
‘H-hampir saja, untung saja jiwa iblisku masih tersegel. Jika tidak, aku pasti akan diburu!’ batin Ethelyne dengan napas tersengal-sengal, dia berdiri di bawah pohon sambil berteduh. ‘Kira-kira, apa yang harus kulakukan setelah identitasku terungkap? Menghabisi mereka yang tau rahasiaku, tapi energi sihirku benar-benar tidak cukup untuk membuat sihir lagi. Sungguh sial, aku seharusnya meminta cuti pada Eadric sialan itu tadi!’
‘Master, apa Anda pikir dia akan mengizinkannya? Anda baru saja mulai bekerja di sini selama dua atau tiga hari, dan Anda mau meminta cuti?? Bahkan pelayan yang telah bekerja bertahun-tahun saja tidak akan berani meminta hal itu pada Pangeran.’
“Humph, siapa yang perduli. Lagipula, ini salahnya sendiri yang membuat Aelene teracuni. Dan lagi, menyembuhkannya dengan sihir yang tidak stabil itu juga menguras setengah energi sihirku tau!”
‘Master.’
Suara Flowing terdengar sangat pelan dan serak. “Ada apa? Tidak mungkin kan hewan spirit bisa sakit.”
‘Anda ini … benar-benar menyebalkan!! Bagiamana mungkin saya bisa memiliki Tuan seperti Anda! Ya dewa, apa dosaku di kehidupan sebelumnya sampai-sampai mendapatkan majikan pengeluh dan banyak hanya seperti ini??’
Ethelyne langsung menutup telinganya saat mendengar suara teriakan Flowing, dia sendiri tidak tau apa masalah hewan spiritnya itu sampai terdengar sangat tertekan.
“Flowing. Apa kau--”
“Sudah kubilang, berhenti mengikutiku!!”
Ethelyne menoleh ke asal suara, dia menatap bingung pria yang terlihat familier. Pria itu terus saja diikuti oleh dua penjaga bayangan dan juga empat pelayan.
‘Kenapa dia terasa begitu familier?’
‘Master, apa Anda sudah lupa? Dia adalah pria yang menabrak Anda saat hendak ke penginapan.’
‘Ah, benar juga! Pria tidak tau terima kasih itu muncul setelah sekian lama.’ Ethelyne menyeringai. “Hehehe, waktunya membalas dendam.”
‘Master, daripada hal itu. Lebih baik--’
“Dia saja yang mengikutiku!”
Ethelyne yang baru saja hendak menghampiri pria itu langsung terkejut saat pria itu menunjukkannya dengan senyum puas.
“Yang Mulia, kami mengawal Anda agar tidak kabur lagi dari kerajaan.”
“Apa ingin membantah perintahku??”
Dua penjaga dan para pelayan saling menatap. “Tapi Yang Mulia …”
“Cukup, ini adalah perintah terakhirku.” Pria itu berjalan ke arah Ethelyne, dia hendak menarik tangan gadis itu namun terhenti saat melihat darah yang terus merembes keluar di bagian lengan Ethelyne. “Apa kau terluka?”
Ethelyne tiba-tiba tersadar, dia sampai lupa dengan rasa sakit karena terik matahari dan pembicaraannya dengan Flowing. ‘Sial, apa jawaban yang harus kuberikan??’
‘Tadi saya sudah ingin memberitahu Anda, tapi Anda tidak mendengarkan sama sekali.’
“Ahaha, aku baik-baik saja. Aku tadi tidak sengaja … eh?” Pandangan Ethelyne tiba-tiba menjadi gelap, dia jatuh dan tak sadarkan diri.
Untungnya, Pria itu dengan cepat menangkapnya hingga tak jatuh ke lantai. “Hei, bangunlah. Apa yang terjadi?” tanyanya sambil menepuk-nepuk wajah Ethelyne pelan.
“Yang Mulia, apa yang terjadi?” tanya salah satu penjaga bayangan, mereka menghampiri Pria itu setelah melihatnya menangkap seorang gadis asing.
Pria itu menggendong Ethelyne ala bridal style. “Panggil tabib ke istana sekarang!”
__ADS_1
“*Eugh*~.” Ethelyne membuka matanya, dia bangun sambil memegang bahunya yang sakit.
‘*Master, bagaimana keadaan Anda? Apa bahu Anda masih sakit*?’
‘Lumayan, di mana aku?’ Ethelyne melihat sekitaran yang tampak asing.
‘*Anda berada di istana pria itu*.’
