Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
113. Hukum Dewa


__ADS_3

‘Apa kau siap?’


“Ya, jangan khawatir. Aku akan berusaha sebisaku!”


Ethelyne menarik napas dalam-dalam sebelum membuangnya, dia kemudian menatap lurus dan berjalan ke sebuah pintu besar dengan hiasan emas. Tanpa ragu, Ethelyne mengangkat tangannya dan mengetuk pintu itu. “Ayahanda, ini saya. Lyne.”


“Oh, Putriku. Masuklah.”


Ethelyne menahan napas. ‘Mulai!’ Dia membuka pintu dan melangkah masuk, Ethelyne sekilas melirik sekitar sebelum membungkuk hormat. “Maaf menganggu Ayahanda, saya diperintahkan oleh Ibunda untuk membawakan makanan ini untuk Ayahanda.” Dia menjentikkan jarinya.


Seorang pelayan langsung berjalan masuk dengan sangat anggun, di tangannya terdapat sebuah nampan berisi kue-kue berbentuk aneh dan segelas jus berwarna merah.


“Apa ini? Bentuknya... cukup unik ya.”


“Ini... makanan yang dibuat Ibunda khusus untuk Ayahanda,” kata Ethelyne beralasan. ‘Ethelyne, kue buatanmu itu. Terlihat mengerikan.’


“Diamlah! Aku mengerahkan seluruh kemampuanku tahu!”


“Fiona sendiri yang memasaknya??” tanya Dion tertegun, Ethelyne mengangguk-anggukkan kepalanya. Dion menutup mulutnya dengan tatapan haru. “Ratuku, tidak kusangka dia akan menginjakkan kakinya ke dapur hanya untuk membuatkanku makanan khusus ini.”


“Umm, sebentar ya. Aku mau muntah!”


‘Heh, ini bukan waktunya untuk bercanda! Fokuslah atau semuanya akan gagal dan kau akan tertidur selama berabad-abad!’ batin Lyne mengancam.


Ethelyne seketika merinding, dia menutup matanya dan memfokuskan dirinya. Berusaha mengabaikan kalimat-kalimat menggelikan yang diucapkan Dion sambil memakan kue buatannya yang (mengerikan) unik.


“Hmm, ini sa~ngat enak, Ratuku yang cantik. Benar-benar pandai memasak.”


Lyne hanya diam dan mengamati ekspresi Dion yang berbeda dari ucapannya. ‘Sepertinya Ayahanda kepedasan, berapa banyak cabai yang kau masukkan?? Wajahnya sampai memerah begitu.’

__ADS_1


“Hemm, tidak banyak sih. 2 kilo saja.”


Lyne tiba-tiba merinding. ‘d-dua kilo??’ Dia menatap Dion. ‘Aku kagum Ayahanda masih memakannya meski bercampur keringat begitu.’ Lyne tersenyum. “Sepertinya Ayahanda sangat menikmatinya, silahkan minum ini untuk mencegah tenggorokan Anda kering.” Dia mengambil gelas di atas nampan dan memberikannya pada Dion, tentu ditemani dengan senyum manisnya.


‘Oh, putriku~ kau ternyata bisa mengerti bertapa tersiksanya Ayah memakan makanan buatan ibumu ini,’ batin Dion terharu, dia mengambil gelas itu dan tanpa ragu meminumnya. Namun, setelah menelan seteguk. Dia langsung jatuh tak sadarkan diri, bahkan gelas di tangannya pun jatuh ke lantai dan pecah.


Tepat saat itu, Lyne juga ikut terduduk dengan tubuh yang menjadi kaku. ‘Apa yang terjadi??’


“Maaf, Lyne. Tapi aku tiba-tiba merasa ada bahaya.”


‘Bahaya apa yang lebih besar daripada ini?? Jika terhenti sekarang, kita perlu ratusan tahun untuk bisa memulai kembali!!’


“Aku tidak tau, tapi perasaan ini sangat aneh. Kekuatanku, kekuatanku seolah. Tersedot oleh sesuatu.”


