Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
125. Kaisar Iblis


__ADS_3

Tiba-tiba, sekelebat bayangan muncul di belakang Kathelyne. Dia yang sadar segera berbalik dengan tatapan waspada.


“Senang bertemu Anda, Yang Mulia Ratu.” Seorang wanita berambut merah sedikit membungkuk, dia menatap Kathelyne. “Saya pelayan langsung dari Tuan Kaisar Iblis, beliau ingin bertemu dengan Anda.”


“Ka-apa?!”


~♥~


“Apa kau Ratu kegelapan yang baru? terima kasih sudah mau datang ke hadapanku.”


“Ya, Yang Mulia. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa melihat Anda secara langsung,” kata Kathelyne berlutut, dia diam-diam melirik sang kaisar iblis dengan tatapan penuh kekaguman. ‘Wah, dia tampan sekali-- tidak, tidak! Maksudku energi di sekitarnya sangat kuat!’


“Selamat atas penobatanmu menjadi Ratu kegelapan.”


“Ya... Yang Mulia, jika saya boleh bertanya, ada gerangan apa Anda memanggil saya kemari?” tanya Kathelyne memberanikan diri.


“Ah, benar juga.” Kaisar iblis tampak melirik pelayan berambut merah itu, dia menganggukkan kepalanya.


Sang pelayan yang mengerti mengambil sebuah lukisan yang terletak di sampingnya dalam kondisi tergulung, pelayan itu berjalan ke arah Kathelyne dan menyerahkan lukisan itu.


Dengan raut bingung, Kathelyne mengambil lukisan itu. “Apa ini?”


“Buka saja,” jawab Kaisar Iblis dengan santai.


Kathelyne membuka lukisan itu dengan perasaan penasaran, dia seketika terdiam saat melihat isi dari lukisan tersebut. Kathelyne menoleh ke arah Kaisar iblis. “Apa maksudnya ini? Kenapa ada gambar Ethelyne dalam kertas ini?”


“Seperti yang kau lihat, Gadis itu. Adalah gadis dengan kekuatan yang murni.”


“Saya tahu akan hal itu, tapi mengapa Anda- tunggu, jangan bilang Anda mengincar Ethelyne??”


“Hahaha, bagaimana mungkin.” Kaisar iblis tertawa kecil, sikapnya tidak mencerminkan sikap seorang kaisar sama sekali. “Lukisan itu digambar oleh seorang pelukis handal, dia melukisnya atas permintaan peramal di kekaisaran ini.”


“Apa maksud Anda? Saya sama sekali tidak mengerti!”


“Baik, baik. Akan kuperjelas.” Kaisar iblis menatap Kathelyne serius. “Gadis dalam lukisan itu, sepertinya mendapatkan benih iblis dari bawahan Dewa Iblis. Kau tahu kan, Dewa iblis dikalahkan oleh Kaisar Langit dan setengah jiwanya dikurung untuk mencegah kebangkitan Dewa Iblis.”


“Ya... saya pernah membaca tentang itu di sejarah kerajaan iblis.”


“Entah bagaimana, bawahan Dewa Iblis berhasil menemukan setengah dari Jiwa Dewa Iblis. Bawahannya itu menjadikan jiwa Dewa iblis sebagai Benih dan menanamkannya ke jantung gadis itu. Kemungkinan orang itu ingin membangkitkan Dewa Iblis dengan kekuatan murni gadis itu. Dalam arti kata lain...”


Mata Kathelyne membulat. “Ethelyne... akan dikorbankan!”


Kaisar iblis terdiam sesaat. “Benar, dan jika Dewa Iblis bangkit. Maka bisa dipastikan 3 alam ini akan hancur.”

__ADS_1


Kathelyne masih tak pulih dari keterkejutannya, dia menatap Kaisar Iblis dengan mata memicing. “Jika benar begitu, kenapa Anda memberitahu saya? Lagipula, Dewa Iblis tidak akan menyerang ras iblis. Dengan Anda memberitahu hal ini pada saya, apa Anda tidak khawatir saya akan membocorkannya pada semua orang?”


Kaisar iblis tersenyum misterius, dia bersandar di takhtanya. “Benar, sudah sewajarnya kau curiga. Percaya atau tidak percaya, aku hanya tidak ingin terjadi pertumpahan darah. Itu saja.”


“Begitu rupanya. Apa Anda ingin mengatakan hal lain?”


“Tidak ada,” kata Kaisar iblis dengan senyum tertahan.


Kathelyne menghela napas. ‘Sikapnya benar-benar kekanak-kanana.’ Dia berdiri. “Kalau begitu saya permisi.” Kathelyne sedikit membungkuk, dia kemudian berdiri tegak dan berbalik. Berjalan pergi dengan raut gusar.


“Hei, Ratu Kegelapan. Ingat untuk mengawasi gadis itu.”


Kathelyne berhenti sesaat, dia melirik Kaisar iblis. “Saya akan ingat.” Kathelyne kembali melanjutkan perjalanannya dan melewati portal.


