
Lin Huayu lalu membayar uangnya, mengambil gelang giok ungu yang telah dia beli, dengan senyum puas di wajahnya. Dan segera berjalan keluar dari toko dengan Hua Chenran.
Saat sudah sedikit jauh dari toko barang antik itu, Lin Huayu menatap ke arah Hua Chenran dan berkata
"Xio ran, lihat aku mendapatkannya sekarang." sambil mengguncang kotak kayu yang berada dalam genggaman tangan kanannya. Lalu melanjutkan
"Aneh! Kenapa kamu setuju lebih cepat? Xio ran aku tahu kamu bisa menawar gelang giok ungu ini menjadi lebih murah lagi"
"Terlalu malas untuk menawar"
Jawab Hua Chenran dengan tenang.
"Bukankah tadi kamu menawar?"
Lin Huayu bertanya dengan sederet garis-garis hitam memenuhi dahinya.
"Itu tadi"
Jawab Hua Chenran singkat.
"Ngomong-ngomong Xio ran, untuk apa kamu menginginkan cincin hitam yang berkarat ini?"
Tanya Lin Huayu penasaran. Tentu saja Lin Huayu tahu karakter Xio ran yang tidak akan pernah menderita.
"Hanya tertarik saja! Mungkin cincin hitam berkarat adalah harta karun"
Jawab Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya.
Membuka kotak kayunya, Lin Huayu mengambil cincin hitam berkarat itu dan segera menyerahkannya kepada Hua Chenran dan berkata
"Xio ran ini cincin mu! Sayang apakah aku harus memasang cincin ini di jari manis mu?"
Wajah Hua Chenran menjadi horor Ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Lin Huayu.
"Potong! Siapa yang ingin cincin ini?"
"Hahaha...."
Setelah Lin Huayu cukup puas tertawa, dia kemudian berkata
"Xio ran aku hanya bercanda, ekspresi wajah mu tadi sangat luar biasa. Andai saja aku memotretnya tadi, sangat lucu!"
Bibir Hua Chenran berkedut-kedut
Sabar... sabar ini adalah ujian. Lalu kilatan licik terlintas di matanya
"Huayu kamu tidak menyimpang bukan?" Tanya Hua Chenran dengan ekspresi wajah yang terkejut.
__ADS_1
"Ah.... tidak! Tentu saja tidak mungkin aku menyimpang"
Bantah Lin Huayu dengan wajahnya yang tersipu. Lalu melanjutkan
"Aku masih suka laki-laki cantik!"
"Hahaha..... Tidak pernah mengira adik Yuyu ini ternyata pemalu"
Kata Hua Chenran sekali dengan penuh candaan.
"Jangan katakan nama itu lagi, kembalikan saja cincin mu itu"
Kata Lin Huayu dengan ekspresi cemberut dan langsung meletakkan cincin ke tangan Hua Chenran.
"Ok... baiklah, aku tidak akan pernah menyebutkan nama itu lagi sekarang, tapi tidak tahu nanti, hahaha...."
Kata Hua Chenran sambil terus tertawa tidak bermoral. Cincin itu sudah dimasukkan ke dalam ruang Xuantian olehnya.
"Xio ran ulurkan tangan kiri mu"
Kata Lin Huayu dengan tenang sambil membuka kotak kayu lalu dia mulai mengambil gelang giok ungu.
Hua Chenran pun mengulurkan tangan kirinya ke depan, cahaya aneh terlintas di mata Hua Chenran dan dia segera berkata pada Lin Huayu
"Ini bukan gelang giok ungu untuk hadiah lamaran ku, bukan?"
Lin Huayu tidak menjawab tapi dia mulai memakaikan gelang giok ungu, di pergelangan tangan kiri Hua Chenran, memang terlihat sangat cocok dengan Hua Chenran.
Hua Chenran pun tersenyum kecil, lalu dia mulai memakaikan gelang giok ungu satunya lagi di tangan Lin Huayu, kemudian dia mencubit dagu Lin Huayu dan berkata dengan senyum jahat di wajahnya.
"Yu'er sekarang kamu sudah menjadi milik nona ini"
Kemudian Hua Chenran melepaskan tangannya dari dagu Lin Huayu, lalu mereka berdua kembali tertawa terbahak-bahak.
