Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 176. Mengumpulkan 300 anak


__ADS_3

Perubahan ekspresi wajah Hua Chenran yang sangat cepat, seperti membalikkan halaman buku, itu membuat Leng Yuesheng terkejut dan ada rasa iri di mata bunga persik coklat itu, kapan Ran'er juga bisa menatap pada dirinya dengan lembut? Mungkin suatu hari nanti...


Lalu senyum lega tersungging di bibir Leng Yuesheng.


Kemudian keempat nya makan malam bersama dengan harmonis.


(Abaikan Lan Yueshang yang cemburu)


Setelah selesai makan, Hua Chenran dan Rong Lin kembali ke kamar nya Lin Huayu, sambil membawakan semangkuk bubur di tangannya.


Ketika pintu dibuka, Hua Chenran dan Rong Lin melihat Lin Huayu yang sudah terjaga dan menatap ke arah mereka berdua, penuh dengan keluhan yang mendalam. Lalu kedua nya saling melirik, seolah berkata, apakah kepala Lin Huayu terbentur sesuatu yang keras saat di culik?


"A...air...."


Suara serak Lin Huayu terdengar.


Rong Lin segera menuangkan air dan memberinya pada Lin Huayu dengan sendok, sedikit demi sedikit. Melihat air di gelas sudah habis hampir dari setengah gelas, Rong Lin berhenti untuk memberikan Lin Huayu air.


"Ibu... Xiao Yu lapar..."


Kata Lin Huayu dengan manja pada Rong Lin. Walaupun dari dulu dia tahu bahwa Rong Lin bukanlah ibu kandungnya, bagi Lin Huayu Rong Lin tetaplah ibu nya.


"Kenapa anak ini selalu manja?"


Kata Rong Lin dengan suara yang agak mengeluh, tetapi penuh dengan belaian kasih sayang. Senyum lembut selalu muncul di wajah nya, saat dia berbicara dengan Lin Huayu.


Hua Chenran yang melihat interaksi antara Rong Lin dan Lin Huayu agak iri, dan juga bahagia. Jika kedua orang tua yang merawat nya masih hidup, bukankah hidupnya akan selalu menjadi bahagia tanpa beban?


Tapi tidak ada jika di dunia ini....


Rong Lin kemudian menyuapi bubur ke Lin Huayu, dengan hati-hati dan juga penuh kelembutan keibuan.


Memandang Rong Lin, hidupnya terasa masam dan seperti nya air mata tiba-tiba mengalir di sudut matanya, Berapa banyak kesulitan dan kebencian yang telah ditanggung oleh ibunya dalam hidup ini? Dalam hatinya dia berjanji untuk berlatih lebih baik lagi dan tidak akan bersembunyi lagi seperti sebelumnya.


Dia pasti akan membuat ibunya Lin tersenyum lagi, senyum kebahagiaan.


Untuk ibu kandungnya dia meminta maaf dan merasa sangat bersalah, dia selalu menyalahkan ibu kandungnya karena meninggalkan dirinya. Tapi dia tidak pernah tahu bahwa ibunya ternyata sudah tidak ada lagi di dunia ini, di mana dia bisa meminta maaf?


Dia menyesal karena tidak membaca surat yang ada di dalam kotak kayu antik itu. Dia selalu mengira bahwa ibunya tidak menyayangi dan mencintai dirinya, seperti yang dia lihat di serial drama TV. Walaupun ibunya Lin selalu mengatakan bahwa ibu kandungnya mencintainya, dan tidak pernah ingin meninggalkan nya, dia selalu mengira bahwa itu adalah kebohongan, tetapi ternyata......

__ADS_1


Air mata penyesalan mengalir dari sudut matanya hingga ke pipinya, Hua Chenran yang melihat Lin Huayu menangis sedikit khawatir dan bertanya pada Lin Huayu


"Huayu, ada apa? Kenapa menangis?"


"Em.... siapa yang menangis!" Kata Lin Huayu dengan ekspresi wajah yang terlihat agak cemberut, lalu dia mulai berkata lagi sambil tersenyum kecil


"Aku hanya merindukan semuanya"


"Potong! Kenapa jadi sentimentil semacam ini?" Lalu Hua Chenran mengeluarkan salep dan berkata


"Pakai salep ini selama seminggu, luka cambuk itu akan hilang tanpa bekas sedikit pun"


"Hei ini barang bagus!"


Kata Lin Huayu sambil mengambil salep yang ada pada Hua Chenran, dan dengan cepat disembunyikan dalam pelukannya.


Rong Lin menggelengkan kepalanya tidak berdaya, melihat tingkah laku Lin Huayu yang kekanak-kanakan.


