
"Sudah terlambat, haha...."
Hua Chenran berkata sambil tertawa dengan penuh kesuraman.
Wajah mereka segera menjadi pucat, kaki mereka terasa lembut bahkan tidak bisa menahan mereka untuk berdiri. Meskipun mereka kejam, tetapi mereka pasti akan merasa gugup jika membunuh, sedangkan gadis di depan mereka membunuh orang tanpa berkedip, bahkan tidak mengubah wajahnya.
Juga gerakan membunuh yang dilakukan oleh gadis di depannya sangat cepat dan terampil, hanya dalam satu kali serangan kepala
Da Hei terputus. Jelas sekali gadis kecil di depan mereka seperti sudah terbiasa membunuh orang dengan kedua tangannya.
"Maaf... gadis kecil kami salah"
Kata pria sederhana seperti sarjana sambil membungkuk.
"Ya, gadis kecil maafkan kami"
Kata pria jangkung dengan wajah ketakutan sambil terduduk di tanah.
"Kalian tuli atau apa? Sudah terlambat! Kalian paham!"
Jawab Hua Chenran dengan seringai kejam di wajahnya.
Mengeluarkan pedangnya, kemudian Hua Chenran memenggal kepala yang lainnya dan hanya satu yang tinggal.
Dia adalah pria sederhana yang terlihat seperti sarjana, tapi jelas penampilannya tidak mencerminkan kepribadian dan kelakuannya.
Empat kepala dengan mata terbuka, kini menggelinding di depan dirinya.
Keempatnya adalah teman terbaik dalam hidupnya (dalam melakukan perbuatan jahatnya), tapi bahkan dia tidak bisa membalas dendam, gadis kecil didepannya terlalu kuat.
Hua Chenran maju ke arah pria yang masih hidup di depannya, selangkah demi selangkah, seperti iblis Syura yang akan mencabut nyawanya.
Setiap satu langkah adalah penyiksaan baginya, dia secara alami tidak ingin nasibnya berakhir tragis, seperti keempat temannya. Segera seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keputusasaan yang besar.
Merasakan nafas keputusasaan dari pria di depannya, kilatan licik berkedip di mata Hua Chenran.
"Apakah kamu ingin hidup?"
Kata-kata Hua Chenran seperti sinar cahaya di hari gelap yang penuh keputusasaan. Jadi dia segera menjawab dengan cepat, takutnya gadis didepannya berubah pikiran.
"Tentu saja! Gadis kecil aku ingin sekali hidup"
Melihat pria didepannya sudah mendapatkan umpan, Hua Chenran segera berkata dengan dingin.
"Baiklah! Kalau begitu jawab pertanyaan ku dengan jujur, jika tidak kamu tahu sendiri bagaimana konsekuensinya"
"Tentu saja... tentu saja"
Jawab pria sederhana seperti sarjana itu dengan penuh kepercayaan diri.
"Katakan siapa kalian?"
Tanya Hua Chenran dengan dingin.
Ini demi hidupnya sendiri, jadi apa itu mengkhianati ketua geng?
"Kami adalah geng Blood Shield"
"Siapa yang menyuruh mu untuk melakukan hal seperti itu padaku?"
Hua Chenran bertanya dengan nada yang dingin.
__ADS_1
"Itu..itu seorang gadis sekolah menengah" jawab pria sederhana seperti sarjana itu dengan jujur.
"Lebih tepatnya?"
Tanya Hua Chenran secara singkat.
"Namanya... adalah Jiang Shaoning dari keluarga Jiang"
Jawab pria itu dengan gemetar.
"Oh...Jiang Shaoning, sangat bagus!
Dia masih belum jera ternyata? Baiklah Jiang Shaoning kamu akan tahu apa sebenarnya kejam itu"
Kata Hua Chenran dengan penuh kebencian.
"Kamu! Bawa aku pergi ke geng Blood Shield, sekarang!!" Kata Hua Chenran dengan dingin, tapi nada dinginnya seperti tidak bisa dibantah sama sekali oleh siapa pun.
"Baik...gadis kecil"
Jawab pria sederhana seperti sarjana.
