
Saat ketiganya saling memandang, seluruh gudang terasa hening.
Hua Chenran memandang kedua hewan aneh disamping kiri dan kanannya dengan pandangan penasaran. Sedangkan kedua hewan aneh itu memandang dia dengan jijik.
Hewan aneh yang di sebelah kanannya terlihat seperti burung, seluruh warna bulunya didominasi oleh warna hitam dan ada bulu-bulu putih di kepalanya. Tapi burung itu di mata Hua Chenran terlihat seperti burung gagak. Juga hewan aneh yang disamping kirinya terlihat seperti ular, Sisiknya berwarna merah. Tapi ular itu sangat kecil dan tipis, di mata Hua Chenran ular kecil itu tidak ada bedanya dengan ulat.
Pandangan jijik kedua burung gagak dan ulat merah itu membuatnya tidak nyaman dan marah, biasanya banyak orang yang memandangnya dengan pandangan kagum, iri dan benci. Jadi mata Hua Chenran kembali menjadi dingin dan bertanya dengan suara yang dingin
"Burung gagak dan ulat merah, bagaimana kalian bisa disini?"
"Sial...kamu gadis hitam jelek berani membuat kontrak Kelahiran dengan naga api yang agung ini"
Kata ulat merah dengan dingin tanpa menyembunyikan rasa jijik di matanya.
"Ya gadis hitam jelek kamu sangat rakus, bahkan membuat kontrak jiwa dengan Phoenix es"
Kata burung gagak kecil dengan suara dinginnya, yang berisi ejekan dan penghinaan telanjang.
Gadis hitam jelek?
Mendengar kata-kata mereka dia langsung berkata dengan dingin
"Kalian hitam jelek dan seluruh keluarga kalian hitam jelek"
Setelah itu Hua Chenran bangun dan berlari dengan wajah memerah, karena dia baru menyadari dia tidak memakai apapun alias telanjang.
Tapi untungnya tubuhnya ditutupi dengan lapisan hitam tebal.
"Sial...dia sudah pergi"
Kata ulat merah dengan nada penuh kekesalan.
"Kita sudah punya hubungan kontrak dengannya, jadi tunggu saja"
Kata burung gagak dengan acuh tak acuh.
"Aku tidak ingin menunggu di gudang, aku pergi keluar" setelah mengatakan itu ulat merah pergi keluar dari gudang.
Lalu burung gagak juga mengikuti ulat merah keluar dari gudang.
Keduanya takjub dengan yang ada di depan mereka, ada ladang herbal yang sangat luas, pohon-pohon buah kuno, paviliun besar dan juga air lingquan yang legendaris. Yang ada didepan mereka adalah sumber daya kultivasi terbaik. Lalu mereka berdua berjalan ke danau lingquan dan duduk di sofa tepi danau lingquan dengan nyaman sambil memejamkan matanya.
"Kalian berdua, seharusnya aku yang rugi membuat kontrak dengan burung gagak dan ulat merah kan?"
Kata Hua Chenran yang sudah berdiri di depan burung gagak dan ulat merah itu.
Membuka matanya Burung gagak dan ulat merah terkejut, melihat gadis mungil yang cantik dan imut di depan mata keduanya.
Tentu saja Hua Chenran puas dengan mata terkejut keduanya.
Lapisan lemak hitam sudah dibersihkan, sehingga kulit Hua Chenran menjadi lebih putih dan halus tanpa pori-pori terlihat.
Fitur wajahnya juga menjadi lebih halus dan cantik daripada wajahnya sebelumnya.
Risih dengan pandangan keduanya, Hua Chenran bertanya sekali lagi
"Burung gagak, ulat merah?"
"Apa? Burung gagak?"
Tanya Phoenix es dengan penuh
kemarahan.
"Lihatlah semua bulumu, itu hitam. Bukankah itu burung gagak?"
"Dewa ini adalah Phoenix es, ini hanya karena dewa ini telah kehilangan kekuatan yang sebenarnya" jawab Phoenix es dengan suara yang dingin.
