
Yu Qiujie melihat ke arah punggung Hua Chenran dan Lin Huayu, kebencian di matanya semakin tebal.
Ini salah perempuan jalang ini, jika bukan karena dia bagaimana mungkin dia ditertawakan dan malu.
(Sepertinya Yu Qiujie tidak mengingat siapa yang memulai semua ini)
Tanpa memperhatikan kerumunan murid-murid lainnya, Yu Qiujie segera pergi ke toilet untuk membersihkan semua kotoran dari makanan sisa, yang menempel di baju seragamnya.
"Fanglu, Jianjin kalian tahu siapa nama perempuan jalang yang tadi?"
Tanya Yu Qiujie sambil mengutuknya ribuan kali dalam hatinya. Melihat wajah kedua temannya yang berubah jelek, ketika dia menyebutkan namanya. Membuat Yu Qiujie semakin penasaran dengan identitasnya.
"Katakan saja, aku harus membalas penghinaan ini ribuan kali"
"Kenapa aku lupa kamu adalah salah satu dari 5 keluarga besar kota A ini"
Kata Li Fanglu terlihat lega.
"Jika di posisi akademik aku tidak yakin, mungkin kekuatan dari keluarga mu berguna sekarang, namanya adalah Hua Chenran"
Kata Li jianjin dengan ekspresi wajahnya terlihat agak jelek.
"Sial!, si nomor satu yang masuk ke dalam kelas inti. Tapi tidak ada nama keluarga Hua di kota A maupun di ibukota, jadi lebih mudah membalasnya asalkan jangan dari kalangan keluarga Leng, Sun dan Wei"
Kata Yu Qiujie dengan seringai kejam muncul di wajahnya.
Bagaimana mungkin Yu Qiujie tidak takut dengan keluarga Leng, Sun dan Wei. Karena mereka hanya menduduki peringkat 4 dalam keluarga terkaya dan berpengaruh
di kota A.
Keluarga Leng menduduki peringkat nomor 1 di kota A, keluarga Sun menduduki peringkat nomor 2 dalam daftar kota A dan yang menduduki peringkat nomor 3 di kota A adalah keluarga Wei, keluarganya sendiri keluarga Yu adalah peringkat nomor 4, dan keluarga Jiang adalah nomor 5.
Kelas inti
"Apakah aku bisa duduk di sebelahmu?" Tanya Lin Huayu dengan sedikit candaan di wajahnya.
"Tentu saja, bukankah Wei Sichu tidak datang hari ini" jawab Hua Chenran sambil tersenyum.
"Aku tahu Xio ran ku adalah yang yang terbaik untukku" setelah mengatakan itu dia langsung duduk di bangku Wei Sichu.
Gigi perak Jiang Shaoning mengunyah makanan seakan ingin memakan Lin Huayu hidup-hidup, ketika melihat Lin Huayu duduk di bangku orang yang dicintainya, Wei Sichu.
"Bukankah murid perempuan yang tadi dijatuhi makanan sisa adalah orang yang menghinamu terakhir kali di mall?" Tanya Lin Huayu.
"Iya"
Hua Chenran hanya menjawab singkat.
"Dia pantas menerima perlakuan seperti itu, bukankah tadi dia bermaksud untuk melemparkan nampan itu kepadamu, ternyata malah seluruh makanan sisa itu jatuh ke seluruh tubuhnya. Ini adalah senjata makan tuan, rambutnya sekarang pasti berbau sampah haha........"
Lin Huayu tertawa terbahak-bahak ketika mengatakannya.
"Hush...guru akan segera masuk"
__ADS_1
Kata Hua Chenran memperingatkan.
"Baiklah"
Kata Lin Huayu agak pelan.
Guru pun masuk dan pelajaran kembali dimulai, kemudian berlanjut hingga suara bel pulang terdengar.
Seluruh murid bersorak gembira, saatnya pulang melepas tekanan akibat belajar.
Saat Hua Chenran dan Lin Huayu keluar dari ruang kelas, Jiang Shaoning juga mengikuti keduanya dan ingin melihat seberapa kaya keluarganya berniat untuk menggoda Wei Sichu. Ketika dia melihat kedua Hua Chenran dan Lin Huayu sudah menaiki mobil, dan mobil yang dinaiki adalah keluaran baru yang terbatas di Cina.
Jiang Shaoning sangat terkejut melihat mobil mewah ini, apakah keluarga Hua Chenran ada di ibukota dan tidak pernah terekspos?
