Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 26. Cultivator Iblis


__ADS_3

Malam penuh bintang dan disinari cahaya bulan.


Tapi di taman ini terlalu gelap, bahkan lampu tidak dinyalakan.


Hua Chenran berdiri di taman tampak bingung, tadi Lin Huayu menyuruhnya ke taman dan dia ingin membicarakan sesuatu yang rahasia.


Hua Chenran juga penasaran apa yang rahasia temannya yang aneh, jadi Hua Chenran menyetujui ajakannya. Tapi sekarang taman ini agak gelap, walaupun kelihatan romantis tapi tidak cocok untuk tempat berbagi rahasia.


Kemudian Hua Chenran teringat perkataan nya di dalam mobil saat perjalanan ke sekolah kemarin.


Apakah orientasi seksual Lin Huayu benar-benar menyimpang sekarang, tidak! aku harus meluruskannya.


Wajah Hua Chenran menjadi pucat memikirkan kemungkinan mengerikan ini, dia hanya menganggap Lin Huayu sebagai teman baiknya.


Tiba-tiba lampu di taman semuanya menyala dan berbagai dekorasi warna-warni juga balon terlihat memenuhi sebagian taman.


Kemudian Lin Huayu dan bibi Lin muncul membawa kue ulang tahun dengan lilin bertuliskan 14. Juga Jian Zi dan Jian Liu membawa kereta bayi, itu adalah kedua bayinya Hua Junyi dan Hua Junyan.


"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Xio ran, selamat ulang tahun"


Semua bernyanyi untuk Hua Chenran.


Lalu tiba-tiba pesan masuk dan dia melihat WeChat


[ Lili : Selamat ulang tahun Xio ran. ]


[ Mei : selamat ulang tahun Xio ran


🥳🥳🥳🥳🥳]


[ Ling : Selamat ulang tahun Xio ran]


[ Chenran : Terimakasih semuanya ]


Dua baris air mata mengalir, Hua Chenran sangat tersentuh dengan kejutan ini.


"Terimakasih semuanya" kemudian dia melihat Lin Huayu dan berkata dengan pura-pura marah


"Huayu akun kita belum selesai"


"Ekhm....apa ekspresi wajahmu, ayo cepat tiup lilinnya"


Kata-kata Lin Huayu agak tercekat.


"Jangan lupa buat permintaan"


Hua Chenran memandangi kue yang dipasang lilin ini tanpa ekspresi di wajahnya, kemudian dia menutup matanya dan bergumam


'aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang-orang yang aku cintai'


Membuka matanya, lalu Hua Chenran meniup lilin hingga padam.


"Saatnya memotong kuenya sekarang"


Kata bibi Lin.


Memotong kue menjadi beberapa bagian, meletakkannya di piring.


Lalu kue pertama sebenarnya dia ingin memberikan untuk kedua bayinya, tapi mereka tidak bisa memakan kue ini, jadi lebih baik memberikan pada Lin Huayu.


Lin Huayu yang menerima kue pertama sangat tersentuh hingga menangis, tapi kata-katanya membuat orang ingin melemparkan kue kepadanya


"Wow.....Xio ran aku tahu kamu yang terbaik untuk ku, andai saja aku yang bisa menikah denganmu"


"Lin..Hua..Yu.."


Kata Hua Chenran geram dengan wajah gelap.


"Hei...aku bercanda..aku normal dan favorit ku adalah laki-laki cantik"


Bantah Lin Huayu agak takut dengan wajah gelap Hua Chenran.


Suasana hati Hua Chenran kembali membaik dan pesta ulang tahun kejutan juga berjalan lancar.


Pagi harinya,

__ADS_1


Sekolah Menengah Luocheng


Dua orang gadis sedang duduk di bangku taman sekolah sambil memegang ponselnya masing-masing.


"Xio ran semua foto yang tadi malam sudah aku kirim semua, coba kamu cek dulu" kata Lin Huayu yang sedang bermain game online terbaru.


"Baiklah..." Keluar dari game, Hua Chenran sedang mengecek foto-foto yang dikirim oleh Lin Huayu. Beberapa saat kemudian senyum muncul di wajah Hua Chenran.


"Ya aku sudah memeriksa, semua foto ulang tahun semalam sudah terkirim"


"Xio ran ayo kita berdua berfoto dulu, aku ingin mengunggah ini di Weibo"


Kata Lin Huayu sambil mengarahkan ponselnya ke depan.


