Queen Of The Demon World

Queen Of The Demon World
40. Gadis Suci


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan damai bagi Ethelyne, namun berbeda dengan para prajurit dan Kesatria yang kini sedang sibuk mencari gadis suci terakhir di kota Starlaxy.


Selama hampir tiga minggu terakhir, Ethelyne menjalani kehidupannya dengan biasa setelah diomeli dan dimarahi Eadric saat dia kembali ke istana.


‘Vio, menurutmu. Apa para kesatria dan prajurit itu akan menemukan gadis suci terakhir?’ batin Ethelyne sambil menyapu taman dengan telaten.


‘Hahaha, meskipun mereka mencari sampai ke ujung dunia sekalipun. Mereka tidak akan menemukan gadis suci.’


‘Ah, kau benar juga ya. Omong-omong, di mana Flowing?’


‘Naga bodoh itu? Dia sedang makan cemilan di ruang waktunya, naga sialan. Dia bahkan tidak membagi cemilannya denganku.’


Ethelyne menahan senyum. ‘Kasihan sekali, hahaha. Apa kau tersiksa karena melihat Flowing makan cemilan tanpamu? Jangan cemas, aku akan memberikanmu cemilan nanti. Apa kau ingin mencoba makan cemilan di kerajaan iblis?’


‘Memang ada cemilan di sana?’


‘Tentu saja.’ Selesai menyapu taman, Ethelyne berjalan ke arah dapur. ‘Cemilan di kerajaan iblis sangat berbeda dengan cemilan manusia, aku bisa memberikannya jika kau mau.’


‘Tentu aku mau! Cemilanku harus lebih enak dari milik Naga bodoh itu!’


‘Baik-baik, terserah kau saja.’




“**Apa kau sudah dengar tentang rumor baru-baru ini**?”



“**Benar, katanya. Gadis suci terakhir telah ditemukan dan itu adalah Nona Glory**.”



“**Wah, betapa beruntungnya Nona Glory menjadi gadis suci**.”



“**Benar, sekarang. Kita tidak perlu khawatir lagi soal invasi iblis baru-baru ini**.”



Ethelyne yang tengah bersih-bersih di kamarnya diam-diam menguping pembicaraan para pelayan yang lewat, dia mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan dari para pelayan. ‘Gadis suci sudah ditemukan? Hah, bagaimana itu mungkin. Terlebih lagi, siapa Glory itu??’



‘*Master, saya kembali*!’



‘Kebetulan sekali, kau dan Vio akan kuberi tugas hari ini.’



‘*Benarkah? Apa itu*?’



‘Kau dan Vio akan menyelinap ke istana Eadric dan cari informasi tentang gadis bernama Glory itu.’



‘*Memangnya kenapa? Bukankah itu hal yang bagus, Nona jadi tidak perlu mengungkapkan identitas Anda pada semua orang dan kita juga bisa merancang rencana untuk perang nanti*.’



‘*Saya setuju dengan Vio, mau bagaimanapun. Identitas Anda sebagai gadis suci dan iblis tidak boleh terungkap*.’

__ADS_1



‘Cih, aku tau. Aku hanya penasaran dengan gadis bernama Glory itu, aku cukup terkejut dengan keberaniannya menyamar sebagai gadis suci terakhir.’ Ethelyne duduk di tepi kasur dengan raut wajah kesal.



‘*Master, Anda ini*--’



“Rimuru, apa kau sedang ada waktu?” tanya Aelene sambil membuka pintu tiba-tiba.



Ethelyne menatapnya bingung. “Iya, ada apa?”



“Begini, begini.” Aelene berjalan masuk terburu-buru, dia mengambil cadar Ethelyne dan memakainya pada gadis itu. “Pangeran ke6 ingin semua pelayan berkumpul, dia ingin memperkenalkan gadis suci terakhir.”



“Ah, maksud Kakak Aelene gadis bernama Glory itu ya?”



“He'em, kau sudah tau?”



“Aku tidak sengaja mendengar ucapan para pelayan tadi, siapa gadis bernama Glory itu? Apa sudah dipastikan kalau dia benar-benar gadis suci?”



“Glory itu adalah Putri satu-satunya dari Count Virza, aku yakin kau tau Count Virza kan.” Aelene memaksa Ethelyne berdiri dan menariknya pergi.




‘*Master, tenanglah. Jika Anda bertindak gegabah, maka semuanya akan berakhir*.’



Ethelyne menggosok telinganya yang gatal. ‘Ya, ya. Aku tau. Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin melihat sehebat apa dia sampai-sampai berani menyamar sebagai Gadis suci.’