Hua Chenran mengulurkan tangan kanannya ke depan, api keluar dari tangan kanannya. Dia melambaikan tangannya, tubuh dan kepala keempat mayat itu sudah terbakar tanpa abu yang tersisa. Tentu saja Hua Chenran tidak memperlihatkan tentang api yang keluar dari tangannya, nanti akan sangat merepotkan.
Lalu mereka berdua berjalan keluar dari gang yang sepi ini, kemudian dia terus berjalan dengan pria sederhana seperti sarjana ada didepannya untuk memimpin jalan. Dari kejauhan dan hanya 400 meter lagi, Hua Chenran melihat sebuah mobil mewah.
Lalu setelah sampai di depan mobil Hua Chenran langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di posisi co-pilot. Sementara itu dia tetap memegang pedang di tangannya.
Melihat bahwa Hua Chenran masih saja memegang pedangnya di dalam mobil, dia menjadi waspada. Dalam hati pria sederhana seperti sarjana, kenapa gadis kecil ini duduk di sampingnya dengan pedang tajam rasanya memang di arahkan padanya.
Tanpa sadar dia menyentuh lehernya sendiri, kemudian dia menghela nafas lega, kepalanya masih di tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan! Cepat, mengemudilah ke geng Blood Shield"
"Ya... gadis kecil"
Jawab pria sederhana seperti sarjana dengan gemetar, kemudian dia mulai menyalakan mobilnya dan lalu dia berkendara ke tempat dimana geng Blood Shield berada.
Satu jam kemudian mereka berdua sampai di sebuah taman hiburan.
Lalu pria sederhana seperti sarjana itu turun dari mobil dan berkata
"Gadis kecil ini adalah tempat dimana geng Blood Shield berada"
Turun dari mobil, Hua Chenran tidak pernah menyangka bahwa sebuah geng ternyata membuat markasnya di taman hiburan seperti ini.
"Geng Blood Shield ini, benar-benar sangat tidak terduga..ck..ck.."
"Ceritakan semua tentang geng Blood Shield ini" kata Hua Chenran lagi.
Pria sederhana seperti sarjana itu mulai menceritakan semua yang dia tahu tentang geng Blood Shield.
"Gadis kecil sekarang bisakah aku pergi? Aku sudah melakukan apa yang kamu katakan dari tadi"
Kata pria sederhana seperti sarjana dengan sopan.
Hua Chenran tidak menjawab tapi pedangnya bekerja lebih cepat, dia menusuk perut pria sederhana seperti sarjana itu dengan cepat.
"Kenapa? Gadis kecil kamu berkata akan membiarkan aku hidup"
Kata pria sederhana seperti sarjana itu dengan marah, beberapa teguk darah keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Momok seperti mu, bagaimana aku bisa membiarkan kamu tinggal? Ini hanya akan meresahkan masyarakat"
Kata Hua Chenran dengan dingin, lalu dia kembali menebas Kepala pria sederhana seperti sarjana itu dan membakarnya menjadi abu.
Jika dia tidak membunuh orang yang seperti ini, berapa banyak gadis muda seperti dirinya yang hancur ditangan orang jahat seperti mereka berlima.
Mungkin jika dia bukan seorang kultivator, bagaimana jadinya hidupnya nanti? Juga dia beruntung karena dia mempunyai kemampuan, tapi bagaimana jika gadis lain dan tidak mempunyai kekuatan untuk melawan kelima orang itu, jadinya pasti adalah kehancuran bagi gadis muda dalam hidupnya.
Kemudian Hua Chenran berjalan ke arah pintu masuk tersembunyi ke aula utama geng Blood Shield. Dia berjalan tanpa suara dan dia juga menyembunyikan nafasnya, sehingga orang-orang tidak bisa merasakan keberadaannya di aula ini.
Saat dia melewati sebuah ruangan, ternyata ada yang sedang berdiskusi dalam ruangan ini. Seringai licik berkedip di matanya, kemudian dia menendang pintu ruangan itu dengan keras dan pintu itu terjatuh ke tanah.
Ke tujuh orang di ruangan itu terkejut, melihat bahwa seorang gadis kecil menendang pintu hingga terjatuh ke tanah dan muncul tanpa bisa di jelaskan. Bahkan keamanan tidak mendeteksi datangnya gadis kecil yang berdiri di depan mereka.