"Bibi Lin, Huayu aku akan kembali ke kamar dulu" Setelah mengatakan itu Hua Chenran lalu berjalan keluar dari kamar Lin Huayu.


Ketika masuk ke dalam kamarnya, dia duduk di sofa dekat dengan jendela. Melihat langit malam yang penuh dengan bintang, Hua Chenran lalu menghela nafas panjang dan berat.


Dia pikir kelahiran kembali nya kali ini ke bumi, adalah supaya dia bisa membuat hidupnya bahagia dan juga penuh dengan warna lagi, memberi kompensasi terbaik pada kedua bayi nya yang imut dan pintar.


Pada awal kelahiran kembali, dia sangat ingin membalas dendam pada Dai Yuping! Orang yang sudah membuat hidupnya seperti neraka di kehidupan sebelumnya. Setelah itu dia bisa menjalani hidup yang tenang dan berkultivasi sambil hidupĀ  nyaman dengan kedua bayinya.


Tetapi ternyata tidak sesederhana itu, ada tuan dibaliknya, yaitu seseorang yang punya tato bunga manzhushahua di punggung tangan kirinya, Tuan He. Karena ini dia tidak tenang lagi, dia terus berkultivasi supaya bisa mengalahkan tuan He ini.


Tetapi ini salah lagi! Dia pikir setelah mengalahkan tuan He, tidak ada lagi musuh di bumi ini dan dia bisa hidup kembali dengan nyaman dan tenang.


Ternyata ada Master dibalik tuan He, juga setelah mengetahui tentang hal ini, pikiran Hua Chenran terusik dan semakin banyak misteri, yang selalu menunggu nya untuk dikelupas!


Sekarang dia tahu misteri hidupnya dan identitas aslinya, Hua Chenran adalah nona tertua dari Villa Hua, benua Tianshi. Anak dari Hua Junxie (Anak ketiga patriak villa Hua) dan Chen Sisi (Latar belakang misterius).


Setelah mendengar cerita dari bibi Lin, Hua Chenran akhirnya tahu kenapa dia bisa sampai ke bumi dan dia juga punya sepupu, Lin Huayu.


Hanya Lin Huayu dan Hua Chenran keturunan terakhir dari Villa Hua.


Semua rangkaian kejadian buruk dalam hidupnya, di kehidupan sebelumnya, pasti berhubungan erat dengan yang namanya sang Master.

__ADS_1


Juga Ling Yuya, Ling Qianjin, kuil kegelapan..?! Yang mana diantara ketiga orang ini yang menjadi master di mulut bermarga He malam itu?


Kenapa semakin dia mencari kebenaran, semakin banyak misteri yang harus dia pecahkan, untuk mendapatkan kebenaran itu.


Kedua orang tua kandung nya, yang masih tidak pasti, apakah mereka berdua masih hidup atau tidak?


Hua Chenran menggosok dahinya yang sakit, lalu menghela nafas lega.


Ketegasan dan tekad muncul di mata Hua Chenran, dan dia berkata dengan nada suara yang dingin seperti es.


"Jika sang master ingin bermain dengan ku, baiklah aku pasti akan menemaninya!"


Kemudian Hua Chenran mengambil ponselnya dan menelpon Qiang Xie, panggilan terhubung dan suara yang agak dingin, dan penuh rasa hormat terdengar dari ujung telepon.


"Ketua..."


"Qiang Xie aku punya tugas untuk kamu lakukan!"


Kata Hua Chenran dengan serius.


"Tugas..? Ketua katakan saja, Qiang Xie akan melakukan sepenuh hati!"


Tidak biasanya ketua seserius ini? Agak aneh! Tugas ini pasti penting!


"Bagus!" Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang, lalu dia berkata lagi dengan suara yang dingin dan lebih serius dari yang pertama tadi.


"Kumpulkan 300 anak yatim-piatu, umur 7-14 tahun dan cocok untuk melakukan latihan seni beladiri. Tidak peduli apakah itu laki-laki ataupun perempuan, mengerti?!"


"Ketua, bawahan mengerti"


Jawab Qiang Xie dengan serius.


"Juga jangan sampai orang lain tahu, bahkan termasuk anggota geng Blood Shield yang lainnya!"


Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang, tapi nada suara yang tenang itu penuh dengan ancaman.


"Baiklah, Ketua!"


Jawab Qiang Xie lagi.

__ADS_1


"Bagus, seminggu kemudian, saya sendiri akan datang untuk melatih mereka semua secara pribadi"


Kata Hua Chenran dengan suara yang dingin dan menentukan. Setelah mengatakan itu, Hua Chenran segera mematikan panggilan nya.


__ADS_2