Hua Chenran hanya mengikuti dan keduanya berfoto bersama. Saat sedang asyik berfoto bel masuk berbunyi, jadi keduanya langsung berlari takut terlambat dalam minggu pertama sekolah.


Untungnya Hua Chenran dan Lin Huayu berlari cukup cepat, sehingga ketika mereka berdua masuk ke dalam kelas, teman-teman yang lainnya sedang berbincang ria.


Keduanya menghela nafas lega dan kembali duduk bersebelahan, karena Wei Sichu belum datang ke sekolah.


Ketika guru masuk semua murid di dalam kelas diam dan mulai mendengarkan pelajaran yang diterangkan oleh guru.


Bel istirahat berbunyi, berarti saatnya untuk mengisi perut dan mengistirahatkan tubuh dan otak yang lelah mendengarkan pelajaran.


Jadi Hua Chenran dan Lin Huayu berjalan ke kafetaria untuk makan.


"Karena kemarin aku ulang tahun, makanan hari ini aku yang traktir"


Kata Hua Chenran dengan santai.


Lalu dia melihat menu dan bertanya kepada Lin Huayu.


"Huayu pesan saja apa yang kamu inginkan, hari ini aku sedang berbaik hati untuk mengeluarkan uang"


Lin Huayu pun tidak bertindak malu-malu, setelah mendengar perkataan Hua Chenran, jadi dia langsung memesan beberapa hidangan yang paling populer di kafetaria lantai 2 ini.


"Karena sudah ke kafetaria lantai 2 tentu saja kita harus memakan hidangan yang lezat dan populer"


"Tentu saja" Hua Chenran membatin dalam hatinya sepertinya sekali-kali makan makanan mahal, bagus juga.


Teringat sesuatu Lin Huayu berkata


"Xio ran, sepertinya perkiraan mu akurat tentang Yu Qiujie"


"Dia pasti akan menjadi gila, karena tidak diperbolehkan untuk datang ke sekolah sekarang" kata Hua Chenran dengan suara dingin.


"Bagus untuknya"


Lin Huayu menimpali.


Selesai makan Hua Chenran dan Lin Huayu duduk sebentar sambil mencerna makanan yang baru saja dimakan, lalu pergi membayar.


Kemudian Hua Chenran dan Lin Huayu pergi kembali ke dalam kelas.


Namun hari ini Jiang Shaoning tidak mengatakan kata-kata yang menggangu keduanya, tapi Hua Chenran tetap saja dapat melihat kebencian di mata Jiang Shaoning terhadap mereka berdua.


Guru masuk ke dalam kelas dan Hua Chenran kembali fokus untuk belajar.


Setelah pelajaran berakhir ada pelajaran lainnya yang menyusul.


Jadi mau tidak mau harus tetap menunggu guru di dalam kelas karena tentu saja kami adalah murid-murid yang baik.


Satu-satunya bunyi bel yang paling membahagiakan di dunia adalah suara bel pulang.


Sesudah bunyi bel berakhir para murid sudah mengemasi buku-bukunya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang ke rumah ataupun bermain dengan teman.


Pada saat berjalan menuju gerbang sekolah, Hua Chenran merasa ada seseorang yang bersembunyi dan mengintainya. Persepsi nya tentang bahaya tidak mungkin salah, yang penting dia harus membuat Lin Huayu pulang dulu, kemudian dia bisa menghabisi orang itu dengan tenang, merepotkan saja!.


Naik ke dalam mobil Hua Chenran membuat wajahnya tetap terlihat tenang dan bertingkah seperti biasa supaya orang itu tidak curiga.


Melihat toko buku didepannya, dia memikirkan sesuatu dan berkata kepada supir Zhang sambil menunjuk ke arah toko buku didepannya.


"Paman Zhang tolong berhenti di depan toko buku itu"


"Kenapa tiba-tiba ke toko buku?"

__ADS_1


Tanya Lin Huayu dengan raut wajah yang terlihat penasaran.


"Hanya perlu membeli beberapa buku dan novel romantis"


Kata Hua Chenran berbohong tanpa mengubah wajahnya.


"Nona ini sudah di depan toko buku"


Kata Supir Zhang.


