
Setelah Hua Chenran menerobos ke tahap pembangunan yayasan, seluruh temperamen nya berubah drastis.
Aura penindasan di tubuhnya juga berangsur-angsur kembali, seperti dirinya dulu di benua Surga Suci.
Sekarang dalam ruang Xuantian juga mengalami perubahan, yaitu aura di dalam ruang menjadi sedikit lebih kaya.
setelah maju ke tahap pembangunan yayasan, 24 jam waktu di luar menjadi sama dengan 10 hari dalam ruang Xuantian .
Melihat topeng kulit yang sudah robek, Hua Chenran segera kembali membuat yang lainnya. Sebelum memakai topeng kulit dia melihat wajahnya di cermin.
Wajahnya kini menjadi lebih cantik dan cantik, seperti perpaduan antara malaikat dengan iblis. Sekilas tampak sangat imut, tapi juga menawan.
Hua Chenran bisa saja imut dan polos, terlihat tidak bersalah sama sekali, tetapi ketika dia tersenyum jahat dan menyeringai, kecantikan itu seperti iblis yang menawan dan memikat.
Ketika melihat wajahnya sendiri, dia segera menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang. Sekarang dia tidak punya kekuatan yang cukup untuk melindungi kecantikan di wajahnya ini, lebih baik ditutup saja.
Kemudian Hua Chenran segera memakai topeng kulit yang sedang dipegang olehnya, segera temperamen nya berubah menjadi Hua Chenran yang cantik, imut dan sedikit dingin.
"Baiklah! Ini adalah Hua Chenran, pelajar sekolah menengah Luocheng"
Kata Hua Chenran dengan senyum cerah di wajahnya.
Luka-luka ringan di badannya sudah hilang sepenuhnya tanpa bekas, tapi luka robekan di lengan kirinya, kaki dan juga perutnya masih belum sembuh, jadi Hua Chenran mulai mengarahkan energi spiritual nya pada luka-luka robek, hanya dalam beberapa menit saja semua luka robekan itu hilang dalam sekejap, tanpa bekas apapun.
Dia mulai mencari pakaian di lemari untuk dipakai, sekarang Hua Chenran hanya memakai T-shirt putih dan juga celana jeans panjang berwarna hitam.
Selesai memakai baju, Hua Chenran pergi untuk melihat kedua hewan kontraknya, yaitu burung gagak dan ulat merah yang sedang tertidur.
Dia berjalan ke area pepohonan kuno yang menjulang tinggi dan di sekitar hutan ini aura spritual lebih banyak.
Betapa terkejutnya Hua Chenran melihat ulat merah itu sekarang tumbuh lebih panjang, lebih mirip dengan seekor ular. Masih berbentuk ular! Kapan menjadi naganya?
Beberapa kali putaran di hutan, tapi tetap saja dia tidak melihat burung gagak di sekitar hutan pohon kuno.
Jadi Hua Chenran berjalan menuju hutan bunga persik dan benar saja!
__ADS_1
Burung Gagak itu ternyata sudah besar dan juga bulunya sekarang sudah berwarna putih.
Selesai memeriksa semuanya, dia akhirnya pergi ke ladang herbal untuk menanam bunga jiwa api.
Karena masalah pria berjubah hitam tadi itu, dia menjadi lupa untuk menanam bunga Jiwa api.
Keluar dari ruang Xuantian, dia melihat bahwa langit masih gelap. Melihat jam di layar ponselnya masih menunjukkan pukul 00:04 pagi, jadi Hua Chenran memutuskan untuk tidur sebentar lagi, menunggu pagi.
Di sisi lain,
Leng Yuesheng yang sudah berhasil lolos dari cengkeraman maut harimau betina, masih meringkuk dengan lemahnya di atas kasur.
Wajah Leng Yuesheng masih pucat, dia menggertakkan gigi peraknya, matanya di penuhi dengan kebencian. Pada saat kembali ke sekolah nanti, dia pasti akan memberikan Hua Chenran pelajaran yang sangat baik. Ketika tengah mengutuk, Leng Yuesheng mulai teringat kembali ke kejadian, saat bagaimana dia bisa lolos dari serangan kejam pedangnya Hua Chenran.
Leng Yuesheng tidak menyangka bahwa Hua Chenran akan menjadi sangat licik seperti itu, dengan cepat menendang 'masa depan' nya yang berharga. Jadinya lengannya segera melemah dan Hua Chenran berhasil lolos dari cengkeraman nya.
Tapi yang tidak lebih dia duga dan membuatnya horor Leng Yuesheng adalah, tidak tahu darimana tiba-tiba saja Hua Chenran mengeluarkan sebuah pedang, dan dia benar-benar ingin menebas ke arah meridian nya dengan sangat kejam.
Walaupun dia sendiri kejam saat membunuh, tapi itu hanya karena tugas saja dan secara alami aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya, tidak akan terlalu kuat. Tetapi gadis Hua Chenran itu, aura pembunuhan yang keluar dari tubuhnya mencekiknya dan gadis itu benar-benar kejam dan kejam. Dia bahkan ingin membunuhnya dengan menyerang meridian nya, itu hanya siksaan bagi kultivator jika meridian nya rusak. Hua Chenran itu memang benar-benar sangat beracun.
