Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 114. Merepotkan


__ADS_3

Dalam Kelas inti 1,


"Chenran! Kemana saja kamu? Kami semua sudah menunggu selama hampir satu jam, cepat duduk disini!"


Kata Yun Xi dengan wajah yang dibuat imut, dan mata besar berair yang dipenuhi dengan keluhan.


"Aku baru saja dari taman, guru Yun memang tidak masuk kan hari ini?"


Tanya Hua Chenran dengan tenang.


"Yups... memang jam kosong, guru Yu tidak masuk hari ini"


Kata Mu Yaning yang duduk di samping Lin Huayu.


"Oh... lalu dimana Sichu? Kenapa aku tidak melihat nya di dalam kelas?"


Tanya Hua Chenran lagi kepada mereka berempat.


"Ada apa ini tiba-tiba mencari Sichu?


Apa jangan-jangan..."


Kata Mu Yaning sambil menyipitkan matanya dan dia menatap Hua Chenran dengan agak ambigu.


"Hai...hanya beberapa jam tidak bertemu sudah menjadi rindu rupanya..? Sambung Yan Jina yang duduk di samping Mu Yaning.


"Aku rasa yang kalian katakan benar, baru masuk ke dalam kelas saja sudah sudah bertanya dimana Sichu"


Tambah Lin Huayu lagi dengan nada yang benar-benar ambigu.


"Kalian berempat ini jangan bicara omong kosong! Tidak ada apa-apa di antara kami berdua"


Bantah Hua Chenran dengan suara yang terdengar agak jengkel.


"Jangan malu-malu kami tahu! Kami tentu saja tahu semua nya!"


Kata Mu Yaning lagi dengan tenang, sambil melambaikan tangannya.


"Sudah lah! Terlalu malas untuk berbicara dengan kalian"


Kata Hua Chenran dengan suara yang agak jengkel dan wajahnya cemberut.


Lalu dia berjalan dan duduk kembali di bangku nya.


"Baiklah! Ini hanya bercanda ok"


Kata Yan Jina sambil mengangkat tangan kanannya ke atas dan membuat tanda V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya pada Hua Chenran. Lalu dia kembali berkata


"Wei Sichu sekarang mungkin masih berada di klub musik"

__ADS_1


"Oh...aku tahu kalian cuma bercanda"


Kata Hua Chenran sambil tersenyum kecil, dia juga bisa bercanda kan?


"Hua Chenran! Ternyata kamu pura-pura ngambek rupanya, oh aku hampir saja tertipu untuk memberi jepit rambut biru ini supaya dapat membujuk mu"


Kata Yun Xi dengan senyum cerah di wajahnya. Tapi Yun Xi masih terpana dengan perubahan wajah Hua Chenran, yang secepat membalikkan halaman buku.


Sederet garis-garis hitam memenuhi dahi mereka semua, jepit rambut biru itu adalah yang dipakai oleh Yun Xi setiap hari Kamis, mereka semua bertindak seolah-olah tidak pernah mendengar kata-kata Yun Xi.


"Hai...kalian semua mengabaikan ku!


Ini jepit rambut istimewa tahu?"


Kata Yun Xi dengan penuh keluhan.


"Kami tahu"


Jawab Hua Chenran, Lin Huayu, Yan Jina dan juga Mu Yaning secara bersamaan, setelah itu mereka semua saling melirik satu sama lain dan mulai tertawa terbahak-bahak.


Di hutan belakang sekolah,


"Untungnya kedua tangan ini masih bisa di gerakkan!" Lan Yueshang berkata dengan suara yang tenang.


Lalu dia mulai merogoh kantong celananya, untuk mengambil ponsel.


"Ponsel ku tertinggal di dalam tas sekolah, kenapa tidak ada hal-hal yang baik hari ini"


"Ini sama dengan mu! Ponsel ku juga tertinggal di dalam tas sekolah"


Sudah berakhir sekarang, dia hanya bisa pasrah menunggu seseorang untuk menyelamatkan nya. Untung saja ini baru beberapa menit jadi tidak ada binatang yang mendekat.


"Kenapa aku merasa sangat mengantuk sekarang?"


Kata Leng Yuesheng dengan sedikit cemas, lalu kemudian dia menguap sekali lagi. Dia tidak bisa menahan kantuk, jadi Leng Yuesheng tidur dalam keadaan linglung.


"Oh tidak! Ini juga efek lain dari racun lemas, yaitu mengantuk dan langsung tertidur dalam keadaan linglung, kapan pun dan dimana pun"


Kata Lan Yueshang dengan tenang sambil menyimpulkan sesuatu, lalu dia juga menguap. Dia ingin tetap mempertahankan kesadaran nya tetapi matanya jadi semakin berat,


Beberapa saat kemudian bahkan Lan Yueshang juga ikut tertidur dalam keadaan linglung.


