
Hua Chenran pun juga duduk di sofa dengan nyaman, dia sekarang sudah sangat penasaran dengan identitas nya yang sebenarnya. Matanya terus menatap ke arah bibi Lin, menunggu bibi Lin untuk menceritakan nya.
"Nona tertua, nona memang benar adalah anak dari Tuan Hua Junxie dan nyonya Chen sisi, wajah nona sangat mirip dengan nyonya Chen"
Kata Rong Lin dengan suara yang dipenuhi dengan emosional. Mata bibi Lin memandang ke arah Hua Chenran, seolah mencari ingatan lama, yang telah dikubur oleh nya selama belasan tahun ini.
"Bibi Lin, panggil saja aku Xiao Ran seperti biasanya" kata Hua Chenran dengan santai dan senyum di wajah nya, tapi nadanya terdengar seperti tidak dapat dibantah.
"Tetapi...nona adalah nona tertua!"
Bantah Rong Lin dengan suara yang keras, tapi nadanya lemah. Lalu Rong Lin menundukkan kepalanya.
"Xiao Ran!"
Kata Hua Chenran dengan suara yang tenang, tapi penuh dengan tekanan.
"Xiao Ran kamu harus tahu bahwa Hua Junxie ayahmu adalah tuan muda ketiga dari villa Hua, keluarga kultivasi terbaik di prefektur Nanlou.
Ayahmu juga dinobatkan sebagai seorang jenius kultivasi dan pria yang paling tampan di seluruh prefektur Nanlou, sehingga banyak sekali orang dan juga beberapa keluarga kultivasi terbaik dari prefektur lain, mencoba untuk membuat mak comblang, baik untuk menjadi nyonya sang istri dan juga seorang selir. Termasuk seorang nona dari keluarga Ling, Ling Yuya yang juga sangat terobsesi dengan ayahmu. Ling Yuya adalah putri nya Ling Qianjin, patriak keluarga Ling. Juga keluarga Ling ini dirumorkan bekerja sama dengan kuil kegelapan."
Rong Lin berhenti sebentar, untuk minum air. Hua Chenran dengan jelas mendengar saat bibi Lin menyebut nama Ling Yuya, kebencian di mata bibi Lin terlihat lebih intens.
"Tapi tetap saja tuan muda ketiga, menolak semua nya, bahkan juga Ling Yuya itu, walaupun dia adalah putri kesayangannya sang patriak keluarga Ling, yang merupakan salah satu dari keluarga kultivasi terbaik di situs suci bagian tengah, benua Tianshi." Saat Rong Lin menyebutkan Situs suci, Hua Chenran jelas melihat ketakutan yang amat besar di mata bibi Lin.
"Situs suci ini berada di bagian tengah benua Tianshi, tempat impian setiap semua kultivator untuk berkultivasi di sana, pertumbuhan kultivasi juga pasti akan menjadi sangat cepat, aura spiritual terkaya berada di Situs suci"
__ADS_1
"Ling Qianjin sangat marah ketika putri kesayangannya ditolak secara langsung oleh tuan muda ketiga, tapi tetap tidak berani untuk menyerang Villa Hua, karena Ling Yuya. Apanya yang seorang putri, kehidupan pribadi nya sangat kacau, tapi masih saja merindukan tuan muda ketiga keluarga Hua, sangat tidak tahu malu!
Ling Yuya ini tidak menyerah begitu saja dan selalu mengikuti kemanapun tuan muda ketiga pergi."
"Tidak lama kemudian, tuan muda ketiga menghilang dari villa Hua dan seluruh prefektur Nanlou dicari, tapi tetap tidak ditemukan. Mungkin saja tuan muda ketiga menghindari dari pengejaran Ling Yuya. Tiga tahun kemudian, tuan muda ketiga pulang dan membawa seorang wanita yang sangat cantik ke villa Hua. Tuan muda ketiga berkata bahwa dia adalah Chen Sisi, calon istrinya dan berharap agar semua orang di keluarga Hua setuju.
Banyak orang di villa Hua yang tidak setuju saat itu, itu karena identitas nyonya Chen tidak diketahui, tetapi dengan kekuatan dan kemampuan nyonya Chen yang luar biasa dalam kultivasi maupun alkemis, akhirnya patriak mengijinkan pernikahan nya.
Sejak saat itu tuan muda ketiga dan nyonya Chen telah menjadi pasangan abadi yang diidolakan oleh semua orang di prefektur Nanlou"
"Yang aneh pada saat pernikahan tuan muda ketiga dengan nyonya Chen, Ling Yuya perempuan iblis itu, anehnya tidak bergerak untuk menghentikan pernikahan, atau pun hadir pada hari pernikahan mereka.
Tetapi pada saat nyonya Chen baru saja melahirkan, ada banyak sekali orang berbaju hitam dengan tingkat kekuatan pada tahap Distraction, mengepung di seluruh villa Hua.
Malam itu adalah mimpi buruk bagi semua orang di villa Hua, daging dan darah berserakan dan mengalir di sekeliling villa Hua."
