
"Ketua, tentu saja! ini sesuai perintah"
Jawab Qiang Xie dengan sopan.
Kemudian dia segera menyalakan mobilnya dan kembali berkendara ke arah taman hiburan.
"Bagus"
Ucap Hua Chenran dengan tenang.
Matanya perlahan menatap ke arah langit biru yang tidak berawan, lengkungan dingin samar segera terlihat di wajahnya.
'Jiang Shaoning pernahkah kamu berpikir, hidupmu akan berakhir seperti ini, karena berani untuk memprovokasi kesabaran seorang iblis seperti Hua Chenran, maka akhirmu sendiri sudah ditentukan oleh iblis ku'
Sesampainya di taman hiburan, mereka berdua berjalan ke pintu masuk rahasia Geng Blood Shield.
Kemudian Qiang Xie segera pergi memimpin jalan bagi Hua Chenran, kearah ruang tempat yang dipakai untuk mengurung dan menyiksa Jiang Shaoning secara mental.
Ketika pintu terbuka, pemandangan yang memang sangat mengenaskan terlihat, Jiang Shaoning wajahnya pucat dan masih terduduk dengan lemah. Bersandar di dinding dengan mendesis kesakitan dan putus asa. tubuh Jiang Shaoning sekarang penuh lebam ungu, luka goresan yang dalam, dan matanya yang terlihat kosong. Sisa-sisa cinta semalam, masih belum di bersihkan di tubuh Jiang Shaoning.
Hua Chenran kemudian melihat ke arah Qiang Xie, tentu saja Qiang Xie mengerti arti dari tatapan mata yang diperlihatkan oleh Hua Chenran. Jadi Qiang Xie hanya mengangguk dengan ringan dan dia segera pergi.
Mata kosong Jiang Shaoning sedikit berkedip, saat melihat Qiang Xie yang ada di belakang Hua Chenran. Apalagi sikap Qiang Xie Kepada Hua Chenran, terlihat hormat dan sopan. Apakah sebenarnya ada hubungan diantara mereka berdua?
Menutup pintunya, Hua Chenran terus berjalan ke arah Jiang Shaoning selangkah demi selangkah. Melihat mata kosong Jiang Shaoning yang sedikit berkedip, dia juga merasa ini masih sangat murah untuk orang seperti Jiang Shaoning.
"Jiang Shaoning aku sudah pernah berkata untuk memperingatkan mu, tapi kamu tidak pernah berhenti untuk terus menerus menguji batas kesabaran ku, jadi..."
Kata Hua Chenran dengan sengaja untuk menghentikan kata-katanya, diakhir kalimatnya.
Melihat bahwa Jiang Shaoning masih tetap tidak merespon, Hua Chenran tersenyum menghina dan berkata dengan nada penuh dengan ejekan.
"Jangan berakting di hadapan ku! Ini sama sekali tidak berguna"
Kata-kata Hua Chenran benar-benar membuat giginya berderit keras.
Jiang Shaoning tiba-tiba berdiri dan matanya dipenuhi oleh kebencian yang dalam, wajahnya itu menjadi semakin terdistorsi dan gila.
"Jalang! Itu kamu Hua..Chen..Ran, itu kamu yang menyuruh mereka untuk melakukan hal ini kepada ku"
__ADS_1
"Bukankah kamu sendiri yang sebenarnya memesan layanan ini? Mungkinkah tidak memuaskan dengan hanya dengan 3 orang saja?"
Hua Chenran bertanya dengan nada penuh penghinaan dan ironi.
"Kamu...kamu...."
Tidak dapat menjawab dan hanya bisa tersedak, bahkan hampir dia muntah darah mendengar kata-kata dari Hua Chenran.
Lalu Jiang Shaoning segera berlari ke arah Hua Chenran, dia ingin segera mencakar dan merusak wajah yang terlihat cantik dan imut itu, tapi di balik wajah itu ternyata adalah iblis sebenarnya yang selalu bersembunyi.
"Kamu iblis! Mati kamu"
Sayangnya fantasi Jiang Shaoning terlalu indah, tapi kenyataannya sangatlah kurus. Hua Chenran tidak langsung membunuh Jiang Shaoning dengan kekuatan spiritualnya, dia kemudian menangkap kedua tangan Jiang Shaoning dan dia mematahkan kedua lengan Jiang Shaoning.
"Ah..., Sialan lepaskan!"
Tidak mungkin! kenapa Hua Chenran ini begitu kuat? Dia sudah kehilangan kepolosannya, jadi dia tidak ingin lagi menjadi seorang yang cacat.
Mata Hua Chenran sekarang menjadi sangat dingin tanpa suhu, sehingga di seluruh ruangan ini suhunya sudah tidak bisa lebih rendah lagi.
Kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak di ragukan lagi, benar-benar membuat Jiang Shaoning gemetar.
