
Langkah kaki Hua Chenran berhenti, lalu dia membalikkan badannya, dan melihat bahwa yang ada di depannya adalah harimau setinggi dua meter, sepertinya ruang latihan ini sangat berguna, lihatlah harimau yang dulu hanya setinggi 1 meter berubah jadi dua meter hanya dalam dua minggu.
"Roar.....!!!"
Harimau setinggi dua meter itu lalu meraung dengan ganas, ada juga rasa ketakutan dalam suara itu. Melihat manusia yang ada di depannya, sang harimau secara naluriah merasakan bahaya mendekat, dan akan merebut wilayah yang di tempati oleh dirinya sekarang.
Ketakutan nya secara tiba-tiba langsung di abaikan, ketika harimau memikirkan tempat tinggal nya yang cantik ini, dan susah payah dia dapat akan menjadi milik orang lain!
Hua Chenran hanya merasakan tidak berdaya, kenapa harimau malahan yang muncul di gurun? Bukankah harimau itu biasanya tinggal di dalam hutan yang lebat? Ini tidak ilmiah, atau harimau ini menjadi terdistorsi karena ditangkap ke dalam formasi latihan dan memilih tinggal di gurun?
"Roar....Roar....!!"
Mengaum dengan suara yang keras, harimau itu langsung berlari ingin menerkam Hua Chenran, dan juga mencabik-cabik nya hingga menjadi ribuan keping, beraninya manusia itu ingin merebut wilayah nya!
Ekspresi wajah Hua Chenran lalu berubah menjadi serius, walaupun harimau di depannya bukan yang dari dunia kultivasi, tetapi kekuatan nya tidak dapat diremehkan sama sekali, apalagi sudah memasuki formasi latihan, yang dirancang khusus oleh dirinya sendiri.
Hua Chenran tidak menggunakan kekuatan kultivasi nya, tetapi dari kekuatan fisiknya (energi eksternal).
Dengan ini mungkin kemajuan nya menjadi tahap pembangunan yayasan lapisan ke 8, akan segera terealisasi.
Melihat harimau yang semakin lama semakin mendekat, Hua Chenran tidak bertindak panik sedikit pun. Ketika hampir setengah meter lagi, Hua Chenran tiba-tiba melompat ke atas dan berhasil mendarat di atas punggung harimau itu.
__ADS_1
"Roar.....!!!"
Harimau sangat marah! Hanya sedikit saja lagi, tetapi manusia yang baru saja sudah harimau tetapkan menjadi mangsanya, tiba-tiba melompat ke atas dan menghindari cakar dan juga mulutnya. Apalagi manusia berdiri di atas punggung nya sekarang, ah...!!
Penuh dengan kebencian!
Harimau bergoyang dan melompat dengan cepat, supaya manusia yang ada di atas punggung nya itu jatuh.
Kepalanya pusing, dan Hua Chenran rasanya sangat ingin muntah sekarang, lalu Hua Chenran kembali melompat ke bawah dengan keadaan kepalanya pusing.
Seringai muncul di wajah harimau, membuka mulutnya dan gigi-giginya yang tajam terlihat menakutkan, lalu dengan cepat berlari dan menerkam ke arah Hua Chenran.
Kilatan dingin terlintas di matanya Hua Chenran, senyum main-main muncul di wajahnya. Sekarang lebih baik berkelahi dengan kekuatan nya.
Harimau yang terlempar langsung terkejut, dia bangun dan ingin pergi menerkam Hua Chenran lagi. Juga Hua Chenran tersenyum provokatif pada harimau, seolah dia menyambut serangan harimau itu kapan saja.
Setelah itu terjadilah, perkelahian apik manusia dan harimau di gurun. Berlari, menghindar, meninju, menggigit, berguling di pasir dan akhirnya itu diakhiri dengan salah satu pemenang dari keduanya.
Hua Chenran berdiri terengah-engah dengan luka goresan di sekujur tubuhnya, bajunya sudah menjadi compang-camping, wajahnya gelap, sekujur tubuhnya ditutupi dengan darah dan pasir.
Di depannya adalah harimau yang masih berdiri, dengan beberapa bagian kulitnya terluka, akan tetapi kelihatannya tidak separah luka yang ada di tubuh Hua Chenran.
__ADS_1
Tetapi beberapa saat kemudian, tubuh harimau itu terjatuh dengan mata kuningnya yang dipenuhi oleh keengganan, sebenarnya sekarang harimau itulah yang kalah.
Hua Chenran mulai merasakan aliran energi spiritual dalam tubuhnya ini, mulai bergejolak dan rasanya seperti promosi kemajuan. Senyum senang pun muncul di wajah Hua Chenran.
Melihat Hua Chenran yang sedang linglung, harimau itu perlahan mulai menyeret tubuhnya supaya menjauh dari manusia tirani dan tidak masuk akal, seperti manusia kecil yang ada di depannya sekarang. Kecepatannya pastikan untuk tidak bertemu dengan manusia tirani semacam ini lagi, lebih baik berjalan memutar saat bertemu.
Harimau merasa sangat sedih dalam hatinya, kenapa dia harus dirugikan oleh hanya seorang manusia kecil?
"Siapa yang menyuruh mu untuk pergi" suara dingin Hua Chenran terdengar di telinga harimau itu.
Tubuh harimau itu, lalu gemetar dan dia merasa sangat teraniaya, sudah memukul, meninju dan menggigit nya secara tidak manusiawi. Sekarang apalagi yang ingin dilakukan oleh manusia kecil ini? Harimau itu mulai mendongakkan kepalanya takut-takut
"Tetap di sini"
Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin, menatap ke arah harimau itu dengan tatapan matanya yang kejam.
Setelah mengatakan itu, Hua Chenran pun menghilang di depan harimau itu dan seolah-olah tubuh Hua Chenran itu menguap di udara.
Pupil harimau menyusut, meratapi nasibnya, ingin menangis tanpa air mata. Jenis apa yang dia provokasi?
Oh.... siapa yang bisa menolongnya?
__ADS_1
Lalu melihat ke arah sekeliling gurun pasir yang kosong, harimau yang sedih dan ketakutan, harus menerima kenyataan kejam ini.