
Pesta di rumah Sun sudah selesai, tetapi di televisi dan media sosial semakin heboh dengan berita tentang Hua Chenran.
Tengah malam,
di kediaman keluarga Fang.
Terlihat seorang gadis muda yang cantik sedang memegang ponsel sambil berbaring di kasurnya.
Tiba-tiba wajahnya terlihat pucat, ada kilatan ketakutan dan penyesalan di matanya. Badannya sedikit gemetar,
"Pantas saja sekarang perusahaan ayah mengalami banyak masalah, aku telah dengan secara tidak sengaja menyinggung orang yang tidak bisa disinggung. Sudah berakhir! Jika ayah tahu yang menyebabkan semua ini adalah putrinya sendiri, entah bagaimana nasib ku nantinya"
Fang Yue tidak pernah menyangka, bahwa Hua Chenran adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun.
"Keputusan terbaik yang bisa aku lakukan sekarang adalah pindah dari sekolah menengah Luocheng, jika aku mencoba meminta maaf padanya, belum tentu Hua Chenran akan mau untuk memaafkan ku"
Kediaman keluarga Yang,
Seorang gadis yang tampak berumur sekitar 15 tahun, menatap ke layar ponselnya dengan tidak percaya.
"Ini tidak benarkan? Mungkin saja ini hanyalah nama yang sama dengan Hua Chenran yang orang biasa itu"
Yang Jian mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa Hua Chenran yang sedang ada di berita bukanlah Hua Chenran yang sudah diganggu oleh nya beberapa hari yang lalu.
Sampai dia melihat isi pesan dari Fang Yue, keyakinan yang sudah berhasil di tanamkan dalam hatinya runtuh dan hancur total.
Tidak mungkin!! Tapi fakta ini ada di depan matanya sekarang. Jadi dia segera mengambil keputusan dalam hatinya untuk mengikuti Fang Yue.
Kediaman keluarga Jiang,
Seorang gadis muda yang tampak berusia sekitar 15 tahun, duduk di sofa dengan wajah gelap dan suram.
"Sialan!!!"
Teriak Jiang Shaoning dengan keras.
"Ternyata Hua Chenran ini juga bersembunyi terlalu dalam, bah..
Adik angkat yang saleh nyonya Sun"
Kata Jiang Shaoning dengan sinis.
Memikirkan sesuatu, wajahnya yang terdistorsi segera membaik dengan sangat cepat.
"Hua Chenran jangan mengira kamu adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun, aku tidak akan berani untuk macam-macam denganmu. Jiang Shaoning nya juga adalah salah satu dari 5 keluarga besar kota A, jadi kenapa aku harus menyerah bahkan tanpa membalas apapun. Juga tuan muda Wei ini sudah diidentifikasi sebagai suami ku, jadi Jiang Shaoning harus mendapatkannya, apapun caranya!"
Jiang Shaoning percaya diri dengan sosok tubuhnya dan kecantikannya.
Wei Sichu akhirnya pasti akan jatuh ke dalam genggamannya nantinya.
Pagi harinya, Hua Chenran terbangun dengan sangat ceria.
Tapi pikirannya masih tetap ke arah pria bertato bunga manzhuhua.
Dia berharap pria dengan tato bunga manzhuhua di punggung tangan kirinya, melihat dia tadi malam di televisi dan juga di media sosial. Walaupun kemungkinannya kecil tapi dia tetap ingin berharap rencana ini berjalan lancar dan juga berhasil menarik pria itu untuk keluar dari sarangnya.
Walaupun dia tahu tindakan ini memang terlalu gegabah dan terburu-buru. Jika rencana ini tidak dilakukan sekarang, entah sampai kapan orang itu akan muncul dari persembunyian nya. Apakah akan menunggu sampai tahun monyet?
Dia juga btahu bahwa kekuatannya saat ini hanyalah seperti semut, Hua Chenran juga tidak tahu kekuatan lawan. Tapi jika tidak berusaha untuk melawan, Akankah banyak hal yang ingin dia ketahui akan tersimpan dalam kegelapan selamanya.
Pertanyaan ini sudah lama tersimpan dalam pikirannya, kenapa orang itu menghancurkan hidupnya?
