
"Ah... Ran'er jangan berfikir negatif dulu tentang pertanyaan ku!"
Bantah Leng Yuesheng, setelah wajah nya terkena ke dua kali nya. Setelah itu dia langsung kembali tersenyum dengan bahagia dan berkata
"Tidak apa-apa Ran'er untuk terus melempar bantal, biasanya jika ada
Pertengkaran akan ada rasa harmonis antara suami dan istri"
"Cabul... siapa istri mu..!!!"
Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin dan dipenuhi oleh kemarahan.
Lan Yueshang langsung saja meninju wajah Leng Yuesheng, sehingga mata kiri Leng Yuesheng langsung menjadi mata panda, karena pukulan tinju dari Lan Yueshang barusan.
Bagaimana mungkin Leng Yuesheng diam saja, tentu nya dia juga segera membalas dengan meninju wajah nya Lan Yueshang juga. Akhirnya mereka berdua pun saling berkelahi.
"Berkelahi saja terus! Aku pergi!"
Kata Hua Chenran dengan marah, lalu dia berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk segera keluar.
"Ran'er tunggu! Kami tidak berkelahi lagi, benarkan...?"
Kata Leng Yuesheng sambil berjalan ke arah Hua Chenran, untuk dapat mencegah Hua Chenran keluar.
"Iya... Ran'er ini masih sangat awal dan bel masuk belum berbunyi, jadi bisakah kamu meluangkan waktu beberapa saat lagi?"
Tanya Lan Yueshang dengan tenang, dengan permohonan dalam suaranya.
Langkah Hua Chenran berhenti, lalu dia membalikkan badannya dan dia melihat mata Lan Yueshang dan Leng Yuesheng di belakang nya, itu sudah seperti mata panda, dia berkata
"Lihat wajah kalian berdua terlihat sangat lucu sekali, kalian berdua itu terlihat lebih seperti panda sekarang, hahaha......." Akhirnya Hua Chenran tertawa terbahak-bahak, sehingga air mata ikut keluar dari sudut matanya.
Sudut mulut Lan Yueshang dan Leng Yuesheng berkedut ringan beberapa kali, sepertinya wajah mereka berdua ini sangat memprihatinkan.
Kemudian mereka berdua pun saling melihat satu sama lain, dan sekarang mereka berdua tahu bahwa kata-kata Hua Chenran itu memang benar.
Ada ungu kehitaman di bawah mata Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, dan itu benar-benar terlihat seperti mata panda sungguhan. Setelah itu mereka berdua saling menertawakan satu sama lainnya.
"Kalian berdua selalu berkelahi, jika kita bertiga keluar sekarang dari sini, mereka semua akan mengira bahwa aku menganiaya kalian berdua"
__ADS_1
Kata Hua Chenran dengan tenang dan sedikit mengernyitkan kening nya, dia masih melihat rasa takut yang ada di mata beberapa orang, seangkatan dengan dirinya di klub seni beladiri karate ini. Dia tidak ingin ada yang berpikiran aneh tentang dirinya, ok!
Lalu Hua Chenran membuka tasnya dan mengambil salep dari dalam tasnya, lalu dia berkata pada mereka
"Duduklah, aku akan mengobati luka yang ada di wajah kalian berdua"
Jika dia menyerahkan salep ini pada salah satu dari mereka berdua, nanti pasti akan ada perkelahian lagi.
Setelah memeriksa itu memang salep yang benar, Hua Chenran melihat ke arah sofa dan sudut mulut nya sedikit berkedut lagi. Karena dia melihat Lan Yueshang dan Leng Yuesheng masih saja berkelahi dan wajah kedua orang ini benar-benar bengkak.
"Ran'er kami berdua tidak berkelahi tadi, kan biru?" Kata Leng Yuesheng sambil melirik ke arah Lan Yueshang.
"Kita hanya main dorong-dorongan"
Kata Lan Yueshang dengan wajah yang terlihat polos dan tidak berdaya, tanpa tersipu sedikit pun.
Hua Chenran yang mendengar alasan mereka berdua, hanya bisa berkata dalam hatinya, siapa yang dia tipu?
Namun dia tidak mengatakannya, dia berjalan ke arah Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, lalu duduk di antara mereka berdua.
Setelah itu Hua Chenran membuka salep, lalu dia mulai mengaplikasikan salepnya di wajah nya Leng Yuesheng dengan sedikit lembut dan hati-hati.
Kata Leng Yuesheng sambil menatap Lan Yueshang dengan provokatif.
Sebenarnya ini tidak sakit sama sekali, ini hanyalah luka kulit dan tidak berpengaruh sama sekali.