‘Apa?’ Lyne terdiam, dia berdecak dalam hati. ‘Sial, sepertinya roh jahat sialan itu sudah memulai ritual, ini benar-benar gawat!’ Lyne berusaha menggerakkan tubuhnya, namun sia-sia. Bahkan satu jarinya pun terasa sangat berat. ‘Ethelyne, apa kau tidak bisa memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan sucimu?? Ini satu-satunya kesempatan kita, jika gagal. Maka semuanya akan berakhir! Bukan hanya hidupmu, tapi seluruh dunia akan dalam bahaya!!’


~♥~


~♥~


Suara menggelegar terdengar jelas dari langit yang cerah, berbeda rakyat yang penasaran berjalan keluar dari rumah dan mendongak, menatap langit biru yang warnanya perlahan berubah menjadi merah.


“Apa yang terjadi?”


“Entahlah, langit tiba-tiba berubah jadi aneh.”


“Fenomena macam apa ini? Aku tidak pernah mendengar langit merah.”


“Sama, apa yang terjadi?”

__ADS_1


Petir menyambar ke beberapa tempat dan menyebabkan kebakaran, namun anehnya. Tempat sambaran petir seolah mengelilingi seluruh ibukota. Tiba-tiba, muncul sebuah penghalang dari petir yang menutupi seluruh ibukota. Siapapun yang menyentuh penghalang itu akan langsung menjadi abu.


“Ini, apa yang terjadi?”


“Mengerikan, bahkan rakyat biasa pun tak lolos dari penghalang itu.”


“Apa terjadi sesuatu pada Nona Suci?”


“Ini... bagaimana bisa??”


Beberapa warga langsung menoleh ke asal suara yang terdengar begitu lembut namun juga kaget, dari pintu toko buku. Berdirilah seorang gadis imut dengan permen lollipop di tangannya, gadis itu tampak kaget melihat kejadian di depannya.


“Apa maksudmu Nona Muda? Apa kau tau apa yang sedang terjadi?” tanya seorang wanita sembari melangkah maju.


“Ini dinamakan hukum dewa, konon kabarnya. Seseorang akan menggunakan sembilan hukuman petir untuk naik tingkat menjadi dewa. Kekuatan sambaran petir meningkat seiring waktu dan di sambaran yang kesembilan, sambaran petir akan menjadi yang paling dashyat dan kuat. Apabila seseorang bisa menahannya, maka dia akan diangkat menjadi dewa dan mendapat kekuatan yang luar biasa. Tapi jika gagal, maka akan berakhir dengan kematian. Dan yang paling penting, tidak ada yang bisa menggunakan kekuatan sihir dalam jangkauan hukum dewa. Artinya, kita semua. Bisa saja menjadi tumbal untuk mengangkat orang tersebut menjadi dewa!” jelas gadis itu panjang lebar, dia mengepalkan tangannya dan membuang gagang lollipop di tangannya hancur. “Sialan! Siapa yang berani menggunakan formasi terlarang?!” Gadis manis dengan pakaian loli itu menggeram menahan amarah. “Cari orang itu sampai dapat!!”


“Baik, Tuan Putri!!” Beberapa pria berpakaian hitam yang entah muncul darimana langsung menghilang dengan cepat.


Tidak sampai 1 menit, enam pria berpakaian hitam kembali dengan hasil yang sama.


“Maaf, Tuan Putri. Kami tidak bisa menemukan siapapun.”


‘Sialan!’ Gadis yang dipanggil Tuan Putri itu menggertakkan giginya menahan amarah. ‘Orang hina ini, di mana dia bersembunyi sebenarnya?!!’


Sementara itu, di dunia bawah....


“Bagaimana bisa ini terjadi? Siapa yang menggunakan formasi terlarang?” gumam Kathelyne kaget, bukan hanya di dunia manusia. Tapi langit merah dengan sambaran petir yang sama juga muncul di dunia iblis. Bahkan lebih kuat lagi dan itu menandakan bahkan pengguna formasi ada di dunia iblis. “Para roh kegelapan!”


“Ya, Yang Mulia!” Roh-roh kegelapan langsung muncul di belakang Kathelyne yang tengah menghadap ke jendela.

__ADS_1


“Dalam 1 menit, cari tau siapa pengguna formasi dan gagalkan rencananya sebelum hukum dewa dimulai, jika tidak. Maka dunia iblis akan hancur karena kekuatan petir yang kuat!”


“Kami mengerti.”


__ADS_2