
"Ye Lei, Zi Xin, kalian berdua siap!"
Kata Zi Xue dengan senyuman tipis di wajahnya, sambil mengelap belati yang ada di tangan kanannya.
"Kakak perempuan tentu saja kami siap!" Kata mereka berdua, juga ikut memegang belati di tangan dengan erat. Mereka berdua sudah siap untuk mengalahkan serigala abu-abu ini.
"Kalahkan serigala abu-abu!"
Kata Zi Xue dengan suara yang keras dan siap untuk menyerang ke arah serigala abu-abu yang di depannya.
Sementara itu serigala yang melihat manusia menyerang ke arah nya lagi, matanya memadat, hari ini dia pasti akan mengalahkan manusia kecil yang tidak punya pengetahuan baik atau buruk, tidak patuh untuk tetap menjadi makanan simpanan nya!
Tentu saja serigala abu-abu itu sudah mengelak dari serangan Zi Xue, akan tetapi karena badannya yang besar dan penghindaran nya agak terlambat belati Zi Xue berhasil menggores di area lehernya. Kemudian serigala itu membuat lolongan panjang yang juga dipenuhi dengan amarah, bagaimana tidak marah! Dia terluka oleh seorang manusia kecil dan sangat malu.
Serigala abu-abu itu melolong panjang dan berguling-guling di tanah dengan kesakitan, tidak tahu kapan perut nya juga ikut menderita luka tusukan dari dua arah, sekarang ini tubuhnya terasa sangat kesakitan.
Padahal bukankah manusia kecil tadi hanya menyerangnya di area leher? Tetapi kenapa sekarang ada luka di kedua sisi perutnya juga?
Ternyata pada saat Zi Xue bersiap menyerang serigala abu-abu itu, Zi Xue hanya berusaha mengalihkan perhatian dari serigala abu-abu sepenuhnya kepada dirinya sendiri.
Sementara Ye Lei dan Zi Xin mundur dan membuat kehadiran mereka berdua seperti tidak ada aura sama sekali, mereka diam-diam berjalan ke samping kiri dan kanan serigala abu-abu itu, tanpa serigala abu-abu menyadari bahwa mereka berdua sebenarnya tidak ada di depannya. Seharusnya ada tiga orang, tetapi karena Zi Xue mengalihkan perhatian serigala abu-abu sepenuhnya, mereka berdua seperti tidak terlihat, lalu menyelinap diam-diam, menyerang Serigala abu-abu di perutnya secara bersamaan dengan luka tusukan yang dalam, untungnya semuanya sukses!
Melihat serigala abu-abu yang sudah berguling-guling di tanah kesakitan, Xi Xue merasa bahwa dia melakukan semuanya dengan baik.
Lalu dia melirik ke arah Ye Lei dan Zi Xin, kemudian berkata dengan tenang
"Ye Lei, Zi Xin ayo pergi!"
"Tapi..."
__ADS_1
Kata Zi Xin dengan sedikit kebencian.
Belum sempat Zi Xin menyelesaikan kata-katanya, Ye Lei menyela dan dia segera berkata "Tuan menyuruh kita berlatih dan mengalami pengalaman pertarungan yang nyata, tetapi bukan untuk membunuh serigala abu-abu ini, jadi ayo pergi!"
"Aku mengerti!"
Kata Zi Xin dengan sedikit senyum tipis di wajahnya, kebencian di matanya juga menghilang.
Kemudian mereka bertiga segera pergi dari tempat kejadian.
Ketika tiga anak-anak itu tidak terlihat lagi bayangan nya, tiba-tiba ada harimau setinggi dua meter yang keluar, dari arah berlawanan perginya ketiga anak-anak itu.
Juga di atas punggung harimau itu ada seorang gadis muda dengan payung ungunya, gadis muda itu memakai kacamata coklat dan juga menutupi wajahnya dengan cadar.
Gadis muda itu adalah Hua Chenran!
Hua Chenran memandang ke arah perginya ketiga anak-anak itu, dengan senyum puas di wajahnya.