‘'Pria itu'? Ah, orang yang menabrakku dan kutemui tadi kan? Apa dia menolongku? Aku di istana siapa?’
‘*Saya tidak tau, tapi sepertinya. Saya mendengar salah satu pria yang mengikutinya memberitahu pelayan untuk membawa tabib ke istana Anggrek*.’
‘Istana Anggrek? Apa ini istana Zachary? Jadi dia yang menolongku.’ Ethelyne termenung, dia tiba-tiba tersadar. Ethelyne segera menyentuh wajahnya, untungnya. Cadar yang digunakannya masih menempel di wajahnya, dia menghela napas lega.
Ethelyne menoleh ke arah suara, dia segera berdiri dan memberi hormat. “Semoga Kebahagiaan selalu menyertai Anda, Yang Mulia. Maaf karena tidak mengenali Anda tadi dan terima kasih karena menyelamatkan saya.”
“Tidak masalah, bagaimana keadaanmu sekarang? Kau tadi mengeluarkan banyak darah.”
Ethelyne memegang bahunya, dia tersenyum tipis. “Saya baik-baik saja, saya juga ingin berterima kasih karena tidak melepas cadar saya.”
“Sudah kukatakan tidak masalah, aku hanya ingin tau. Kenapa kau bisa terluka hingga hampir kehabisan darah, apa ada yang mengganggumu di istanaku?”
‘Tidak mungkin kan aku katakan kalau si Eadric sialan itu yang menggangguku!’ Ethelyne berdiri tegak meski pandanganya masih turus ke lantai. “Sata tidak apa-apa, Yang Mulia. Saya hanya tidak sengaja tersesat ke tempat pelatihan dan terkena serangan.”
__ADS_1
“Sungguh? Jadi kau pelayan baru di sini, pantas saja aku tidak pernah melihatmu. Tapi …” Zachary menatap Ethelyne dengan penuh selidik. ‘Kenapa, suaranya terasa sangat familier di telingaku? Apa aku pernah mendengar suara itu sebelumnya?’
“Ya, Yang Mulia. Nama saya Rimuru, saya berkerja di istana Yang Mulia Pangeran ke6.” Ethelyne membungkuk hormat sambil mengangkat ujung gaun pelayannya dengan lembut.
Zachary menatapnya penuh selidik. “Aku tidak tau kalau pelayan tau tata krama layaknya gadis bangsawan.”
‘Mampus!’ Ethelyne mengumpati dirinya dalam hati, dia merutuki kebodohannya yang dengan cerobohnya bersikap anggun dengan penyamaran sebagai pelayan.
‘*Master … silahkan atasi masalahmu sendiri, saya butuh rehabilitasi. Jadi saya permisi, harap jangan memanggil saya dalam 10 hari ke depan*.’
‘Flowing sialan!! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menjadi makanan serigala-serigala iblis itu!’ batin Ethelyne berteriak, dia menghela napas dan menatap Zachary dengan tatapan serius. “Justru itu masalahnya, Yang Mulia. Jika para pelayan tidak memiliki tata krama, maka kerajaan ini akan diremehkan. Sepertinya Anda tidak tau bahwa sebelum dikirim kemari, kami telah mempelajari tata krama dari seorang guru yang berpengetahuan luas.”
“Hem, benar juga. Aku tidak mengerti apapun soal perempuan, beralih ke topik lain. Karena aku sudah menyelamatkanmu, maka mulai sekarang. Kau akan menjadi pelayanku dan memgikutiku kemanapun!”
“Eh? Apa??”
“Tidak boleh!!”
Baik Ethelyne ataupun Zachary menoleh ke arah pintu, Eadric berdiri di ambang pintu bersama Ksatria setianya, Ned.
“Oh, Kakak ke6. Aku tidak menyangka kau akan berkunjung ke istanaku ini,” kata Zachary dengan nada sopan namun berbeda dengan senyumnya yang sinis.
Eadric dengan wajah datarnya berjalan ke arah keduanya dan berdiri di depan Ethelyne hingga menghalangi pandangan keduanya.
‘Apa Yang Mulia sedang cemburu karena Pangeran ke7 ingin mengambil pelayannya? Tapi kenapa? Apa pelayan itu sespesial itu? Dia bahkan bisa menggunakan sihir aneh, dugaanku semakin kuat. Dia adalah … seorang penyihir!’ batin Ned sambil menatap Ethelyne dengan sengitnya. ‘Tidak boleh, aku harus melindungi Yang Mulia!’
__ADS_1
“Ada apa, Kakak ke6? Apa kau tidak ingin memberikan satu pelayanmu?”