"Jangan sembarangan memanggil nama dewa, dewa ini adalah naga api, bukannya ulat, sejak kapan ulat menjadi sepanjang ini?"
__ADS_1
Kata Naga api dengan suara yang dipenuhi amarah.
"Lihatlah tampilan kalian berdua, benar-benar sangat mirip dengan burung gagak dan ulat merah"
Kata Hua Chenran dengan nada yang serius, ekspresi wajahnya masih acuh tak acuh.
Phoenix es dan Naga api melihat lagi ke tubuh mereka dan hanya bisa menghela nafas tidak berdaya.
Mereka berdua selalu dikejar para pembudidaya untuk dikontrak, hingga terjebak dan kehilangan energi spiritual kehidupan.
Setelah itu mereka berdua terpaksa bersembunyi, karena tidak bisa bertahan lagi, untuk tetap menjaga hidup, mereka berdua kembali berubah menjadi telur.
"Terlalu lemah, kalian berdua masih dalam tahap pembangunan yayasan lapisan 8. Masih sangat jauh bagi kalian untuk berubah bentuk menjadi manusia"
Kata Hua Chenran dengan dingin.
(Beast biasanya berubah bentuk menjadi manusia, saat mencapai tahap Jindan)
Phoenix es dan Naga api segera terkulai, walaupun mereka memiliki keturunan murni dari klan kuno Phoenix es dan Naga api, tapi tetap saja tanpa kekuatan, itu tidak ada apa-apanya.
"Baiklah, karena kita sudah punya hubungan kontrak,sebagai tuan aku tidak akan memperlakukan kalian berdua dengan buruk"
Kata Hua Chenran dengan senyum tersungging di bibirnya.
Jika kedua hewan ini dikembangkan dengan baik, kekuatan mereka berdua pasti bisa membantu dirinya saat naik ke alam abadi. Selain itu mereka berdua masih keturunan murni dari suku Phoenix dan Naga.
Phoenix es dan Naga api, keduanya saling berpandangan lalu mengangguk, kemudian mereka berdua melihat ke arah Hua Chenran dan berkata dengan nada tulus.
"Saya Bing Luanze, bersumpah untuk setia kepada tuan Hua Chenran"
Kata Phoenix es dengan keras.
"Saya Long Houchi, bersumpah untuk setia kepada tuan Hua Chenran"
Kata Naga api dengan keras.
"Karena kalian berdua sudah menjadi hewan kontrak ku, sekarang ayo pulang ke rumahku"
Kata Hua Chenran dengan senyum bahagia di wajahnya.
Tentu saja dia bahagia, karena dia sudah mengambil dua harta Karun yang paling dicari, oleh seluruh para kultivator di benua Surga Suci.
Ternyata telur jelek yang tidak punya energi kehidupan, yang dia ambil adalah beast dari suku Phoenix dan Naga. Sungguh keberuntungan!!
"Tunggu sebentar, jadi kami harus memanggil apa?"
Tanya Bing Luanze.
"Ya, jadi kami harus memanggil apa?."
Tanya Long Houchi
"Tentu saja memanggil tuan"
Kata Hua Chenran dengan tenang.
"Baiklah" keduanya berkata sambil mengangguk, lalu berjalan ke arah paviliun dalam ruang Xuantian.
"Kalian berdua mau kemana?"
Tanya Hua Chenran.
"Bukankah kamu menyuruhku untuk pulang ke rumah mu?"
Tanya Bing Luanze dengan wajah kebingungan.
"Paviliun itu hanya tempat istirahat ku, bukan rumahku. Kita sekarang berada di dalam ruang Xuantian"
Hua Chenran berkata dengan tenang.
__ADS_1
"Maksudmu ruang yang dapat menampung makhluk hidup?"
Tanya Long Houchi dengan matanya yang takjub.
"Benar, di ruang Xuantian ini nantinya, kalian berdua bisa berlatih dengan semua sumberdaya yang ada dalam ruang Xuantian ini. Supaya kalian berdua bisa cepat maju menjadi beast dengan kekuatan yang lebih tinggi lagi"
Kata Hua Chenran dengan serius.
