
"Chenran, siapa dia?"
Wei Sichu bertanya sambil berjalan ke arah Hua Chenran dan Leng Yuesheng, dengan rasa cemburu. melihat dengan tatapan dingin ke arah Leng Yuesheng. Ini jelas seperti postur seorang laki-laki yang bertanya kepada pacar nya, siapa laki-laki lain yang duduk di depan pacarnya?
Setelah mendengar kata-kata yang di tanyakan oleh, Leng Yuesheng terus melihat ke arah Wei Sichu dengan wajah gelap, dan mata nya dipenuhi dengan amarah. Sial apakah anak Wei Sichu ini berpikir, bahwa Ran'er ini adalah pacar nya?
Mata Wei Sichu dan Leng Yuesheng saling memandang, dengan percikan api di mata mereka berdua.
Tapi apakah Hua Chenran tahu bahwa Wei Sichu cemburu? Tentu saja dia tidak! dan Hua Chenran menjawab sesuai dengan amarah nya tentunya. Jadi Hua Chenran melihat wajah Leng Yuesheng dengan mendengus dingin dan Hua Chenran langsung menjawab dengan dingin.
"Tidak mengenalnya"
"Ran'er kenapa kamu tidak mau mengakui hubungan di antara kita berdua? Bahkan jelas kita sudah berciuman malam itu"
Leng Yuesheng segera berkata dengan amarah dalam kata-kata nya, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hua Chenran. Tapi wajah dan mata terlihat sangat sedih, seolah-olah Hua Chenran telah merugikan diri nya, tetapi Hua Chenran tidak pernah bertanggung jawab kepada dirinya.
Setelah mengatakan itu, Leng Yuesheng kemudian melihat ke arah Wei Sichu, dengan senyum kecil dan tatapan mata provokatif. Seolah-olah berkata bahwa dia dan Hua Chenran sudah berciuman, jadi kamu itu apa?
Wajah Hua Chenran segera menjadi gelap dan matanya menjadi dingin, Nima! Leng Yuesheng si cabul ini bertingkah seperti dirugikan oleh dirinya, padahal siapa yang sebenar nya dirugikan? Juga itu hanya ciuman di pipinya saja, batuk...... walaupun mereka berdua sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman saja, tiba-tiba pipi Hua Chenran memerah dan wajah nya terlihat agak linglung.
Berbeda dengan reaksi Hua Chenran, Wei Sichu sudah maju dan menarik kerah baju Leng Yuesheng dan juga kemudian meninju wajah nya. Lalu Leng Yuesheng terjatuh ke lantai dan darah mengalir di sudut mulut nya.
"Jangan bicara omong kosong"
Suara pukulan dan jatuh nya Leng Yuesheng terdengar begitu keras, membuat Hua Chenran pulih dari pikiran nya yang mengembara. Dia sangat terkejut, untung saja dia hari ini bisa mengendalikan diri untuk tidak mengatakan apapun, dalam amarah nya. Tetapi dia tetap marah, kenapa harus mengingat kenangan gelap dalam hidup nya. Mata dingin itu kembali menjadi sedikit tenang.
"Sudah cukup kalian berdua, beri aku ketenangan" Hua Chenran berkata dengan suara yang dingin seperti biasanya. Hua Chenran tidak ingin menjadi tontonan murid lainnya.
Lalu suara perut Hua Chenran itu kembali memecah keheningan di antara mereka bertiga.
Hua Chenran agak malu, tapi dia segera berkata kepada Leng Yuesheng dan juga Wei Sichu"Ayo makan dulu!"
Karena jika tidak dimakan oleh tiga orang, makanan yang dimasak oleh dirinya ini akan menjadi sia-sia. Jadi lebih baik ada yang memakan nya, dari pada makanan ini terbuang dengan percuma, karena dia tidak ingin menyia-nyiakan makanan.
Sepertinya Lin Huayu tidak bisa memakan camilan, yang sudah dia persiapkan sebelum berangkat ke sekolah tadi.
Di Kafetaria Lantai 1
"Hachihh......, Siapa yang sedang berbicara tentang ku dibelakang?"
Kata Lin Huayu sambil mengusap hidungnya, kemudian dia merasa firasat buruk. Sepertinya akan ada sesuatu yang penting hilang dan tidak bisa dinikmati lagi oleh dirinya.
__ADS_1
Back to the story .......
Senyum segera mengembang di wajah Leng Yuesheng, saat Hua Chenran mengajak dirinya untuk makan siang bersama dengan nya. Kemudian dia bangun dari lantai kelas, menghapus darah dari sudut mulutnya, setelah itu Leng Yuesheng dengan cepat pergi duduk di depan Hua Chenran, lalu dia segera memandang Wei Sichu dengan mata penuh kebencian dan setelah itu baru dia memakan makanan nya.
Melihat tatapan penuh kebencian Leng Yuesheng terhadap diri nya, senyum penuh ejekan muncul di wajah Wei Sichu. Dia tahu kenapa Hua Chenran mengajak mereka bertiga untuk makan bersama, karena ada tiga porsi makanan di sini dan Wei Sichu tahu satu porsi nya lagi untuk Lin Huayu. Tetapi Lin Huayu tidak ada disini, jadi Hua Chenran tidak ingin menyia-nyiakan makanan dan akhir nya Hua Chenran mengajak Leng Yuesheng untuk makan siang bersama dengan dirinya juga.
