Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 78. Ternyata Itu Kamu! (1)


__ADS_3

Lama kemudian mereka berempat sampai ke Green Canyon Zhangjiajie.


"Huayu...Huayu! Bangun sudah sampai sekarang!"


Kata Hua Chenran dengan agak keras sambil menepuk bahu Lin Huayu.


"Em... sebentar lagi..." Beberapa saat kemudian Lin Huayu teringat akan sesuatu dan segera bangun


"Oh.. sudah sampai ternyata haha..."


Setelah mengatakan itu dia segera keluar dari mobil.


Hua Chenran hanya tersenyum kecil, lalu dia pun juga segera ikut keluar dari mobil.


"Wah.... sangat hijau dan segar disini"


Kata Lin Huayu dengan memejamkan matanya dan mengangkat kedua tangannya seperti di film Titanic.


"Kalau naik kapal pesiar lebih bagus hasil fotonya, Chenran ayo cepat!"


"Sebentar...1..2..3! Sudah!"


Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, lalu dia pun mengambil foto untuk Lin Huayu beberapa kali.


"Xiao ran! Sekarang giliran mu"


Kata Lin Huayu sambil mengambil kamera dari tangan Hua Chenran.


Setelah itu Lin Huayu juga mengambil beberapa foto Hua Chenran.


Dari kejauhan Wei Qiang dan juga


Wei Sichu melihat Hua Chenran dan Lin Huayu yang sedang mengambil foto, hanya bisa menggelengkan kepala mereka berdua. Wei Sichu lalu berjalan ke arah Hua Chenran dan berdiri di belakang Hua Chenran dan melakukan pose yang sama dengan Hua Chenran.


Lin Huayu yang melihat hal ini tersenyum lebar, tapi jika saja mereka berdua lokasi ini di kapal pesiar, pasti akan lebih romantis kelihatannya. lalu Lin Huayu pun dengan cepatĀ  mulai mengambil foto Keduanya.


Hua Chenran kembali membuka matanya, dia lalu membalikkan badannya dan melihat Wei Sichu yang sedang berdiri di belakangnya.


"Sichu...."


"Ayo ke sana"


Sebelum bahkan Hua Chenran mulai mengatakan sesuatu, tangannya di tarik oleh Wei Sichu menuju ke arah tempat bungee jumping. Hua Chenran merasa tidak nyaman dan ingin menarik tangannya, tapi genggaman tangan Wei Sichu lebih erat lagi. Jadi Hua Chenran membiarkan Wei Sichu menarik tangannya.


Beberapa saat kemudian, mereka berempat sampai di tempat untuk bungee jumping.


"Wah.... tinggi sekali! Ini terlihat agak menakutkan sebenarnya"


Kata Lin Huayu sambil melihat ke bawah tempat bungee jumping, dengan senyum yang dipaksakan di wajahnya.


"Iya benar! Ini sangat tinggi, kira-kira seperti apa di bawah lokasi bungee jumping ini?" Tanya Hua Chenran.


"Di bawahnya pasti banyak ular berbisa dan juga hewan beracun lainnya, sial sekali jika jatuh kesana!"


Kata Lin Huayu dengan sedikit ketakutan.


"Lihat saudara Qiang sudah melakukan nya, lihat ekspresi wajahnya sekarang haha...."


Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Ya, saat dia selesai wajahnya pasti menjadi hijau haha..."


Tambah Lin Huayu dengan tawanya yang tidak bermoral.


"Dia benar-benar menjerit seperti perempuan! Sia-sia aku tidak merekam suara jeritannya tadi"


Tambah Wei Sichu dengan ekspresi wajah yang dipenuhi penyesalan.


"Sichu ingat itu sepupu mu!"


Kata Hua Chenran dengan bercanda sambil menepuk pundak nya.


"Karena aku sepupunya lah! Aibnya juga harus aku miliki biar bisa dipakai untuk menjadi pegangan di masa depan" Kata Wei Sichu dengan senyum licik di wajahnya.


"Jika sepupu mu tahu! Entah bagaimana dia bereaksi nantinya"


Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, sambil menggelengkan kepalanya.


"Lihat itu sudah selesai! Hai... wajahnya sekarang benar-benar sudah menjadi hijau haha......"


Kata Lin Huayu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kalian tidak punya hati nurani, setidaknya kalian menghibur ku ataupun memberikan uang, tapi kalian malah menertawakan ku"


Kata Wei Qiang dengan wajah cemberut dan penuh keluhan.


Lalu tiba-tiba Wei Qiang berjalan


ke samping dan di mulai muntah.


"Sichu! Giliran mu sekarang"


"Ya" jawab Wei Sichu.


"Tangan mu"


Kata Hua Chenran sekali lagi sambil melirik tangan kanannya yang di pegang oleh Wei Sichu.


Wei Sichu kemudian melihat tangannya yang masih memegang tangan Hua Chenran, dia terbatuk canggung dan segera melepaskan tangan Hua Chenran.


Hua Chenran hanya tersenyum kecil, ketika melihat kecanggungan Wei Sichu. Tapi tangan kanannya yang tadi dipegang oleh Wei Sichu mulai terkepal erat, emosi rumit terlintas sekilas di mata Hua Chenran.


