
Tapi di mata Wei Sichu, Hua Chenran adalah gadis yang paling spesial, juga apalagi ketika dia tersenyum dengan cerah, rasanya sinar matahari menjadi pucat karena senyuman itu.
Wei Sichu terus memandang ke arah Hua Chenran, dengan senyum lembut di wajahnya. Di matanya hanya ada Hua Chenran dan dihatinya sekarang juga terisi penuh dengan Hua Chenran.
Saat Hua Chenran dan Wei Sichu sedang berbicara, suara ghaib teman sekelas nya terdengar dan menggema di seluruh ruangan kelas inti 1
"Guru sudah datang.... hampir sampai, sebentar lagi..."
Seketika semua murid di dalam kelas inti 1 terdiam, mereka kembali menyusun bangku mereka semua dengan rapi dan duduk di bangku nya masing-masing. Setelah itu mereka semua langsung mengeluarkan buku dan meletakkan di atas meja.
Semua persiapan, sudah siap....!!
Jadi saat guru masuk yang dilihat adalah murid yang baik, rapi dan sangat menghormati guru. Akhirnya guru masuk dengan wajah tersenyum, dari awal sampai akhir proses belajar menjadi aman dan lancar.
"Kriiiingg.........."
(Bel pulang sekolah berbunyi)
Ketika bel pulang sekolah berbunyi, disitulah semua murid kelas inti 1 mulai mengemas buku ke dalam tas mereka, dan berlari ke gerbang sekolah, menunggu jemputan atau pun biasanya naik bus dan taxi.
"Huayu hari ini aku ada janji ke bioskop dengan Sichu, jadi Huayu kamu balik saja duluan ke rumah"
Kata Hua Chenran dengan tenang kepada Lin Huayu.
"Tidak apa-apa! Aku mengerti tenang saja Xiao ran" kata Lin Huayu sambil melambaikan tangan nya dan segera pergi masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Lin Huayu tersenyum aneh dan konyol, lalu tertawa dengan keras. Dia sudah lama menunggu Hua Chenran dan Wei Sichu berkencan.
Tapi sayang dia tidak bisa mengikuti dan juga mengambil foto momen sweet, mereka berdua bersama.
"Sudahlah...ayo pak jalan"
Kata Lin sambil menghela nafas dengan ringan. 'Aduh kapan ya aku dapat laki-laki cantik juga?' Pikiran Lin Huayu dalam batinnya.
Sementara itu, Hua Chenran dan juga Wei Sichu, sedang mengobrol dengan riang di samping mobil. Tidak tahu apa yang mereka berdua bicarakan, tapi mereka berdua terlihat selalu tersenyum, manis dan terlihat penuh kasih sayang dari kejauhan.
__ADS_1
Di sisi lain, Leng Yuesheng yang baru saja keluar dari gedung sekolah dan melihat bahwa Hua Chenran, sedang berbicara sambil tertawa gembira dengan anak laki-laki lain. Seketika mood nya langsung turun, hatinya entah kenapa terasa tidak nyaman dan bahkan bercampur rasa sakit.
Mata Leng Yuesheng menjadi dingin dan menatap kearah Wei Sichu, dengan tatapan dingin dan tajam seperti pisau. Jika saja tatapan mata Leng Yuesheng bisa membunuh orang, entah berapa kali Wei Sichu terbunuh oleh nya.
Dari kejauhan Wei Sichu merasakan ada orang yang menatap nya dengan tajam, jadi dia menoleh dan melihat Leng Yuesheng, yang menatap dirinya dengan tatapan mata yang tajam dan juga dingin. Wei Sichu merasa aneh, mereka berdua tidak saling kenal, kenapa menatap dia dengan tajam?
Juga ketika Wei Sichu memperhatikan baik-baik wajah Leng Yuesheng, dia sepertinya pernah melihat orang ini, tapi dimana ya? Anak laki-laki dengan mata persik coklat itu terlihat mencurigakan, jadi dia harus segera menyelidiki nya.
Kemudian Wei Sichu masuk ke dalam mobil, dan Hua Chenran sebenarnya melihat Leng Yuesheng. Tapi dia lebih memilih untuk berpura-pura tidak melihat, karena siapa juga orang yang ingin dibuat repot, oleh seseorang yang jelas adalah cabul.
Jadi Hua Chenran mengabaikan Leng Yuesheng, dan terus masuk ke dalam mobil, bahkan tanpa melirik Leng Yuesheng sedikit pun.
Tadi pada saat jam istirahat, harimau betina itu menggoda Lan Yueshang. Dan sekarang dia juga menggoda anak laki-laki cantik lainnya, dengan warna pupil mata ungu? Apakah harimau betina ini kecanduan, dengan laki-laki yang pupil matanya berwarna?
Sekarang apakah dia beruntung, karena mempunyai sepasang mata persik coklat ini? Setelah menyadari pemikiran nya sendiri, Leng Yuesheng terkejut. Dia tidak benar-benar ada rasa seperti itu kan?
Hua Chenran ini tidak pernah berbicara begitu santai, dan juga terbuka dengan dirinya sendiri.
Bahkan Hua Chenran hanya menatap wajah nya penuh dengan kebencian, sebenarnya apa yang terjadi? Dia tidak pernah percaya bahwa wajahnya yang bisa dikatakan lebih cantik daripada wanita, dibenci oleh harimau betina, Hua Chenran.
