Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 72. Pameran Tanaman Herbal


__ADS_3

"Apakah kalian berdua sudah menemukan, hal-hal yang menarik di pasar barang antik ini?"


Tanya Wei Sichu dengan senyum di wajahnya. Dari senyum bahagia di wajah Chenran, dia bisa menebak mungkin saja Chenran sudah dapat menemukan yang disukainya.


"Tentu saja, Sichu kami sudah menemukannya" kata Hua Chenran Sambil mengulurkan tangannya ke depan dan memperlihatkan gelang giok ungu yang dipakai olehnya.


Melihat tangan Hua Chenran yang seputih salju dengan gelang giok ungu di pergelangan tangan, tanpa sadar Wei Sichu mulai mengulurkan tangannya dan meraih pergelangan tangan Hua Chenran, mengelus gelang giok ungu itu dan berkata dengan senyum lembut di wajahnya.


"Ini sangat cocok untuk mu"


"Benarkah?"


Tanya Hua Chenran tidak yakin.


Tapi sepertinya Hua Chenran tidak menarik tangannya, saat Wei Sichu memegang pergelangan tangannya.


"Tentu saja cocok!" Wei Sichu menjawabnya dengan penuh keyakinannya.


lalu Wei Sichu kembali berkata kepada Hua Chenran "Chenran, untuk mu"


Hua Chenran kemudian mengambil lentera kelinci yang diberikan oleh Wei Sichu untuk dirinya.


"Terimakasih! Aku menyukainya"


Kata Hua Chenran dengan tenang, dengan senyum kecil terbentuk di bibirnya yang kemerahan.


Senyum di wajah Wei Sichu menjadi semakin cerah, matanya memandang kearah Hua Chenran semakin lembut.


Hua Chenran dan Wei Sichu saling memandang satu sama lain, dengan emosi yang tidak diketahui di mata mereka berdua.


Sedangkan di samping keduanya, dari tadi Lin Huayu terus menggertakkan giginya menahan amarah, dengan senyum aneh di wajahnya.


'Bola lampu lagi, jadi bola lampu lagi bagi mereka berdua. Sepertinya dia dari awal memang adalah lalat yang mengganggu mereka berdua'


Perlahan selangkah demi selangkah, tanpa diketahui oleh mereka berdua Lin Huayu berjalan menjauh.


Melihat Wei Qiang yang hampir akan merusak momen indah Hua Chenran dan Wei Sichu, membuat Lin Huayu agak marah padanya. Jadi dia terus berjalan mendekat ke Wei Qiang dan berkata," Hentikan untuk ku"


Ketika mendengar perkataan dari


Lin Huayu, tanpa sadar dia berhenti.


"Ada apa memangnya"


"Lihatlah momen yang begitu indah, jangan ganggu mereka berdua"


Kata Lin Huayu dengan senyuman yang jelas terlihat aneh di wajahnya.


Wei Qiang yang melihat senyum aneh Lin Huayu segera menjadi merinding di sekujur tubuhnya, sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh gadis kecil di depannya ini?.


"Diam saja dan tonton!"


Lin Huayu berkata dengan nada tidak sabar.

__ADS_1


"Oh...ya.. nonton"


Jawab Wei Qiang agak tergagap. Lalu melihat ke tempat Hua Chenran dan Wei Sichu sedang berdiri. Kemudian Wei Qiang menyadari sesuatu, bahwa dia merasa sedikit takut, kepada gadis kuning yang tidak tahu apa-apa.


[ Dara : Gadis kuning yang tidak tahu apa-apa? Hahaha..... Sungguh lelucon!


Huayu : terlalu menggertak 😤😤


Tentu saja! adik Yuyu sebenarnya adalah gadis yang volosh 🥺 ]


"Tidak! Lebih baik sekarang kita berdua, harus segera kembali ke penginapan" kata Lin Huayu sambil menarik tangan Wei Qiang menuju ke arah penginapan.


Wei Qiang yang sudah ditarik secara paksa, hanya bisa pasrah! Ini semua demi masa depan bahagia sepupunya.


Di sisi lain,


"Lihat gadis dan pemuda itu sungguh romantis, berpegangan tangan dan saling memandang mesra satu sama lain!"


"Hei... inilah masa muda, aku jadi teringat saat-saat pacaran dulunya"


"Dulu, Ketika masih muda tidak perlu merasa terlalu khawatir dengan pandangan orang lain, saat saling berpegangan tangan di kerumunan"


"Itu dulu, sekarang ciuman pun tidak ada anak muda yang malu lagi di depan publik, untuk melakukannya"


"Apakah selanjutnya mereka akan berciuman?"


"Aku harap begitu! Gadis yang cantik dan pemuda tampan, tentu saja bagus untuk ditonton"


Mendengarkan kata-kata eksplisit dari orang-orang di sekitarnya,


Wei Sichu melihat tangan kanannya yang kosong, mengepalkan tangannya lalu menarik tangannya ke belakang.


