
Kemudian Hua Chenran teringat, jika Lan Yueshang dan Leng Yuesheng akan tetap tertidur hingga besoknya, karena masih ada racun lemas di dalam tubuh mereka berdua.
Lalu Hua Chenran mengeluarkan dua pil penawar racun lemas dari dalam ruang Xuantian, tapi melihat mereka berdua tertidur seperti ini dan tidak bisa bangun kecuali diberi penawar. Membuat Hua Chenran berpikir cara memberikan pil penawar racun lemas ini, pil ini tidak akan bisa ditelan oleh mereka berdua dalam keadaan tidur.
Lalu cara kedua dari mulut ke mulut, tanpa sadar pipi Hua Chenran sedikit memerah. Lalu dia kembali berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggelengkan kepala nya
"Tidak! Jangan pikirkan cara sesat itu"
Akhir nya sebuah ide muncul di benak Hua Chenran, dia segera mengeluarkan segelas air dari ruang Xuantian, lalu kedua pil penawar itu dimasukkan ke dalam gelas berisi air Lingquan. Setelah kedua pil penawar sudah benar-benar terlarut dalam air lingquan dalam gelas, dia sekali lagi mengaduk air itu supaya semua nya bercampur dengan sempurna.
Hua Chenran mulai memberi minum satu sendok obat penawar itu kepada Lan Yueshang, tapi tidak terminum sepenuh nya dan banyak air obat yang mengalir ke luar dari sudut mulut nya. Karena ada tambahan air lingquan, hanya perlu meminum 3 sendok air obat penawar. Jadi Hua Chenran mulai memberi Lan Yueshang minum dua sendok air obat penawar lagi dan mengelap bibir Lan Yueshang dengan tisu.
Setelah itu dia mulai memberi minum Leng Yuesheng tiga sendok obat penawar racun lemas juga, lalu dia kembali mengelap sudut bibir nya Leng Yuesheng yang basah.
Melihat baju pink bermotif hello Kitty, Hua Chenran terkekeh, sebenarnya dia ingin tertawa terbahak-bahak, tapi takutnya nanti Yi'er dan Yan'er bakalan terbangun. Hua Chenran kembali melihat kasur nya, yang ditempati oleh kedua orang cabul ini.
Lalu dimana dia tidur sekarang?
Walaupun tempat tidur nya ini bisa ditempati oleh empat orang, tetapi tetap saja ini akan terasa sangat canggung dan tidak masuk akal, jika dia tidur di kasur ini juga. Jadi nya terpaksa Hua Chenran memilih tidur di sofa untuk malam ini.
Begitu semua orang tertidur pulas, terdengar suara ocehan dari dua bayi yang sangat pelan.
(Terjemahan bahasa bayi)
"Saudara Yi, aku merasakan nafas yang sama, dengan kedua orang yang menggunting rambut kita kemarin malam" kata Hua Junyan dengan penuh kecurigaan dalam suara nya.
"Aku bukan hanya merasakan nya, aku juga bisa melihatnya. Dan kedua orang ini ada di sini"
Kata Hua Junyi dengan tenang.
"Ini tidak adil! Kenapa aku harus tetap tidur di sebelah sini terus, aku tidak bisa melihat nya kan?" Keluh Hua Junyan.
"Mata kedua orang itu sama dengan kita, juga ibu kelihatan baik dengan kedua orang itu" kata Hua Junyi dengan dingin, tapi lebih tepatnya cemburu ibunya baik kepada orang lain, karena dalam konsep kedua bayi kembar Yi'er dan Yan'er, Ibu adalah milik bayi mereka berdua.
"Bukankah itu ayah?"
Tanya Hua Junyan dengan heran.
"Diam! Aku mau tidur!"
Kata Hua Junyi dengan dingin, lalu dia kembali memejamkan matanya.
Sebenar nya dia juga ingin punya ayah, seperti yang dilihat nya dalam TV yang sering ditonton oleh orang yang merawat mereka, Jian Zi.
"Potong! Pelit, aku kan hanya bertanya. Sungguh! tidak ada rasa
perikesaudaraan sama sekali, kakak yang menyebalkan"
Kata Hua Junyan penuh dengan keluhan, melihat saudara nya tidak menanggapi lagi, Hua Junyan pun memejamkan mata nya dan tidur.
__ADS_1
Di atap suatu apartemen, terlihat seorang pria dengan wajah tertutup masker, pakaian hitam di seluruh tubuh nya. Pria itu memegang sebuah belati dengan noda darah yang masih segar, darah segar itu masih terus terjatuh ke lantai setetes demi setetes.
Lalu dia mulai mengambil sapu tangan dengan tangan kiri nya, tapi ada sesuatu yang mengejutkan dan jika Hua Chenran melihat orang ini dia pasti akan mengenali nya. Karena
Di punggung tangan kiri pria ini ada tato bunga manzhushahua, yang bisa dikatakan terlihat hidup.
Setelah mengelap belati, sapu tangan itu dibuang ke bawah apartemen dan pria itu tertawa terbahak-bahak. Lalu dia mulai melihat ke belakang, dan segera tertawa terbahak-bahak lagi.
Kemudian pria itu segera berkata
"Tidak lama lagi, Hua Chenran pasti akan segera mati"
Terdengar suara bunyi sirene polisi dan juga ambulan menuju ke arah apartemen itu, mendengar suara sirine yang semakin dekat, pria itu segera melompat dari satu gedung ke gedung lainnya dan dia menghilang.
Pada saat polisi dan tenaga medis sampai di atap apartemen, yang terlihat adalah mayat seorang wanita berbaju merah, dengan luka tusuk di perut dan juga jantungnya. Berbaring dengan mata terbuka, wajah nya juga tampak sangat ketakutan dan seluruh tubuhnya itu bersimbah darah.
