
Lama kemudian seleksi berlangsung semakin panas, akhirnya tidak ada yang menyangka bahwa seorang gadis seperti Hua Chenran yang bertubuh mungil akan menjadi yang pertama.
Menjadi yang pertama dalam seleksi kali ini, Hua Chenran akan menjadi
anggota khusus dalam klub yang perlakuannya hampir sama dengan seniornya.
Ketika seleksi klub karate berakhir, Hua Chenran berjalan ke arah teman-temannya di bangku penonton.
"Xio ran!! Aku tahu kamu adalah yang terbaik" kata Lin Huayu dengan heboh dan semangat.
"Kata-kata adik Yuyu membuat ku agak malu" Hua Chenran menjawab dengan ekspresi wajah malu-malu.
"Chenran! Hentikan ekspresi wajah malu-malu itu, sangat tidak cocok untuk mu. Aku merasa merinding! Ngomong-ngomong btw selamat"
Kata Yun Xi dengan keras dan berusaha membuat tubuhnya terlihat seperti orang gemetaran.
"Sial! Yun Xi, bisakah kamu memberiku wajah? Hmm.."
Balas Hua Chenran dengan suara yang keras.
"Wajah? Apa itu bisa dimakan?"
Kata Yun Xi dengan keras, lalu dia segera berlari dari aula karate.
All : "..."
"Chenran selamat! Jujur aku masih terpana sampai sekarang, masih tidak percaya jika kamu bisa bertarung"
kata Yan Jina. Dia masih takjub melihat apa yang dilakukan oleh
Hua Chenran, Hanya dalam sekali gerakannya lawan terjatuh. Salahkan dia yang awalnya skeptis, sehingga dia masih terpana sekarang.
"Hebat! Kapan-kapan ajari kami nanti supaya bisa sekuat kamu"
Kata Mu Yaning dengan bercanda.
"Terimakasih, nanti kapan-kapan jika aku punya waktu"
Kata Hua Chenran dengan senyum di wajahnya.
"Ayo kembali ke dalam kelas dulu untuk makan, sambil menunggu bel masuk berbunyi nanti"
Lin Huayu menyarankan kepada mereka berlima.
"Ya ayo kita makan dulu"
Kata Hua Chenran sambil berjalan keluar dari aula karate. Yang lainnya juga mengikuti Hua Chenran.
Tidak ada yang menyadari bahwa dari selesainya seleksi klub karate, Lan Yueshang memperhatikan semua gerakan Hua Chenran. Sepertinya dia pernah melihat gadis yang menjadi juara pertama dalam seleksi karate, tapi dimana ya?
Kemudian dia melihat Shi Ke di sampingnya dan bertanya
"Siapa identitas Hua Chenran itu?"
"Hua Chenran! Ketua apakah kamu tidak melihat berita ataupun Weibo? Hua Chenran itu adalah adik angkat yang saleh dari nyonya Sun"
Kata Shi Ke dengan agak mengagumi.
Sungguh sangat beruntung bagi Hua Chenran, bisa menjadi adik angkat dari keluarga nomor 2 di kota A.
"Oh...adik angkat yang saleh dari nyonya Sun" kata Lan Yueshang dengan sinis. Tidak tahu kenapa
dia merasa pernah melihat wajah Hua Chenran, perasaan ini sekilas membuat dia tidak nyaman. Dalam hidup ini dia hanya ingin untuk terus meningkatkan kultivasinya, tidak ada waktu untuk peduli terhadap seorang wanita manapun.
Di sisi lain,
"Chenran selamat! Menjadi anggota khusus klub karate, sangat bagus!"
Kata Wei Sichu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasih"
Balas Hua Chenran sambil tersenyum kecil, lalu kemudian dia berkata
"hari ini aku tidak memasak, tapi tenang saja aku masih membawa makanan lezat dari bibi Lin"
"Aku mengerti, masakan bibi Lin juga sangat enak. Sepertinya mendengar makanan aku menjadi sangat lapar"
Kata Wei Sichu sambil mengusap perutnya.