Memaksakan senyumnya dia berkata


"Aku rasa sebaiknya kita kembali ke penginapan untuk beristirahat, besok kita semua harus bangun lebih awal"


"Aku rasa juga begitu"


Jawab Hua Chenran dengan tenang, tapi tidak ada senyum di wajahnya.


Mereka berdua pun berjalan menuju


Penginapan, dengan suasana halus di antara mereka berdua.


Wei Sichu melihat Hua Chenran yang berjalan di depannya, dengan emosi yang rumit di matanya.


Sesampainya di penginapan, mereka berdua berjalan ke arah kamarnya masing-masing.


Hua Chenran berjalan ke balkon kamarnya, dia melihat lentera kelinci yang ada ditangannya, entah kenapa ada rasa, yang belum pernah dia rasakan dalam dua kehidupannya.


Perasaan dan emosi ini membuatnya tidak nyaman, menghela nafas ringan.


Akhirnya lentera kelinci itu dilepas dan diterbangkan ke langit olehnya.

__ADS_1


Mata yang tadinya rumit, kini telah kembali menjadi dingin seperti es dan berkata


"Hua Chenran tidak perlu peduli pada hal-hal seperti ini"


Setelah mengatakan itu dia kembali melanjutkan untuk mandi dan tidur.


Dari balkon di sebelah kamarnya Hua Chenran, Wei Sichu melihat lentera kelinci yang sengaja diterbangkan ke langit, juga kata-kata sedingin es itu entah kenapa menimbulkan rasa sakit di hatinya. Bukankah tadi dia berkata bahwa dia menyukainya? Kenapa dia sekarang mengatakan tidak peduli?


Ada berbagai macam emosi yang belum pernah dia rasakan bercampur aduk, tangannya terkepal erat dan kemudian dia kembali berbaring di tempat tidurnya, menutup matanya.


Pagi harinya,


Mereka berempat turun ke bawah dan sarapan pagi bersama, tanpa ada suasana halus dan aneh semalam.


Seolah-olah tidak pernah terjadi dan tidak ada yang aneh antara Wei Sichu dan juga Hua Chenran semalam.


Keduanya terus berbicara seperti biasanya tanpa ada kecanggungan sama sekali, tapi Lin Huayu merasa suasana ini tidak benar, sepertinya ada kejadian penting yang terlewat.


Lin Huayu menggelengkan kepalanya, mungkin saja ini karena dia terlalu banyak berpikir, otaknya jadi offline.


Selesai sarapan pagi, kemudian mereka berempat berjalan kaki menuju pameran tanaman herbal, yang hanya memang jaraknya beberapa menit dari penginapan.


Jadi mereka berempat memutuskan untuk berjalan kaki.


Pada saat sampai di sana, Wei Sichu dan juga Wei Qiang menunjukkan empat buah tiket masuk ke pameran tanaman herbal langka.


Kedua security itu pun membuka pintu, Ketika masuk ke dalam dia tampak sedikit takjub, karena tidak hanya ada tanaman herbal biasa yang berusia hingga 1000 tahun, tapi juga ada tanaman roh Tingkat 2.


Tanaman roh adalah tanaman yang sudah mandiri dan dapat berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.


Tahapan kultivasi tanaman roh ada sepuluh tingkatan, setelah melewati kesepuluh tingkatan barulah tanaman roh menghadapi guntur Kesengsaraan dan berubah menjadi bentuk seorang manusia.


Tetapi kultivasi tanaman roh untuk meningkatkan kekuatannya, perlu ribuan bahkan puluhan ribu tahun untuk naik tingkat. Jadi bukanlah hal yang mudah untuk membudidayakan tanaman roh ini.


Banyaknya stan tanaman herbal ini, mereka berempat memutuskan untuk berpisah dan berjalan sendiri-sendiri.


Sudah hampir satu jam Hua Chenran melihat-lihat, tapi belum menemukan tanaman herbal yang dia cari.


"Ginseng 1000 tahun ini aku yang pertama kali melihatnya"


"Tapi aku sudah membayar uangnya, jadi ginseng 1000 tahun ini milikku"


"Aku sekarang akan membayar dua kali lipat, jadi ginseng ini milikku"


Mendengar keributan, Hua Chenran melihat ke arah suara tersebut dan melihat dua nyonya yang sedang beradu mulut untuk sebuah ginseng. Ginseng 1000 tahun memang langka jadi tentu saja itu wajar bagi kedua nyonya itu untuk mendapatkannya.


Lalu mata Hua Chenran tertuju pada sebuah bunga berwarna merah dan terlihat seperti dikelilingi api.


Bunga Jiwa api



Itu adalah bunga jiwa api, bunga ini adalah bahan penting dan langka. Alkemis menggunakan bunga jiwa api ini untuk membuat pil Xisui dengan pola merah.

__ADS_1


Pil Xisui pola merah sangat langka, kegunaan pil ini untuk membuat orang yang tidak punya akar elemen, bisa membentuk akar elemen dan akhirnya orang itu bisa berkultivasi.


__ADS_2