Kemudian dia mendorong tubuh Jiang Shaoning hingga membentur dinding, lalu mengeluarkan beberapa teguk darah dari mulutnya.
Wajah Jiang Shaoning kini menjadi sangat pucat, badannya terasa sangat kesakitan sekarang, tapi gemetar di tubuhnya mengkhianati ketenangan dirinya sendiri. Jiang Shaoning merasa sangat takut. Ketika dia tidak sengaja melihat mata Hua Chenran yang jadi dingin tanpa suhu, juga kata-kata itu membuat wajah Jiang Shaoning sangat pucat tanpa jejak darah di wajahnya.
"Hua Chenran....tolong maafkan aku! Aku ingin hidup, tolong aku, aku pasti tidak akan melakukan hal itu lagi kepada mu" Jiang Shaoning yakin di dalam hatinya, jika Hua Chenran ingin membunuh dirinya, pasti sudah dilakukan sejak tadi dengan pedang yang ada ditangannya. Hua Chenran tidak membunuhnya, ini berarti dia masih mempunyai hati yang lembut.
Jika dia memohon maaf beberapa kali, Hua Chenran pasti akan segera memaafkan dirinya.
Dalam hatinya Hua Chenran ingin mengumpat dengan sangat keras
'Hantu percaya padamu...huh..'
Juga Jiang Shaoning yakin bahwa seorang gadis seperti Hua Chenran, tidak mungkin pernah membunuh orang sama sekali.
Alis Hua Chenran sedikit terangkat, matanya menyipit berbahaya dan senyum mengejek tersungging di bibirnya yang kemerahan. Jadi dia hanya bertanya dengan lembut.
"Kamu ingin hidup?"
__ADS_1
Pertanyaan Hua Chenran segera membuat mata Jiang Shaoning berbinar, seketika kilatan harapan terlihat di mata Jiang Shaoning.
Jiang Shaoning yakin jika dia terus untuk berbicara manis dan lembut, Hua Chenran akan tertipu olehnya lalu dia akan dapat segera kabur.
"Ya... Chenran tentu saja aku ingin hidup. Chenran maafkan aku ok, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, tolong biarkan aku pergi dari sini"
Jiang Shaoning hanya mengangguk seperti orang bodoh, sebenarnya di kedalaman matanya terdapat dendam yang mendalam dan sangat kelam.
'Jika dia bisa pergi dari sini hari ini, maka Hua Chenran pasti tidak akan pernah bisa hidup lebih baik dari pada kematian'
Bagaimana mungkin Hua Chenran tidak melihat kilatan dendam dari kedalaman mata Jiang Shaoning.
Hua Chenran berkata dengan lembut
"Tenang saja aku tidak akan pernah membunuh mu, kamu pasti akan tetap hidup" tentu saja dalam penuh penyiksaan, karena tidak lama lagi hidupmu pasti tidak akan pernah lebih baik dari pada kematian'.
Hua Chenran tidak akan mengatakan kalimat terakhir tadi.
Kenapa setelah Jiang Shaoning mendengar perkataan Hua Chenran malah jadi semakin dingin dalam hatinya dan juga badannya menggigil tanpa sebab.
"Kamu tidak berbohong...kan?"
"Untuk apa berbohong padamu? Dan juga memangnya siapa kamu yang dapat kualifikasi untuk mendengar perkataan ku, yang dipenuhi dengan kebohongan?" Hua Chenran tidak menjawab, tetapi dia kembali bertanya kepada Jiang Shaoning itu dengan sangat sombong dan juga matanya melihat ke arah Jiang Shaoning penuh dengan penghinaan.
Pertanyaan Hua Chenran hanya akan membuat Jiang Shaoning tersedak penuh amarah dan membuat nya memuntahkan beberapa teguk darah. Terlalu sombong! Memangnya harus mendapatkan kualifikasi hanya untuk mendengarkan kebohongan mu?
Hua Chenran kemudian langsung saja mengeluarkan sebuah pisau tajam dari udara hampa, tepat di depan mata Jiang Shaoning tentunya.
Syok! Wajah Jiang Shaoning dipenuhi rasa horor dan tidak percaya. Pisau muncul begitu saja dari udara hampa.
Jiang Shaoning bertanya dengan nada yang agak gagap dan gemetaran.
"Hua Chenran! Apa...apa yang ingin kamu lakukan padaku?"
Mengaitkan sudut bibirnya, lalu dia terus menatap ke arah Jiang Shaoning dan berkata dengan nada yang malas.
"Kenapa kamu harus takut seperti itu sekarang? Kemana Jiang Shaoning yang terus menatap ke arahku dengan
penuh kebencian? Juga sayatan dari pisau kecil ini tidak akan membuat kamu merasa sakit, kenapa harus seperti seekor kelinci ketakutan?"
__ADS_1