Tenaga medis mulai mengurus mayat wanita itu, dan polisi mulai segera mencari barang bukti di sekitar mayat wanita berbaju merah, tapi tidak menemukan apapun bukti barang fisik apapun di sekitar sini.
Jadi sekarang identifikasi identitas gadis ini sangat diperlukan. Malam ini banyak orang di apartemen ini tidak bisa tidur nyenyak lagi.
Tengah malamnya, di rumah Sun.
"Hm....air..."
Suara erangan yang agak serak terdengar di dalam kamar Hua Chenran.
Namun suara itu sangat pelan, sehingga tidak ada yang mendengar nya, karena semua orang sudah tidur dengan sangat lelap.
Lan Yueshang ingin segera tertawa terbahak-bahak, tapi akhirnya dia bahkan belum memulai tawanya, dia terdiam melihat pakaian nya sendiri dan wajahnya menjadi gelap. Siapa yang berani memainkan Lelucon ini padanya? Pada saat Lan Yueshang menoleh kearah Leng Yuesheng, dia segera berteriak karena terkejut Leng Yuesheng sudah bangun.
"akh......"
Begitu juga Leng Yuesheng, dia ikut berteriak karena terkejut dengan suara nya Lan Yueshang.
Hua Chenran terbangun dari tidurnya dan segera berjalan dengan cepat ke tempat tidur dan menutup mulut Lan Yueshang dan Leng Yuesheng. Lalu Hua Chenran berkata dengan marah.
"Diam!"
"Wow.... wow....."
Suara tangisan bayi segera menggema di seluruh ruangan, bahkan beberapa orang ikut terbangun dan segera pergi mengetuk pintu kamar Hua Chenran.
"Tuk...tuk....tuk.."
"Xiao ran! Ada apa dengan Yi'er dan Yan'er?" Tanya Sun Lili dengan serius, tidak biasanya Yi'er dan Yan'er menangis di tengah malam seperti ini.
"Kakak Lili tidak apa-apa! Yi'er dan Yan'er mungkin lapar"
Jawab Hua Chenran dari balik pintu.
__ADS_1
"Oh... baiklah, kalau begitu aku akan kembali tidur" kata Sun Lili dengan suara yang tenang dan lembut.
Syukurlah tidak apa-apa! Tadi dia sangat khawatir.
Mendengar tidak ada suara lagi dari luar pintu, Hua Chenran segera melepaskan tangan nya dan berkata
"Kalian berdua memang sangat merepotkan" setelah mengatakan itu dia mulai berjalan dan menggendong Hua Junyi, yang menangis dengan suara yang keras dan berkata
"Cup..cup... bayinya kesayangan ibu"
Wajah Hua Chenran tampak sangat khawatir melihat Hua Junyan yang juga menangis di dalam box bayi.
"Apa yang kalian lihat? Cepat bantu!"
Kata Hua Chenran dengan marah, pada Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng yang terlihat masih bingung dan konyol. suara nya itu tidak lembut sama sekali, seperti saat Hua Chenran berusaha menenangkan bayinya tadi.
Kemudian Lan Yueshang dengan cepat turun dari tempat tidur dan segera berjalan ke arah box bayi.
Lan Yueshang sedikit gugup, saat dia mulai mengangkat Hua Junyan, takut akan menjatuhkan bayi yang lembut ini. Lalu dia mulai menggendong Yan'er dalam pelukannya.
Hua Junyan mulai merasa sedikit nyaman, lalu dia membuka matanya lagi dan pupil biru itu persis sama dengan pupil mata Lan Yueshang.
Hua Junyan tidak menangis lagi, tapi mulai melihat ke arah Lan Yueshang dengan penasaran dan bersuara
"A....a...(apakah ayah?)"
Melihat ini mata dingin Lan Yueshang melembut, dan dia merasa sangat senang dalam hatinya. Dia adalah seorang ayah.. rasanya luar biasa.
Namun ada juga penyesalan, karena dia tidak ada di samping Hua Chenran di saat hamil dan juga melahirkan.
Leng Yuesheng melihat interaksi antara Lan Yueshang dan bayi itu sangat dekat, dia merasa sangat iri.
Jadi dia bertanya pada Hua Chenran
"Ran'er bolehkah aku...?"
Melihat mata penuh harap Leng Yuesheng, Hua Chenran juga berpikir karena semuanya sudah ketahuan, ini sudah saatnya bagi Yi'er dan Yan'er untuk mengenal ayah mereka juga.
Jadi Hua Chenran menyerahkan Yi'er kepada Leng Yuesheng.
Leng Yuesheng menggendong Yi'er dengan gugup dan berhati-hati, karena tubuh bayi ini terlalu rapuh dan juga lembut. Sudut mulut nya bangkit, Leng Yuesheng tersenyum dengan sangat bahagia, inikah rasanya menjadi seorang ayah?
Lalu dia melihat ke arah Hua Chenran, seorang istri yang lembut (harimau betina) dan seorang bayi yang imut, keluarga ini lengkap.
Leng Yuesheng sangat bahagia dalam hatinya, dan benar-benar lupa dengan
Yan'er dan Lan Yueshang yang ada di belakang nya saat ini.
Hua Junyi merasa lengan ibunya sangat lembut ketika menggendong nya, sedangkan dia merasa lengan ayah nya ini kuat dan juga dia merasa aman.
__ADS_1
Menyenangkan punya seorang ayah!
Oh tidak, masih ada ayah Yan'er. Jadi sekarang dia punya dua ayah..wah ini sangat bagus. Hua Junyi tertidur pulas dengan senyum di wajahnya.