Kaisar iblis tersenyum tipis, dia menggunakan sihirnya dan memunculkan sebuah lukisan. Kaisar iblis membuka lukisan itu dengan senyum tipis, dia menopang dagunya dan menatap pelayan wanita itu. “Menurutmu, bagaimana keadaannya sekarang ya? Solara.”


Wanita pelayan yang dipanggil Solara membuka matanya, dia menatap Kaisar iblis sebelum menghela napas. “Yang Mulia, saya sarankan agar Anda melupakan Dewi Athena. Karena jika Para Tetua mengetahui hal tersebut, Anda bisa dihukum dengan keras. Dan kemungkinan terburuknya, Anda akan dibuang ke tempat 'itu'.”


Kaisar iblis berdecak. “Kau ini, kenapa selalu berpikir negatif? Para Tetua tidak akan tahu kecuali jika kau memberitahunya.”


Solara menatap datar Kaisar iblis, dia menghela napas dan tersenyum. “Mau bagaimana lagi? Anda memang keras kepala... hah, saya permisi.”


“Oke, ingat untuk tidak memberitahu siapa-siapa ya.”


~♥~


Kathelyne berdiri di depan pembatas balkon dengan tatapan lurus ke depan, dia menghela napas. ‘Sungguh hari yang melelahkan, aku harus mencari tau bagaimana menghilangkan benih iblis itu dari Ethel secepat mungkin!’


“Kathel? Ada apa? Aku melihatmu terus menghela napas dari tadi, apa terjadi sesuatu?” Ethelyne berjalan ke arah Kathelyne dan berdiri di sampingnya.


“Aku baik-baik saja, aku hanya pusing soal dokumen di kerajaan. Pasti sangat menumpuk, hah. Memikirkannya saja membuatku sakit kepala.”


“Oh, begitu ya.” Ethelyne ikut menatap lurus dengan senyuman. “Kathel, sepertinya kau lupa.” Dia menoleh ke arah Kathelyne dan membuat keduanya saling bertatapan, Ethelyne terus memasang senyum manisnya. “Aku ini, bisa membaca pikiranmu, loh.”


Kathelyne diam dengan tatapan tak terbaca, dia kembali menghela napas dan menatap lurus. “Apa maksudmu? Memangnya aku mengatakan apa?”


Ethelyne tersenyum. “Hehe, kau kelelahan karena tugasmu. Dan kau juga kelelahan karena menjagaku selama aku tak sadarkan diri, itu saja.”


“Ah, benar. Ternyata kau benar-benar bisa membaca isi pikiranku,” kata Kathelyne pura-pura terkejut. ‘Fyuhh, untunglah. Kupikir dia akan benar-benar mendengar isi hatiku.’


“Ah, tadi Sasya membuat kue kering. Aku akan menemuinya dulu, Kathel juga masuklah dan makan kue kering bersama.” Ethelyne tersenyum cerah, dia berjalan masuk. Saat melewati pintu, raut wajahnya berubah datar dan tak terbaca. Ethelyne mengepalkan tangannya. ‘Kathel, benih iblis ini... tidak bisa dihilangkan... sebentar lagi, semuanya akan berakhir. Kehidupanku... akan berakhir.’


~♥~

__ADS_1


“Apa kakak sungguh akan kembali hari ini?”


“Iya, soalnya kalau aku dan Kathel meninggalkan kerajaan terlalu lama. Kami akan kerepotan karena dokumen-dokumen yang menumpuk.” Ethelyne tersenyum lembut sambil mengusap surai Aliya.


“Tapi, aku masih ingin bermain bersama kakak.”


“Aku akan sering-sering mampir--”


“Tidak boleh!” sela Kathelyne cepat, dia menarik Ethelyne ke sampingnya dan menatap kesal Aliya. “Dia tidak akan menemuimu lagi, sampai kapanpun itu!”


“T-tapi, kak Ethelyne--”


“Diam atau kubakar kau!” sela Kathelyne dengan tatapan datar dan api yang telah muncul di telapak tangannya.


Mata Aliya langsung berkaca-kaca, air matanya seolah mau tumpah.


“Kathel, jangan kasar begitu. Aliya masih kecil.”


“Tidak bisa! Aku tidak akan membiarkan gadis itu mendominasimu!”


“Mendominasi? Apa yang--”


“Ayo kita pergi!” Kathelyne menarik tangan Ethelyne, dia melirik Eadric yang tengah bersembunyi di balik dinding. ‘Tidak akan kubiarkan kau melukai saudariku lagi, sialan!’ telepatinya.


~♥~~♥~


Penguasa iblis dibagi menjadi beberapa tingkat ya teman-teman.


Mulai dari..


...Dewa Iblis ...


...↓...


...Kaisar Iblis...


...↓...


...Penguasa kegelapan...


...↓...


...Raja/Ratu Iblis...

__ADS_1


Seperti kata pepatah. "Di atas langit masih ada langit" 😉


__ADS_2