
Pria berjubah hitam sudah mulai mengembunkan energi spiritual di telapak tangannya, untuk dapat membunuh Hua Chenran dengan sekali gerakan dan serangan.
Hua Chenran juga dalam keadaan bersiap untuk menyerang, dengan energi spiritual yang sudah sangat kuat, terkumpul di telapak tangannya.
Melihat sikap waspada Hua Chenran, pria berjubah hitam hanya terkekeh geli, sebenarnya apa yang dapat dilakukan oleh seorang gadis kecil, untuk melawan pembunuh bayaran seperti dirinya?
Hua Chenran melihat pembunuh bayaran didepannya mulai terkecoh dengan tindakannya, seringai haus darah tersungging di bibirnya. Lalu Hua Chenran mulai menyerang secara langsung, dengan energi spiritual terkuat yang sudah dikumpulkan di telapak tangannya.
Cahaya putih melesat dengan kecepatan tinggi, bahkan pria berjubah hitam hampir tidak melihatnya melesat ke arahnya sendiri. Melihat cahaya yang hampir melukai nya ini, tentu saja pria berjubah hitam mulai menghindar dan segera menyerang Hua Chenran, dengan serangan telapak tangannya yang mengarah ke jantungnya.
Cahaya coklat melesat ke arahnya dengan lebih cepat dari serangan yang dilancarkan olehnya tadi, tetapi Hua Chenran berhasil menghindari serangan pria berjubah hitam itu dengan baik, bahkan tanpa tersentuh sedikit pun.
Pria berjubah hitam melihat banyak pohon yang patah dan tumbang oleh serangan Hua Chenran yang baru saja diarahkan kepadanya.
Mata dibalik jubah hitam menjadi sedingin es, ternyata dia terlalu meremehkan gadis biasa didepannya saat ini. Bagus juga! Sudah lama dia tidak mempunyai lawan yang hampir setara dengan dirinya disini.
Tetapi Hua Chenran bukanya hanya orang biasa? Dia tidak bisa mendeteksi tahap apa gadis didepannya sekarang? Kenapa Hua Chenran bisa menyerang dengan energi spiritual seperti seorang kultivator?
"Kamu seorang kultivator?"
Bukan pertanyaan tapi lebih seperti pernyataan. Pria berjubah hitam juga merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dia katakan.
Senyum tipis tersungging di bibir kecil dan merah Hua Chenran, dia kemudian berkata dengan dingin
"Tebak!!"
Sial! Baru kali ini ada seorang perempuan yang berbicara seperti ini kepada dirinya, dia merasa harus menangkap gadis ini dan memberi pelajaran yang berharga.
Pria berjubah hitam mulai menyerang sekali lagi, tapi kali ini pria berjubah hitam itu tidak mengembunkan energi spiritual, melainkan menyerang dengan serangan tinjunya. Hua Chenran juga dengan cepat menanggapi dengan menggunakan teknik tinjunya, dari latihan kekuatan fisik yang selama ini dia latih sendiri.
"bang...bang!.."
Suara-suara tinju bertabrakan segera terdengar, di seluruh hutan belakang tempat penginapan.
Tidak ada yang mengalah, keduanya mulai saling menyerang dengan kekuatan penuh, meski sudah ada beberapa luka dalam di tubuh mereka berdua. Tinju itu berhasil mengenai perut mereka masing-masing, tentu saja serangan itu tidak ringan dan segera mereka terpental beberapa meter ke belakang, darah segar dimuntahkan oleh mereka berdua.
Hua Chenran segera berdiri dan duduk bersandar di sebuah pohon, Darah segar itu mengalir di sudut mulutnya, lidahnya menjilati sudut bibir berdarah itu, dia tertawa....
__ADS_1
Suara tawanya lembut dan manis terdengar seperti lonceng perak, tapi sebenarnya adalah ritme kematian. Kemudian Hua Chenran berkata "Kemampuan ini lumayan"
Di telinga pria berjubah hitam itu, perkataan Hua Chenran seperti sebuah penghinaan terhadapnya.
Karena dia tidak tahu sudah tahap mana kekuatan Hua Chenran. Dia sudah menggunakan kesadaran ilahi untuk melihat kekuatannya, tetapi tidak dapat dilihat sama sekali!
Apakah kekuatan Hua Chenran ini lebih tinggi daripada kekuatannya?
Jika saja pria berjubah hitam tahu kekuatan sebenarnya Hua Chenran, hanya tahap pemurnian qi tingkat 12 yang memang satu tingkat berada di bawah tingkat kekuatannya saat ini, Entah berapa kali pria berjubah hitam itu akan muntah darah.
"Lumayan? Kekuatan penuh belum digunakan, jadi bagaimana kata lumayan seperti itu bisa dipakai untuk menilai tingkat kekuatan ku"
Kata pria berjubah hitam itu dengan suara yang dingin dan tajam.
"Baiklah! Dengan menggunakan kekuatan penuh akan menjadi, lumayan penuh hahaha....."
