Rebirth Of The Lady Cultivator

Rebirth Of The Lady Cultivator
Bab 46. Tidak Sesuai Rencana


__ADS_3

Sementara itu Hua Chenran sudah sampai di depan gerbang rumah Sun.


Gerbang rumah pun terbuka, dia pun keluar dan melihat mobil mewah milik Wei Sichu di depannya.


Pintu mobil terbuka Wei Sichu melihat ke arah Hua Chenran dan langsung tersenyum kecil.


"Chenran, masuk!"


Hua Chenran membalas senyuman Wei Sichu dan segera duduk di samping Wei Sichu dan berkata sambil menghela nafasnya.


"Aku kira bisa menyembunyikan identitas ku sedikit lebih lama"


"Chenran! Kamu benar-benar tersembunyi. Entah bagaimana jika Kepala sekolah tahu, kamu ternyata adalah keluarga Sun"


Kata Wei Sichu dengan wajah yang terlihat takjub.


Tidak pernah disangka oleh Wei Sichu, ternyata Hua Chenran berhubungan dengan keluarga Sun.


Keluarga Sun adalah posisi kedua di kota A ini, lebih tinggi dari keluarga Wei miliknya yang di posisi ke tiga.


Pantas saja saat dia memeriksa latar belakang Hua Chenran, tidak ada informasi apapun tentangnya jadi dia hanya mengira Hua Chenran dari keluarga biasa. Tapi ternyata Hua Chenran bersembunyi dengan dalam.


"Tidak akan lama lagi, Kepala sekolah pasti akan tahu tentang ini"


Jawab Hua Chenran dengan tenang.


"Aku menunggunya"


Kata Wei Sichu sambil mengelus dagunya yang mulus.


Mobil pun berjalan, Hua Chenran pun teringat dengan apa yang ingin ditanyakan olehnya pada Wei Sichu


"Sichu kemana kita pergi?"


"Nona Hua, khusus hari ini kamu akan menjadi sandera dari tuan muda Wei ini" kata Wei Sichu sambil bertindak seperti bajingan, menyipitkan matanya berbahaya danĀ  membuat Hua Chenran ke sudut.


Wajah Wei Sichu menjadi lebih dekat dan kedua bibir mereka hampir bersentuhan, tapi saat itu suara teriakan bergema hampir menakuti pejalan kaki yang lewat di sekitar.


"Ah..... Chenran! Masa depan ku..."


Teriak Wei Sichu dengan keras sambil meringkuk kesakitan di sudut mobil.


Wajahnya menjadi pucat dan terlihat sangat kesakitan di bagian yang dipegang oleh tangannya.


Wajah Hua Chenran menjadi semakin dingin dan berkata dengan dingin


"Salah kan dirimu sendiri"


"Chen... Chenran...ini hanya bercanda, jangan marah.. maaf kan aku oke?"


Kata Wei Sichu dengan wajah tersenyum yang tidak lebih baik daripada menangis, dia masih menahan rasa sakitnya.


Wei Sichu hanya bisa menangis tanpa air mata dan menahan rasa sakitnya.


Bagaimana jika refleks nya tidak lebih cepat tadi.... bukankah masa depannya akan hilang selamanya.


Sangat menakutkan!!!


"Huh...."


Hua Chenran tidak menjawab tapi dia hanya mendengus marah.


Supir melihat tuan mudanya yang salah langkah dalam mendekati perempuan, hanya bisa mendoakan kesejahteraan untuk 'masa depan' tuan mudanya. Dari awal sudah terlihat bahwa 'masa depan' tuan mudanya akan menderita.

__ADS_1


Jadi akhirnya Wei Sichu menahan rasa sakitnya dan menggertakkan giginya, berusaha untuk membujuk Hua Chenran supaya memaafkannya.


Akhirnya setelah beberapa bujukan, Hua Chenran memaafkan tindakan Wei Sichu.


Kemudian Hua Chenran berkata dengan nada yang serius


"Aku sarankan untuk memeriksa ke rumah sakit dulu... ekhm..itu.."


"Apa?? Chenran kamu hanya bercanda kan?"


Kata Wei Sichu dengan wajah yang terlihat menyedihkan.


"Tidak!"


Jawab Hua Chenran dengan serius.


Sebenarnya Hua Chenran tidak merasa bersalah telah menendangnya, itu karena Wei Sichu meminta nya sendiri.


"Ke rumah sakit!!"


Teriak Wei Sichu ke supirnya dengan ekspresi wajah panik.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka berdua ke rumah sakit.


Saat akan keluar Wei Sichu tidak berjalan dengan normal seperti biasanya, jadi dia akhirnya melihat


ke arah Hua Chenran.


"Chenran..."


Akhirnya Hua Chenran membantu Wei Sichu pergi ke ruang dokter dengan menggunakan kartu VIP nya.


Hanya lima menit kemudian, dokter datang ke ruangan untuk memeriksa keadaan Wei Sichu.


Saat sedang diperiksa oleh dokter, wajah Wei Sichu masih menunjukkan kepanikan dan ketakutan.


