Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 77. Grand Canyon Zhangjiajie


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang agak gelap, sunyi dan penuh kesuraman, ada banyak sekali barang-barang mahal yang hancur di lantai.


Tepat di sebuah kursi goyang, disana ada seorang dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuh dan juga wajahnya. Tangan orang berjubah hitam itu berlumuran dengan darah, tapi dibalik jubah hitam itu ada mata hitam yang suram, penuh dengan ketidakpedulian, seolah-olah dia tidak menderita luka serius sama sekali.


"Kurang ajar!! Berani sekali untuk berbicara seperti itu kepadaku! Jika bukan karena aku tidak boleh muncul di depannya sekarang, aku pasti tidak akan menyuruh pembunuh bayaran itu untuk membunuhnya"


Kata seorang berjubah hitam dengan nada dingin dan suaranya tidak bisa dibedakan antara laki-laki dan juga seorang perempuan.


"Hua Chenran kamu menunggu!"


Katanya dengan nada yang tajam.


Langit yang gelap perlahan mulai sedikit lebih terang, matahari pun perlahan terbit dengan tenang.


Suara-suara burung bernyanyi pun samar-samar terdengar di telinga.


Ketika terbangun dari tidurnya, Hua Chenran melihat langit yang sudah mulai terang, dia hanya mencuci giginya saja dan mencuci muka, karena dia sudah mandi tadi pukul 4 pagi.


Setelah berberes, dia turun ke bawah dan Hua Chenran sangat terkejut, dia melihat gadis ceria seperti Lin Huayu, mengalami depresi dan kurang tidur dengan matanya terlihat seperti panda.


"Huayu ada apa denganmu? Lihatlah tidak biasanya kamu seperti ini?"


Tanya Hua Chenran dengan kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya.


Mendengar pertanyaan dari Hua Chenran, Lin Huayu lalu menjawab dengan dramatis dan kembali dia juga  kembali mengingat momen itu.


"Ini semua karena...."


Flashback


Lin Huayu yang baru saja pulang sangat kelelahan, dia lalu langsung melemparkan dirinya sendiri ke kasur dan hampir tertidur. Tapi segera dia dikejutkan oleh suara orang yang berkelahi. Suara itu sangat keras terdengar di telinga Lin Huayu, Apakah ini perampokan? Badannya menjadi gemetar memikirkannya.


Tentu saja! Lin Huayu bahkan lebih  penasaran dengan perampokan itu, jadi dia memberanikan dirinya untuk mengintip lewat jendela belakang kamarnya.


Ketika Lin Huayu melihat ke arah pertarungan di hutan, dia sangat terkejut karena dia melihat dua bayangan, satu hitam dan satu putih, dibalik pepohonan di hutan. Mereka saling mengeluarkan cahaya putih dan coklat untuk saling menyerang.


Semakin lama mengintip semakin pucat wajahnya dan juga ketakutan.


Tidak! Itu bukan perampokan, yang dia lihat sekarang adalah hantu.


Jika kedua hantu itu melihatnya, akankah dia dicekik oleh kedua hantu yang sedang bertarung itu.


Lin Huayu kembali mengunci jendela, lalu dia bergegas dengan cepat menuju tempat tidur, membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.


Dia sangat takut untuk memejamkan matanya, tapi dia sangat mengantuk.


Pada saat Lin Huayu hendak tertidur, terdengar suara perempuan tertawa dan suaranya itu terdengar penuh dengan kegilaan, dingin, kebingungan dan juga putus asa.


Karena itu Lin Huayu hampir tidak tertidur sepanjang malam, baru pada saat dia baru saja tertidur, tapi hanya 2 jam kemudian dia bangun karena mimpi dikejar oleh hantu.

__ADS_1


"Begitu lah Xiao ran! Oh...aku masih sangat mengantuk"


Kata Lin Huayu dengan mulutnya yang masih menguap dan ngantuk.


Setelah mendengar cerita Lin Huayu, garis-garis hitam memenuhi dahi Hua Chenran, sudut mulutnya berkedut dan wajahnya menjadi kaku sejenak.


Untuk Mao! Ternyata kesedihannya dari tawanya tadi malam, membuat orang lain tidak bisa tertidur. Tadi malam dia juga tidak bisa disalahkan, ini karena semalam dia terlalu larut dan tenggelam dalam kesedihannya.


"Makanya jangan terlalu penasaran, jika hantu tadi malam mencekikmu bagaimana?" Kata Hua Chenran dengan kekhawatiran di wajahnya, tapi dia meminta maaf dalam hatinya.


Hua Chenran berbohong selancar air mengalir, tanpa tersipu di wajahnya.


