Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 120. Dasar cabul...!


__ADS_3

Setelah hening beberapa saat di dalam mobil, Hua Chenran berkata


"Kamu bertanya kenapa aku tidak membunuh mereka berdua? Itu karena mereka berdua adalah ayah dari anakku, juga mereka berdua sebenarnya tidak sepenuhnya salah dalam hal ini. Mereka berdua juga adalah orang yang sama dengan ku (kultivasi), kedua orang ini sangat tampan, bukan? Bahkan lebih cantik dari pada wanita, jadi aku tidak akan menjadi terlalu rugikan?"


Setelah mengatakan itu dia mulai melihat ke arah langit dan berkata


"Jika kamu bertanya apakah aku memaafkan mereka berdua, tidak mungkin untuk memaafkan. Ini adalah apa yang aku katakan untuk sekarang, kedepan nya aku tidak tahu? Tidak mungkin aku menjadi orang yang suci, dan berkata bahwa aku sudah memaafkan mereka, bahkan sebelum mereka berdua meminta maaf kepada ku. Itu hanya lah omong kosong!"


Lalu dia kembali melihat ke arah Lin Huayu dan bertanya pada nya


"Oh...ya kenapa kamu tiba-tiba saja bertanya tentang mereka berdua?"


"Itu....aku bertanya karena mereka berdua sering berkeliaran di sekitar kamu, hampir setiap harinya dengan ekspresi sedih di wajah mereka"


Jawab Lin Huayu dengan senyum kecil di wajahnya, lalu dia melihat ke arah Hua Chenran dengan tatapan sedikit ambigu, lalu berkata lagi


"Xiao ran, apakah kamu membalas dendam dengan menggertak mereka berdua, setiap harinya?"


"Omong kosong! Kapan aku pernah menggertak mereka berdua!"


Bantah Hua Chenran dengan jengkel, faktanya dia tidak mengakui bahwa dia sudah melakukan nya.


"Iya kah...aku tidak yakin"


Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajahnya yang dipenuhi keraguan.


Sekolah Menengah Luocheng,


Ketika Hua Chenran dan Lin Huayu sampai di depan gerbang sekolah, mereka berdua turun dari mobil dan sangat terkejut melihat Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng, menunggu dia di post security.


Lin Huayu melihat ke arah Hua Chenran dan langsung mengedipkan matanya, lalu dia segera pergi ke arah gedung sekolah dengan cepat.


Sementara itu Hua Chenran hanya terheran dengan Lin Huayu, kenapa dia berlari begitu cepat? dan sengaja meninggalkan dia, dengan dua cabul yang ada di depannya sekarang ini.


"Ran'er..."


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng menyapa Hua Chenran secara bersamaan, dengan senyum cerah di wajah mereka berdua.


Setelah menyapa, mereka berdua saling memandang dengan penuh kebencian, kemudian mereka berdua melihat ke arah Hua Chenran, dengan senyum lembut di wajah mereka.


Hua Chenran terdiam, lalu dia melihat sekeliling dan menemukan, bahwa banyak kakak kelas yang melihat nya sebagai musuh publik.


Dia segera menjadi marah, lalu dia melihat ke arah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng dengan dingin dan segera berkata dengan nada dingin


"Jika ingin berbicara, jangan di sini. Aku hampir menjadi musuh publik seluruh kakak kelas nantinya"


Kemudian Hua Chenran segera pergi berjalan ke arah gedung sekolah, dan tentu saja Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng segera mengejar Hua Chenran dari belakang.


"Baru kali ini aku melihat senyum lembut dari dua rumput sekolah di saat bersamaan"


"Iya apalagi Lan Yueshang, biasanya dia seperti kulkas berjalan tanpa senyum sedikit pun di wajahnya"


"Siapa gadis yang dipanggil Ran'er oleh Yueshang ku?"

__ADS_1


"Ini penuh kebencian, kenapa kedua rumput sekolah itu tersenyum pada gadis bernama Ran'er itu?"


"Itu anak kelas inti 1, Hua Chenran!"


"Ah....aku tidak ingin berurusan dengan Hua Chenran itu, aku menyerah saja sekarang"


"Kenapa memangnya, hanya gadis pintar saja, kenapa harus takut?"


"Hua Chenran itu adalah adik angkat dari keluarga Sun dan ditambah dia itu pacar nya Wei Sichu"


"Benarkah...? Tapi kenapa masih terus dekat dengan kedua rumput sekolah?"


"Mana aku tahu... teman mungkin?"


Di sisi lainnya, Wei Sichu melihat ke arah pintu beberapa kali, tetapi tidak biasanya Hua Chenran belum datang ke sekolah sudah jam segini.


Pada saat itu Lin Huayu membuka pintu kelas dan dia masih sedikit terengah-engah, karena capek berlari.


Wei Sichu yang melihat Lin Huayu sudah datang, matanya langsung berbinar. Lalu dia segera bertanya


"Huayu, kenapa kamu sendirian saja? Dimana Chenran? Kenapa dia tidak masuk ke kelas bersama dengan mu?"


"Stop...ya ampun banyak sekali pernyataan,...maksudku pertanyaan,


Chenran masih di belakang, aku berlari dengan cepat ke ruang kelas, jadi tentu saja aku masuk sendiri!"


Kata kunci Lin Huayu sambil berjalan ke arah meja nya sendiri.


