
Di malam hari nya.....
Hua Chenran mulai berpakaian serba hitam, setelah itu mengenakan topeng perak kesukaan nya.
Melihat ke arah cermin, dia berkata
"Oke, sepertinya ini sudah benar"
Setelah mengatakan itu Hua Chenran keluar dari kamarnya, dan kebetulan Lin Huayu juga baru keluar dari kamarnya ( kamar Lin Huayu dan Hua Chenran bersebelahan ), Lin Huayu melihat Hua Chenran keluar dari kamar dengan pakaian serba hitam, dan juga yang anehnya Xiao Ran masih memakai topeng perak.
"Eh....Xiao Ran ingin pergi kemana?"
Tanya Lin Huayu dengan ekspresi penasaran, yang jelas tertulis di wajahnya. Mungkinkah Hua Chenran ingin melakukan aksi-aksi, seperti seorang agen pembunuh bayaran seperti yang di TV itu? Segera saja Mata Lin Huayu menjadi berbinar, setelah dia memikirkan hal ini.
Dia menatap ke arah Hua Chenran, dengan mata penuh harap untuk mengajaknya juga.
"Aku ingin melihat Yi'er dan Yan'er, sekalian pergi jalan-jalan ke kota A"
Jawab Hua Chenran dengan suara yang tenang, tidak terdengar seperti berbohong.
"Ah.... benarkah?"
Lin Huayu bertanya dengan nada tidak yakin, hei..! Pakailah baju serba hitam seperti itu, plus dengan topeng peraknya! Jangan perlakukan dia seperti anak umur 3 tahun, Ok! Mati pun dia tidak akan pernah percaya.
"Iya benar, apakah kamu juga ingin ikut dengan ku?" Tanya Hua Chenran kepada Lin Huayu, karena dia tahu Lin Huayu pasti juga merindukan Yi'er dan Yan'er, seperti dirinya.
"Jadi benar..." Lin Huayu bergumam agak kecewa, ternyata bukan seperti yang dia bayangkan, melihat Yi'er dan Yan'er? Lin Huayu juga sudah sangat merindukan kedua bayi imut itu
"Tentu saja aku juga ikut"
"Kalau begitu, ayo!"
Kata Hua Chenran dengan senyum tipis di wajahnya.
"Tidak! Tunggu dulu! Aku akan pergi mengganti baju ku dulu, supaya bisa cocok dengan gaya Xiao Ran, ingat topeng perak untuk ku satu!!"
Kata Lin Huayu sambil masuk ke dalam kamar nya lagi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Huayu, Hua Chenran hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan senyum tak berdaya di wajahnya.
__ADS_1
Kemudian Hua Chenran segera masuk ke dalam ruang Xuantian, untuk pergi membuat topeng perak yang cocok untuk Lin Huayu.
Tidak lama kemudian, Lin Huayu keluar dengan pakaian serba hitam, dan dia melihat Hua Chenran yang memegang, sebuah topeng perak di tangan kanannya.
Hua Chenran menyerahkan topeng perak itu kepada Lin Huayu, lalu Lin Huayu segera memakainya dan dia bertanya kepada Hua Chenran
"Xiao Ran, lihat apakah sudah terlihat seperti agen pembunuh bayaran yang misterius?"
"Ya...ya sudah mirip, ayo pergi!"
Kata Hua Chenran dengan senyum geli di wajahnya, karena dia baru menyadari arti dari kekecewaan di mata Lin Huayu tadi. Ternyata Lin Huayu mengira bahwa dia ingin pergi melakukan sesuatu, seperti apa yang dilakukan oleh pembunuh bayaran yang Lin Huayu lihat di TV.
Lama kemudian, mereka berdua sudah sampai di rumah Sun.
"Xiao Ran, apakah kita harus tetap bersembunyi seperti ini?"
Tanya Lin Huayu tidak habis pikir, kenapa harus repot-repot untuk mengendap-endap di tempat tinggal sendiri? Lin Huayu sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Hua Chenran.
"Lalu, apakah kita harus mengetuk pintu di tengah malam begini?"
Tanya Hua Chenran balik kepada Lin Huayu.
"Xiao Ran, kamu tahu bahwa itu tidak mungkin. Lalu bagaimana kita berdua bisa masuk untuk melihat kedua bayi Yi'er dan Yan'er"
Kata Lin Huayu dengan sedikit kecewa, tinggal selangkah lagi.
"Jangan terkejut, Ok?"
Kata Hua Chenran pada Lin Huayu
"Apanya yang jangan terkejut?"
Tanya Lin Huayu balik kepada Hua Chenran yang berdiri di sampingnya.
