
Mendengar ada yang memanggil nya, Hua Chenran dan Wei Sichu melihat ke arah pintu masuk kelas inti 1.
Hua Chenran tidak terkejut ketika melihat, yang masuk ke dalam kelas adalah Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng. Dia hanya melihat ke arah mereka berdua, seolah dia bertanya ada apa lagi? Tatapan dari mata Hua Chenran terlihat tidak sabar.
Lan Yueshang dan Leng Yuesheng tentu saja berpura-pura tidak tahu, dengan tatapan mata Hua Chenran.
Mereka berdua berjalan dengan santai menuju ke arah Hua Chenran, lalu langsung duduk di depan nya.
Sudut mulut Wei Sichu berkedut, ketika dia melihat tingkah laku tidak tahu malu Lan Yueshang dan juga Leng Yuesheng, atau mungkin dia harus memuji keberanian mereka berdua, karena mereka berdua berpura-pura tidak tahu, tatapan tidak sabar dari mata Hua Chenran.
Leng Yuesheng tersenyum cerah ke arah Wei Sichu, lebih tepatnya itu adalah provokasi telanjang yang di tujukan pada Wei Sichu. Tapi jika di lihat dari tatapan matanya itu ada sedikit rasa simpati. Mungkin dia dulu berpikir bahwa Wei Sichu ini adalah saingan terkuat, tetapi untuk sekarang dia sudah punya seorang anak dengan Hua Chenran, jadi apa lagi yang perlu dia khawatirkan?
Sekarang yang terpenting adalah dengan tulus dalam meminta maaf.
Tatapan mata Lan Yueshang dari awal masuk ke dalam kelas hanyalah Hua Chenran, dia bahkan tidak terlalu peduli dengan percikan permusuhan di antara Leng Yuesheng dan Wei Sichu.
Tiba-tiba suasana menjadi canggung, untungnya hanya mereka berempat saja dalam ruang kelas inti 1 ini, jika semua murid perempuan masih ada di dalam kelas, Hua Chenran merasa telinga nya tidak akan pernah aman.
Sekarang jika dia pergi ke rumah sakit, tidak mungkin untuk datang sendirian kesana, seharusnya harus ada seseorang yang menjadi umpan.
Cahaya licik berkedip di mata nya Hua Chenran, tapi itu hanya sesaat.
Senyum Hua Chenran perlahan jadi semakin cerah, matanya bolak-balik di antara tiga anak laki-laki cantik di depan nya sekarang.
Ketiga anak laki-laki itu merasa agak dingin di punggung nya, sepertinya ada yang ingin menghitung mereka.
Mata Hua Chenran memang penuh dengan perhitungan, tetapi itu tetap tersembunyi dalam-dalam, sehingga tidak ada seorangpun yang melihat.
"Chenran tadi kamu mengatakan akan pergi ke suatu tempat, dimana memang nya itu?" Tanya Wei Sichu dengan raut wajah penasaran. Apa yang membuat Hua Chenran absen dari sekolah nya tiba-tiba?
Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Wei Sichu di tengah-tengah suasana yang hening tadi, jelas membuat dua orang berminat untuk mendengar.
Jadi Lan Yueshang dan Leng Yuesheng memasang telinga mereka baik-baik khusus untuk mendengarkan nya.
"Kamu ingin tahu..?"
Tanya Hua Chenran balik, dengan senyum tipis di wajahnya.
__ADS_1
Pertanyaan dari Hua Chenran, jelas dijawab dengan anggukan kepala oleh Lan Yueshang, Leng Yuesheng dan juga Wei Sichu. Namun jawaban dari Hua Chenran jelas mengecewakan mereka bertiga, yang mendengarkan dengan serius.
"Tebak!"
Jawab Hua Chenran dengan senyum kecil di wajahnya.
Sudut mulut ketiga anak laki-laki itu berkedut, setelah mendengar jawaban Hua Chenran.
"Ran'er apa yang begitu misterius memangnya?" Leng Yuesheng hanya merasa lebih penasaran setelah dia mendengar kata-kata Hua Chenran.
"Tidak ada yang misterius"
Hua Chenran menjawab dengan santai. Tapi Hua Chenran merasa tidak perlu melibatkan orang, yang tidak berhubungan dengan urusan nya sendiri. Perhitungan di mata Hua Chenran juga menghilang. Tetapi dia menemukan kapan dia begitu baik?
Hua Chenran juga tidak sabar untuk pergi ke rumah sakit LinCheng, dan menghilangkan perasaan khawatir dan cemas di hatinya sekarang.
"Sudahlah Sichu, katakan saja pada guru aku sakit. Aku pergi sekarang"
Jelas Hua Chenran tidak ingin untuk membuang-buang waktu nya.
