
"Cukup! Xiao ran bermaksud baik untuk membantu orang, kenapa kalian para bibi ini malah terus mengatakan hal-hal yang buruk"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah dipenuhi kemarahan.
"Gadis kecil, apa kedua orang tua mu itu tidak pernah mengajari mu untuk menghormati orang yang lebih tua?"
Tanya salah satu bibi dengan agresif, karena dituduh mengatakan hal-hal yang buruk oleh Lin Huayu.
"Jarum perak itu adalah teknik pengobatan akupuntur dari Tiongkok kita, jadi berhentilah untuk berbicara yang bukan-bukan. Untung saja ada gadis kecil ini yang mau untuk membantu... Jika tidak.... anda sendiri tahu apa yang terjadi!" Kata salah satu bibi, yang tidak tahan lagi mendengar ocehan bibi-bibi lain yang tidak ada habisnya, jadi dia berusaha untuk mencerahkan beberapa orang yang berkata hal-hal yang buruk kepada Hua Chenran.
Saat ini Hua Chenran bahkan tidak mendengar perkataan mereka, yang akan mengganggu pengobatan nya.
Juga sekarang dia sedang terfokus pada denyut nadi nya, kemudian mata Hua Chenran sedikit berbinar. Yang membuat kakek ini tidak bisa untuk bernafas, adalah racun di tubuhnya yang sedang bereaksi lagi. Racun ini sudah sangat lama berada dalam tubuh kakek ini, tetapi racun ini tidak terlalu sulit untuk di hilangkan sepenuh nya, dengan perawatan yang tepat dari dirinya.
Tetapi sekarang Hua Chenran hanya bisa menghentikan penyebaran racun dalam tubuh kakek itu. Kemudian Hua Chenran mengambil jarum perak dan dengan cepat satu persatu, jarum perak ditusukkan ke titik akupuntur di dada kakek itu. Lalu dia mulai memasukkan sedikit aura spritual ke dalam tubuh kakek, untuk membuat racun itu berhenti menyebar ke organ vital hati dan juga jantung kakek ini.
Beberapa saat kemudian wajah pucat kakek itu terlihat sedikit kemerahan, itu artinya kondisi tubuh kakek ini sudah membaik. Mata kakek itu juga perlahan terbuka dan mata kakek itu di penuhi dengan kebingungan.
"Lihat itu! Kakek yang sekarat itu sudah sadar sekarang, bahkan wajah pucat juga sudah membaik. Jadi apa yang bisa kalian tuduh pada Xiao ran sekarang? Kalian para bibi harus tetap meminta maaf kepada Xiao ran, karena sudah menuduh hal-hal yang buruk untuk Xiao ran"
Lin Huayu berkata dengan nada yang dingin dan serius, dia selalu percaya bahwa Hua Chenran tidak akan bisa bermain dengan nyawa manusia, jika Hua Chenran mengatakan bahwa dia akan bisa menyelamatkan nya.
"Sudahlah Huayu!"
Kata Hua Chenran dengan tenang.
Dia tidak akan terlalu mempedulikan hal-hal seperti ini, itu hanya akan membuang waktu dan tenaganya saja.
Huayu hanya mendengus dingin, tapi dalam hati nya dia ingin tertawa terbahak-bahak, Lin Huayu tidak yakin bahwa temannya Hua Chenran yang berperut hitam, akan mudah untuk memaafkan orang-orang yang berlidah panjang seperti mereka.
Setelah mengatakan itu kepada teman nya Lin Huayu, Hua Chenran kembali melihat ke arah kakek dan dia segera bertanya dengan suara yang lembut
"Kakek, bagaimana? Apakah kakek sudah merasa lebih baik?"
Suara Hua Chenran tidak sedingin biasanya, tidak mungkin untuk mengobati pasien yang sakit, dia menanyakan sesuatu dengan suara yang dingin. Bukankah itu akan membuat pasien semakin tertekan?
"Ya, aku merasakan tubuh ku sudah merasa lebih baik sekarang"
Jawab kakek dengan suara yang sangat lemah.
Mendengar jawaban dari kakek itu, Hua Chenran menghela nafas lega.
Tetapi orang yang sudah terlanjur mengatakan dan menuduh dengan kata-kata yang kasar kepada Hua Chenran, hanya menunduk malu untuk mengatakan sesuatu, juga dalam hati mereka tidak perlu untuk meminta maaf, kepada gadis yang lebih muda dari pada mereka. Jadi mereka tidak mengatakan apa-apa lagi dan segera pergi dari kerumunan.
__ADS_1
Tetapi setelah jauh dari Hua Chenran orang-orang itu menemukan sesuatu yang aneh, yaitu lidah mereka kebas dan kelu. Apapun yang mereka coba katakan, suara yang keluar tidak ada yang benar, mereka terdengar seperti orang yang bisu.
"Kakek sekarang saya akan mencabut jarum perak ini, jadi tahan sebentar"
Kata Hua Chenran dengan lembut dan melihat kakek itu sudah mengangguk, Hua Chenran pun segera mencabut jarum perak dari titik akupuntur di dada kakek itu.
Melihat seorang gadis muda yang lembut, cantik, sopan dan juga pintar menggunakan teknik akupuntur dari pengobatan Tiongkok kuno, kakek itu sedang dalam suasana hati yang baik.
