
"Ya ampun, sebenarnya siapa yang sudah membuat Guru Shen marah?"
Kata Fang Yue dengan kesal.
"Menakutkan! Wajahnya tampak seperti kita berhutang 5 juta padanya"
Yang Jian berkata dengan sinis.
"Tadi di kelas aku sudah mengutuk leluhur generasi ke 18 orang yang sudah membuat guru Shen marah seperti itu" kata Fang Yue sambil tersenyum puas.
"Ya, aku juga melakukan hal yang sama denganmu"
Yang Jian berkata sambil tertawa.
Saat keduanya sibuk berbicara, keduanya mendengar suara orang yang menangis di lorong ke kelas inti. Seketika bulu kuduk mereka berdua berdiri dan badannya merinding.
"Apakah ada hantu?"
Tanya Yang Jian dengan wajah pucat.
"Mana mungkin ada hantu di sekolah, jam-jam segini?"
Bantah Fang Yue dengan suara pelan dan kaki gemetar tanpa sadar.
"Tapi suara nya terdengar jelas!"
Kata Yang Jian dengan panik jelas terlihat di wajahnya yang pucat.
"Sial! Kenapa suaranya makin mendekat?"
Fang Yue tidak bisa membantu tetapi mengutuk dengan keras.
"Diam!"
Kata Yang Jian sambil menutup mulut Fang Yue dengan tangan kanannya. Lalu tangan kiri Yang Jian menunjuk ke arah ujung lorong kelas inti.
"Jiang Shaoning"
"Shaoning"
Kata mereka berdua sangat terkejut ketika melihat Jiang Shaoning, akhirnya mereka berdua menghela nafas lega, ternyata bukan hantu.
Tapi melihat air mata mengalir di wajah Jiang Shaoning, membuat mereka berdua bertanya-tanya dalam hati mereka berdua. Apa yang terjadi sebenarnya? Yang Jian dan Fang Yue saling memandang, rasa ingin tahu akan gosip keduanya terpancing.
"Shaoning kamu baik-baik saja?"
Fang Yue bertanya kepada Jiang Shaoning dengan nada khawatir.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Yang Jian dengan ekspresi khawatir di wajah nya.
"Tidak apa-apa, ini hanya debu yang masuk ke mataku. Jadi ini membuat mata ku perih hingga air mata keluar"
Jawab Jiang Shaoning sambil tersenyum lembut, tapi dengan air matanya yang jatuh membuat tampilan wajah Jiang Shaoning, menjadi lebih menyedihkan, seperti sedang diintimidasi oleh seseorang.
Ini jelas tidak sesederhana apa yang dikatakan oleh Jiang Shaoning, pikir mereka berdua.
"Shaoning jangan seperti ini, ceritakan saja pada kami berdua"
Kata Yang Jian dengan wajah khawatir, sambil membujuk Jiang Shaoning untuk berbicara.
"Shaoning katakan saja, jangan takut"
Tambah Fang Yue dengan senyum menenangkan di wajahnya.
Melihat Jiang Shaoning menangis sangat sedih dan memegang nampan makanan dari ruang kelas kelas inti ke ujung lorong ini, Fang Yue berpikir pasti akan ada cerita menarik di dalamnya.
"Tidak apa-apa, kalian berdua tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja"
Kata Jiang Shaoning dengan agak tertekan dalam suaranya, membuat tampilan wajah sedih Jiang Shaoning meningkatkan beberapa poin.
"Shaoning apakah ini Hua Chenran?"
Tanya Fang Yue dengan agak terkejut.
Karena Jiang Shaoning pernah berkata kepada mereka, bahwa Hua Chenran tanpa malu-malu mendekati Wei Sichu pada hari pertama Wei Shicu masuk sekolah.
Dan juga secara diam-diam mengancam Jiang Shaoning untuk menjauh dari Wei Sichu.
"Shaoning ceritakan saja pada kami berdua, kami pasti akan membantu"
Kata Yang Jian dengan ekspresi wajah yang serius.
"Ini bukan salah Hua Chenran, ini adalah salahku sendiri untuk memberikan makanan ini kepada Wei Sichu. Aku melihat Sichu tidak turun ke Kafetaria, jadi aku...Wow...."
Jiang Shaoning berkata dengan agak tertekan sambil menggigit bibirnya dan air matanya mengalir lagi.
Jiang Shaoning sengaja tidak menyelesaikan kalimat berikutnya, untuk membuat mereka berdua menjadi salah paham, terhadap seseorang seperti Hua Chenran.
Benar saja!
"Hua Chenran pasti dengan sengaja mengancam mu lagi kan?"