Aelene dan Ethelyne berhenti tiba-tiba, di depannya kini penuh dengan kerumunan dan kebisingan. Aelene segera menarik Ethelyne ke salah satu kursi dan duduk.



‘Bukankah ini kursi …’



“Ayo duduk, jangan khawatir. Tidak akan ada yang berani memarahimu,” kata Aelene dengan senyum manis.



Ethelyne duduk di samping Aelene, dia melirik gadis di sampingnya. ‘Apa kau juga menyembunyikan identitasmu sepertiku?’



“Lihat, itu mereka!” Aelene menunjuk ke satu arah.


__ADS_1


Ethelyne mengikuti arah yang ditunjuk Aelene, pandangannya langsung terarah ke seorang gadis cantik dengan rambut dan mata berwarna pink. Senyumannya terlihat sangat indah dengan gaun berwarna biru.



“Apa dia gadis bernama Glory itu?” tanya Ethelyne berbisik.



“Iya, dia cantik kan. Meskipun tidak secantik kau, tapi tetap saja. Dia yang akan menjadi pelindung untuk negara ini.”



“Ya, Kakak benar.” Ethelyne tersenyum miris. ‘Kasihan sekali, aku ingin melihat sekuat apa kekuatan sucinya.’



‘*Master, jangan mempermainkan manusia lemah yang rapuh. Di buku pun, tidak tercantum nama Glory. Kebanyakan dari gadis suci adalah seorang yatim piatu yang orang tuanya menghilang atau mati dalam kecelakaan*.’



‘Aku kan, hanya ingin sedikit melihat kekuatannya. Itu bukanlah hal yang susah, kan. Lagipula, gadis suci seperti tidak mungkin tidak bisa mengalahkan binatang iblis.’ Warna mata Ethelyne berubah menjadi merah sekilas, tiba-tiba. Muncul portal di belakang Glory.



Para rakyat yang belum pernah melihat portal itu masih tampak bingung, begitu pula dengan para pangeran, Duke, Raja dan Ratu, dan Glory sendiri.



Saat masih kebingungan, tiba-tiba. Keluar lima serigala iblis berukuran besar dari portal dan langsung membuat para pelayan dan rakyat langsung heboh dan lari menyelamatkan diri sendiri.



Para pangeran, Duke, Raja dan Ratu, maupun Glory segera dilindungi oleh para kesatria dan prajurit.



Aelene yang melihat situasi kacau berdiri sambil menutup mulutnya, apalagi tatapannya terarah ke seorang pria paruh baya yang menarik pedang di pinggangnya.



“Kakak Aelene, kita harus segera pergi sekarang juga.” Ethelyne berdiri dan menarik tangan Aelene, namun gadis itu masih tetap diam di tempatnya dan tampak terkejut. “Kakak Aelene!”



“Ayah,” cicit Aelene, dia melepaskan genggaman tangan Ethelyne dan berlari ke arah mereka.



Ethelyne yang kaget sekaligus bingung tidak dapat mencegah Aelene. “Kakak Aelene, itu berbahaya!!”



Aelene masih terus berlari ke arah mereka tanpa memperdulikan peringatan Ethelyne, gadis itu berdecak. ‘Sialan, kenapa jadi kacau begini??’ Mata Ethelyne berubah merah. ‘Kembalilah sekarang juga!’



Namun bukannya patuh, para binatang iblis justru semakin menggila dan hendak mencakar Aelene dan Glory.



Ethelyne yang melihat hal itu terkejut, sebelah matanya berubah biru. Tiba-tiba, sebuah pedang bercahaya putih muncul di langit dan langsung menusuk tepat ke semua binatang iblis. Napas Ethelyne tiba-tiba tak beraturan, dia menyentuh dada yang berdetak cepat. Ethelyne menatap Aelene yang tampak memeluk pria paruh baya itu sambil menangis sesegukan. ‘Aelene.’ Dia menghela napas pelan, warna mata Ethelyne perlahan-lahan kembali seperti semula. Dia berbalik dan berjalan peri dengan acuh tak acuh. ‘Seharusnya aku memang tidak mengambil resiko.’



‘*Master, ini bukan kesalahan Anda*.’


__ADS_1


‘*Benar, Nona. Ini semua karena gadis pembohong itu! Dia sangat berani menyamar menjadi gadis suci di depan gadis suci, jika Anda mengizinkan. Biarkan saya mencabik-cabik dia sampai mati*!’


__ADS_2