Hua Chenran melihat dari awal mereka bertiga melawan serigala abu-abu, bukannya dia adalah tuan yang buruk dan tidak menolong mereka bertiga dari serangan serigala abu-abu, tetapi malah jika dia selalu melindungi mereka, kapan mereka semua akan belajar untuk melindungi diri mereka sendiri? Kapan mereka akan tumbuh menjadi lebih kuat?
Terlebih lagi dia juga ingin melihat seberapa besar sudah kemajuan mereka bertiga, selama latihan nya dalam dua minggu ini di kastil.
Hasilnya ya, anak-anak itu tidak mengecewakan nya.
Lalu perhatian Hua Chenran pun mengarah ke serigala abu-abu yang sudah tergeletak bersimbah darah di tanah, Hua Chenran lalu turun dari punggung harimau dan berjalan ke arah serigala abu-abu.
Hua Chenran berjongkok di samping serigala abu-abu, lalu Hua Chenran membalikkan telapak tangannya dan sebuah pil coklat kemerahan muncul di telapak tangan Hua Chenran.
"Buka mulutmu"
__ADS_1
Kata Hua Chenran dengan suara yang lembut, tetapi masih ada tekanan seperti perintah dalam nada suara Hua Chenran.
Serigala abu-abu juga sangat-sangat waspada, pada saat dia mendengar suara langkah kaki ke arahnya dan
Serigala abu-abu itu masih sangat kesakitan dan dia juga mengerti apa yang dikatakan oleh Hua Chenran, tetapi karena aura yang keluar dari tubuh Hua Chenran penuh kebaikan dan tidak ada permusuhan sedikitpun serigala abu-abu menjadi tenang dan membuka mulutnya dengan patuh.
Hua Chenran lalu memasukkan pil penyembuhan tingkat 5 pola merah, ke dalam mulut serigala abu-abu ini.
Lalu Hua Chenran mengangkat tangan kanannya dan mengelus kepala serigala abu-abu, dia berkata dengan suara yang lembut dan juga menenangkan serigala abu-abu.
"Ini pil penyembuhan yang baik, bukan racun. sembuh lah dengan baik, jika benci ketiga manusia itu belas dendam tidak apa-apa, asal tidak mengancam nyawa. Semua ini adalah latihan, jangan terlalu lama terlarut dalam kebencian, hati tiga manusia itu tidak buruk. Mungkin pencapaian mu akan lebih besar dari pada sekarang, jadi berlatih dengan baik, tidak ada pembunuhan yang di izinkan di tempat ini"
Setelah mengatakan itu Hua Chenran bangun, lalu dia kembali berjalan ke arah harimau yang terlihat cemburu.
Hua Chenran tidak bisa menangis atau tertawa, harimau ini cemburu karena pil yang diberikan kepadanya lebih rendah satu tingkat dari pada yang dia berikan pada serigala itu.
Harimau membungkuk agar Hua Chenran dapat naik ke punggungnya, tetapi wajahnya masih terlihat bau.
Hua Chenran mengelus kepala harimau dan berkata,
"Tenang saja dagingnya di lipat gandakan"
"Meoww~~?"
"Benar, apakah aku pernah berbohong?" Tanya Hua Chenran dengan tatapan polosnya.
Sudut mulut harimau tertentu berkedut hebat, tetapi karena Hua Chenran melipatgandakan dagingnya, harimau bisa memaafkannya untuk yang ketiga kalinya dan tidak ada lain kali lagi, akan tetapi jika dagingnya itu akan dilipatgandakan lagi harimau tertentu merasa dia masih bisa mempertimbangkan untuk memaafkan Hua Chenran, wah~~ dia merasakan bahwa hatinya sudah benar-benar baik sekali!
Melihat perubahan ekspresi wajah harimau, Hua Chenran tahu bahwa harimau ini sudah memakan set-nya, lalu Hua Chenran baik ke punggung harimau. Juga harimau tertentu itu berdiri dengan bangga dan berjalan ke arah perginya ketiga anak-anak itu dengan sangat santai.
__ADS_1