
"Apa yang bisa dilakukan?"
Tanya Lan Huang dengan wajah yang tidak berdaya. "Merupakan berkah kedua anak bau itu tidak bertengkar setiap harinya, juga biarkan saja itu urusan mereka berdua, sebagai seorang kakek, aku hanya bisa mendukung mereka berdua"
Kata Lan Huang dengan suara yang terdengar sangat lega.
"Tapi, bukankah ini tidak benar sama sekali? Seorang gadis, dua suami...
I...ini... bagaimana mungkin?"
Tanya Xu Bo agak keberatan, jika hal seperti ini terjadi, bukankah ini hal yang tidak bermoral sama sekali? Jika itu satu suami dan dua istri mungkin saja, tapi ini.... memalukan di mata dunia. Bukankah reputasi kedua tuan muda dan gadis Hua akan rusak? Ide patriak ini sangat tidak terjangkau oleh pikirannya.
"Xu Bo, kamu sudah bekerja di rumah ini sejak kecil, kamu juga temanku, jika hanya salah satu yang dipilih, bukankah yang satunya akan sangat terluka? Bahkan jika aku secara paksa menjodohkan salah satu dari mereka, pastinya tragedi 16 tahun yang lalu, akan terjadi lagi. Aku tidak ingin ini terjadi lagi, yang penting adalah kebahagiaan mereka. Kedua anak bau itu terlalu menderita, tapi lihat sejak Shang'er bertemu dengan Xiao Ran ada senyum di wajahnya, semenjak ibunya meninggal anak itu tiba-tiba menjadi dewasa dalam semalam, dia menjadi semakin dingin seiring pertumbuhan nya, ini membuat ku tertekan selama beberapa tahun"
Kata Lan Huang dengan senyum seperti bunga di wajahnya, tapi matanya bersinar licik seperti rubah.
"Tapi... apakah nona Hua tidak keberatan dengan hal ini?" Tanya Xu Bo lagi dengan bingung.
"Ekhm...tentu saja lihat triknya"
Kata Lan Huang yang senyuman nya itu penuh dengan perhitungan. Dia harus melakukan hal ini untuk kedua cucunya yang bau, masa depan pasti akan lebih menarik di rumah ini.
Xu Bo disamping yang melihat senyum penuh perhitungan di wajah Lan menggigil dengan hebat, lalu dia menghela nafas tidak berdaya. Namun kegembiraan di matanya tidak di sembunyikan. Memang ada tuan ada seorang pelayan!.
"Tuan Patriak jangan lupa anak dari keturunan keluarga Mo, Wei Sichu sepertinya juga penuh kasih sayang terhadap nona Hua, tapi jika tidak ada saingan yang potensial, bagaimana mungkin kedua tuan muda akan panik" Tambah Xu Bo dengan senyum seperti bunga di wajahnya.
"Ehkm.....kamu menebaknya dengan baik, biarkan saja berjalan sesuai dengan arus, tapi juga harus ada yang mendorong di belakang layar"
Kata Lan Huang penuh dengan rasa kegembiraan, kedua cucu yang bau, kalian berdua harus berterimakasih kepada kakekmu ini.
Di Ruang tamu lantai 1, Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sedang duduk minum teh dan juga menikmati pemandangan.
"Kapan kita akan kembali?"
Tanya Hua Chenran dengan santai, lalu dia mulai menyesap teh lagi. Dia sudah sangat merindukan kedua bayi nya yang imut, dia ingin segera pulang. Juga ada alasan yang lain, seperti ada yang memperhitungkan dirinya, punggungnya kedinginan!
Dia merasakan firasat yang sangat buruk, jika dia tidak segera pergi dari rumah keluarga Lan ini, dia merasa seperti akan dijebak dengan kedua orang laki-laki di sampingnya ini seumur hidup.
Cangkir teh di tangan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng sedikit bergetar, karena kesenangan beberapa hari ini mereka sepertinya lupa, bahwa mereka harus kembali ke kota A untuk sekolah, ini sedikit kejam!
__ADS_1
"Nanti sore, biarkan aku memesan tiket pesawat nya nanti"
Kata Lan Yueshang dengan suara yang dingin dan tenang, tapi dalam nada suaranya terdengar agak berat.
Betapa senangnya, jika putranya juga ada di sini dengan Hua Chenran, maka benar-benar terlihat seperti keluarga tiga yang harmonis.
"Aku akan memberitahu kakek nanti"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang tenang, tapi nada suara nya terdengar agak enggan, lagipula dia juga merindukan putranya, keluarga tiga akhirnya lengkap.
Pada saat mereka bertiga sedang berbicara, ponsel Hua Chenran berdering. Melihat nama orang yang meneleponnya, Hua Chenran langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo Sichu, ada apa?"