"Sungguh sangat mirip dengan adegan drama itu, haha...."
Kata Lin Huayu sambil memegangi perutnya, tidak sanggup lagi untuk tertawa terbahak-bahak.
"Kurasa kita berdua harusnya masuk ke dalam klub drama saja"
Tambah Hua Chenran yang juga sudah tidak bisa menahan tawanya.
Keduanya mengulurkan tangannya kedepan dan melihat ke gelang giok ungu di pergelangan tangan mereka berdua. Sambil tersenyum cerah mereka berdua segera berkata secara bersamaan
"Teman selamanya, tidak akan mengkhianati seumur hidup"
Lalu mereka berdua berjalan sambil berpegangan tangan dan mulai terus tertawa bahagia, mereka berdua tidak melihat sinar ungu seperti seutas benang yang saling mengikat, tapi itu terjadi hanya terjadi dalam sekejap.
__ADS_1
Saat Lin Huayu ingin berjalan lebih cepat, secara tidak sengaja tiba-tiba dia menabrak seseorang. Kemudian Lin Huayu segera meminta maaf
"Maaf, kamu baik-baik saja"
Gadis yang ditabrak oleh Lin Huayu tidak terjatuh, hanya mundur beberapa langkah ke belakang saja.
"Tidak apa-apa"
Lin Huayu sedikit terkejut setelah mendengar suara gadis itu, lalu dia memanggilnya dengan antusias
"Meng Ruyu itu kamu"
"Oh... ternyata kamu Huayu"
Kata Meng Ruyu dengan kaget dan langsung tersenyum kecil.
Hua Chenran gadis yang bernama Meng Ruyu ini tampak manis dengan pipinya yang chubby, tapi entah kenapa dia merasa sangat tidak nyaman dan juga agak sedikit akrab ketika melihatnya.
"Xio ran ini adalah Meng Ruyu dari kelas F, yang juga terpilih bersama dengan ku di grup tari, Meng Ruyu ini adalah temanku Hua Chenran kelas inti 1" Kata Lin Huayu untuk mengenalkan Hua Chenran dengan Meng Ruyu
Walaupun dia merasa tidak nyaman, tapi dia belum menemukan apa yang mencurigakan, apalagi masih ada sedikit perasaan akrab. Jadi dia tetap tersenyum dan menyapa
"Halo Hua Chenran, kelas inti 1"
"Halo Meng Ruyu, kelas F"
Meng Ruyu juga menyapa Hua Chenran dengan senyum manis di wajahnya.
Kemudian mereka bertiga mulai berbicara beberapa patah kata.
Sementara itu di sisi lain, Wei Sichu sudah membeli lentera kelinci yang terlihat imut dengan senyum cerah di wajahnya. Wei Qiang yang melihat semua perubahan ini hanya ingin bersujud dan memberinya sepuluh jempol, kepada orang yang sudah membuat sepupunya Wei Sichu ini benar-benar tersenyum.
"Xiao chuchu untuk siapa lentera ini?" Tanya Wei Qiang sambil tersenyum aneh dan menyipitkan matanya.
"Jangan panggil aku dengan nama itu!Aku hanya ingin membelinya saja, memangnya ada apa?"
Tanya Wei Sichu dengan dingin.
"Tidak apa-apa! Hanya saja... benarkah?" Tanya Wei Qiang lagi.
"Tentu saja!"
Setelah mengatakan itu Wei Sichu berjalan dengan cepat, seolah-olah takut ditanyai lagi oleh Wei Qiang.
Kemudian Wei Sichu melihat bahwa Hua Chenran sedang berbicara riang dengan Lin Huayu dan juga seorang gadis yang tidak dia kenal. Wei Sichu terus berjalan tidak cepat atau lambat ke arah Hua Chenran, karena saat ini dia sudah sedikit jauh dari Wei Qiang.
"Oh..aku harus pergi dulu, ibuku dan kakakku pasti sedang mencari ku sekarang, sampai jumpa lagi Huayu dan Chenran" kata Meng Ruyu dengan senyum manis dan ceria, kemudian dia melambaikan tanganya kepada Hua Chenran dan juga Lin Huayu.
__ADS_1
"Sampai jumpa"
Jawab Hua Chenran dan Lin Huayu secara bersamaan sambil tersenyum dan melambaikan tangan mereka.