Perlakuan nya sangat berbeda dan dia menjadi sedikit iri, dia juga ingin seperti itu dengan Hua Chenran.
Jika Hua Chenran dengan Lan Yueshang menjadi dekat, dia juga mengerti itu pasti karena Lan Yueshang adalah seorang musuh bagi nya, makanya dia tahu kenapa dia marah dan hatinya tidak nyaman dan terasa sakit. Tapi dia juga tidak tahu kenapa merasa sangat marah, hatinya tidak nyaman dan terasa sakit, Ketika dia melihat Hua Chenran dengan laki-laki dengan mata ungu itu.
Begitu mobil Wei Sichu menghilang dari pandangan Leng Yuesheng, dia kemudian segera menarik kerah baju seorang anak laki-laki berkacamata, yang baru saja lewat di depannya.
Anak laki-laki berkacamata itu sangat ketakutan, melihat Leng Yuesheng menariknya seperti itu, dan berkata dengan sesuatu yang tidak terduga dengan tubuhnya yang gemetaran.
"Senior..... tolong jangan, aku masih lurus! Aku laki-laki straight dan aku sukanya adalah seorang perempuan.
Tolong... jangan lakukan ini...aku masih ingin mengejar dewiku yang ada di kelas inti 1, Hua Chenran"
"Sial! Siapa yang gila! Aku hanya ingin bertanya dan juga aku masih sangat lurus. Kamu mengatakan bahwa Hua Chenran adalah seorang Dewi, bah...dia hanya seekor harimau betina, yang galak dan sangat kejam. Bagaimana mungkin menjadi Dewi yang lembut dan anggun".
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dingin dan sangat jengkel.
__ADS_1
Anak laki-laki berkacamata itu hanya menatap ke arah Leng Yuesheng dengan tidak percaya dan hatinya menjadi marah, Dewi dalam hatinya dihina sebagai harimau betina.
"Kenapa tidak terima! Dia hanyalah harimau betina milikku, mengerti!"
Kata Leng Yuesheng dengan suara yang dingin, tetapi ketika menyebut harimau betina matanya melembut. Setelah itu Leng Yuesheng sendiri terkejut setelah mengatakan, bahwa Hua Chenran adalah miliknya.
Tapi tidak tahu kenapa setelah mengatakan bahwa Hua Chenran adalah miliknya, hatinya terasa sangat puas. Juga ketika anak laki-laki berkacamata itu berkata ingin mengejar Hua Chenran, dia menjadi sangat marah dan ingin membagi tubuhnya, menjadi beberapa bagian.
Makanya dia mencoba menjelekkan Hua Chenran, tetapi ternyata tidak mempan sama sekali.
Leng Yuesheng tidak pernah menyangka bahwa Hua Chenran yang sebenarnya adalah seorang bar-bar seperti harimau betina, punya banyak pengagum dari murid kelas 1.
"Untungnya! Aku sangat ketakutan tadi mengira jika senior ini..." setelah mengatakan itu, anak laki-laki berkacamata menghela nafas lega, dan kemudian berkata lagi dengan suara yang terdengar pahit
"Aku mengerti!"
"Siapa anak laki-laki yang mata nya berwarna ungu, dan selalu bersama dengan Hua Chenran?"
Tanya Leng Yuesheng dengan gigi terkatup, dan sedikit marah ketika berpikir Hua Chenran sangat dekat dengan anak laki-laki bermata ungu.
"Oh.... Tentu saja aku tahu, nama nya adalah Wei Sichu, tuan muda dari keluarga Wei dan juga satu kelas dengan Hua Chenran, bahkan mereka duduk bersebelahan di barisan yang paling depan, nomor meja 1 dan 2"
Anak laki-laki berkacamata itu memberitahukan apapun yang dia tahu tentang Wei Sichu, karena dia takut dengan Leng Yuesheng.
"Oke, makasih infonya. Ya sudah, pergi saja sana dan juga ingat bahwa jika Hua Chenran itu adalah milik ku, kamu sama sekali tidak bisa mengejar nya, paham kan?"
Kata Leng Yuesheng dengan suara dingin dan tajam.
"Tentu saja aku mengerti"
Jawab anak laki-laki berkacamata itu dengan hati-hati. Setelah melihat mata dan rambut anak laki-laki cantik di depannya saat ini, dia tahu bahwa dia sedang berbicara dengan tuan muda keluarga Leng, keluarga nomor 1 di kota A ini.
Sungguh lelucon! Bagaimana bisa dan mungkin perusahaan kecil ayah nya bersaing, dengan perusahaan besar seperti keluarga Leng. Anak laki-laki berkacamata tidak menyangka, bahwa Leng Yuesheng itu juga menyukai Dewi yang ada dalam hatinya.
Sepertinya dia harus menyerah untuk saat ini, saingan dengan Wei Sichu saja sudah cukup berat, apalagi sekarang bahkan ada Leng Yuesheng.
__ADS_1
Leng Yuesheng puas dengan jawaban dari anak laki-laki berkacamata itu, kemudian dia berjalan ke arah mobil nya sendiri dan mobil itu berkendara menuju perusahaan keluarga Leng.