Juga mengapa orang itu berusaha untuk membunuhnya?
__ADS_1
Hua Chenran memang tenang di permukaan, tapi hatinya sangat gelisah dengan musuh dalam kegelapan, apalagi orang yang sudah menghancurkan hidupnya di kehidupan sebelumnya.
Kilatan dingin dan haus darah berkedip di matanya yang tajam dan cemerlang. Orang itu, dia pasti akan membuat hidupnya tidak bisa lebih baik daripada kematian. Sebelum ular keluar dari sarangnya, yang bisa dilakukan oleh Hua Chenran adalah berkultivasi dan terus meningkatkan kekuatannya sendiri.
Meskipun dia sudah meletakkan beberapa formasi Tingkat menengah di seluruh rumah ini, dia lupa untuk memberikan gelang pertahanan kepada mereka semua.
Dengan gelang itu setidaknya kultivator dengan tahap YuanYing tidak akan membahayakan mereka.
Kilatan dingin dan haus darah menghilang dari matanya, kembali menjadi cemerlang seperti bintang.
Tidak lagi memikirkan hal itu, dia segera pergi ke kamar mandi.
Merasakan badannya sudah segar, Hua Chenran segera mengurus kedua bayinya, hingga Jian Zi dan Jian Liu masuk ke dalam kamarnya. Lalu dia mulai memberikan gelang giok kepada mereka berdua.
Ketika turun ke bawah Hua Chenran mulai memberikan gelang giok kepada semua orang dan berkata gelang itu adalah hadiah, tidak mungkin dia berkata itu adalah gelang pertahanan. Tentu saja tidak akan ada yang percaya padanya.
Setelah mengurus semuanya dia turun untuk sarapan pagi bersama dengan Lin Huayu. Selesai sarapan mereka berdua mengambil kotak bekal yang sudah dikemas oleh bibi Lin. Lalu mereka turun ke bawah dan masuk ke dalam mobil.
Sekolah Menengah Luocheng,
"Chenran, Huayu"
Terdengar suara keras dari seorang gadis yang memanggil nama mereka berdua, melihat ke arah gadis itu mereka berdua tersenyum kecil.
Turun dari mobil Hua Chenran dan Lin Huayu berjalan ke arah Yun Xi, Mu Yaning dan Yan Jina yang sudah menunggu mereka berdua di gerbang.
"Yun Xi! Dimana kamu semalam? Kenapa aku tidak bisa menemukan kamu dan juga Huayu?"
Tanya Hua Chenran membuat wajah terlihat seperti sedang mengeluh.
"Itu...itu.."
Yun Xi menjawab dengan tergagap, lalu dia melihat ke arah Lin Huayu dan kemudian mengedipkan kedua matanya seperti meminta tolong.
"Tentu saja kami berdua bersembunyi di sudut ruangan yang tidak terlihat, siapa suruh makanan tadi malam sangat lezat. Apalagi camilan nya, jadi kami berdua harus mencicipi secara bersembunyi, supaya tidak diketahui oleh semua orang"
Mengetahui kebiasaan Lin Huayu akan makanan, Hua Chenran tidak curiga atau memikirkan apapun lagi.
"Wah... apakah kamu juga akan menyimpan camilan semalam dan membawanya ke sekolah hari ini"
Kata Mu Yaning dengan bercanda.
Yun Xi tiba-tiba terkejut dan langsung berkata dengan takjub.
"Yaning bagaimana kamu tahu?"
Apakah Yaning sekarang menjadi seorang cenayang?
All : "..." ( Bukan teman kami )
Saat mereka berlima berjalan ke arah gedung sekolah, banyak yang melihat ke arah Hua Chenran dan berbisik.
"Aku tidak menyangka jika ternyata Hua Chenran adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun"
"Jadi berarti Fang Yue, Yang Jian dan Jiang Shaoning benar-benar sudah menyentuh porselen. Mereka bertiga sudah menyinggung orang yang tidak bisa disinggung"
"Hua Chenran pasti mengungkapkan identitas nya karena sudah dibully oleh ketiga teratai putih, biarkan mereka bertiga menjadi menyesal"
"Aku rasa tebakan mu sangat tepat"
"Kring....."
Bel masuk berbunyi.