"Tadi malam sangat menakutkan! Untungnya nanti kita akan pulang kembali ke rumah"


Kata Lin Huayu sambil tersenyum.


Walaupun masih ada ketakutan, tapi sekarang sudah siang hari, jadi hantu itu pasti tidak akan datang.


"Iya, untungnya"


Tambah Hua Chenran dengan tenang.


Dalam hatinya dia tertawa sedikit, karena dia belum pernah Lin Huayu yang ketakutan seperti ini.


"Kalian berdua sudah siap"


"Tentu saja kami berdua sudah siap"


Jawab Lin Huayu dengan mencibir.


"Tapi aku hanya melihat panda, dimana Lin Huayu?"


Tambah Wei Qiang dengan senyum jahat di wajahnya.


"Kamu...! Lihat dirimu sendiri, bahkan panda lebih baik dari mu!"


Tambah Lin Huayu dengan senyum bahagia di wajahnya.


Wei Qiang : "..."


Mulut nya sedikit berkedut ringan.


Tidak dipungkiri bahwa memang hitam di bawah matanya, tidak lebih baik dari Lin Huayu.


"Ayo sarapan dulu, kita bisa telat ke sana nanti" kata Wei Sichu yang ada disamping Wei Qiang, dia tidak ingin mendengar perang kata-kata mereka berdua lagi.


"Ayo"


Kata Hua Chenran sambil menggelengkan kepalanya dan terus menarik Lin Huayu ke meja makan.

__ADS_1


Setelah sarapan, mereka berempat kemudian pergi ke Grand Canyon Zhangjiajie.


Grand Canyon Zhangjiajie adalah lokasi bungee jumping tertinggi di seluruh Huaxia. Dari kota Nanyang hanya satu setengah jam perjalanan untuk sampai ke lokasi bungee jumping tersebut.


"Huayu apa kamu yakin masih ikut bungee jumping?"


Tanya Hua Chenran dengan khawatir, karena mata Lin Huayu masih terlihat mengantuk.


"Yakinlah! Jadi sekarang aku akan tidur dulu, jangan lupa jika sudah sampai tolong bangunkan aku...Ok.."


Kata Lin Huayu dengan mata yang lesu, jelas sangat mengantuk.


Setelah mengatakan itu dia mulai langsung memejamkan matanya dan bersandar di bahu Hua Chenran.


Wei Qiang yang melihat Lin Huayu dengan nyaman nya tertidur di dalam mobil, agak tidak berdaya dalam hatinya. Kenapa nasibnya berbeda?


Lihatlah dia juga kurang tidur tadi malam, tapi masih harus menyetir mobilnya ke Grand Canyon Zhangjiajie.


Sebagai yang tertua ini adalah penderitaan nya, lagipula datang ke Grand Canyon Zhangjiajie untuk bungee jumping, adalah keinginannya yang sudah direncanakan selama sebulan yang lalu untuk liburan.


Wei Qiang terus mengeluh dalam hatinya, tapi tidak ada yang tahu.


Sementara itu Wei Sichu juga terus memikirkan suara pertarungan tadi malam, jelas adalah pertarungan antara dua kultivator, yang tingkat kultivasinya lebih tinggi darinya.


Karena itu dia memilih untuk diam dan tidak ikut campur, karena itu tidak membahayakan publik.


Namun tidak lama setelah suara pertarungan berakhir, ada suara yang memang penuh kesedihan dan juga kebingungan terdengar di telinganya tadi malam. Suara tawa ini, Wei Sichu juga merasa bahwa suara ini akrab.


Juga mendengar suara tawa itu entah kenapa Wei Sichu juga merasakan kesedihan nya. Chenran! Apa yang membuat dirinya sangat sedih?


Melihat Hua Chenran yang sudah tertidur pulas dengan Lin Huayu, juga tadi pagi dia tidak melihat kesedihan lagi di matanya, Wei Sichu merasa lega dalam hatinya.


Kemudian dia mulai memejamkan matanya untuk tidur.


"Xiao Chuchu bagaimana jika kamu yang menjadi giliran pertama untuk bungee jumping?"


Tanya Wei Qiang sambil terus mengemudi mobil.


Hening......


"Xiao Chuchu..?"


Tanya Wei Qiang sekali lagi, lalu dia pun menoleh ke sampingnya.


Sudut mulutnya bergerak-gerak, ingin rasanya berkata kasar dan menghafal nama-nama binatang.


Dia ditinggalkan sendiri dan mereka bertiga sudah tertidur, bukankah tadi sepupu muda nya ini akan menyetir setengah jalan nanti. Tapi sekarang Wei Sichu malah dia sudah ketiduran.


Dah....lah.

__ADS_1


__ADS_2