Tapi itu hanya sekilas dan segera kembali seperti semula, Hua Chenran kemudian kembali berbicara dan juga saling mengambil foto dengan Lin Huayu dan Wei Qiang.


Sekarang tiba giliran Lin Huayu yang melakukan bungee jumping.


"Oh...ini menakutkan! Sepertinya aku tidak jadi melakukan nya"


Kata Lin Huayu dengan ekspresi ketakutan di wajahnya.


"Bukankah tadi bersemangat untuk melakukan nya? Kenapa tidak jadi sekarang?" Tanya Hua Chenran tampak heran dengan temannya yang di sampingnya ini.


"Xiao ran! Tidakkah kamu melihat wajahku sekarang, apakah ekspresi wajahku terlihat bersemangat untuk bungee jumping?"


Kata Lin Huayu sambil menepuk dahinya sendiri.


"Sepertinya tidak! Hahaha......, Oh aku terlalu banyak tertawa seperti nya hari ini. Aku mau ke toilet sebentar"


Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak, lalu dia kemudian mulai berjalan ke arah toilet.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Hua Chenran kembali dari toilet. Sekarang tiba giliran nya, tapi melihat Lin Huayu yang wajahnya agak pucat, dia tidak bisa menahan untuk bertanya


"Huayu! Ada apa?"


"Tidak apa-apa! Ini karena aku masih pusing dan baru saja muntah, tapi itu hanya satu kali saja muntah! Tidak seperti yang lain di sana" kata Lin Huayu sambil melihat ke arah Wei Qiang dengan senyum provokatif.


"Ekhm...hanya tiga kali saja"


Kata Wei Qiang dengan canggung.


"Baiklah! Sekarang giliran ku"


Kata Hua Chenran dengan penuh semangat.


Dia lalu maju dan mulai memakai pengaman, setelah itu Hua Chenran segera terjun ke bawah sambil terus berteriak dan menjerit.


Tapi tidak ada yang melihat, ada sebuah pisau yang terbang menuju tali bungee jumping. Pisau tajam itupun langsung memotong dengan sangat cepat talinya, lalu Hua Chenran pun segera jatuh ke jurang.


"Ah...ah........!!"


Ini terjadi sangat cepat! Ketika orang merespon, Hua Chenran sudah terjatuh ke bawah jurang Green Canyon Zhangjiajie.


"Chenran......!!!"


"Tidak!!! Xiao ran.....!!"


"Chenran.....!!"


Wei Sichu dan Lin Huayu hampir saja melompat ke bawah, tapi Wei Qiang berhasil menarik mereka berdua dengan cepat. Pengurus tempat itu pun segera menghubungi polisi untuk melaporkan pembunuhan disengaja dan menyelamatkan Hua Chenran.


"Kalian berdua tenangkan diri kalian dulu! Jika kalian berdua melompat, ini sama saja dengan bunuh diri. Lebih baik kita menunggu datangnya polisi, dan mencari dengan mereka nantinya. Kalian paham!"


Kata Wei Qiang dengan nada serius dan dipenuhi kemarahan. Kenapa mereka berdua tidak berpikir jernih dulu sebelum bertindak?


"Tapi...ta..tapi...!! Xiao ran jatuh ke jurang sedalam itu. Tidak! Xiao ran pasti baik-baik saja! Dia sangat kuat"


Kata Lin Huayu dengan suara yang gemetaran, air mata terus berjatuhan dan mengalir di pipinya. Dia sengaja mengatakan hal ini untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa Hua Chenran pasti baik-baik saja.


"Iya Chenran pasti baik-baik saja"


Kata Wei Sichu dengan tenang.


Tapi sekarang hanya dia yang tahu betapa takutnya dia, betapa sedihnya dia sekarang! Chenran adalah seorang kultivator, dia pasti akan baik-baik saja. 'Chenran, tunggu aku!.'


Sementara itu, Hua Chenran yang terjatuh berteriak dengan keras dan hatinya sangat terkejut. Tapi dia segera meringankan tubuhnya, Dia terjatuh dan tersangkut di pohon, dan hanya menderita beberapa luka ringan di tubuhnya. Setelah itu dia segera turun dari pohon dan langsung meminum pil penyembuhan.


Hua Chenran segera teringat,


Tali yang sangat tebal itu bisa dipotong hanya dengan sekali tebasan saja. Ini pasti memang sudah direncanakan sebelumnya, jadi sekarang pertanyaan nya siapa yang menginginkan nya mati? Apakah itu si cabul yang kemarin malam?


Saat tengah berpikir siapa yang sebenarnya ingin membunuhnya, suara langkah kaki terdengar dari belakang nya, jadi Hua Chenran segera membalikkan badannya.


Setelah membalikkan badannya dia melihat seorang yang berjubah hitam, dengan kekuatan nya juga pada tahap pembangunan yayasan.


Perempuan berjubah hitam itu mulai membuka jubah yang menutupi kepala nya, lalu berkata dengan nada suara yang sangat dingin


"Hua...Chen...Ran! Akhirnya kita bertemu!"


"Hahaha...aku tidak menyangka, ternyata itu kamu!" Kata Hua Chenran sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi tawanya itu tidak membawa kehangatan sama sekali, tapi malahan terasa sangat dingin seperti es.

__ADS_1


__ADS_2