Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
112. Roh Jahat


__ADS_3

“Kenapa kau kembali?” tanya Xander dengan tatapan datar dan mata memerah.


“Maaf, Kak Xander. Tapi ini bukan keinginanku, Ibunda--”


“Jangan bersikap seolah kau akrab dengan kami! Meskipun kau di tubuh adikku, kau tetaplah jiwa asing!” Xander menatap dingin Ethelyne yang hanya bisa menunduk.


“Maaf,” cicit Ethelyne. “Tapi ini bukan keinginan saya, Ibu- Yang Mulia Ratu entah kenapa bisa menemukan keberadaan saya dan membawa saya kembali. Ka- Yang Mulia pangeran.” Dia mencengkram erat gaunnya sembari menahan air mata. “Tolong, tolong selamatkan saya … saya tau, Anda. Sangat menyayangi adik Anda, tapi saya.” Ethelyne menahan napas. “Juga memiliki keluarga di dunia sana.”


“Aku tidak bisa membantumu, jika Ayahanda dan Ibunda yang membawamu kembali. Maka aku tak akan bisa melakukan apa-apa, seharusnya kau bersembunyi sampai mereka menyerah. Tapi kau malah berkeluyuran kemana-mana dan membuat mereka menemukanmu.” Xander berbalik. “Kau harus berusaha sendiri jika benar-benar ingin pulang ke duniamu.” Dia berjalan pergi dengan acuh tak acuh.


Ethelyne menatap punggung Xander hingga menghilang dari pandangannya, dia terduduk lemas di kursi dengan senyum tipis. ‘Kakak juga … sudah berubah, siapa yang bisa menolongku sekarang?? Sihir Ayahanda, sangat kuat. Bahkan, aku sendiri tak bisa mematahkannya. Bagaimana aku bisa membantumu? Ethelyne.’


~♥~


Ethelyne tiba-tiba membuka matanya, dia bangun dan menatap kosong ke depan.


Kathelyne yang tengah tertidur langsung terbangun saat mendengar suara, dia menatap Ethelyne terkejut. “Ethel, kau...”


Ethelyne menatap Kathelyne dengan bingung, dia tersenyum. “Maaf, kau siapa ya?”


~♥~


“Jadi maksudmu, dia kehilangan ingatannya?” tanya Kathelyne sambil memegang dagunya berpikir.


“Benar, Yang Mulia Ratu.” Penyihir yang menutupi wajahnya dengan tudung jubah sedikit membungkuk.


“Kau bisa pergi.” Kathelyne mengibaskan tangannya.


Penyihir itu membungkuk dan melangkah mundur sampai mencapai pintu, saat penyihir itu berbalik dan berjalan keluar. Meli yang berdiri di samping pintu langsung menutup pintu dan menatap Kathelyne yang tengah berpikir keras. “Apa yang Anda pikirkan, Yang Mulia?”


“Entahlah, aku merasa ada yang janggal.”


“Maksud Anda?” Meli berjalan ke arah Kathelyne, dia menatap Ethelyne yang juga menatapnya dengan polos.


“Meskipun kehilangan ingatannya, tapi Ethel bukan tipe gadis yang pendiam. Tapi orang ini, dia hanya berbicara sekali ketika baru sadar, apa mungkin. Ada jiwa lain yang tidak sengaja masuk ke tubuh Ethel?”

__ADS_1


“Sepertinya itu tidak mungkin.”


“Kenapa kau berpikir begitu?” Kathelyne menatap Meli bingung.


“Seperti yang Anda katakan sebelumnya, memang memungkinkan jika jiwa lain masuk ke tubuh Nona Ethelyne. Tapi keberhasilannya hanya 3%, berbeda dengan Nona Ethelyne yang memang berasal dari keturunan Gadis suci.”


“Jadi maksudmu, jiwa di tubuh Ethelyne sangat beruntung hingga bisa bereinkarnasi?”


“Itu mungkin saja, atau... bisa saja roh jahat masuk ke tubuh Nona Ethelyne yang tengah kosong dan berpura-pura kehilangan ingatannya.”


“Anu... maaf menganggu obrolan kalian, tapi aku sangat lapar, apa ada yang bisa membawakan makanan?” tanya Ethelyne dengan polos dan langsung menyita perhatian kedua gadis itu.


Keduanya saling menatap sebelum tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dengan piring berisi makanan ringan di tangan masing-masing.


“Ini,” kata Kathelyne dan Meli bersamaan sambil mengarahkan piring di tangan mereka ke Ethelyne.


“Wah, terima kasih.” Ethelyne tersenyum manis, dia mengambil buah kering di piring yang dibawa Kathelyne dan memakannya. “Enaknya.”