Mendengar suara yang keras, tentu saja anggota geng Blood Shield juga mulai berdatangan ke arah asal suara tersebut. Mereka semua melihat apa yang terjadi di depan mereka dengan tidak percaya.
"Gadis kecil! Apakah kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan? Juga apakah tadi kamu mendengar semua pembicaraan kami?"
Tanya seorang pria tampan berusia Sekitar 25 tahun dengan dingin.
"Tentu saja aku tahu"
Jawab Hua Chenran dengan santai, sambil membelai pedangnya yang masih dilapisi dengan darah.
Jawaban dari Hua Chenran segera membuat mereka bertujuh semakin terkejut, apalagi mata mereka yang sudah terfokus pada pedang yang di pegang oleh Hua Chenran dengan darah segar masih melapisi seluruh pedang, hingga terlihat seperti pedang itu berwarna merah.
Setetes demi setetes darah mengalir ke lantai yang dingin.
Tapi ketujuh orang di depan Hua Chenran, bukanlah orang yang dapat ditakuti hanya dengan melihat darah. Mereka bertujuh sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu, Jadi di mata mereka bertujuh gadis kecil seperti Hua Chenran hanya sedang bermain-main dengan darah.
Begitu melihat reaksi dari ketujuh orang didepannya yang tidak takut, keputusan Hua Chenran berubah.
Pikiran lain terlintas di kepalanya, seringai berbahaya muncul di wajah Hua Chenran.
"Siapa ketua Geng Blood Shield?"
Tanya Hua Chenran dengan dingin.
Mata Hua Chenran melihat mereka dengan tatapan tajam dan dingin, tapi dipenuhi dengan minat.
"Gadis kecil pulanglah! Tempat ini sangat tidak cocok untuk mu, gadis kecil kamu pasti tersesat di taman hiburan ini, kemudian secara tidak sengaja masuk ke kandang singa dan bahkan pintunya terkunci, Lalu gadis kecil itu meninggal karena di makan oleh singa" kata Qiang Xie dengan suara yang lembut dan perhatian, tetapi suaranya mengandung aura yang sangat dingin. Qiang Xie dengan sengaja tidak menjawab pertanyaan dari Hua Chenran, tetapi langsung untuk mengancam Hua Chenran.
"Padahal aku sudah berbaik hati untuk memberikan kalian sebuah kesempatan untuk hidup, tapi sayang sekali kalian menyia-nyiakannya"
Kata Hua Chenran dengan senyum lembut di wajahnya, tapi aura pembunuhan yang tebal segera memenuhi seluruh ruangan.
Nafas mereka ber tujuh terasa tercekik, baru kali ini wajah mereka menunjukkan keterkejutan. Apalagi merasakan aura pembunuh dari gadis kecil yang ada di depan mereka, tidak mungkin!! Gadis kecil yang bahkan belum 15 tahun, akan punya aura pembunuhan yang tebal seperti ini.
Qiang Xie memang banyak membunuh orang, tapi bahkan aura yang keluar dari tubuhnya, tidak akan terlalu menakutkan seperti gadis kecil di depannya. Dia merasa krisis dalam hatinya, jika dia tidak memenangkan amarah gadis di depannya, dia selalu merasa pedang itu akan menebas kepalanya. Tanpa sadar Qiang Xie menyentuh lehernya untuk bisa menenangkan dirinya sendiri.
"Aku adalah ketua Geng Blood Shield, gadis kecil, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" Tanya Qiang Xie dengan suara yang lembut.
"Aku... ingin..."
Kata Hua Chenran sengaja menggantung mereka bertujuh, lalu dia terus berjalan ke arah mereka dan duduk di kursi ketua Geng Blood Shield, di bawah tatapan terkejut, penasaran dan tajam dari beberapa pasang mata yang melihat padanya.
Kemudian Hua Chenran menatap mereka bertujuh dengan seringai berbahaya di wajahnya,
"Aku ingin menjadi ketua geng Blood Shield ini"
Ucap Hua Chenran dengan santainya, sambil terus menggoyangkan kakinya di kursi.
__ADS_1
"Apa....?"
Kata mereka bertujuh bersamaan dengan wajah shok! Mereka bertujuh benar-benar terkejut hingga terpana.