Di sisi lain, Hua Chenran yang sedang menulis, tanpa sengaja beberapa kali dia melihat ke arah jendela, dan terus menatap jalan menuju taman dari jendela selama beberapa detik.


Jelas ada kekhawatiran di matanya, tapi Hua Chenran bahkan tidak bisa menyadari nya sama sekali.


Mengapa Hua Chenran terus melihat jalan menuju taman dari jendela?


Karena jika berjalan menuju ke kelas inti 2 harus melalui jalan taman ini, baru kemudian berjalan masuk ke gedung sekolah.

__ADS_1


Tidak melihat Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng melewati jalan taman, entah kenapa membuat dia merasa kesal? Atau mereka itu terlalu bodoh?


Jelas dia masih membuat kedua tangan mereka berdua masih bisa berfungsi seperti biasa nya, tetapi kenapa sampai sekarang kedua orang cabul ini, tidak muncul-muncul?


Pikiran nya sama sekali tidak tenang, lalu melihat jam di layar ponselnya, masih ada waktu setengah jam lagi sebelum masuk pelajaran kedua.


Jadi Hua Chenran memutuskan untuk melihat sedikit, bagaimana keadaan mereka berdua sekarang!


Setelah memutuskan, Hua berdiri lalu dia segera berjalan keluar dari ruang kelas inti 1, teman-teman yang lain ingin memanggil, tetapi tidak jadi karena sekarang wajah Hua Chenran itu terlihat lebih dingin dari pada biasanya, mereka tiba-tiba menjadi agak takut untuk memanggil.


Hua Chenran bahkan tidak tahu perubahan ekspresi wajahnya sendiri, yang ingin dia lakukan sekarang adalah untuk melihat, bagaimana perkembangan reaksi mereka terhadap racun yang baru-baru ini diracik oleh nya sendiri. Ya.. pasti karena inilah dia bergegas berjalan menuju hutan belakang sekolah.


Hua Chenran mulai meyakinkan diri nya sendiri, bahwa ini adalah alasan yang paling tepat baginya.


Hua Chenran berjalan dengan cepat, bahkan dia menghiraukan beberapa orang yang memanggil namanya.


Ketika sampai di taman, dia juga tidak melihat penampakan mereka berdua.


Sepertinya dia harus masuk ke dalam hutan di belakang sekolah untuk bisa memastikan, keadaan mereka berdua.


Setelah masuk ke dalam hutan, dia berhenti sebentar dan berpikir lagi.


Kenapa harus merasa cemas dengan keadaan mereka? Dan juga ini adalah hukuman untuk mereka berdua, jadi bukankah lebih baik dia kembali ke dalam kelas sekarang?


Tapi...ah sudahlah...!!


Sudah masuk ke dalam hutan juga, jadi biarkan dia memantau keadaan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng.


Lalu Hua Chenran kembali berjalan dengan lebih cepat, setibanya di sana,


Dia hanya melihat dua orang remaja laki-laki yang tergeletak di tanah, dan di sampingnya ada sesekor ular hitam yang sepanjang 5 meter.


Hua Chenran terkejut, jika dia tidak datang lebih cepat ke sini mungkin saja mereka berdua....


Ular hitam yang ingin memakan dua orang yang tertidur di tanah, seperti merasakan suatu bahaya. Lalu ular hitam itu menoleh dan melihat Hua yang sedang melihat ke arah nya juga.


Ular hitam itu ketakutan dan ingin melarikan diri, karena ular hitam itu merasa manusia di depan nya sangat berbahaya, dan naluri nya berkata untuk segera pergi dari tempat ini.


Bagaimana mungkin Hua Chenran membiarkan ular hitam itu lolos,


Tidak berbasa basi lagi, Hua Chenran langsung mengeluarkan pedang nya,


Berjalan ke arah ular hitam itu dan langsung menebasnya menjadi dua.


Lan Yueshang dan Leng Yuesheng yang tertidur di tanah, ikut terkena cipratan darah ular hitam, yang sudah di bunuh oleh Hua Chenran.


Sementara Hua Chenran sendiri, dia berhasil menghindar dan dia tidak terkena cipratan darah ular hitam itu sama sekali.


Kemudian Hua Chenran memasukkan kembali pedang itu ke dalam ruang, lalu dia menatap Lan Yueshang dan Leng Yuesheng, dan berkata dengan suara yang dingin acuh tak acuh

__ADS_1


"Merepotkan!"


mata Hua Chenran sedikit berkedip, dan kemudian dia juga memasukkan Lan Yueshang dan Leng Yuesheng ke dalam ruang nya. Setelah itu Hua Chenran segera berjalan keluar dari area hutan belakang sekolah, sebelum dia ketahuan oleh orang lain, karena suara ekor ular hitam yang jatuh dari atas pohon terdengar sangat keras.


__ADS_2