
Ketika dia kembali ke dalam kelas inti 1, dia melihat Wei Sichu yang sedang sibuk bermain game ponsel nya.
Lalu Hua Chenran berjalan ke arah meja nya dan segera duduk di bangku nya, tepat saat Hua Chenran duduk, bel pergantian pelajaran berbunyi.
Hua Chenran pun segera menghela nafas lega, untungnya dia tidak telat.
"Chenran, kenapa kamu menghela nafas seperti itu?"
Tanya Wei Sichu di sampingnya dengan ekspresi wajah penasaran.
"Tidak apa-apa! Ini karena aku masuk bertepatan dengan bunyi bel, jadi aku tidak telat masuk dalam kelas"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
"Oh..."
Kata Wei Sichu agak panjang, lalu dia kembali bertanya pada Hua Chenran,
"Juga tadi Yun Xi bilang, kamu mencari ku, memangnya ada apa Chenran?"
"Oh...itu, aku bertanya karena biasa nya kamu sering berada di dalam kelas, melihat kamu tidak ada, jadi tanpa sadar aku bertanya kepada mereka berempat"
Kata Hua Chenran sambil tersenyum kecil, lalu menepuk bahu Wei Sichu.
"Chenran, bagaimana jika kita berdua nanti pergi ke taman hiburan, setelah pulang sekolah?"
Tanya Wei Sichu dengan senang dan senyum kecil di wajahnya.
Mendengar ajakan dari Wei Sichu, secara alami dia mau untuk pergi.
Tetapi dia teringat dengan kedua orang yang sedang berada dalam ruang nya, jadi dia tidak bisa pergi.
Kemudian dia segera berkata dengan nada sedikit bersalah.
"Maaf Sichu, aku tidak bisa pergi. Ada hal penting yang harus aku lakukan, setelah pulang sekolah"
"Baiklah, tidak apa-apa"
Kata Wei Sichu dengan tenang, tapi dalam hatinya dia sedikit kecewa.
Namun Wei Sichu juga berpikir, semua orang kan punya kesibukan nya sendiri. Mungkin jika tidak sibuk, Hua Chenran pasti akan mengiyakan ajakan nya pergi ke taman hiburan.
Pada saat mereka berdua sedang berbicara, guru pun masuk ke dalam kelas dan pelajaran pun dimulai.
Sementara itu, Lan Huang sedang duduk dengan tenang, sambil membaca sebuah berkas yang ada di tangan nya. Wajahnya ikut berubah mengikuti semua hal yang ada di dalam berkas itu.
Setelah dia selesai membaca berkas itu, Lan Huang melihat ke arah Ji Lang dan Ji Ruan yang ada di depan nya, dengan ekspresi wajah penuh kemarahan dan segera berkata
__ADS_1
"Ini bukan berkas data yang saya inginkan, ini adalah berkas proposal proyek baru untuk bulan depan.
Ini pasti Yueshang dan Yuesheng yang sudah menyuruh kalian berdua, untuk menggantikan berkas itu kan?"
"Tuan Patriak, tuan muda berkata akan segera menjelaskan kepada patriak nantinya, setelah mereka berdua menyelesaikan semua nya"
Kata Ji Lang dengan sedikit ketakutan.
"Ya, tuan Patriak, tuan muda Sheng juga berkata begitu. Tuan Patriak tenang saja mungkin setelah kedua tuan muda menyelesaikan semua nya, mereka berdua akan segera akur"
Kata Ji Ruan dengan senyum bahagia di wajahnya. Ji Ruan juga berpikir tentang siapa yang akan di pilih oleh Hua Chenran untuk menjadi suami nya, tapi kedua anak itu punya ayah yang berbeda. Ji Ruan menjadi pusing sendiri saat memikirkan nya.
"Mereka akan akur?"
Tanya Lan Huang dengan penuh kecurigaan di wajahnya, sangat tidak mungkin bagi mereka berdua untuk akur, walaupun dia selalu berharap agar mereka kedua bersaudara bisa segera menjadi akur.
"Benar tuan Patriak, kami berdua tidak berbohong!" Kata Ji Lang.
"Ya, tuan Patriak ini semua benar"
Tambah Ji Ruan untuk meyakinkan Lan Huang, agar mengalihkan topik pembicaraan nya dan tidak pernah bertanya tentang topik Hua Chenran lagi. Kedua tuan muda itu selalu pergi dan meninggalkan masalah di belakang nya untuk kami berdua.
Mendengar perkataan Ji Lang dan Ji Ruan, yang sepertinya memang tidak berbohong kepada nya. Lan Huang menjadi sedikit tenang, tetap saja dia masih penasaran dengan gadis Hua Chenran dan kedua bayi itu. Tetapi semua informasi itu sekarang ada di tangan kedua cucunya, apakah nanti mereka berdua akan membenci gadis Hua dan juga kedua bayi itu? Dia juga menjadi khawatir tentang hal ini.