Setelah selesai makan, tidak ada yang berbicara satu pun, suasana nya juga agak aneh. Hua Chenran juga tidak ingin berbicara, karena dia mencium bau bubuk mesiu yang berat di udara, seperti orang yang akan perang. Dia tidak bisa mengerti sama sekali hal yang aneh seperti suasana hening ini.
Tepat saat Hua Chenran ingin untuk mengusir Leng Yuesheng dari kelas, suara bel masuk berbunyi dan itu segera memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.
Kringgg........
(Suara bel masuk berbunyi)
"Ran'er sampai jumpa nanti pulang sekolah" Kata Leng Yuesheng sambil tersenyum lembut, mata bunga persik coklat itu mengedip ke Hua Chenran penuh dengan pesona.
"Ternyata sadar diri juga! Pergi sana!"
Hua Chenran berkata kepada Leng Yuesheng sambil mendengus dingin.
"Xiao ran!!"
Panggil Lin Huayu sambil membuka pintu kelas dan sangat terkejut ketika melihat Leng Yuesheng, Wei Sichu dan Hua Chenran makan bersama.
Lin Huayu melihat Leng Yuesheng dengan jengkel, huh...itu seorang pencuri camilan.
Nama Leng Yuesheng terus berganti dari Si Cabul, terus menjadi seorang pencuri camilan.
Mu Yaning, Yan Jina dan Yun Xi juga melihat ke arah Leng Yuesheng dengan mata berbinar, senior tampan dari klub drama ke kelas mereka.
Leng Yuesheng tidak tahu kenapa gadis yang berdiri di depan pintu memusuhi dirinya, tapi ya sudahlah.
Pokok nya hari ini dia sangat senang senang bisa makan siang bersama.
Lalu dia berjalan ke luar kelas sambil tersenyum kecil, murid perempuan yang melihat senyum Leng Yuesheng wajahnya langsung tersipu.
"Dasar AC sentral"
Kata Hua Chenran dengan dingin.
Mu Yaning, Lin Huayu, Yun Xi dan Yan Jina saling melirik dan ingin menggoda Hua Chenran, tetapi melihat wajah gelap Wei Sichu yang duduk di sebelah Hua Chenran. Mereka berempat segera tutup mulut dan duduk dengan jujur dan tenang.
__ADS_1
Sebenarnya Wei Sichu ingin bertanya kepada Hua Chenran, apakah mereka berdua berciuman itu benar? Tapi Wei Sichu lebih suka tidak tahu, dari pada hatinya hancur bahkan sebelum mengaku, kan tidak estetik jadi nya!
Skip pulang sekolah....
Di dalam mobil Lin Huayu dan Hua Chenran sedang menjelajahi Weibo.
"Xiao ran, lihat! Jian Liu memposting foto-foto Yi'er dan Yan'er di taman"
Kata Lin Huayu dengan heboh.
"Kalau begitu, kita pergi ke taman saja sekarang" kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya sambil melirik ke arah Lin Huayu.
"Supir Zhang, tujuan berikutnya adalah taman perumahan elit"
Kata Lin Huayu dengan penuh semangat.
Taman Perumahan Elit,
"Kenapa mobil ambulan lama sekali datang?" Kata salah satu bibi dengan penuh kecemasan.
"Ya, kasian kakek itu jika ditunda terlalu lama" kata seorang anak kecil dengan wajah penuh simpati.
"Apa tidak ada dokter di sekitar sini?"
Teriak salah satu bibi dengan keras di sekitar taman, mungkin siapa tahu ada dokter di sekitar taman ini.
"Tolong beri jalan, saya bisa menolong kakek itu" Suara yang manis tetapi di penuhi dengan keseriusan, terdengar di telinga orang-orang di sekitar.
Semua orang kembali diam dan membuka jalan, membiarkan orang yang mengeluarkan suara yang bisa menolong kakek itu, untuk pergi menyembuhkan. Tetapi mereka semua segera terkejut, ternyata yang berbicara adalah seorang gadis muda yang berusia sekitar 14 tahun.
Semua orang agak skeptis, bisakah gadis muda itu menolong kakek yang sedang sekarat ini?
Ya, yang berbicara untuk menolong adalah Hua Chenran. Kebetulan saat mereka berdua sedang berjalan untuk menemui Yi'er dan Yan'er di taman, mereka berdua melihat banyak orang yang ramai dan berbicara tentang orang yang sekarat dan ambulan itu belum datang sampai saat ini, jadi dari kejauhan Hua Chenran mulai ingin membantu, karena dia punya kemampuan untuk membantu, jadi kenapa dia tidak membantu?
Semua orang terlihat mengelilingi seorang kakek yang terlihat jelas sedang susah bernafas, makanya orang-orang ini mengatakan kakek itu sedang sekarat. Jadi Hua Chenran memeriksa nadi kakek itu, kemudian setelah dia yakin tentang penyakit itu, Hua Chenran mengeluarkan sekotak jarum perak dari dalam tas.
Begitu melihat jarum perak, banyak orang yang wajah nya berubah dan ada yang memarahi Hua Chenran.
"Apa yang sedang kamu lakukan?"
"Ya, jika tidak bisa membantu jangan bermain dengan jarum perak untuk membunuh orang"
__ADS_1
"Gadis kecil! Jangan bermain-main, kamu bisa di tangkap atas kasus Pembunuhan di sengaja nanti"