Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
13. Gua


__ADS_3

‘Apa-apaan ini?? Kenapa aku merasa.’ Ethelyne menelan salivanya, dia mengalihkan pandangannya dari prajurit itu namun matanya terus melirik ke arah prajurit itu. Tepatnya ke darah yang terus mengalir tak henti-hentinya. Ethelyne mengigit bibir dalamnya hingga mengeluarkan darah. ‘Sial, sial. Tenangkan dirimu Ethelyne! Apa yang baru saja terjadi?!’ Dia menutup matanya dan berusaha mengontrol nafsunya.


Ethelyne kembali membuka matanya dan menghampiri prajurit yang mulai kehilangan kesadarannya, dia berjongkok di depan prajurit itu dan mengecek denyut nadinya. ‘Yah, tidak separah yang kupikirkan. Dia hanya tak sadarkan diri karena syok, dan lukanya juga tidak terlalu dalam. Lalu dari mana asal darah yang banyak ini?’ Ethelyne melihat ke arah jejak darah, dia berdiri dan mengikuti darah yang menetes di sepanjang jalan. ‘Siapa yang terluka parah?’


Ethelyne terhenti saat merasakan bau amis yang kuat, dia menutup hidungnya. ‘Eugh, menjijikkan sekali. Aku merasa ingin muntah saat mencium bau darah ini.’ Dengan memantapkan hatinya, Ethelyne kembali melangkah dan menemukan seorang pria tergeletak di tanah bersimbah darah.


Ethelyne dengan segera mengecek denyut nadi pria itu, dia menggertakkan giginya. ‘Sial, dia diracuni. Terlebih lagi, lukanya sangat parah dan dalam. Aku tidak yakin sihir penyembuhan biasa bisa membantunya.’


“Siapa kau! Apa yang kau lakukan terhadap Tuan kami!”


Tiba-tiba, lima pria berpakaian hitam muncul di belakang Ethelyne. Gadis itu hanya melirik sekilas.


“Tidak penting siapa aku, tapi Tuanmu sedang dalam bahaya. Dia diracuni oleh racun mematikan dan terlebih lagi dia mendapatkan luka yang parah, aku harus menyembuhkannya sebelum dia mati.”


“Apa kau … seorang tabib? Lalu apa racun itu memiliki penawarnya?”


Ethelyne menggeleng. “Aku bukan tabib, dan aku tidak tau penawar racunnya. Tapi aku--”


“Jangan bercanda!! Jika sampai terjadi sesuatu pada Tuan, kau pasti akan menanggung akibatnya!!” marah salah satu dari mereka.


Ethelyne memijat pelipisnya. ‘Sepertinya sangat susah meyakinkan mereka.’ Dia menatap lekat pria di depannya. ‘Apa dia seorang bangsawan? Mereka sedari tadi memanggilnya tuan, terlebih lagi. Dari cara berpakaian mereka, mungkin mereka penjaga bayangan?’ Ethelyne menutup matanya. ‘Dragon Eyesight.’


Saat Ethelyne membuka matanya lagi, warna mata biru lautnya tampak sedikit bercahaya. Dia berbalik ke arah mereka. ‘Huh, seharusnya aku tau kalau Dragon Eyesight bisa melihat dari kegelapan. Aku kan jadi bisa menghindari bahaya!’ Ethelyne berdehem. ‘Lupakan soal itu, nyawa seseorang sedang dipertaruhkan sekarang!’

__ADS_1


“Kalian semua, percayalah padaku. Aku akan menyembuhkan Tuan kalian, tapi dengan satu syarat.”


Mereka saling menatap satu sama lain. “Syarat, apa?”


“Bantu aku mengumpulkan batu amethyst.”


“Amethyst? Untuk apa?”


Ethelyne tersenyum tipis, dia berbalik dan membelakangi mereka berlima. “Kalian cukup kumpulkan dan bawa padaku, setelah itu aku akan menyembuhkannya. Lebih baik kalian segera membawa batu itu kembali, karena jika tidak. Nyawa tuan kalian tidak akan tertolong.”


Mereka berlima saling berpandangan dan menghilang dalam sekejap, Ethelyne yang tidak lagi merasakan auranya tersenyum senang. Dia berkacak pinggang. “Kau memang jenius, Ethelyne. Aku yakin, mereka tidak akan menemukan batu itu. Sekarang, kau harus memikirkan cara untuk menyembuhkan pria ini.”