"Dokter bagaimana keadaannya?"


Tanya Hua Chenran yang sudah duduk di depan meja dokter.


Dokter melihat ke arah Hua Chenran dengan wajah yang terlihat aneh,


"Kalian di usia muda, sudah melakukan permainan yang berbahaya seperti itu. Lebih baik jangan melakukan hal itu untuk sementara waktu dengan pacar mu"


"Pacar?"


Kata Hua Chenran dan Wei Sichu secara bersamaan.


Wei Sichu berjalan ke arah Hua Chenran dengan wajah terheran, ketika mendengar perkataan dokter.


Mengerti arti dari perkataan dokter, tiba-tiba wajah Wei Sichu memerah.


Tapi Hua Chenran juga tahu, dia hanya mengernyitkan keningnya tidak suka dengan kata-kata dokter di depannya ini. Sejak kapan dia bersama Wei Sichu?


"Dokter ini bukan seperti yang dokter bayangkan, ini hanya..."


Bantah Wei Sichu, tapi dipotong oleh perkataan dokter.


"Sudahlah jangan membantah, banyak yang seperti itu akhir-akhir ini. Kondisi nya baik-baik saja hanya perlu minum obat selama tiga hari dan bisa normal seperti biasa lagi"


Jawab dokter dengan cepat.


Dokter tidak lagi mendengar penjelasan dari Wei Sichu dan segera memberikan resep obatnya.

__ADS_1


Hua Chenran mengambil resep obat dari tangan dokter, lalu dia pergi untuk menebus obatnya. Setelah menebus obat, dia berjalan ke arah Wei Sichu yang sedang menunggunya.


Melihat wajah gelap Wei Sichu yang sedang menahan rasa sakit, sedikit rasa bersalah muncul di hatinya.


Tapi memikirkan tindakan hooligan Wei Sichu tadi, rasa bersalah dalam hatinya menghilang tanpa jejak.


Saat ini dia sedang memikirkan masa depannya yang suram, Wei Sichu melihat Hua Chenran dengan wajah yang menyedihkan. Lalu dia memeluk Hua Chenran dan berkata dengan suara yang agak keras


"Chenran...kamu harus bertanggung jawab padaku..."


Semua orang langsung melihat ke arah Wei Sichu yang sedang duduk dengan wajah yang menyedihkan, sambil memeluk Hua Chenran yang sedang berdiri sambil memegang obat di tangannya.


"Anak muda zaman sekarang ada-ada saja kelakuannya"


"Apa yang terjadi?"


"Mungkin karena sering melakukannya, ya... jadilah itu"


"Mungkin juga, apakah anak muda sekarang sangat suka untuk bertukar peran? Gadis kecil itu terlalu kuat bukan?"


"Mungkin saja, Aneh!!"


Wajah Hua Chenran semakin gelap setelah mendengar perkataan orang yang ada di sekitar mereka berdua.


'Kamu terlalu kuat, seluruh keluarga mu terlalu kuat' keluh Hua Chenran dalam hatinya.


Sedangkan Wei Sichu yang mengucapkan kata-kata ambigu tidak menyadari pandangan aneh dari orang-orang di sekitarnya. Dia hanya memeluk Hua Chenran dengan wajah yang terlihat menyedihkan.


"Lepaskan pelukan mu, kita masuk ke dalam mobil dulu"


Bisik Hua Chenran Kepada Wei Sichu.


"Orang-orang semua melihat kita berdua dengan pandangan aneh"


"Baiklah"


Ucap Wei Sichu.


Lalu Hua Chenran kembali membantu membopong Wei Sichu kembali ke dalam mobilnya. Akhirnya Hua Chenran pun menghela nafas lega.


"Lain kali jangan bercanda seperti yang tadi lagi, akibatnya bisa lebih dari sekedar kesakitan, paham!"


"Chenran! Sumpah demi Alek tidak lain lagi, aku kapok"


Jawab Wei Sichu dengan serius.


"Alek siapa?"


Tanya Hua Chenran.


"Tidak tahu, aku melihatnya di t*ktok" Jawab Wei Sichu dengan penuh keyakinan.


"Oh...."


Kata Hua Chenran dengan tenang.


Keheningan terjadi, hanya suara kendaraan terdengar di sepanjang jalan. Hua Chenran teringat sesuatu dan segera bertanya pada Wei Sichu


"Sebenarnya kamu ingin mengajak aku keluar hari ini, untuk apa?"


"Aku hanya ingin mengajak mu untuk pergi ke taman hiburan"


Jawab Wei Sichu dengan wajah yang cemberut. Padahal dia sudah membeli tiket masuk untuk 2 orang.

__ADS_1


"Sayangnya kita tidak bisa pergi ke taman hiburan sekarang, lebih baik kita pulang dulu. Kamu juga harus merawat dirimu dulu untuk sembuh"


Kata Hua Chenran dengan wajah agak menyesal tidak bisa pergi ke taman hiburan, karena dia ingin melihat bagaimana rumah hantu di sana.


__ADS_2