__ADS_1
Tebak Yang Jian dengan ekspresi penuh keterkejutan di wajahnya.
"Pasti Hua Chenran mengatakan hal-hal yang buruk tentang kamu
di depan Wei Sichu, pasti itu!"
Tebak Fang Yue dengan penuh keyakinan. Kemudian dia melanjutkan dengan imajinasinya yang kaya dan berkata lagi
"Sehingga Wei Sichu tidak mengambil nampan makanan kafetaria yang kamu ingin berikan, iya kan?"
Mendengar perkataan Fang Yue, wajah Jiang Shaoning agak merah karena malu, kemudian dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara yang agak sedih
"Jangan katakan seperti itu, Hua Chenran pasti tidak bermaksud untuk melakukannya"
Jawaban Jiang Shaoning membuat mereka berdua lebih yakin lagi, jika tebakan mereka berdua adalah benar.
"Jangan sedih Shaoning, kami berdua pasti akan membantu mu"
Kata Fang Yue sambil menepuk pundak Jiang Shaoning.
"Kami akan membantumu untuk memberikan pelajaran kepada Hua Chenran itu" Kata Yang Jian dengan ekspresi wajah penuh perhatian.
Sebenarnya Yang Jian juga tidak menyukai Hua Chenran, karena pacarnya selalu diam-diam melihat Hua Chenran, saat di kafetaria. Jadi ini adalah kesempatan bagus untuk memberi nya pelajaran, agar tidak menggoda pacar orang lain.
"Ayo, kami akan menemanimu ke Kafetaria dulu, kamu pasti belum makan. Kita makan bersama saja"
Kata Fang Yue sambil menarik tangan Jiang Shaoning.
"Baiklah"
Jawab Jiang Shaoning dengan lemah.
Kemudian mereka bertiga pergi ke kafetaria sekolah.
Bel masuk berbunyi,
Ketika mereka bertiga masuk ke dalam ruang kelas, mereka bertiga menatap Hua Chenran dengan sinis.
Sementara itu Hua Chenran tidak tahu, karena dia sedang berbicara dengan Wei Sichu.
Saat pelajaran berlangsung, Fang Yue dan Yang Jian sedang berbisik, sambil melirik ke arah Hua Chenran dengan pandangan sinis.
Jiang Shaoning yang melihat semua ini, hanya tertawa terbahak-bahak dalam hatinya, ini masih terlalu murah untuknya, tapi yang penting bukan dia yang melakukan hal buruk ini. Jadi tidak mungkin untuk mempengaruhi citranya yang baik.
Bel pulang sekolah berbunyi,
"Xio ran, tolong bilang pada ibuku nanti, aku ada kegiatan di klub tari, Ok" kata Lin Huayu sambil berlari ke luar kelas.
Kata Hua Chenran agak keras.
"Siap ibu Ran"
Teriak Lin Huayu dari jauh.
Kemudian Hua Chenran pergi ke toilet, setelah menyelesaikan urusannya, Hua Chenran mencuci tangan dan mukanya, pada saat dia membuka pintu toilet, pintu masuk toilet terkunci dari luar.
Dia hampir saja ingin menendang pintu, tapi teringat ini adalah properti sekolah dan ada kamera CCTV yang memantau. Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?
Memanjat lagi jendela ventilasi toilet?
Sudah dua kali dia memanjatnya hari ini, tadinya dia cuma ingin merasakan bagaimana agen-agen dalam TV melakukannya.
Memanjat lagi? Jangan pikirkan itu.
Ada langkah kaki yang mendekat kemari, sepertinya ada 3?
Hua Chenran dengan cepat mengambil ponselnya dan mulai merekam dengan ponselnya.
Segera suara yin dan yang sampai ke telinganya dan semua itu otomatis terekam di ponselnya.
"Kamu sudah melakukan hal yang benar, Vixen memang harus diberikan pelajaran" kata Yang Jian dengan senyum sinis.
"Shaoning, kamu tenang saja orang seperti Hua Chenran memang pantas dikunci di toilet seperti ini"
Tambah Fang Yue dengan nada membujuk.
"Tapi.."
Kemudian Jiang Shaoning melanjutkan dan berkata
"Terimakasih, kalian seharusnya tidak melakukan hal ini untukku.
Tapi terimakasih kalian berdua.."
Wajahnya terlihat sangat bersyukur atas kebaikan mereka untuk membela dirinya.
"Sama-sama"
Kata Yang Jian sambil tersenyum.