Lalu dia melihat ke arah Hua Chenran dan berkata dengan nada yang tulus
"Gadis muda terimakasih sudah menolong kakek hari ini"
( Jika Lin Huayu tahu pemikiran kakek itu tentang temannya Hua Chenran, Lin Huayu pasti akan bertanya kepada kakek itu, apakah kakek sehat? Hua Chenran itu lembut dan sopan? Kenapa dia tidak pernah tahu jika temannya itu lembut dan sopan? )
"Tidak masalah kakek, bukankah sesama manusia itu harus saling tolong menolong, jika kita memiliki kemampuan untuk membantu orang iti, mengapa kita tidak membantu?"
Kata Hua Chenran masih dengan suara nya yang lembut.
Lin Huayu yang mendengar dari samping agak ketakutan, dia kira suara lembut itu hanya bertahan sebentar saja. Sepertinya hari ini temanya ini benar-benar sudah mengubah jenis kelamin nya.
Hua Chenran yang tidak tahu tentang pemikiran Lin Huayu, dia sedang menyuruh orang untuk membantu mengangkat kakek itu dan setelah itu membaringkan nya ke bangku taman, yang sudah di lapisi dengan kain, supaya tubuh kakek itu tidak kedinginan. Juga orang-orang melihat bahwa kakek itu sudah mulai terlihat lebih baik, jadi banyak orang memilih untuk bubar dan pergi melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Sementara itu Hua Chenran dan juga Lin Huayu tinggal untuk menjaga kakek itu, sampai mobil ambulan datang dan membawa kakek itu ke rumah Sakit.
Kata Lin Huayu bermaksud untuk menghibur kakek, yang sedang tidur berbaring dengan tubuh lemah.
Mendengar ambulan yang akan segera datang, kakek itu terkejut dan langsung spontan mengatakan
"Tidak!"
"Kakek, kenapa?"
Tanya Hua Chenran dan Lin Huayu secara bersamaan dengan wajah yang terlihat penasaran.
"Tidak ingin pergi! Tidak suka dengan rumah sakit. Bau di rumah sakit itu bisa membuat orang muntah, banyak hantu dan penampakan di sana"
Jawab kakek itu dengan keras kepala dan terlihat kekanak-kanakan. Tapi dia sebenarnya sangat malu untuk menjawab seperti ini, untung saja tidak ada temannya yang melihat dia mengatakan hal yang naif, dan juga sangat kekanak-kanakan seperti ini.
Juga jika dia dibawa ke rumah sakit, semua orang pasti akan tahu bahwa dia keracunan dan perusahaan yang dikelola olehnya pasti akan kacau.
"Kalau begitu, bagaimana dengan kerabat kakek? Biar saya telepon supaya mereka bisa menjemput kakek di taman ini" Saran Hua Chenran.
Mengingat putranya yang sudah tidak ada lagi di dunia, membuat wajah kakek terlihat sedih dan dia tidak menjawab apapun. Lin Huayu yang melihat kesedihan di wajah kakek segera menyenggol Hua Chenran, dan Hua Chenran mengatakan semua dia tahu dan segera berkata
__ADS_1
"Maaf kakek, sudah mengatakan hal yang membuat mu sedih"
Kata Hua Chenran dengan tulus. Apa karena kerabat kakek itu sudah tidak ada lagi di dunia ini, ya?
"Tidak apa-apa! Kakek sudah mengirim pesan ke supir dan pengawal kakek, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai ke sini"
Kata kakek dengan suara yang tenang.
"Xiao ran!, Huayu!"
Panggil Jian Zi dan Jian Liu dari belakang Hua Chenran dan Lin Huayu.
Mendengar panggilan dari suara yang akrab, Hua Chenran dan Lin Huayu membalikkan badan mereka dan melihat ternyata itu adalah Jian Zi dan Jian Liu yang memanggil mereka.
"Kakak Zi! Kakak Liu, kemarilah!"
Kata Hua Chenran dan Lin Huayu secara bersamaan, sambil tersenyum dan melambaikan tangan mereka.
Tetapi mata mereka berdua terfokus ke kereta bayi yang didorong oleh Jian Zi dan Jian Liu.
Kemudian Hua Chenran dan Lin Huayu segera menggendong Yi'er dan Yan'er dengan gemas, dan juga ikut menggoda nya beberapa kali.
"Gadis kecil kamu terlihat seperti seorang ibu kecil sekarang"
Kata kakek itu hanya bertujuan untuk bercanda saja.
Hua Chenran membalikkan badannya dan melihat ke arah kakek dan segera bertanya sambil tersenyum
"Benarkah seperti itu?"
Kakek itu tidak menjawab pertanyaan Hua Chenran karena dia sekarang sudah sangat terkejut, cukup syok! Setelah melihat wajah bayi, yang ada dalam gendongan Hua Chenran. Lalu dia kemudian menenangkan dirinya untuk bertanya, tapi sebelum itu dia mendengar suara Lin Huayu.
"Kurasa itu benar!"
Kata Lin Huayu sambil mencium pipi Yi'er beberapa kali.
Lalu kakek itu kemudian melihat bayi yang digendong oleh Lin Huayu, dia melihat wajah bayi Yi'er dan kakek itu mengalami syok lagi! Sekarang dia tidak bisa bersikap tenang dan nafas nya menjadi agak sesak dan setelah itu kakek itu pingsan.
"Kakek!"
"Kakek!"
Teriak Hua Chenran dan Lin Huayu secara bersamaan dengan ekspresi khawatir di wajah nya.
__ADS_1