Untungnya kali ini dia membawa banyak bola asap air mata, jadinya saat Hua Chenran mengeluarkan pedangnya, dia sudah melemparkan bola asap di sekitar mereka berdua.
Juga sebenarnya dia mempelajari beberapa jenis array Tingkat rendah, walaupun dia sudah lari sangat jauh dan tidak yakin bisa terdeteksi, dia tetap membuat formasi array fungsi penyembunyian untuk bersembunyi dan bisa beristirahat sejenak.
Baru kali ini, selama karir pembunuh bayaran nya, dia direduksi hingga jadi sangat memalukan seperti ini. Jika saja 'masa depan' nya tidak ditendang dengan lutut Hua Chenran, bukankah saat itu kemenangan adalah miliknya.
Akhirnya dia bisa sampai ke villa dengan tekad yang teguh, bertemu dengan dokter dan berkata bahwa seminggu akan sembuh seperti semula, lelucon! Ini sangat menyakitkan!
Dengan aura pembunuh yang lebih tebal dari dirinya dan juga gerakan, serangan dan pukulan tinjunya, dia! Leng Yuesheng sangat tidak yakin dengan umurnya Hua Chenran yang 14 tahun seperti di data sekolah.
Apalagi saat dia mengeluarkan pedangnya dari udara hampa seperti tadi, benar-benar membuka matanya!
Sebenarnya apa identitas Hua Chenran ini? Sampai-sampai memesan pembunuh bayaran seperti dirinya untuk membunuh? Bukankah dia hanya adik angkat yang saleh dari nyonya Sun? Tidak ada yang istimewa sama sekali dengan hal itu.
Memikirkan tentang orang yang menyuruhnya, dia mengambil ponselnya dan menghubungi nomor orang yang membayar nya untuk membunuh Hua Chenran.
__ADS_1
Panggilan terhubung dan suara yang bukan laki-laki ataupun perempuan yang dingin tanpa fluktuasi itu terdengar di ujung ponselnya
"Bagaimana tugasmu?"
"Aku tidak menyelesaikan tugas itu, tenang saja uangnya akan ditransfer kembali, bye"
Kata Leng Yuesheng dengan jengkel, Huh....
dia hampir mati sekarang, bagaimana bisa menyelesaikan tugasnya, untungnya dia lolos dan masih ada kesempatan untuk hidup.
Ya, dia adalah seorang pembunuh bayaran, dia menjadi pembunuh bayaran pada usia 10 tahun. Dia menjadi pembunuh bayaran karena menganggap ini menyenangkan dan sangat menantang. Juga tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa dia adalah seorang pembunuh bayaran.
Tapi sekarang ada Hua Chenran yang mengetahui, bahwa dia juga adalah seorang pembunuh bayaran dan juga seorang kultivator.
Ini rumit, pelajaran apa yang harus dia berikan kepada Hua Chenran?
Tapi mengingat mata penuh kebencian itu, dia sebenarnya menjadi penasaran!
Juga Ketika teringat saat aroma harum yang mirip dengan wewangian tubuh bayi itu memasuki hidungnya, dia tidak bisa untuk tidak punya keinginan menggigit nya sekali lagi.
"Sial! Leng Yuesheng ingatlah kamu bukan seorang yang cabul"
Leng Yuesheng berkata kepada dirinya sendiri, sambil terus saja menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya ini adalah rahasia terbesar Leng Yuesheng, dia akan merasa sangat jijik ataupun muntah Ketika dengan dengan seorang perempuan. Tapi dia tahu preferensi kesukaannya sendiri dan dia jelas bukan seorang lengan yang patah (gay).
Sayangnya rahasia ini benar-benar diketahui oleh Lan Yueshang, jadi setiap ada kesempatan si biru itu pasti akan menjebaknya dengan seorang gadis setiap saat dan dimana saja, terutama bahkan Lan Yueshang juga mengirimkan seorang wanita ke villa pribadinya, si biru berani untuk melakukan hal buruk sesuka hatinya.
Benar-benar dipenuhi kebencian!
Kemudian Leng Yuesheng tiba-tiba teringat sesuatu, saat dia menyentuh dan juga... ekhm tanpa sadar dia menggigit lehernya, dia menemukan bahwa dia sebenarnya tidak merasakan rasa jijik ataupun muntah.
"Ini tidak mungkin! Harimau betina itu sangat kejam dan galak, sebentar lagi aku pasti akan muntah Ketika mengingatnya"
Ketika dia memikirkan Hua Chenran tiba-tiba saja pipi Leng Yuesheng memerah, karena yang muncul di dalam pikirannya justru saat dia tidak sengaja untuk menggigit lehernya.
__ADS_1
"Bah! Pikirkan untuk merasakan rasa jijik dan punya sekilas keinginan untuk muntah, walau hanya sekali"
Kata Leng Yuesheng dengan jengkel pada dirinya sendiri. Tapi wajahnya yang masih memerah mengkhianati kata-kata yang diucapkan olehnya.