Setelah itu dia langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruang kelas inti 1, sebenarnya Hua Chenran juga berniat melompati tembok belakang sekolah.
"Ran'er kamu belum menjawab nya!"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dipenuhi dengan keluhan. Sayangnya tidak mungkin bagi Hua Chenran untuk mendengar nya, karena dia sudah pergi jauh.
"Aku masih penasaran, aku akan mengikuti nya. Terserah dengan kalian berdua" kata Lan Yueshang yang sudah diam dari tadi dan baru kali ini dia berbicara. Sebenarnya dia mengikuti Hua Chenran sekarang, karena dia takut Hua Chenran akan bertemu dengan seorang pria yang dia lihat di restoran 'YueFan' hari itu.
Wei Sichu tidak mengatakan apapun, dapat dilihat dari sorot mata kedua orang ini juga menyukai Hua Chenran jadi dia segera berjalan mengikuti arah perginya Hua Chenran.
Tentu saja akhirnya mereka bertiga mengikuti dari belakang, bagaimana mungkin mereka bertiga tidak penasaran melihat Hua Chenran yang biasanya rajin, membolos dan absen.
Begitu sampai di sana, mereka bertiga melihat Hua Chenran, yang dengan mudahnya melompati tembok belakang sekolah. Melihat ini mereka bertiga tidak terlalu terkejut, setelah itu mereka bertiga juga mulai melompati tembok belakang sekolah.
Namun mereka bertiga terkejut, saat mereka bertiga tahu ternyata Hua Chenran pergi ke rumah sakit LinCheng, apakah Hua Chenran sakit?
"Apakah ada teman nya yang sakit?"
__ADS_1
Tanya Leng Yuesheng kepada Wei Sichu yang sedang berdiri di samping nya.
"Tidak ada!"
Jawab Wei Sichu singkat, tidak perlu berbicara banyak pada saingan nya.
"Apakah dia akan menjenguk pria yang di restoran 'YueFan' waktu itu"
Tanpa sadar Lan Yueshang terus bergumam dengan suara yang pelan.
Tapi Jangan lupa Leng Yuesheng dan Wei Sichu juga seorang kultivator, jadi bagaimana mungkin mereka berdua tidak mendengar apa yang di gumamkan oleh Lan Yueshang.
Mereka berdua segera berjalan masuk ke dalam rumah sakit, tanpa bertanya kepada Lan Yueshang. Karena mereka berdua merasa lebih baik untuk bisa melihat dengan matanya sendiri.
Sadar dari linglung nya sendiri, Lan Yueshang segera menyusul mereka berdua dengan cepat, takut mereka akan bertemu adalah yang pertama bertemu dengan Hua Chenran.
Di dalam rumah sakit LinCheng,
Hua Chenran mulai berjalan ke arah lantai 2, karena kamar mayat ada di lantai dua. Tapi dengan banyak orang
yang berlalu-lalang di lorong menuju kamar mayat, membuat ini menjadi sedikit menyulitkan.
Lalu Hua Chenran pergi ke toilet, di dalam toilet Hua Chenran kemudian masuk ke dalam ruang Xuantian.
Seperti angin berhembus tidak ada orang yang menyadari Hua Chenran lewat dan tiba-tiba pintu dari kamar mayat terbuka, segera beberapa orang yang lewat menjerit ketakutan.
"Ah....hantu..."
Setelah mengatakan itu dia lari ke arah luar rumah sakit secepat nya.
"Kapan rumah sakit ini begitu sangat menakutkan!!" Dia terus saja berlari tanpa melihat ke belakang, takutnya nanti dia di hantui oleh hantu itu.
"Haha....dasar pengecut! Itu hanyalah angin kencang yang membuat pintu terbuka begitu saja" dia tidak akan pernah yakin bahwa hantu itu ada, kecuali dia melihat penampilan nya dengan mata kepala nya sendiri.
Tapi segera setelah itu yang terjadi selanjut nya, orang yang tidak percaya adanya hantu, berdiri terpaku bahkan kaki nya itu berat untuk berlari.
Karena tiba-tiba saja pintu itu tertutup dengan sendirinya, kali ini tidak ada angin sama sekali.
__ADS_1
"Sial... kenapa di siang hari! Ini pasti hanya angin" lalu dia maju dan ingin membuka pintu dan sayangnya pintu kamar mayat terkunci. Kemudian ada suara-suara benda yang bergerak di dalam ruangan terdengar.
Segera orang itu mundur ke belakang, lalu dia berdiri terpaku tidak tahu harus melakukan apa, kakinya gemetar, juga ada yang mengalir dari celana orang itu, tapi orang itu tidak menyadari nya sama sekali. Hanya berdiri terpaku dengan wajah pucat, karena suara-suara dari dalam kamar mayat semakin keras, akhirnya orang itu tidak tahan lagi dan pingsan.