Hua Chenran berkata dengan nada suara yang dingin, tapi dipenuhi dengan ejekan terang-terangan.
Mendengar kata-kata Hua Chenran, amarah pria berjubah hitam itu segera memuncak, hari ini jika dia tidak memberikan Hua Chenran pelajaran yang baik, berarti dia bukanlah pembunuh bayaran terbaik.
Dalam hatinya Hua Chenran terkekeh geli, melihat pria berjubah hitam itu penuh dengan amarah. Ini adalah tujuannya dengan sengaja membuat lawannya marah, lalu lawannya akan menjadi impulsif dan kehilangan ketenangannya untuk menyerang.
Sebelum menyerang pria berjubah hitam, Hua Chenran memakan pil penyembuhan untuk menghilangkan rasa sakit, juga mengembalikan energi spiritual yang ada ditubuhnya.
Kemudian mereka berdua saling menyerang satu sama lain lagi.
"bang....bang!..."
"Bang....bang....bang!"
Hanya suara dentuman keras dari pertarungan mereka berdua, yang terdengar di seluruh kegelapan malam hutan ini.
Keduanya saling berhadapan dengan nafas terengah-engah, hasil serangan dan pertarungan mereka berdua masih saja seimbang dan belum ada yang kalah.
Dia sebenarnya sekarang mengubah niatnya, dia tidak akan membunuh gadis ini tetapi dia akan bermain dengan gadis didepannya ini. Gadis didepannya ini bisa dijadikan teman untuk latihan bertarung.
Walaupun kelelahan dan hampir kehabisan energi spiritual dalam tubuhnya, mereka berdua tetap tidak akan mengalah dan mulai menyerang satu sama lain lagi.
__ADS_1
Mengira ini kesempatan, Hua Chenran dengan cepat melambaikan tangannya dan jubah yang menutupi kepala pria itu terbuka, juga bahkan Hua Chenran menjatuhkan topeng perak yang menutupi wajah pria itu.
Pria berjubah hitam itu terkejut, dengan kesal dia berhasil dengan cepat menangkap kedua tangan Hua Chenran, tangan kirinya memegang erat kedua tangan Hua Chenran, lalu tangan kanannya memeluk pinggang ramping Hua Chenran, mereka berdua segera saling memandang.
Betapa terkejutnya Hua Chenran Ketika melihat wajah lawannya.
Pria didepannya... tidak! Lebih tepatnya disebut anak laki-laki.
Anak laki-laki didepannya ternyata mempunyai rambut coklat yang agak keriting, dengan mata coklat persik yang membuat orang tenggelam dalam kelembutan dan kehangatan.
Tapi dibalik itu, jelas anak laki-laki didepannya adalah orang yang dingin, dan penuh dengan darah.
Semua yang dilihat Hua Chenran sekarang, hanyalah seperti guntur di hari yang cerah baginya.
Kebencian segera memenuhi matanya yang dingin dan tajam. Aura pembunuhan yang tebal di udara seperti sedang mencekik seseorang.
Yang sekarang di hadapan Hua Chenran adalah Leng Yuesheng.
Leng Yuesheng merasa aneh dan lucu, biasanya banyak gadis yang melihat wajahnya akan tersipu dan bahkan tidak mampu untuk meliriknya lagi.
Tapi kenapa gadis didepannya ini malah semakin membenci dirinya, Ketika melihat wajahnya? Aura pembunuhan ini seperti ingin Mencabik-cabik jiwanya berkeping-keping? Jelas belum mengenal satu sama lainnya.
Tidak mungkin!!!
Bagaimana mungkin ini terjadi, jadi malam itu berarti dia tidur dengan dua orang pria sekaligus.
Jadi Yi'er dan Yan'er terlahir kembar, tetapi mereka berdua mempunyai ayah yang berbeda. Sangat tidak masuk akal, ini adalah sesuatu yang tidak pernah dia duga, dalam tiga kehidupannya sampai sekarang.
Leng Yuesheng melihat Hua Chenran yang sedang linglung, senyum tipis tersungging di bibirnya, kemudian Leng Yuesheng sengaja menundukkan kepalanya di leher putih dan mulus Hua Chenran, dia sengaja melakukan hal ini untuk mengerjainya. Tetapi saat aroma harum yang mirip dengan wewangian tubuh bayi itu memasuki hidungnya, dia tidak bisa untuk tidak lebih mendekat lagi, lalu tanpa sadar Leng Yuesheng menggigit leher mulus Hua Chenran hingga meninggalkan bekas gigitan disana.
"Ah....kamu... kamu!"
Hua Chenran menjerit dengan keras dan berkata dengan dingin, tetapi dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.
Leng Yuesheng terkejut mendengar jeritan Hua Chenran, Wajahnya memerah tersipu malu, dia sendiri pun bingung, dengan tindakan yang dilakukan olehnya sekarang.
__ADS_1
Bisakah dia mengatakan bahwa itu tidak disengaja atau kesalahan?
Bukankah dia akan dikatakan orang yang cabul pada usia yang masih sangat muda seperti sekarang ini?