"Tuan kami mengerti"
Jawab keduanya dengan kebahagiaan terpancar dari mata mereka berdua.
Jika mereka menggunakan sumber daya, dari ruang Xuantian ini. Maka tidak akan jauh mereka akan mengembalikan kekuatan mereka yang dulu.
"Bagus"
Setelah mengatakan itu Hua Chenran memegang mereka berdua, kemudian segera mereka bertiga keluar dari ruang Xuantian.
Melihat rumah tua dengan struktur bangunan yang berbeda dengan tempat tinggalnya dulu, Long Houchi penasaran dan bertanya
"Ini dimana?"
"Ini bumi" setelah menjawab pertanyaan Long Houchi, dia melihat jam di ponselnya yang sekarang menunjukkan pukul 8:23 malam.
"Ikuti aku, kita harus keluar dari rumah tua ini dulu"
Long Houchi melingkari pergelangan tangan Hua Chenran dan Bing Luanze dengan cepat terbang ke pundak Hua Chenran, kemudiaan Hua Chenran melihat sebuah taxi dari kejauhan dan sambil melambaikan tanganya Hua Chenran berteriak
"Taksi berhenti"
Taksi pun berhenti, tapi pengemudi memandang ketiganya dengan aneh.
Menyadari sesuatu Hua Chenran dengan canggung berkata
"Tolong ke rumah sun"
Setelah itu ketiganya masuk ke dalam taksi, tapi Long Houchi berubah menjadi gelang di pergelangan tangan Hua Chenran dan Bing Luanze yang terlihat canggung, berdiri di pundak Hua Chenran.
Siapa yang tidak akan memandang ketiganya dengan aneh, karena
Hua Chenran memakai hanfu dan juga ada ular merah hidup melilit tangannya dengan patuh, juga dan Burung gagak hitam berdiri di pundaknya dan burung gagak melihat ke arah supir taksi, sambil memutar matanya tidak suka.
Supir taksi terkejut melihat burung gagak bahkan tidak suka melihatnya, jadi supir taksi mulai meratapi nasibnya, bagaimana dia bisa menemukan kekasihnya, jika bahkan gagak saja tidak suka melihatnya.
Tentu saja Hua Chenran, Long Houchi dan Bing Luanze tidak peduli dengan pemikiran dari supir taksi. Karena mereka bertiga sedang asyik mengobrol tentang hal-hal bumi.
Tidak lama setelah mereka mengobrol, taksi sudah sampai di depan rumah Sun. Jadi ketiganya turun dan Hua Chenran membayar biaya taksi. Melihat ke rumah Sun, dia tidak terlalu khawatir lagi, karena dia sudah mengirimkan pesan ke Lin Huayu tadi.
"Tidak mungkin malam-malam aku membawa pulang ular dan burung, jadi lebih baik kalian berdua kembali masuk ke ruang Xuantian"
Hua Chenran berkata dengan nada penuh kecemasan.
"Baiklah" keduanya berkata secara bersamaan dan kembali masuk ke dalam ruang Xuantian.
Masuk ke rumah, Hua Chenran menyapa beberapa pelayan. Lalu bergegas dengan cepat ke kamarnya.
Padahal belum sehari tapi sudah sangat merindukan kedua bayinya.
Pintu kamar dibuka, yang terlihat hanyalah kedua bayi yang sudah tertidur pulas dalam box bayi.
Hua Chenran tersenyum lembut dan tangannya perlahan menyentuh wajah kedua bayinya.
Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya, kemudian teringat Long Houchi dan Bing Luanze, lalu memanggil nya.
"Kalian bisa keluar sekarang"
Kemudian sinar merah dan perak keluar dari tubuhnya, lalu berubah menjadi burung gagak dan ulat merah. Keduanya menatap Hua Chenran seolah ragu-ragu dan ingin menanyakan sesuatu.
"Jika kalian punya pertanyaan, tanyakan saja" Hua Chenran berkata dengan nada tenang dan santai.
__ADS_1