"Ran'er kamu tidak bisa parsial seperti ini" kata Lan Yueshang dengan gigi cemberut, ada rasa asam yang kuat dalam nada suaranya. Sial, si penggoda ini benar-benar bermain lemah di depan Ran'er, dasar banci!
Siapa yang parsial! Dia hanya melihat memar dan luka di wajah nya Leng Yuesheng ini, jauh lebih parah dari memar dan luka di wajah nya Lan Yueshang, jadi Hua Chenran memberi salep Leng Yuesheng terlebih dahulu.
Tapi Hua Chenran lelah berbicara dan berdebat dengan mereka berdua.
Hua Chenran bertindak tuli, dengan tidak mendengar suara Lan Yueshang sama sekali, tepat setelah selesai di wajah Leng Yuesheng, lalu dia mulai mengoleskan salep di wajah nya Lan Yueshang dengan lembut dan tenang.
Merasakan Hua Chenran tidak akan mendengar kata-kata nya sama sekali, Lan Yueshang sedikit kecewa. Lalu dia segera tertegun, ketika melihat bahwa Hua Chenran juga sedang mengoleskan salep di wajahnya.
Sekarang kekecewaan yang dia rasa telah hilang dan lenyap sama sekali, seolah-olah rasa kecewa tadi hanya awan yang tidak penting. Senyum perlahan tersungging di bibirnya.
Leng Yuesheng melihat senyum di wajah Lan Yueshang, rasanya ingin menghajarnya berkali-kali lagi.
__ADS_1
Hua Chenran juga melihat gerakan kecil mereka, jadi apa? Hua Chenran tidak peduli dan Hal itu tidak akan memengaruhi nya, karena mereka berdua tidak ada hubungan dengan dirinya. Kecuali kedua bayinya.
Jelas Hua Chenran berpikir dengan sangat sederhana, tetapi akhirnya di masa depan Hua Chenran tahu, bahwa kontradiksi semacam ini akan selalu mempengaruhi hidup nya yang tenang dan damai. Sehingga di masa depan dia tahu, seharusnya dia harus peduli dengan hal semacam ini.
Setelah melihat wajah kedua orang di sampingnya terlihat sudah lebih baik, Hua Chenran berdiri dan dia segera berjalan ke arah pintu dan berkata
"Kamu bisa datang melihat Yi'er dan Yan'er di kamar ku"
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng seperti terpesona, setelah mereka berdua mendengar apa yang di ucapkan oleh Hua Chenran. Secara alami mereka berdua sangat senang, Tetapi pada saat mereka berdua itu tersadar, Hua Chenran sudah keluar dan tidak ada lagi di klub Karate.
Kali ini Hua Chenran telat masuk ke dalam kelas, dan kebetulan juga hari ini adalah wali kelas yang mengajar.
Dia mengutuk Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng ribuan kali dalam hatinya, untung nya ini juga adalah pertama kalinya dia telat masuk.
Kringgg.......
(Suara bel istirahat berbunyi)
"Chenran, tidak biasanya kamu telat masuk ke dalam kelas" Kata Wei Sichu dengan tenang, tapi samar-samar ada rasa asam dalam nadanya, jika didengarkan dengan cermat.
"Itu karena ada pertemuan penting di klub karate" jawab Hua Chenran dengan suara yang sangat tenang, tidak terdengar seperti kebohongan sama sekali. Dalam hatinya dia jelas merasa kata-kata Wei Sichu terdengar semacam ironi, Hua Chenran bertanya pada dirinya sendiri, kapan dia menyinggung perasaan Wei Sichu.
"Oh....ya, Sichu bisa tolong minta ijin kepada guru bahwa aku sakit"
Hua Chenran masih tidak tenang hatinya, sebelum dia memeriksa mayat perempuan yang meninggal kemarin malam. Samar-samar dia merasa mayat itu sedikit terhubung dengan dirinya sendiri.
"Sakit...? Chenran, dimana yang sakit?" Tanya Wei Sichu dengan penuh kekhawatiran.
"tidak ada yang sakit, Ini hanya kebohongan putih, Ok! Karena aku perlu pergi ke suatu tempat sekarang"
Hua Chenran semakin mengagumi dirinya sendiri dalam hal untuk berbohong yang selancar air mengalir.
Sementara Hua Chenran dan juga Wei Sichu sedang mengobrol bersama.
Tiba-tiba saja........
"Ran'er....."
"Ran'er....."
__ADS_1
Dua suara yang lembut terdengar, memanggil nama Hua Chenran dari arah pintu masuk kelas inti 1.