Begitu Lan Yueshang dan Leng Yuesheng mendengar siapa yang menelepon Hua Chenran, wajah mereka berdua menjadi gelap. Apalagi Hua Chenran selalu saja memanggil nama Sichu itu dengan lembut, kapan Ran'er memanggil nama mereka berdua dengan lembut?
"Itu....em, kapan kamu akan kembali ke kota A?" Suara lembut Wei Sichu terdengar dari ujung telepon. Jika bukan karena Yue Ning terus menerus datang ke rumah keluarga Mo untuk terus menjerat dirinya setiap hari, dia pasti akan pergi ke rumah keluarga Lan untuk berkunjung ( melihat Hua Chenran ).
"Rencana hari ini, waktu sore. Dan kamu Sichu?" Tanya Hua Chenran balik pada Wei Sichu.
"Em....., Bagaimana jika kita pulang bersamaan saja? Bukankah itu lebih baik dari pada aku hanya sendiri saja? Lebih baik bersama-sama, bukan?" Kata Wei Sichu dengan sedikit usaha provokatif, dalam nada suaranya di ujung telepon.
Tanya Hua Chenran sekali lagi
"Pesankan untuk ku satu, aku tahu kakak senior Lan pasti akan memesan tiket pesawat nya nanti!"
Kata Wei Sichu dengan suara yang santai, tapi ekspresi wajahnya saat ini menyeringai seperti rubah, pupil ungu itu bersinar cerah. Wei Sichu tertawa terbahak-bahak dalam hatinya, dia ingin melihat bagaimana ekspresi gelap di wajah si gunung es itu, saat membantu membeli tiket untuk nya, hahaha.....
Hua Chenran yang tidak mengerti perang, di antara ketiga orang yang dia anggap sebagai teman nya, tentu saja tidak tahu apa-apa, hatinya enteng dan langsung menjawab
"Oke, aku akan memberitahu nya!"
Wajah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng semakin gelap dan gelap, mendengar isi pembicaraan mereka berdua, Rubah kecil itu pasti yang menghasut Ran'er nya yang polos.
Tercela! Tidak tahu malu!!
Wei Sichu ini pasti tahu bahwa dia, Lan Yueshang tidak akan pernah menolak permintaan Hua Chenran.
"Shang, tolong tiket pesawat satu lagi untuk penerbangan yang sama dengan kita bertiga" kata Hua Chenran dengan sedikit malu, karena baru kali ini dia memanggil nama nya Lan Yueshang. Juga dia selalu sangat marah dan kesal ketika mengingat bahwa Yue Qing memanggil nama Lan Yueshang dengan sangat intim.
__ADS_1
"Oke, aku mengerti!"
Jawab Lan Yueshang dengan tenang.
"Xu Bo?"
Kata Leng Yuesheng dengan bingung, saat melihat Xu Bo berjalan ke arah mereka bertiga dengan wajah gugup.
"Tuan muda Shang, tuan muda Sheng dan nona Hua, tolong pergi ke ruang belajar patriak" Kata Xu Bo dengan suara yang tenang, ekspresi wajahnya berubah seolah kegugupan itu tidak ada sama sekali.
Hua Chenran, Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, mereka bertiga pun saling memandang, lalu berjalan di belakang Xu Bo, menuju ke ruang belajar nya kakek.
Di dalam ruang belajar patriak,
"Kakek!"
Mereka bertiga menyapa dengan sopan.
"Masuk, duduk lah! kapan kalian bertiga ke kota A?"
Kata Lan Huang dengan senyum enggan di wajahnya.
"Kakek kami akan kembali hari ini"
Kata Leng Yuesheng pada Lan Huang.
"Cepat sekali!" Seru Lan Huang, lalu dia mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru dari laci meja nya.
Kemudian Lan Huang berkata
"Xiao Ran terimakasih sudah membuat racun kakek menghilang sepenuhnya, jadi tolong terima hadiah dari kakek ini!"
Hua Chenran ingin menolak tapi melihat ekspresi harapan di wajah kakek, akhirnya Hua Chenran pun membuka kotak dan melihat cincin yang terlihat mahal di dalam kotak
"Kakek sepertinya hadiah ini terlalu besar bagi Xiao Ran?"
"Ini adalah hati kakek oke, terima saja, anggap hadiah pertemuan dengan kakek" kata Lan Huang dengan senyum di wajahnya. Ini rencana yang sukses!
"Baiklah, Xiao Ran menerima hadiah kakek" kata Hua Chenran dengan suara yang tenang. Kenapa rasanya seperti diperhitungkan oleh orang lain lagi.
__ADS_1