Mendengar perkataan Lin Huayu, akhirnya Wei Sichu segera berdiri dan berjalan ke luar kelas untuk menemui Hua Chenran lebih cepat.


Hua Chenran tampak akrab dengan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.


Jadi Wei Sichu memilih untuk pergi mengikuti mereka bertiga sekarang.


Sementara itu Hua Chenran tampak jengkel, bisakah setiap hari mereka tidak bertemu? Ya.. ampun pikiran nya saat ini masih melayang pada saat dia membersihkan noda darah ular hitam, di tubuh mereka berdua.


Lupakan.. lupakan... bisakah kamu juga akan menjadi cabul juga?


Hua Chenran berkata dalam hatinya sendiri, sambil terus menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang melihat tingkah Hua Chenran, saking melirik dan mengangkat bahu nya masing-masing, tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh nya.


"Ran'er...klub karate sudah terlewat!"


Kata Lan Yueshang pada Hua Chenran yang sudah berjalan melewati pintu dari klub karate.


"Apa..?"


Teriak Hua Chenran yang baru saja pulih dari pikirannya, lalu dia batuk sedikit dan segera berkata


"Baiklah! Ayo masuk sekarang"


Setelah mengatakan itu Hua Chenran sengaja berjalan masuk dengan cepat, untuk menghindari rasa malu nya.

__ADS_1


Leng Yuesheng hanya tersenyum lalu dia segera berjalan mengikuti dari belakang Hua Chenran, sementara itu Lan Yueshang sedang berbicara dan juga menyapa beberapa orang teman yang ada di klub seni beladiri karate.


Begitu melihat mereka bertiga itu masuk ke dalam klub seni beladiri karate, dia menghela nafas lega. Dia sempat mengira mereka bertiga akan pergi ke atap sekolah, tapi Wei Sichu masih juga merasa cemburu, melihat Hua Chenran bersama anak laki-laki lainnya. Tapi sekarang dia tidak bisa masuk ke dalam klub ini, karena dia bukan anggota klub. Mungkin saja ada pertemuan atau rapat, jadi dia memutuskan untuk menunggu di dalam ruang kelas saja.


Di dalam ruang presiden klub seni beladiri, mereka bertiga sudah duduk di sofa dengan santai, sambil makan buah-buahan yang sudah disajikan di atas meja, oleh anggota klub.


"Katakan ada apa..?"


Tanya Hua Chenran dengan malas.


"Ran'er bagaimana jika kita pergi, untuk menonton di bioskop nanti sepulang sekolah?"


Tanya Leng Yuesheng dengan suara yang lembut dan sedikit takut, ya dia takut Hua Chenran tidak ingin pergi berkencan dengan nya.


"Ran'er jangan dengarkan dia! Ran'er lebih baik pergi ke taman hiburan nanti sepulang sekolah, dengan ku!"


Kata Lan Yueshang dengan senyum lembut di wajahnya, ini adalah ajakan pertama Lan Yueshang pada Hua Chenran untuk pergi berkencan.


Sebenarnya dia takut Hua Chenran, tidak akan pergi dengan nya.


"Kamu...!"


Keduanya saling menunjuk dengan ekspresi terkejut di wajah mereka.


"Ran'er akan pergi ke bioskop!"


Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dingin kepada Lan Yueshang.


"Tidak! Ran'er akan pergi bersama dengan ku ke taman hiburan!"


Kata Lan Yueshang dengan dingin kepada Leng Yuesheng sedang duduk di samping nya.


"Cukup! Kalian berdua diam!"


Kata Hua Chenran dengan suara yang keras dan dingin.


Segera saja, Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng terdiam dan tidak berani untuk berbicara lagi, mereka berdua takut Hua Chenran, bahkan lebih tidak mau memaafkan mereka berdua lagi nanti nya.


"Aku punya urusan ku setelah pulang sekolah, juga bahkan jika aku tidak punya urusan apapun, memangnya kenapa aku harus pergi dengan kalian berdua?" Kata Hua Chenran dengan dingin, bahkan tidak melihat ke arah mereka berdua, dia saat ini sedang sibuk memakan buah-buahan sambil memejamkan matanya, dan duduk bersandar di sofa dengan santai.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng mulai merasa kecewa, mendengar Hua Chenran tidak ingin pergi dengan salah satu dari mereka berdua.


Tapi pertanyaan Hua Chenran segera membuat hati mereka berdua sakit.


Sepertinya memang Hua Chenran tidak akan pernah memaafkan.....


"Kalau begitu, bisakah aku pergi ke kamar mu lagi malam ini?"


Tanya Leng Yuesheng dengan tenang, dia sengaja bertanya ini untuk bisa mengalihkan topik pembicaraan.


Setelah Leng Yuesheng itu selesai bertanya, bantal segera melayang wajahnya. Karena tenaga yang di pakai oleh Hua Chenran itu tinggi, Leng Yuesheng hampir tersungkur dari atas sofa. Lalu dia mendengar suara dingin dari Hua Chenran


"Dasar cabul...!!"

__ADS_1


Kata Hua Chenran dengan penuh amarah, datang ke kamarnya pada malam hari? Otaknya ini belum kebanjiran, tentu saja dia marah setelah mendengar pertanyaan mesum seperti ini, lalu dia sekali lagi melemparkan bantal ke wajahnya Leng Yuesheng.


__ADS_2