"Malam itu sangat kacau, Xiao Ran pada saat itu, kamu sebagai bayi yang baru saja lahir dititipkan pada pasangan Hua Chenglu dan Yi Xiaoli supaya bisa melarikan diri dan juga hidup lebih aman. Juga pada saat itu bibi mu, nona muda kedua villa Hua, Hua Xilan dipercayakan kepada bibi untuk melarikan diri, jadi pada saat kami berdua berlari kami hampir saja ditemukan pada saat itu, untungnya kami berhasil bersembunyi di hutan, tetapi tidak lama kemudian ternyata itu hanya jebakan mereka supaya kami berdua berpikir bahwa kami berdua hampir lolos saat itu"
Kata Ring Lin sambil terus mengelap air mata nya yang masih keluar.
"Lalu bagaimana bibi Lin dan bibi Xilan selamat dan sampai di bumi?"
Tanya Hua Chenran dengan suara yang terdengar sangat penasaran.
"Jadi kami berdua tidak punya pilihan lain selain melawan mereka, untuk bertahan hidup, walaupun kami berdua berpikir bahwa kami pasti akan kalah, apabila melawan seorang kultivator pada tahap Distraction.
__ADS_1
Di malam yang gelap, kami berdua bertarung dengan putus asa di hutan, kami dipaksa mundur ke tebing, jadi kami berdua memutuskan untuk melompat dari tebing, dari pada kami ditangkap oleh orang berpakaian hitam, karena kami berdua akan tetap mempertahankan martabat dari villa Hua, sekali dilahirkan di villa Hua, matinya tetap keluarga Hua"
Kata Rong dengan suara yang tenang, tapi sangat mantap, kedua tangannya terkepal erat.
"Karena tubuh kami berdua sangat lemah, terutama saat kami berdua melompat dari tebing dan juga ada dampak turbulensi ruang dan waktu, energi spiritual dalam tubuh kami telah terkuras habis dan kerusakan banyak terjadi di bagian dalam tubuh, pada saat kami sampai di bumi, aura spiritual di sini sangat tipis, akhirnya luka dan kemampuan kami berdua untuk berkultivasi tidak dipulihkan dalam hidup ini, bibi Lin sekarang ini hanyalah seorang kultivator, yang berada pada tahap pembangunan yayasan lapisan ke 2"
Setelah mengatakan itu, Rong Lin kemudian mengambil air dan minum untuk melegakan tenggorokan nya, setelah lama bercerita.
"Lalu bagaimana dengan ayah dan ibuku? Mengapa mereka berdua tidak ikut melarikan diri bersama ku? Juga bagaimana keadaan mereka berdua sekarang?" Tanya Hua Chenran tiga pertanyaan sekaligus berturut-turut, mungkin saat pertama kali Hua Chenran mendengar cerita bibi Lin, dia hanya memposisikan diri sebagai pengamat mendengar cerita orang lain dan tidak ada hubungannya, dengan dirinya sendiri. Kemudian ketika dia tidak mendengar tentang kedua orang tuanya, apakah selamat atau tidak? hatinya menegang!
"Tuan muda ketiga dan nyonya Chen, mereka berdua dan juga anggota keluarga villa Hua lainnya, dengan tegas tinggal di villa, untuk melawan orang-orang berpakaian hitam itu. Pada saat itu, Xiao Ran kamu sudah dibawa oleh Hua Chenglu dan Yi Xiaoli, sedangkan kami semua masih bertarung saat itu, melihat semua orang dari keluarga Hua hampir saja kalah, kami berdua disuruh untuk segera melarikan diri dari villa Hua oleh nyonya Chen, saat kami berdua sudah masuk ke lorong rahasia dari villa Hua, kami tidak berani untuk menoleh ke belakang, kami berdua terus mendengar suara jeritan dan raungan keluarga Hua dari belakang, tetapi nyonya Chen sudah berpesan terus lari dan jangan lihat kebelakang apapun yang kami dengar. Sungguh setelah kami berhasil melarikan ke dalam hutan jeritan-jeritan mengerikan itu tidak terdengar lagi, walaupun kami ingin kembali untuk membantu, tetapi kami berdua sudah terjebak dan masuk ke dalam sebuah perangkap orang-orang terkutuk itu!"
"Jadi... maksud..bibi.."
Kata Hua Chenran dengan suara yang sangat berat, dia tidak ingin kata-kata ini keluar dari mulut nya sendiri.
"Se.... semua.. tidak ada yang selamat, hanya la... lautan... daging dan darah.. hahaha..... tidak ada yang selamat..!!"
Kata Rong Lin dengan sangat berat, lalu dia tertawa terbahak-bahak dan air matanya mengalir deras. Kedua tangannya terkepal erat dan ketika kuku itu menembus daging di telapak tangan nya, dia bahkan tidak bisa merasakan sakit nya sama sekali.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin! Bagaimana mungkin bibi Lin bisa tahu bahwa tidak ada yang selamat? Bukankah bibi Lin melompat dari tebing di malam kejadian?"
Tanya Hua Chenran dengan suara yang dingin dan tajam. Ada rasa sakit di matanya yang dia tutupi.
"Hahaha.... mereka... orang-orang berbaju hitam itu mengatakan nya, tidak ada yang selamat.... jadi.... bagaimana mungkin kami melompat dari tebing setinggi ratusan meter, itu hanya agar kami setidaknya tidak jatuh ke tangan musuh, dan tidak mengkhianati keluarga Hua! Juga setidaknya kami berdua berharap agar kami bisa selamat dan bisa membalas dendam pada orang-orang berpakaian hitam itu!!"
__ADS_1
Jawab Rong Lin dengan suara yang dingin dan tajam, dipenuhi dengan dendam dan kemarahan.