__ADS_1
"Lari... selamatkan diri kalian!!! Pelajaran pertama hari ini adalah dari wali kelas kita, Guru Li"
Kata Yan Jina dengan keras dan mulai berlari dengan panik.
Tentu saja Hua Chenran, Lin Huayu, Yun Xi dan Mu Yaning juga mulai ikut berlari dibelakang Yan Jina.
Sesampainya di depan pintu kelas inti 1, melihat pintu kelas tertutup. Mereka berlima saling melirik satu sama lain, mereka meneguk ludah, jantung berdetak kencang dengan nafas tersengal-sengal, karena baru saja selesai berlari.
"1....2....ti..."
Belum selesai Yun Xi menghitung,
Lin Huayu sudah membuka pintu. Kemudian dia berjalan dengan santainya ke arah mejanya sendiri.
"Untungnya guru Li belum datang"
Kata Hua Chenran sambil menghela nafas lega. Lalu dia melihat ke arah Wei Sichu dan tersenyum kecil, lalu terus berjalan ke arah mejanya.
"Tidak terduga dalam kelas kita ada tiga orang dari 5 keluarga besar kota A ini"
"Pantas saja barang-barang yang dipakai oleh Hua Chenran adalah barang yang mahal, aku sudah mengeceknya di Baidu semalam"
"Mungkin karena kejadian beberapa hari yang lalu, dia tidak ingin lagi bersikap rendah hati"
Tatapan kebencian yang dalam tiba-tiba terarah padanya, kilatan dingin terlintas di mata Hua Chenran.
Dia kembali menatap Jiang Shaoning dengan mata dinginnya.
Jiang Shaoning tidak mengelak dari tatapan mata dingin Hua Chenran, dan kembali menatap dengan maksud provokasi. Tapi ketika dia melihat mata dingin Hua Chenran, tubuhnya terpaku dan tidak bisa bergerak,
Mata macam apa itu, tajam dan terlalu dingin, penuh dengan ketidakpedulian terhadap apapun. Tapi sepertinya tidak ada yang bisa disembunyikan dari matanya itu.
rasa ketakutan muncul di hati Jiang Shaoning tanpa sadar, tapi itu hanya sesaat setelah tersadar dari ketakutannya, rasa kebenciannya terhadap Hua Chenran semakin bertambah.
'Jika aku tidak bisa membuat kamu menderita seumur hidupmu Hua Chenran!, maka margaku bukan Jiang'
Saat Hua Chenran sudah duduk di bangku nya, Hua Chenran berkata dengan suara yang sangat pelan, sehingga hanya Jiang Shaoning yang bisa mendengarnya.
"Selamat untuk membersihkan toilet satu bulan kedepan, juga ini adalah pelajaran kecil dan bukanlah hukuman yang sebenarnya, tapi jika kamu benar-benar tidak jera maka..."
Hua Chenran sengaja tidak mengatakan terakhir, biarkan Jiang Shaoning untuk berpikir. Tapi bukan berarti dia akan melepaskan orang yang telah menyinggungnya.
Gigi perak Jiang Shaoning berderit, tangannya terkepal hingga kukunya menembus telapak tangannya.
"Hua Chenran kamu memintanya"
Teman sekelas lainnya tidak ada yang melihat konfrontasi antara keduanya, karena itu hanya terjadi beberapa detik saja.
"Sichu bagaimana dengan kakimu? Apakah sudah lebih baik?"
Tanya Hua Chenran dengan sedikit khawatir dan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa, salep yang kamu berikan semalam benar-benar ajaib!
Hanya sekali oleh saja benar-benar bisa meredakan rasa sakit"
Kata Wei Sichu dengan takjub.
Dalam hatinya Wei Sichu berpikir, apakah Hua Chenran punya kenalan seorang alkemis, jika tidak bagaimana mungkin dia mempunyai salep yang mengandung energi spiritual untuk menyembuhkan.
"Baguslah jika begitu"
Ucap Hua Chenran sambil menghela nafas lega.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, guru Li pun masuk ke dalam kelas, pelajaran pun dimulai. Tidak terasa 2 jam sudah berlalu dan pelajaran telah berakhir.
Berikutnya adalah jam kosong jadi secara alami seluruh kelas tampak berbahagia.