Sudahlah! Dari pada dia berpikir hal-hal buruk, jadi lebih baik dia menunggu kedua bocah bau itu untuk pergi menjelaskan semua kepada nya.
Kata Lan Huang dengan tenang.
"Baik tuan patriak!"
Kata Ji Lang dan Ji Ruan secara bersamaan, lalu mereka berdua segera pergi dari ruang belajar nya Lan Huang.
Di sisi lain, di Sekolah Menengah Luocheng suara bel pulang sekolah terdengar di telinga semua murid.
Hua Chenran dan Lin Huayu segera berjalan keluar dari ruang kelas inti 1, menuju ke arah gerbang sekolah.
Begitu melihat mobil yang biasa digunakan untuk menjemput mereka, Hua Chenran dan Lin Huayu segera berjalan lebih cepat dan masuk ke dalam mobil, lalu duduk tenang.
"Akhirnya pulang ke rumah!"
Kata Lin Huayu dengan penuh semangat.
"Bukankah setiap hari kita pulang ke rumah, apa yang terlalu antusias dan sangat bersemangat hari ini?"
Tanya Hua Chenran dengan bercanda.
"Tentu saja ini berbeda, karena ibu memasak makanan kesukaan ku hari ini, bagaimana mungkin aku tidak menantikan nya sepanjang pagi di sekolah hari ini" kata Lin Huayu dengan ekspresi senang di wajahnya.
__ADS_1
"Oh... seharusnya aku tidak bertanya apapun padamu"
Kata Hua Chenran dengan datar, lalu dia memejamkan matanya dan dia segera tertidur dengan lelap.
"Xiao ran! Bangun! Sudah sampai di rumah sekarang" kata Lin Huayu, sambil menepuk bahu Hua Chenran beberapa kali, supaya Hua Chenran segera bangun dari tidur nya.
"Ya..aku sudah bangun, cepat turun, aku masih mengantuk dan ingin tidur lagi di kamar sekarang"
Kata Hua Chenran dan dia terus saja menguap karena mengantuk.
Ketika Hua Chenran sudah sampai di dalam kamar nya, mata Hua Chenran kembali menjadi jernih, tidak lagi mengantuk seperti pertama dia bangun dari tidurnya tadi di mobil.
Lalu dia mengeluarkan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, dari ruang Xuantian ke atas tempat tidur nya.
Melihat noda darah ular hitam yang ada di wajah dan juga baju seragam sekolah mereka berdua, Hua Chenran sedikit mengernyitkan kening nya.
Bau darah ular hitam itu sangatlah anyir dan seluruh kamar nya sudah berbau darah ular itu. Hua Chenran sangat tidak tahan dengan bau nya, jadi dia mulai menyalakan penyegar ruangan dan AC nya.
Kemudian dia mulai membuka kancing baju Lan Yueshang satu per satu, tapi entah kenapa dia menjadi sedikit gugup. Jadi Hua Chenran mulai berkata kepada dirinya sendiri.
"Anggap saja didepan ku sekarang adalah sepotong kayu, ya kedua orang itu adalah sepotong kayu"
Lalu dia segera mempercepat gerakan nya, melepaskan seragam sekolah Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng.
Kemudian Hua Chenran mulai untuk membersihkan seluruh noda cipratan darah ular, mulai dari wajah nya Lan Yueshang, lalu ke tubuhnya.
"Ck..ck... jika dilihat dari tubuhnya, Lan Yueshang ini tidak terlihat seperti laki-laki umur 15 tahun, tapi lihat wajah kekanakan ini, sama sekali tidak cocok dengan perutnya yang punya roti sobek"
Lalu Hua Chenran mempercepat untuk membersihkan tubuh Lan Yueshang, setelah itu dia mulai membuka baju Leng Yuesheng dan juga perlahan membersihkan noda cipratan darah ular di wajah dan tubuhnya Leng Yuesheng.
"Baiklah, bahkan si cabul ini juga punya roti sobek di perutnya"
Kata Hua Chenran sambil sedikit menyentuh otot perut Leng Yuesheng.
"Hmm....."
Suara erangan keluar dari mulut Leng Yuesheng.
Hua Chenran terkejut, dia menarik kembali tangannya dan hampir melompat dari atas tempat tidur.
Melihat Leng Yuesheng tidak bangun, Hua Chenran menghela nafas lega dan segera berkata pada dirinya sendiri dengan pelan.
"Ini hanya sedikit khilaf".
Setelah itu dia melanjutkan untuk mengelap, karena bau darah nya masih tercium oleh Hua Chenran.
Kemudian dia membawa seragam sekolah itu ke kamar mandi, dan segera merendam nya. Lalu ada kilatan licik dan seringai di wajah Hua Chenran, dia pergi ke lemari bajunya dan mengambil 2 baju piyama yang agak besar, warna pink dengan motif hello Kitty. Setelah itu dia memakaikan baju itu kepada Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.
__ADS_1
Dia tidak sabar melihat reaksi dua orang cabul ini, setelah bangun dari tidurnya nanti dan itu pasti akan sangat lucu dan menarik perhatian.