"Kamu..."
Kata Hua Chenran lalu dia tertawa dan Wei Sichu juga ikut tertawa.
"Kalian berdua dibelakang! Bisakah jangan menjadikan kami bertiga sebagai bola lampu" protes Yan Jina dengan wajah penuh keluhan.
"Kami berdua hanyalah teman!"
Kata Hua Chenran dan Wei Sichu secara bersamaan.
"Jawaban kalian berdua sangat tidak meyakinkan" Tambah Lin Huayu dengan ekspresi wajah tersenyum ambigu. Makin hari kelihatannya mereka berdua semakin cocok.
Bahkan Mu Yaning dan Yan Jina, juga tersenyum ambigu dan melihat ke arah Hua Chenran dan Wei Sichu dengan tatapan tidak percaya.
"Itu tidak benar"
Hua Chenran dan Wei Sichu berkata secara bersamaan lagi.
Keduanya saling memandang dan tertawa terbahak-bahak satu sama lain, dalam hatinya Hua Chenran selalu menganggap Wei Sichu sebagai temannya, sama seperti Lin Huayu.
Wei Sichu juga hanya menganggap Hua Chenran sebagai temannya. Gagasan untuk menjadikan Hua Chenran sebagai tameng, dia telah dihilangkan sepenuhnya sekarang dalam pikirannya. Untuk seperti berteman, Wei Sichu bisa dibilang sangat tertutup dan tidak terlalu suka untuk berteman, jadinya temannya Wei Sichu bisa dihitung dengan jari.
Dia belum pernah berteman dengan seorang perempuan, jadi sekarang Wei Sichu menganggap Hua Chenran penting karena Hua Chenran adalah satu-satunya teman perempuannya.
Kelas inti 1,
Ketika mereka berlima masuk ke dalam kelas, Yun Xi sudah menarik bangku ke meja Hua Chenran dan sedang duduk dengan tenang untuk menunggu mereka berlima.
"Oke, baiklah"
Jawab Lin Huayu dengan keras sambil berjalan ke mejanya sendiri untuk mengambil kotak bekalnya.
Sama seperti Lin Huayu, Mu Yaning, Yan Jina dan Hua Chenran juga akan mengambil kotak bekal mereka.
Mereka mulai membuka kotak bekalnya masing-masing, lalu
mereka mulai makan bersama, bahkan sampai menukar lauknya.
"Kring...."
Bel masuk berbunyi......
Mendengar bel masuk sudah berbunyi dengan apiknya, mereka mulai merapikan kotak bekalnya.
Lalu memindahkan bangkunya ke meja mereka masing-masing.
"Hari ini rasanya waktu berlalu begitu cepat, bukankah menurut Ran'er juga begitu"
Kata Wei Sichu dengan senyum di wajahnya, hatinya tidak tahu kenapa terasa senang hari ini. Bahkan dia sendiri tidak menyadari jika dia sudah mengatakan nama akrab pada Hua Chenran.
Hua Chenran yang sedang memegang ponsel di tangan kanannya, juga dia tidak menyadari jika Wei Sichu sedang mengatakan namanya dengan akrab. Hua Chenran hanya mendengar kalimat yang pertama diucapkan oleh Wei Sichu.
Jadi Hua Chenran menyentuh kening Wei Sichu, untuk melihat apakah dia sedang demam atau tidak?
"Kurasa kamu demam"
"Aku hanya ingin mengatakan apa yang aku rasakan! Kenapa kamu mengatakan aku demam?"
Kata Wei Sichu penuh dengan keluhan yang memang terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
"Terlalu malas untuk peduli padamu"
Kata Hua Chenran sambil memutar matanya dengan malas.
"Terlalu menggertak!"
Baru saja dia bahagia beberapa detik yang lalu, sekarang Wei Sichu menjadi kesal lagi.