Ethelyne mengigit jempolnya, dia kemudian menggambar lingkaran sihir menggunakan darahnya. Setelah itu, Ethelyne berdiri di duduk di tengah-tengah lingkaran sihir. Dia mengambil belati yang selalu dia sembunyikan, Ethelyne mengiris pergelangan tangannya. Darah menetes ke lingkaran sihir sedikit demi sedikit.


Sebuah bola sihir gelap bercahaya muncul di depan Ethelyne, cahaya itu membentuk seorang gadis cantik dengan ukuran sangat kecil dengan kedua sayapnya yang mengeluarkan serbuk hitam.


“Hormat saya pada Anda, Demon Queen. Ada perlu apa Anda memanggil saya kemari hingga mengorbankan darah suci dalam diri Anda.”


Ethelyne membuka matanya, sebelah matanya berubah menjadi emas. Dia tersenyum tipis. “Ivy, maukah kau membantuku?”


“Apa maksud Anda, Demon Queen? Anda adalah Ratu dari semua makhluk kegelapan, apapun yang Anda minta. Saya akan melakukannya tanpa bayaran apapun.”


“Maka, bantulah aku memundurkan waktu dari pria itu.” Ethelyne menggunakan lirikan mata untuk mengode Roh Waktu, Ivy.

__ADS_1


“Seorang manusia? Kenapa Anda, Demon Queen. Ratu dari para makhluk kegelapan membantu manusia?” Ivy menatap Ethelyne bingung, dia tidak pernah melihat iblis membantu manusia. Apalagi orang-orang yang menyandang gelar 'Demon King / Queen'.


“Itu karena jiwa manusiaku, Ivy. Meskipun aku adalah iblis, tapi aku juga manusia. Sama halnya dengan identitasku, aku adalah Demon Queen. Tapi aku juga adalah gadis suci, aku tidak bisa mengubah takdirku akan apapun.”


Ivy menghela napas panjang, dia membungkuk hormat. “Baik, jika itu adalah perintah dari Demon Queen langsung. Saya akan menjalankannya.” Ivy berbalik ke arah pria itu, dia mengangkat kedua tangannya ke langit dengan mata terpejam. “Kehidupan, kematian, langit dan bumi, semua kehidupan. Aku, Roh Waktu. Ivy, meminta semua makhluk hidup untuk memundurkan waktu.”


Sebuah lingkaran sihir muncul di depan pria itu, racun yang menyebar sampai ke nadinya perlahan-lahan menghilang. Luka dalam yang dialaminya juga sembuh dengan sendirinya.


Ethelyne yang melihat itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal, matanya berubah menjadi biru tua tanpa disadarinya. ‘Padahal, aku hanya ingin Ivy untuk memundurkan waktu pria itu sebelum terkena racun. Bukan memundurkan waktu dunia.’


“Saya telah melakukan perintah Anda, Demon Queen. Silahkan berikan perintah selanjutnya.”


Ethelyne mengangkat tangannya dengan senyum canggung. “Yah, cukup sampai di sini saja. Kau bisa kembali ke hutan para roh, aku akan memanggilmu lagi nanti.”


“Sesuai keinginan Anda.”


Ivy berubah menjadi bola sihir dan menghilang dalam sekejap, dia hanya meninggalkan serbuk hitam yang terbang terbawa angin.


‘Selesai, berkat bantuan Roh Waktu. Aku tidak perlu menggunakan kekuatan kegelapan, yah. Setidaknya tidak sekarang, selanjutnya. Harus Kuapakan pria asing ini?’


Tiba-tiba, pria itu membuka matanya dan membuat Ethelyne tersentak kaget. Dia mengerjap beberapa kali sebelum menyadari kehadiran seorang wanita di depannya, namun karena suasana gua yang gelap. Pria itu tidak dapat melihat wajah dari wanita yang menolongnya.


“Siapa … kau?”

__ADS_1


Tiba-tiba, sekelebat bayangan muncul di kepala Ethelyne disertai rasa sakit yang luar biasa. Dia mengerang sambil memegangi kepalanya dan melangkah mundur. ‘Sial, apa yang terjadi? Kenapa setelah mendengar suara pria itu, aku merasa sangat aneh. Seolah-olah, beribu jarum menusukku, bukan. Aku merasakan … adegan yang familier dan, aneh. Siapa dia? Aku tidak pernah melihat ataupun menemuinya di manapun, meskipun 800 Tahun telah berlalu. Aku tidak mungkin melupakan apapun!’


__ADS_2