Tidak dia harus mengambil tindakan, tapi sebelum itu dia akan menyelidiki seberapa berkuasa Hua Chenran, baru kemudian dia membuat rencana untuk menghancurkannya.
Di mobil Hua Chenran mengeluarkan handphone dan menelepon pengasuh
Kedua bayinya.
"Halo... bagaimana dengan Yi'er dan Yan'er hari ini?"
Tanya Hua Chenran agak khawatir.
"Nyonya kecil, tuan muda Junyi dan Junyan sekarang sedang bermain dengan Jian Zi"
Kata Jian Liu dengan suara yang terdengar sangat bahagia.
"Kalau begitu terimakasih, aku akan segera pulang" kata Hua Chenran.
Di hp terdengar suara kecil seperti orang yang menampar bibirnya.
Tidak mengatakan apa-apa lagi Hua Chenran mematikan handphone nya.
Hua Chenran terkekeh geli, jelas sekali terdengar keengganan ketika dia mengatakan 'cepat sekali'.
Pesona kedua bayi nya menarik kasih sayang dari semua pelayan di rumah.
"Aku tahu kedua anak baptisku sangat merindukanku sekarang, paman Zheng lebih cepat"
Kata Lin Huayu dengan gembira tanpa melihat ekspresi wajah Hua Chenran.
Garis-garis hitam memenuhi dahinya, kapan dia pernah mengatakan kedua bayinya merindukan ibu baptis semacam ini
"Huayu, lebih tepatnya Yi'er dan Yan'er harus merindukan ibunya"
"Jangan katakan itu padaku"
Kata Lin Huayu hanya melambaikan tangannya tidak peduli.
Mobil berhenti di depan rumah, supir Zheng berkata
"Nona sudah sampai"
__ADS_1
"Terimakasih paman Zhang"
Setelah mengatakan itu keduanya turun dari mobil dan terus berlari sampai ke kamar Hua Chenran dengan terengah-engah.
Ketika Hua Chenran membuka pintu, dia melihat kedua bayinya masih bermain dengan Jian Zi dan Jian Liu.
"Nyonya kecil sudah kembali"
Kata Jian Zi dan Jian Liu menyapa Hua Chenran dengan sopan.
"Ya terimakasih untuk hari ini"
Jadi Hua Chenran juga berkata dengan sopan.
"Ini adalah tugas kami berdua untuk membantu merawat kedua tuan kecil"
Kata Jian Zi dengan lembut.
"Ya.. kedua bayi kecil selalu cantik dan imut, sangat senang untuk menjaga bayi-bayi mungil seperti ini"
Kata Jian Liu penuh semangat.
"Aku tidak tahu kedua bayi kecil ini sudah punya pesona seperti ini"
Hua Chenran berkata dengan nada bercanda.
"Ketika besar nanti keduanya pasti akan menjadi laki-laki cantik"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajahnya yang terlihat serius.
"Tutup mulutmu, anak-anak ku pasti menjadi yang paling tampan"
Kata Hua Chenran sedikit marah membalas perkataan Lin Huayu.
"Kenapa kamu tidak percaya, lihat saja wajah kedua bayi kecil ini"
Kata Lin Huayu sambil menunjuk ke arah wajah kedua bayi.
Jadinya Hua Chenran terdiam, segera memperhatikan wajah Hua Junyi dan Hua Junyan, sementara itu Lin Huayu tersenyum penuh kemenangan.
Karena dia menebak kedua bayi ini adalah embrio dari laki-laki cantik.
Saat Hua Chenran dan Lin Huayu berdebat, Jian Zi dan Jian Liu keluar dari kamar Hua Chenran sambil terkekeh geli dengan pertengkaran kedua gadis itu.
"Huayu...kamu benar kedua anakku tentu saja cantik" kata Hua Chenran.
Lin Huayu yang sedang berbaring di atas kasur mendengar kata-kata temannya hanya terkekeh kecil.
Kemudian matanya kembali beralih ke berita terpanas di forum sekolah.
"Lihat... berita besar, ternyata Yu Qiujie sekarang menjadi populer di sekolah, karena ketumpahan makanan sisa tadi"
"Nama gadis itu Yu Qiujie" menyadari sesuatu Hua Chenran berkata
__ADS_1
"Dia adalah anak bungsu dari keluarga Yu, keluarga tingkat terendah diantara 5 keluarga besar kota A" kata-kata Hua Chenran mengisyaratkan secara langsung, untuk tidak perlu terlalu peduli dengan tindakan Yu Qiujie.