"Ayo pergi, biarkan Hua Chenran menderita di sana untuk sehari ini, supaya dia tidak berani lagi"
Kata Fang Yue sambil menarik tangan Jiang Shaoning dan Yang Jian, setelah itu mereka bertiga berlari begitu cepat, takut untuk ditemukan.
__ADS_1
Tidak mendengar suara apapun lagi, Hua Chenran segera mematikan perekam suara di ponsel dan menyimpannya dengan baik.
Hua Chenran menyeringai dengan dingin, dia tidak pernah menebarkan kebencian apapun di dalam kelas.
Kenapa mereka berdua berurusan dengannya? Jiang Shaoning kamu sungguh baik! Menggunakan orang lain untuk berurusan dengan ku. Jangan salahkan aku karena kejam.
Mengambil ponselnya dan segera memutar nomor, lalu memanggil.
"Halo Chenran"
Suara anak laki-laki itu terdengar sedikit terkejut.
"Apakah kamu masih disekolah?"
Tanya Hua Chenran sedikit khawatir, dia tidak ingin lagi keluar lewat ventilasi toilet, sudah cukup dia melakukan hal itu dua kali untuk membalas Yu Qiujie.
"Ya, ada apa?"
Suara anak laki-laki itu penasaran.
"Baguslah!, aku dikunci di toilet umum perempuan sekarang"
Kata Hua Chenran dengan tenang, tidak terdengar seperti orang yang sedang mengalami masalah.
Padahal dalam hatinya dia menghela nafasnya berkali-kali, untungnya masih ada Wei Sichu.
"Ok, tunggu aku kesana"
Setelah mengatakan itu, anak laki-laki itu mematikan ponselnya dan segera bergegas untuk pergi ke toilet perempuan, untuk menolongnya.
Beberapa menit kemudian,Wei Sichu sudah sampai di depan pintu toilet perempuan, dia melihat di lubang kedua gagang pintu diisi dengan sapu.
Kemudian dia menarik sapu itu dan segera membuka pintu, seketika dia menjadi terpana melihat gadis cantik di depannya, yang masih berdiri dengan tenang, sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Ka..kamu baik-baik saja"
"Ini baik, terimakasih untuk mu"
Kata Hua Chenran dengan senyum sambil menepuk pundak nya.
"Sama-sama, bukankah kita teman"
Wei Sichu pun sedikit terkejut ketika dia mengatakan ini kepada gadis di depannya.
"Baiklah teman!"
Tambah Hua Chenran dengan senyum cerah di wajahnya. Teman! Kata yang bagus, menambah teman adalah hal yang baik, tentu saja diterima. Apalagi Wei Sichu membantunya.
Wei Sichu sekali lagi terpana dengan senyum cerah Hua Chenran, di kelas dia melihat Hua Chenran hanya tersenyum sekedar untuk kesopanan antar teman sekelas, bukan jenis seperti di depannya sekarang, yang membuat kecantikannya meningkat.
Apakah ini keberuntungan menjadi temannya? Dapat melihat senyum cerah di wajahnya setiap hari.
Kemudian Wei Sichu menggelengkan kepalanya, apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan saat ini?
"Sichu.. Sichu, apa yang kamu pikirkan linglung?"
Tanya Hua Chenran agak khawatir.
"Tidak ada! Apakah supir mu sudah datang untuk menjemput?"
Tanya Wei Sichu
"Ya, supir Zhang hampir sampai"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
Setelah itu mereka berdua keluar dari toilet dan berjalan ke arah gerbang sekolah menengah Luocheng.
"Chenran, siapa yang melakukannya?"
Tanya Wei Sichu dengan tenang, tapi ada sedikit kekhawatiran dalam nadanya.
"Kamu akan mengetahuinya besok"
Jawab Hua Chenran sambil tersenyum kecil.
Hua Chenran ingin menyelesaikan masalah ini sendiri.
"Ok, kalau begitu, aku akan pulang lebih dulu, sampai jumpa"
Kata Wei Sichu sambil melambaikan tangannya, lalu naik ke dalam mobil.
"Sampai jumpa"
Balas Hua Chenran sambil melambaikan tanganya juga.
Sepertinya dia tidak bisa meremehkan tingkat kebencian mereka terhadapnya.
Juga ingatannya beralih saat dia menghadapi cultivator Iblis, jika saja cultivator Iblis itu, kekuatannya lebih tinggi lagi daripada dirinya, mungkin dia akan berakhir menjadi lebih buruk daripada kematian.
Sangat menakutkan! Kebencian seorang gadis kecil seperti mereka tidak bisa diremehkan, untuk kedepannya dia harus lebih waspada.
Tak bisakah dia belajar di sekolah menengah Luocheng ini dengan damai?
__ADS_1