~♥~


‘Menarik sekali.’ Seringai tipis muncul di wajah Ethelyne yang tengah menatap ke luar jendela, menatap awan gelap yang sentiasa mendominasi langit. ‘Dengan tubuh baru yang memiliki energi murni ini, aku pasti bisa membuat seluruh dunia menjadi milikku. Sebentar lagi, setelah aku mendapatkan seluruh energi murni ini. Maka aku akan menghancurkan Dewa sialan itu! Karena si berengsek itu, aku terpaksa menghancurkan ragaku! Fufufu, tapi itu tidak buruk juga. Berkat dewa berengsek itu, aku bisa mendapatkan energi murni yang banyak ini.’ Dia tertawa kecil sembari menatap kepalan tangannya. “Sebentar lagi, asal bisa bersabar sebentar lagi. Maka semuanya akan berjalan dengan lancar, semuanya. Aku pasti akan mendapatkan semuanya!!”


~♥~


“Ya, aku jiwa asli tubuh yang kau tempati ini.”


“Hah, baguslah. Dengan begini, seharusnya aku bisa kembali ke tubuhku kan, berada di dunia hitam putih ini benar-benar menyesakkan!”


“Sayangnya itu tidak mungkin.” Lyne menutup matanya dengan anggun.


“Eh, maksudmu?? Bukankah kau jiwa aslinya, jadi seharusnya aku bisa kembali ke tubuhku kan? Tidak mungkin ada dua jiwa dalam satu tubuh.”


“Seperti yang kau katakan, tidak mungkin ada dua jiwa dalam satu tubuh.”


“T-tunggu, jangan hilang...”

__ADS_1


“Ya.” Lyne menatap Ethelyne serius. “Ada jiwa asing yang menyusup ke tubuhmu, terlebih lagi. Itu bukanlah jiwa baik, melainkan... roh jahat.”


“Yang benar saja!” Ethelyne menjambak rambutnya frustasi. “Kenapa aku tidak bisa menjalani hidupku dengan tenang?? Setelah masalah jiwaku dan jiwa Kathel selesai, muncul dunia aneh ini. Dan sekarang, roh jahat merasuki tubuhku. Akh sialan! Aku akan gila kalau terus seperti ini!”


“Soal dunia ini, kau tidak perlu khawatir. Aku bisa membantumu untuk kembali ke duniamu, tapi sebelum itu. Kau harus membantuku terbebas dari sihir ini.”


“Jangan bercanda deh, kalau kau saja tidak bisa. Apalagi aku, lagipula. Kekuatanku tidak terhubung dengan jiwaku.”


Lyne tersenyum misterius. “Sepertinya kau lupa, kekuatan sucimu itu.” Dia menunjuk ke arah dada Ethelyne, lebih tepatnya. Ke jantungnya. “Terhubung dengan jiwamu.”


“Hm, maksudmu?”


“Hah, kau ini terlalu bodoh atau memang tidak memiliki otak?” Lyne memijat pelipisnya pusing, dia lelah harus menjelaskan semuanya pada jiwa asing di depannya.


“Aku tidak bodoh!”


“Cih, terserah kau saja. Yang pasti, kekuatan sucimu itu terhubung dengan jiwamu. Kau hanya perlu tau itu, dan dengan kekuatan sucimu. Kau bisa menghilang sihir Ayahanda, tapi itu juga memiliki resiko.”


“Resiko? Tunggu, tunggu! Kenapa kau bisa tahu banyak tentangku?” tanya Ethelyne dengan mata memicing curiga.


“Kau sepertinya tidak tau, kita menjadi satu di dunia hitam putih ini. Aku bisa melihat ingatanmu, begitu pula dengan dirimu, di dunia ini. Anggap saja jiwa kita timbal balik dengan ingatan yang kita miliki. Dan soal resiko yang kau tanyakan, jiwamu bisa saja tertidur jika gagal mengangkat sihir terlarang ini, jadi. Kau hanya bisa mencobanya sekali.”


“Hah, hanya tertidur saja kan? Lagipula aku bisa bangun lagi, untuk apa begitu panik!” Ethelyne bersedekap dada dengan tampang sombong.


Sementara Lyne terus menatapnya dengan tenang dan tanpa ekspresi. “Jika gagal, jiwamu akan tertidur. Selama berabad-abad.”


“Eh, maksudmu...” Ethelyne tiba-tiba panik.


“Ya, jika jiwamu tertidur. Kita tidak akan tau kapan jiwamu akan bangun lagi, bisa 100 tahun, 200 tahun, atau bahkan. 1000 tahun.”


~♥~~♥~


Hay, Hay. udah lama ga ketemu Mimin, ada yang kaget ga?👉👈☺️


maaf ya temen-temen, Mimin baru sempet update hari ini karena baru dapet ide. bukan berarti mimin sengaja Hiatus selama ini ya, tapi itu karena Mimin kehilangan ide buat lanjutannya 😵

__ADS_1


ini aja Mimin udah berusaha memeras otak hingga kering🤭 nggak bercanda, Mimin nggak sampe kayak gitu kok. tapi karena Mimin Hiatus cukup lama, Mimin bulan ini bakal berusaha untuk tiap hari update. jadi... makasih ya buat pembaca setia Mimin yang setia menunggu cerita ini update. Maafin Mimin juga kalau ceritanya nggak sesuai sama keinginan pembaca, maklumin aja. Mimin ga punya kekuatan supranatural buat baca pikiran pembaca😗


maaf sekali lagi kalau Mimin banyak bicara, sampai ketemu besok 👋


__ADS_2