"Oh ya Xio ran, jangan lupa untuk membeli lebih banyak novel, terutama genre romantis terbaru yang seperti posesif CEO"


Membayangkan membaca novel-novel romantis, Lin Huayu tersenyum konyol tanpa sadar.


"Oke... baiklah jangan lupa nanti kirim foto-foto kedua bayiku, mungkin aku akan pulang agak sedikit lebih telat hari ini"


Kata Hua Chenran dan dia juga merasa agak tidak nyaman dalam hatinya, karena biasanya saat pulang sekolah dia selalu bersama dan bermain dengan kedua bayinya.


"Aku pulang dulu, tapi ingat barhati-hatilah dan minta paman Zhang untuk menjemput"


Lin Huayu berkata dengan khawatir.


"Baiklah aku akan hati-hati"


Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.


"Kalau begitu aku pulang lebih dulu"


Kata Lin Huayu sambil melambaikan tangannya ke Hua Chenran dan mobilnya terus berjalan ke depan menghilang dari pandangan Hua Chenran.


Hua Chenran menghela nafas lega, melihat Lin Huayu sudah pergi dan dia tidak terburu-buru dan bertindak secara alami, Hua Chenran masuk ke dalam toko buku dan membeli 3 novel menurut preverensi atau selera dirinya dan Lin Huayu.


Keluar dari toko buku, Hua Chenran terus berjalan ke tempat yang lebih sepi, dia tidak ingin ada yang tahu tentang kemampuannya.


Meskipun tahap pemurnian qi tingkat 5 terlihat seperti semut di benua Surga Suci,  tapi kemampuan seperti itu di bumi adalah seorang master.


Apalagi dia baru berusia 14 tahun, dan di benua Surga Suci pada usia 14 dengan kekuatan tahap pemurnian qi tingkat 5 adalah hal biasa.


Karena cultivator di benua Surga Suci mulai berkultivasi pada usia 8 tahun.


Rasanya seperti ada yang dengan cepat bergerak ke arahnya, Hua Chenran segera menjadi waspada karena hampir dia lengah dan tidak menyadari orang itu hampir menyusul pergerakannya.


Dia melihat tempat yang benar-benar sepi, tempat itu adalah rumah tua.


Ketika dia masuk ternyata halaman belakang rumahnya sangat luas, baiklah ini adalah lokasi yang tepat untuk bertarung dan terlihat jauh dari kerumunan orang.


Merasakan orang itu semakin mendekat, Hua Chenran dengan tenang duduk dan menunggu.


Begitu Hua Chenran melihat orang yang ada di depannya, dia tidak takut karena dari awal dia dapat merasakan aura jahat yang kuat dari orang yang mengintainya.


Tapi ketika dia ingin melihat kekuatannya, dia agak terkejut ternyata lawannya mempunyai kekuatan dengan tahap pemurnian qi tingkat 8, ini jelas krisis bagi Hua Chenran yang hanya tahap pemurnian qi tingkat 5.


Tapi wajah Hua Chenran tetap tenang dan tidak terlihat seperti orang yang mempunyai kekhawatiran dan panik.


Malah Hua Chenran berkata


"Terlalu lama, cepatlah jika ingin bertarung dengan ku"


Saat sampai ke halaman belakang rumah tua, Orang itu melihat gadis yang dia inginkan menunggunya dengan tenang tanpa ada rasa takut dan kekhawatiran. Apalagi orang itu sangat terkejut dengan kata-katanya


Untuk bertarung dengannya.


Belum ada gadis yang berani untuk menantang seorang cultivator Iblis seperti dirinya di dunia ini, jadi Orang itu terus memandang Hua Chenran dengan penuh minat.


"Gadis kecil jangan menyesalinya di masa depan, kamu benar-benar telah dapat memprovokasi saya"


"Siapa yang akan menyesalinya, belum tentu diantara kita" kata Hua Chenran dengan sombong untuk terus memprovokasi kemarahannya.


"Gadis kecil jangan terlalu sombong"


Kata si cultivator Iblis.


Hua Chenran berkata dalam hatinya,


Siapa yang terlalu sombong! Ini hanya untuk membuat si cultivator Iblis menjadi marah dan menyerang dengan impulsif, jadi setidaknya dia masih punya kesempatan untuk menang.

__ADS_1


Walaupun kesempatan itu hanya sedikit, dia harus tetap bertarung!


__ADS_2