Ketika masuk ke dalam kelas, adegan yang menyambut Jiang Shaoning adalah saat punggung tangan dari Hua Chenran menyentuh keningnya Wei Sichu. Gigi perak Jiang Shaoning berderit dan tangannya mengepal dengan erat, tapi ada senyum cerah di wajah Jiang Shaoning.
Kira-kira apa yang sedang dipikirkan oleh Jiang Shaoning? Hanya dia saja sendiri dan tuhan yang tahu.
Ketika guru masuk ke dalam kelas,
guru melihat murid-murid sudah duduk dengan tenang, juga bukunya sudah dibuka di halaman yang akan dipelajari hari ini. Hati guru fisika menjadi senang dan ada senyum di wajahnya. Jadinya belajar menjadi lebih mudah dan lancar.
Tentunya ini adalah taktik dari kelas inti 1, untuk membuat hati guru senang dan mereka juga akan lebih mudah belajar tanpa dimarahi.
Tanpa terasa waktu pun berlalu dengan cepat.
"Kring...."
Bel pulang sekolah berbunyi dengan merdunya, saatnya pulang!
Mereka semua mulai mengemasi buku-bukunya ke dalam tas, lalu mereka segera berlari keluar.
Hua Chenran sudah memakai tasnya, saat dia akan memanggil Lin Huayu, jejaknya sudah tidak terlihat apalagi orangnya. Di dalam kelas sekarang hanya tertinggal Hua Chenran dan Wei Sichu berdua saja.
"Ayo pergi"
Kata Wei Sichu dengan senyum lembut di wajahnya, tangannya menarik tangan Hua Chenran.
"Ya, ayo"
Balas Hua Chenran juga sambil tersenyum kecil.
Sepanjang jalan mulai keluar dari kelas inti 1, hingga sampai ke gerbang sekolah menengah Luocheng, mereka berdua terus berbicara dengan riang.
Saat melihat mobil mereka masing-masing sudah terparkir di depan mereka, lalu Wei Sichu melepaskan tangan Hua Chenran.
"Sampai jumpa besok!"
Ucap Wei Sichu sambil melambaikan tanganya. Kemudian Wei Sichu masuk ke dalam mobilnya.
"Sampai jumpa besok"
Jawab Hua Chenran sambil melambaikan tanganya juga, setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil dan melihat Lin Huayu yang sudah tertidur. Seringai licik berkedip di matanya, kemudian dia mulai menggelitiki Lin Huayu. Sekilas dari pernafasannya yang tidak teratur, Hua Chenran tahu bahwa sebenarnya Lin Huayu tidak tertidur.
"Haha....geli, Xio ran aku menyerah!
Maaf... Ok, hahaha..."
Kata Lin Huayu sambil terus tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah! Karena kamu sudah meminta maaf, aku akan dengan enggan untuk memaafkan kamu"
Jawab Hua Chenran dengan sombong dengan dagunya terangkat.
"Xio ran! Bagaimana bisa kamu enggan untuk memaafkan adik Yuyu"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah penuh kesedihan. Tanpa sadar Lin Huayu berkata nama yang ingin dia lupakan dan dikubur kan.
"Baiklah kali ini aku tulus memaafkan adik Yuyu" jawab Hua Chenran dengan sedikit senyum di wajahnya.
Keduanya terus berbicara berbicara tentang topik drama baru apa yang akan keluar untuk bulan ini, aktor tampan yang ada di drama dll.
Sementara itu, dari dalam mobilnya, Lan Yueshang secara alami melihat Hua Chenran dan Wei Sichu berjalan bergandengan tangan dengan mesra.
Sejak dia melihat wajah Hua Chenran, ada ingatan samar-samar dalam kepalanya dan sepertinya semuanya terkait dengan Hua Chenran.
__ADS_1
Jika ada kesempatan dia akan berbicara dengan Hua Chenran ini.
Kemudian Lan Yueshang menyalakan mobilnya dan terus berkendara ke arah yang berlawanan dengan Hua Chenran.