Hua Chenran tidak menjawab pertanyaan dari Lin Huayu, tetapi dia segera memeluk pinggang Lin Huayu dan melompat ke balkon kamar nya Hua Chenran. Lin Huayu hampir saja berteriak dan lalu dengan cepat dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu.
"Xiao Ran, bagaimana mungkin orang tidak akan terkejut, jika tiba-tiba begini. Aku hampir terkena penyakit jantung tadi" kata Lin Huayu sambil mengelus di posisi jantung dan dia berkata dengan nada mengeluh dan juga seperti sangat di rugikan.
"Maaf Huayu"
__ADS_1
Kata Hua Chenran sambil menjulurkan lidahnya.
"Waw... tadi sangat hebat, Xiao Ran kapan aku bisa melompat bebas dari bawah ke tempat yang jauh lebih tinggi, seperti yang kamu lakukan tadi?" Tanya Lin Huayu pada Hua Chenran dengan penuh semangat.
"Jika kamu rajin dan berlatih lebih keras, mungkin hanya dalam tiga bulan lagi kamu sudah bisa belajar untuk melompat seperti ku, dengan latihan yang terus menerus, tentu saja kamu akan lebih mahir lagi untuk ke depannya" kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya, ini bagus untuk memotivasi Lin Huayu lebih jauh.
"Tentu saja!"
Jawab Lin Huayu dengan penuh semangat. Lalu dia kembali melihat ke arah Hua Chenran dan bertanya
"Bagaimana masuknya, pintu kaca balkon ini sepertinya di kunci"
"Tenang saja, aku punya kuncinya"
Kata Hua Chenran dengan tenang.
Setelah mengatakan itu Hua Chenran mengeluarkan sebuah kunci, lalu dia membuka pintu kaca balkon kamar nya sendiri tanpa banyak usaha dengan kunci yang selalu dia simpan.
Ruangan kamar Hua Chenran sedikit agak gelap, karena itu Hua Chenran mengeluarkan Ye Mingzu, supaya kamar menjadi sedikit lebih terang.
Lalu mereka berdua berjalan menuju ke box bayi, tempat tidur Yi'er dan Yan'er. Hua Chenran dan Lin Huayu melepaskan topeng perak mereka, lalu dengan penuh perhatian melihat Yi'er dan Yan'er yang sedang tertidur.
Hua Chenran sudah sangat merindukan kedua bayi imutnya, tetapi keadaan tidak mengizinkan Hua Chenran untuk menjadi gadis yang biasa, ataupun ibu yang biasa.
Dia tidak bisa tinggal di sebelah anak-anaknya dan juga mengawasi pertumbuhan mereka berdua seperti biasanya, sejujurnya Hua Chenran ingin berpura-pura bodoh seperti sebelum mendapat kenangan yang telah dilupakan, tetapi bagaimana dendam berdarah itu bisa di lupakan. Semua kenangan berdarah yang dilihat olehnya saat masih bayi, tiba-tiba muncul dan terukir dengan jelas di benaknya. Bagaimana kedua orang tuanya, kakek, nenek, paman, bibi dan yang lainnya terkubur dalam lautan darah tepat di depan matanya!
Bagaimana mungkin bisa dilupakan?
Hua Chenran-nya punya ingatan yang kuat setelah berkultivasi, apalagi sekarang kekuatan nya sudah pada tahap pembangunan yayasan lapisan ke tujuh, ingatan itu seperti terukir dan tidak bisa dilupakan, meskipun dia ingin melupakan, tetapi ini juga adalah satu-satunya kenangan di mana dia bisa melihat wajah ayah dan ibunya, dan juga seluruh keluarga Hua dengan jelas.
Bagaimana mungkin bisa dilupakan?
Ini juga merupakan salah satu dari motivasi Hua Chenran-nya, untuk dapat membalas dendam!
Hua Chenran ingin menjulurkan tangannya ingin menyentuh pipinya Yi'er yang posisinya paling dekat dengan nya, tetapi akhirnya tangan Hua Chenran berhenti di udara dan kembali menggenggam sisi lain box.
Hua Chenran menghela nafas panjang dan menggenggam sisi-sisi box bayi itu dengan kuat, tetapi jika dia pergi menyentuh, nanti Yi'er terbangun dan Yan'er juga akan ikut terbangun bila Yi'er terbangun. Hua Chenran merasa ini mungkin karena koneksi antara si kembar, satu merasa dan yang lain juga merasakan nya.
Lin Huayu sebenarnya ingin segera bergegas mencubit pipi tembem dari Yi'er dan Yan'er, kemudian mencium pipi itu dengan gemas. Tetapi takut nanti kedua bayi imut ini terbangun, melihat Hua Chenran seperti ini di sampingnya, Lin Huayu agak paham.
__ADS_1