan ekspresi terkejut. ‘Astaga! Aku lupa mengenakan cadar! Apa orang tadi melihat penampilanku? Apa dia mengenaliku?’ Ekspresi wajah Ethelyne berubah datar. ‘Jika begitu, hanya bisa membunuhnya untuk menghilangkan saksi.



“Rimuru, apa yang sedang kau lakukan? Cepat keluar, Aelene sedang dalam bahaya.”



Mendengar kata Aelene, ekspresi wajah Ethelyne berubah dingin. Dia segera mengambil cadar di meja dan mengenakannya, Ethelyne membuka pintu dengan tatapan dingin. “Apa yang terjadi padanya?”



“Aelene, dia. Dia dikurung di dalam istana terbuang, sepertinya. Lady Laura ingin melakukan sesuatu padanya!” kata Pria itu dengan napas terengah-engah.



“Tunjukkan jalannya.”



“Ikuti aku.” Pria itu berjalan lebih dulu diikuti Ethelyne dari belakang.



Sedari tadi, gadis itu terus memperhatikan gerak-gerik pria di depannya yang terkesan mencurigakan. Ethelyne diam-diam mengambil sembarang batu di jalanan dan menyembunyikannya di lengan bajunya.




“Aelene ada di dalam, kau bisa masuk dan membawanya keluar.”



“Kenapa kau tidak ikut masuk dan membantuku?”



“Anu, i-itu. Aku ada urusan lain, a-aku harus pergi sekarang.” Pria itu langsung saja kabur.



Ethelyne menghela napas. ‘Kurasa dia merencanakan sesuatu, apa aku perlu masuk atau tidak ya? Jika aku tidak masuk dan Aelene benar-benar ada di dalam, bagaimana? Tapi jika aku masuk, maka aku akan menjadi kenari dalam sangkar.’ Dia menghela napas, Ethelyne berjalan masuk dan membuka pintu. Langit yang mulai gelap membuat suasana di istana terbuang sedikit menyeramkan dan gelap. ‘Dragon Eyesight. Aku tidak melihat, ah. Itu Arlene!’ Dia berjalan ke arah Aelene dan memeriksa gadis itu, syukurnya Aelene hanya tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.



Saat hendak memapah Aelene, Ethelyne mendengar suara pintu tertutup. Saat dia menoleh ke belakang, beberapa cecuguk berdiri di depannya. Dari seragam mereka, Ethelyne dapat memastikan jika mereka adalah prajurit dari Istana.


__ADS_1


“Apa yang ingin kalian lakukan?” tanya Ethelyne sambil meletakkan Aelene dengan lembut.



“Apa dia gadis yang dimaksud?”



“Tidak tau, sepertinya memang dia gadisnya.”



“Khem, apa kau Rimuru? Kau telah bersalah karena menganggu Tuan kami, itu sebabnya kami akan memberimu pelajaran.”



“Tuan kalian siapa? Apa Pangeran dari kerajaan ini?”



“Ya, benar.”



“Sstth! Kau seharusnya tidak memberitahunya tentang hal ini!” bisik salah satu dari mereka.



‘Aku bisa mendengarmu, ok.’ Ethelyne menatap datar mereka, entah mereka yang bodoh atau dia yang terlalu pintar. “Jika tidak ada yang lain, kalian jangan menghalangi jalan.”



“Huh, gadis yang sombong! Kami akan memberimu pelajaran yang berharga hari ini!”



Tiba-tiba, Aelene memuntahkan darah dalam jumlah banyak. Ethelyne terdiam karena terkejut. Dia menatap Aelene yang terlihat sangat tersiksa, merasa ada yang tidak beres. Ethelyne segera memeriksa kembali denyut nadi Aelene dan benar saja. Gadis itu diracuni, racunnya yang begitu lambat berkerja membuat Ethelyne tidak dapat mendeteksinya dengan cepat.



“Aelene, kenapa kau …”



“Hahaha, racunnya mulai bekerja ya? Setelah kematian gadis itu, kami akan bersenang-senang sedikit denganmu sebelum membunuhmu.”



Tangan Ethelyne terkepal. “Apa kalian memiliki penawar racunnya?”

__ADS_1


__ADS_2